RSS

Tag Archives: Islam

Mutiara Hadits Hari Ini

“Dan sesungguhnya apabila kamu tidak ridho – senang – terhadap ketentuan (syari’at dan bagian nikmat)-Ku kepadamu…Demi Kekuasaan dan Kemuliaan-Ku, Aku akan menjadikan kesusahan dunia atasmu! Dan kamu akan berlari – lari mengejar dunia seperti hantu – hantu yang berlarian di malam hari…”

“Kemudian kamu tidak akan mendapatkan apapun (dari segala ‘amal dan do’a), kecuali apa yang aku telah tetapkan atasmu saja (di Lauhul Mahfuzh)…-tidak adanya keberkahan dari-Nya-”

Muhammad SAW

***

1. Larangan untuk membuka aib dan jejak dosa dan kemaksiatan sendiri dalam sarana apapun termasuk akun media sosial:

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam., bersabda: “Sesungguhnya Alloh akan mendekatkan seorang mukmin (kepada-Nya), lalu Dia akan meletakkan tirai-Nya padanya dan menutupinya (hijab penghalang mukmin tersebut dari orang lain). Kemudian Alloh berfirman kepadanya: ‘Apakah engkau mengetahui dosamu yang ini? apakah engkau mengetahui dosamu yang ini?’ Orang mukmin itu berkata: ‘Ya, wahai Robbku.’ Sehingga jika Alloh telah menjadikan orang mukmin itu mengakui dosa – dosanya, dan dia melihat dirinya pasti akan celaka. Alloh berfirman: ‘Aku telah menutupinya (dosa – dosa tersebut) di dunia, dan sekarang Aku akan menghapusnya untukmu pada hari ini (Hari Akhir).’ Kemudian buku kebaikan – kebaikannya diberikan kepadanya. Adapun orang – orang kafir dan orang – orang munafiq, maka para saksi mengatakan: ‘Mereka ini orang – orang yang mendustakan Robb mereka. Ketahuilah! Laknat Alloh menimpa orang – orang yang zalim.’ (HR. Ahmad)

2. Orang – orang jahil yang berfatwa tentang ‘ilmu agama:

Dari Abdulloh bin Amru bin ‘Ash Rodhiyallohu ‘anhu., dia berkata:

Aku mendengar Rosululloh Shollalohu ‘alaihi wa Sallam., bersabda: “Bahwasanya Alloh tidak akan mencabut (menghilangkan) ‘ilmu agama dengan sekaligus dari manusia. Tetapi Alloh akan menghilangkan ‘ilmu agama dengan mematikan para ‘ulama. Apabila tidak ada lagi para ‘ulama, orang – orang akan memilih orang – orang jahil – bodoh – sebagai pemimpinnya. Apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ‘ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan orang lainnya.”

(HR. Muslim)

3. Apa – apa yang diharomkan Rosululloh = diharomkan Alloh Ta’ala:

Dari Miqdam Rodhiyallohu ‘anhu., dia berkata:

Bahwasanya Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam., bersabda: ‘Hampir tiba suatu zaman dimana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas kursi kemegahannya, lalu disampaikan kepadanya sebuah hadits dari haditsku, maka ia berkata: ‘Pegangan kami dan kamu hanyalah Kitabulloh saja. Apa yang dihalalkan oleh Al – Qur’an kami halalkan. Dan apa yang ia haromkan kami haromkan.’ Kemudian Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam melanjutkan sabdanya: ‘Padahal apa – apa yang diharomkan Rosululloh samalah hukumnya dengan apa yang diharomkan Alloh Jalla Jalaluhu.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

4. Penyakit ummat – ummat terdahulu:

Dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu ‘anhu., dia berkata:

Aku mendengar Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam., bersabda: ‘Ummatku akan ditimpa penyakit – penyakit yang pernah menimpa ummat – ummat terdahulu.”  Para sahabat bertanya: “Apakah penyakit – penyakit ummat – ummat terdahulu itu? Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam menjawab:

  1. Terlalu sombong

  2. Terlalu mewah

  3. Mengumpulkan harta sebanyak mungkin

  4. Tipu – menipu dalam merebut harta benda dunia

  5. Saling marah – memarahi

  6. Dengki – mendengki (hasad), sehingga saling dzalim – mendzalimi.

(HR. Hakim)

Read the rest of this entry »

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 24 October 2016 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Ghiroh-ku, Ghiroh-mu, Ghiroh kita semua!

بَشِّرِ الْمُنَٰفِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (١٣٨)

Kabarkanlah kepada orang-orang munafiq bahwa mereka akan mendapat adzab – siksaan yang pedih.”

الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ الِلَّهِ جَمِيعًا (١٣٩)

(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin – teman teman akrab – penolong  dengan meninggalkan orang orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Alloh.

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْكِتَٰبِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَٰتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا۟ مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦٓ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِّثْلُهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَٰفِقِينَ وَالْكَٰفِرِينَ فِى جَهَنَّمَ جَمِيعًا (١٤٠)

“Dan sungguh Alloh telah menurunkan ketentuan-Nya kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat ayat Alloh diingkari dan diperolok olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu tetap duduk – duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Alloh akan mengumpulkan semua orang-orang munafiq dan orang orang kafir di dalam Jahannam.”

(Q.S. An – Nisaa’ (4): 138 – 140)

Ghiroh-ku… Ghiroh-mu… Ghiroh kita semua Ayyuhal Ikhwah!!!

Teruntuk kalian…wahai penista agama Alloh ‘Azza wa Jalla

Janji-Nya masih tetap berlaku, seburuk apapun kalian, apabila yang telah ditulis-Nya di Lauhul Mahfuzh masih belum selesai…maka bersenang – senanglah

Tunggulah makar-Nya yang hebat dari makar – makar yang kalian buat

Teruntuk kalian…wahai pendusta agama Alloh Al – ‘Aziz

Kamilah para penjaga agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala, kamilah penjaga sunnah Rosululloh ‘Alaihi Sholatu wa Sallam

Kamilah para penjaga sunnah para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in yang didapat dari Rosululloh ‘Alaihi Sholatu wa Sallam

Kamilah para penjaga sunnah para pewaris sunnah-nya Rosululloh ‘Alaihi Sholatu wa Sallam

Sunnah yang telah kalian campakkan demi dinar – dirham – kursi kekuasaan

Teruntuk kalian…yang akrab dengan orang – orang di luar Dienul Islam

Kamilah para penjaga agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang akan merubah kemungkaran dengan tangan – lisan – qolbu kami

Yang sampai saat ini telah sering dan telah kalian hardik dan hina, yang telah kalian ludahi dan kalian siksa perasaan – pikiran – bathin kami, yang kalian telah kabur berpaling ketika bertemu kami

Kamilah yang telah kalian tinggalkan demi hawa nafsu, kesenangan sesaat, karena ke-jahiliyah-an kalian

Apakah kalian senang apabila kalian bisa berkumpul dan bersembunyi di bawah ketiak mereka? hari ini mungkin mereka sukses membawamu bermaksiat bersama

Mungkin hari ini mereka telah sukses membuat kalian mengikuti kemaksiatan mereka, mendatangi acara ‘amal terselubung dan lingkungan tempat ibadah mereka, senyum sukses dan bangga karena kalian telah mendukung mereka

Mungkin besok mereka akan lebih gigih membawa kalian ke dalam tempat ibadah mereka, sedangkan masjid – masjid dan majlis ‘ilmu agama kalian tinggalkan

Namun…hanya kamilah yang bisa memberi syafa’at dari jalan persaudaraan dan ukhuwah Islamiyyah di akhirat kelak

Dan yang akan memandikan – mengafankan – menyolatkan kalian ketika ruh kalian telah dicabut oleh malaikat maut

Kapankah akal – qolbu – perasaan kalian akan tunduk dan ridho pada aturan-Nya?

“Wahai Bani Adam! Janganlah kalian takut dengan kekuasaan! Selama kekuasaan Alloh-lah yang Abadi!

 
Leave a comment

Posted by on 20 October 2016 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Merasa Aman Dari Makar Alloh

Bismillahi Ar-Rohmani Ar-Rohimi,

Assalāmu’alaikum wa Rohmatullohi wa Barokatuhu.

Alhamdu lillahi Robbil ‘Aalamin. Wash Sholatu wa Sallamu ‘ala Rosulillah.

Ayyuhal Ikhwah, Alloh ‘Azza wa Jalla telah berfirman:

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرواْ بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٓ إِذَا فَرِحُوا بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذْنَــٰهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (٤٤)

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.(Q.S. Al – An’am (6): 44)

Hasan Al – Bashri berkata, “Barang siapa yang diberi kelapangan oleh Alloh namun ia tidak memandangnya sebagai makar-Nya, sungguh ia tidak punya pikiran. Barangsiapa diberi kesempitan oleh Alloh namun tidak memandangnya sebagai makar-Nya, sungguh ia tidak punya pikiran.” Lalu Hasan membaca penggalan ayat;

…حَتَّىٓ إِذَا فَرِحُوا بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذْنَــٰهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Ia juga berkata, “Makar terhadap suatu kaum itu – Demi Robb Ka’bah – segala keperluan mereka dipenuhi, lalu mereka diazab.”

help

‘Uqbah bin ‘Amir Rodhiyallohu anhu berkata, Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam bersabda:

“Apabila kamu melihat Alloh memberikan kepada seseorang apa yang ia sukai, padahal dia tetap dalam kemaksiatannya, maka itu adalah istidroj dari-Nya.” Lalu Rosululloh membacakan ayat di atas (Al – An’am (6): 44). (Diriwayatkan oleh Ahmad: 4/145, Ad – Daulabi (Al – Kunâ) (1/111), Ath – Thobroni (17/330/913), Al – Ausath (9272), Ibnu Abi Dunya dalam Asy – Syukr (hal: 9), Al – Baihaqi Asy – Syu’ab (4540) dan dishohihkan di dalam Ash – Shohihah (414)).

Al – Iblasu (dari kata Mublisun di ayat di atas) artinya rasa putus asa untuk dapat selamat pada saat datangnya kehancuran.

Ibnu ‘Abbas Rodhiyallohu anhu berkata, “Mereka berputus asa terhadap semua kebaikan.”

Al – Zajjaj berkata, “Al – Mublis adalah orang yang sangat besar rasa penyesalannya, rasa putus asanya dan rasa sedihnya.”

Dari Anas bin Malik Rodhiyallohu anhu, adalah Nabi Shollallohu alaihi wa Sallam banyak membaca do’a:

يَا مُقَلِّبَلْ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوْ بَنَ عَلَى دِيْنِكَ

“Wahai (Dzat) yang membolak – balikkan qolbu, teguhkanlah qolbu kami di atas Dien-Mu!”

Seseorang bertanya, “Wahai Rosululloh, apakah anda khawatir terhadap kami?” Beliau menjawab:

إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ يُقَلْبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ

“Sesungguhnya qolbu manusia itu berada di antara dua jari dari jari – jari Ar – Rohman. Dia membolak – balikkannya sekehendak-Nya.” (HR. Tirmidzi: 2140 dan Ibnu Majah: 2834. Dan baginya beberapa hadits pendukung yang membuat hadits ini meningkat menjadi Shohih).

Dari Ibnu Mas’ud, disebutkan dalam sebuah hadits:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَايَكُوْنَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا

“Sesunguhnya ada seseorang yang benar – benar mengerjakan ‘amalan ahli surga sehingga ketika jarak antara dia dan surga itu tinggal sehasta – karena ketetapan telah mendahuluinya – ia pun mengerjakan ‘amalan ahli neraka dan masuk ke dalamnya.” (HR. Bukhori: 7454 dan Muslim: 2643)

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 2 October 2016 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Hikmah Larangan Muslimah Safar Tanpa Mahrom

Bismillahi Ar-Rohmani Ar-Rohimi,

Assalāmu’alaikum wa Rohmatullohi wa Barokatuhu.

Innal hamda lillahi, hamdan katsiron thoyyiban mubārokan fiihi. Wash Sholatu wa Sallamu ‘ala Rosulillah.

Akhwati Fillah, Alloh Ta’ala telah berfirman dalam Qur’an dengan peringatan lembut nan keras:

وَمَآ ءَاتَــٰـكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَــٰـكُمْ عَنهُ فَنْتَهُواْ ۚ وَاتتَّقُواْاللّهَ ۖ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُالْعقَابِ (٧)

Apa yang diberikan Rosul kepadamu, maka terimalah! Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah! Dan bertakwalah kepada Alloh! Sesungguhnya Alloh amat keras hukumannya.(Q.S. Al Hasyr (59): 7)

Muslimah yang dirohmati Alloh Ar- Rohman Ar-Rohim. Banyak sekali ayat Qur’an dan hadits Nabawiyah yang secara khusus dan umum disampaikan kepadamu sekalian, tidak lain dan tidak bukan melainkan untuk menjaga hal – hal yang sarat penuh makna dalam maqoshid syari’ah, yaitu maksud – maksud diturunkan hukum – hukum syari’at, yang biarpun tidak secara langsung kita pahami dan rasakan, namun tekandung di dalamnya kemuliaan untuk kalian.

Tidaklah Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya melarang kalian dari suatu ‘amal perbuatan, melainkan di dalamnya ada mafsadat/ kerusakan dan mudhorot/ keburukan-kerugian yang akan diterima apabila tetap dilakukan. Mafhum mukholafah-pemahaman terbaliknya adalah; tidaklah Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya menyuruh bahkan mewajibkan kita akan suatu ‘amal perbuatan, melainkan di dalamnya ada maslahat/ keuntungan dan pahala yang akan diterima apabila dilakukan.

Di masa saat ini banyak sekali muslimah melakukan pelanggaran dosa, yang secara sadar ataupun tidak sadar dosa awal yang mereka lakukan akhirnya membuka dosa lainnya yang lebih besar, bahkan Na’udzubillah…dosa ini akan berkembang terus seperti halnya multi level biarpun kita telah dicukupkan umur kita sesuai taqdir-Nya. Salah satu dosa yang bisa kita lihat di sekitar kita adalah ber-safar tanpa mahrom.

maribaya

Safar, adalah perjalanan/ bepergian ke luar daerah/ kota tempat tinggal, dengan batasan kaidah jarak dan definisinya berdasarkan ‘urf/ kebiasaan di masyarakat.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya wanita itu adalah aurot, maka apabila keluar, syaithon akan menghiasinya.” (Dikeluarkan oleh Al Bazzar dan At Tirmidzi dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil jilid I)

Bagi para muslimah yang bekerja di luar rumah dengan alasan untuk membantu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga dan aktualisasi diri, sangat umum safar tanpa mahrom dilakukan apabila diberi tugas luar kota, training peningkatan kompetensi skill dan keilmuan, bahkan mungkin acara ulang tahun perusahaan dan juga acara family gathering yang settingannya dibuat sampai harus menginap di luar kota, menghadiri acara pernikahan teman di luar kota/ pulau, acara reunian teman sekelas/ kuliah, berlibur ke pantai/ gunung/ desa/ pulau/ taman wisata, dan lainnya.

Bagi para muslimah yang sedang duduk di bangku pendidikan, safar tanpa mahrom untuk acara hiking-naik gunung atau susur pantai dengan para kelompok pencinta alam, pemberian bantuan relawan musibah di suatu daerah, study tour atau student exchange, atau bahkan mungkin acara tadabbur alam dengan anggota DKM pengajian di sekolah atau kampus, menghadiri acara pernikahan teman di luar kota/ pulau, acara reunian teman sekelas/ kuliah, berlibur ke pantai/ gunung/ desa/ pulau/ taman wisata, dan lainnya.

Pun bahkan begitu pula bagi para muslimah yang telah bersuami, safar tanpa mahrom untuk menengok anak cucu di luar kota, mengunjungi orang tua dan kerabat, berlibur ke pantai/ gunung/ desa/ pulau/ taman wisata bahkan dengan ustadzah dalam majlis pengajiannya, dan contoh lainnya.

Hal – hal dan contoh – contoh di atas bagi semua muslimah yang belum bersuami dan juga ummahat, adalah masuk dalam kategori safar tanpa mahrom yang harom untuk dilakukan. Definisi mahrom, adalah semua pria yang masuk dalam jalur kekerabatan muslimah dan telah melewati umur baligh, yang di-harom-kan menikah dengannya. Jadi harus sangat dipahami dan diterima mau berapapun jumlah muslimah atau na’udzubillah…wanita non muslim yang menemani untuk safar tanpa mahrom, tetap harom hukumnya.

Akhwati fillah, hukum asal bagi para muslimah adalah berdiam diri di rumah. Firman-Nya yang mulia dalam Qur’an:

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَــٰـهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَوٰ ةَ وَءَاتِينَ الزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَايُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجسَ أَهْلَ الْبيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا (٣٣)

“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumahmu dan janganlah kamu tabarruj – (berhias kepada selain non mahrom) dan bertingkah laku seperti wanita – wanita Jahiliyah yang terdahulu! Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Alloh dan Rosul-Nya! Sesungguhnya Alloh bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu dengan sebersih-bersihnya. (Q.S. Al – Ahzab (33): 33)

Imam Al – Qurtubi Rohimahullohu Ta’ala menafsirkan firman Alloh Ta’ala (وقرن في بيوتكن) “Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumahmu”. Makna ayat ini adalah perintah untuk tetap tinggal di rumah. Walaupun redaksi ayat ini ditujukan kepada istri – istri Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam, namun secara umum maknanya mencakup selain mereka yaitu kepada semua muslimah dan ummahat.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 25 September 2016 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Nikmat Melihat

وَ مَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَـٰمَةِ أَعْمَىٰ (١٢٤)

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (Q.S. Thoha (20): 124).

Lihatlah betapa susahnya orang yang tidak dapat melihat! Dia tidak tahu di mana menapakkan kakinya, tidak melihat apa yang ada di hadapannya, tidak dapat membedakan warna atau pemandangan yang indah dan yang buruk, tidak dapat mengambil faedah ‘ilmu dari kitab yang dibacanya, dan tidak dapat mengambil ibroh dari tanda-tanda kekuasaan Alloh Subhanahu wa Ta’ala di alam semesta. Juga, dia tidak merasakan maslahat atau mudhorot dirinya sendiri.

Ia tidak merasa adanya lubang yang dapat mencelakakannya, hewan buas yang mengincarnya, atau musuh yang mengancam nyawanya. Dia tidak dapat melarikan diri bila keadaan memaksa. Dia pasrah saja bila ada manusia atau hewan yang bermaksud jahat. Kalau Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak secara khusus menjaganya seperti penjagaan terhadap bayi, tentu dia sering mengalami kecelakaan. Dia ibarat seonggok daging di atas meja penjagalan. Oleh karena itu, Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberinya pahala surga bila ia sabar.

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِىٓ أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا (١٢٥)

Berkatalah dia: “Ya Robb-ku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang bisa melihat?” (Q.S. Thoha (20): 125)

safety-glass

Dan dengan kasih sayang-Nya, Dia membiaskan cahaya penglihatan (bashor)-nya ke bashiroh (mata hati) si buta ini. Karena itu, si buta ini punya mata hati paling tajam. Dia juga memberi si buta ini kemauan yang kuat. Pikirannya terkonsentrasi, tidak terpecah-pecah, sehingga hidupnya tenteram dan nikmat, maslahatnya lancar. Jangan kira dia sedih, murung, atau menyesal!

Ini keadaan orang yang terlahir dalam keadaan buta.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 21 September 2016 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Tercantik di Hatiku

[Barokallohu laka, wa Baroka ‘alaika, wa Jama’a Bainakuma fi Khoyrin, Akhi! Ana ambilkan dari Kado Pernikahan.]

***

Kecantikan wajah terletak di nomor kesekian.

Jauh lebih penting daripada kecantikan wajah adalah kesejukan wajah Anda ketika suami memandang.

***

Bros Bunga Khimar(Dari belajarcaramerajut.com)

Saya teringat kepada Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah. Dalam bukunya yang berjudul Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, Ibnu Qayyim berkata:

“Alloh menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Andaikan penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali.

Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui keelokan yang lain. Meski begitu tidak ada kendala apa-apa di dalam hatinya. Karena kecocokan akhlak merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segala galanya. Memang bisa saja cinta tumbuh karena sebab sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap dengan lenyapnya sebab.”

Perkatan Ibnu Qoyyim ini berarti, jika Anda menikah dengan seorang gadis disebabkan oleh tingkah lakunya yang menggemaskan, maka tiga bulan setelah menikah boleh jadi rumah tangga akan penuh dengan ketegangan psikis karena di saat ngidam ia tidak menggemaskan lagi. Pembawaannya kuyu dan lusuh, seperti kain sarung yang tertumpuk di kotak cucian. Apalagi kalau pembawaannya di masa ngidam itu menyebalkan sekaligus bikin risih.

Kasus pernikahan Christina Onassis adalah contoh yang tepat untuk memahami penjelasan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah ini. Konon, Christina adalah perempuan yang memiliki kecantikan luar biasa. Ia juga pandai membawakan diri di kalangan selebritis, sehingga tidak malu-maluin kalau diajak menghadiri berbagai pertemuan. Justru di kalangan selebritis, Christina adalah orang yang sangat dikenal. Sementara itu, untuk soal kekayaan, cukuplah saya kabarkan kepada Anda bahwa dari mendiang ayahnya saja ia sudah mewarisi kapal pesiar pribadi, pulau pribadi, danau, sejumlah bangunan, perusahaan real estate, pesawat terbang pribadi, deposito milyaran dolar, serta armada kapal (di luar kapal pesiar pribadi itu). Akan tetapi, pernikahan-pernikahannya selalu berakhir dengan kekecewaan dan kegetiran. Ia tak menemukan kebahagiaan dalam pernikahannya. Usahanya untuk menemukan kebahagiaan pernikahan ini akhirnya ia hentikan dengan bunuh diri di Argentina. Begitu menurut shohibul hikayat.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 18 September 2016 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Anjangsana dari Maghribi

Bismillahi Ar-Rohmani Ar-Rohimi.

Maghrib baru lewat dan hari menyapa 11 Dzulhijjah 1437 H. Sepulang dari masjid, kami dikagetkan dengan seseorang di ruang tamu dengan senyum lebarnya. Jenggotnya jauh semakin lebih tebal seolah hendak menutupi deretan putih giginya. Ternyata ikhwan kita sedang datang bertamu setelah bertahun lamanya, ditemani dengan istrinya yang merupakan teman masa kecil ketika di madrosah dulu, juga lengkap dengan kedua anaknya yang sehat. Pantas saja ada mobil jeep tipe lama parkir di depan rumah.

Anjangsana dan besuk Mamah jawabnya, mumpung selagi ada di Indonesia dan sedang cuti setiap 6 bulanan. Kami perhatikan ikhwan kita tersebut, sambil menggendong anak tertuanya yang sangat manja dengan Papanya, seakan tidak mau lepas karena tinggal seminggu lagi di tanah air sini, sedangkan istrinya di ruangan lain berbicara dengan Mamah sambil menjaga anak bungsunya. Sudah 3 tahun jawabnya bekerja mencari nafkah di negara daerah “Maghribi”, LDM (long distance marriage) sudah dijalani pasutri muda ini selama 3 tahun.

Pertanyaan pertama yang kami sampaikan adalah bagaimana kehidupan beragama para WNI dan kaum muslimin di sana pada umumnya? Dengan sedikit bercanda ikhwan tersebut menjelaskan dia banyak dipengaruhi mazhab Malikiyyah seperti umumnya mazhab yang umum berkembang di daerah “Maghribi” sana. ‘Tapi jangan anggap saya kelompok sesat kalau kadang melihat saya sholat tidak sedekap kedua tangan saya, yah!’ Suasana penuh tawa mendengar jawabnya.

Sudah sekitar 1000-an WNI bekerja di sana menurut penjelasannya, hanya cuti 6 bulanan yang merupakan fasilitas yang diberikan perusahaan untuk kembali ke tanah air untuk berkumpul dengan keluarganya. Suka duka dijelaskannya dengan detil, tetapi kalimat Tahmid Alhamdulillah tidak pernah berhenti keluar dari lisannya.

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (١١)

“Dan terhadap apa saja nikmat dari Robb-mu, maka hendaklah kamu (banyak – banyak) menyebutkannya!” (Q.S. Adh – Dhuhaa (93): 11)

Pertanyaan kedua yang kami sampaikan mengapa tidak membawa si Eneng – istrinya dan kedua anaknya kesana saja? Jawabnya diawali dengan senyuman.

“Sudah menjadi komitmen kami untuk menerapkan syari’at agama kita dalam berumah tangga, kewajiban mencari nafkah berupa harta adalah diwajibkan-Nya untuk para Qowwam dalam keluarga – suami, tugas dan kewajiban istri adalah menjaga dan mengatur nafkah yang diberikan suami, merawat dan mengasuh anak, dan mendo’akan suami dari awal berangkat dari rumah sampai pulang kembali untuk mencari nafkah yang halal dan thoyyib.”

Subhanalloh wa bihamdihi, terucap dalam qolbu ini.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 14 September 2016 in Uncategorized

 

Tags: , ,