RSS

Tag Archives: Islam

So’al: Mengingatkan Istri dan Anak Untuk Sholat dan Kebaikan

So’al:

Bro, saya ada pertanyaan, saya kok banyak sekali cobaan dari Alloh. Istriku tiba – tiba membatalkan keinginannya untuk berangkat pergi umroh dengan saya, anak perempuan dan menantu saya, padahal persiapan kami sudah matang. Alasannya adalah belum siap untuk umroh bersama, dan istriku bilang kalau sholatnya saja masih jarang – jarang jadinya malu dan gak siap untuk umroh. Sudah 2 tahun ini 2 kali saya pindah tempat kerja, mengumpulkan dana untuk umroh ber-empat dari pekerjaan sebagai sales itu tidak mudah, bro.

Saya bingung, bro tau kenapa saya lebih banyak sholat di rumah daripada di masjid soalnya untuk mengingatkan dan mengajak anak perempuan dan istri saya untuk sholat. Saya pun jadi malu dengan menantu saya yang baru 2 tahun masuk Islam, tapi sholat wajibnya sudah full, sudah bisa baca qur’an biarpun masih belum fasih, dan mau diajak umroh bersama.

Bro, saya sudah sering sekali mengingatkan dengan cara halus, peringatan dan sindiran kebaikan. Tapi entah kenapa kalau saya ingatkan malah marah, kelahi dan ngancam ngajukan cerai. Saya curiga istriku banyak dipengaruhi non mahrom di instagram dan WA-nya.

Jalan keluarnya bagaimana secara Islam? Amalan – amalan apa saja yang harus saya lakukan? Terima kasih atas nasihat dan petunjuk yang bagus, semoga Alloh membalas yang terbaik untuk ente, Aamiinn.

[Dari Bapak, Ayah, Bro, Akhi Kus di BPPN. Artikel diposting seizin si penanya.]

Jawab:

Bismillahi Ar-Rohmani Ar-Rohimi.

Assalamu’alaikum wa Rohhmatullohi wa Barokatuhu.

Alhamdulillahi wahdahu, Ash-Sholatu wa Sallamu ‘ala Rosulillahi. Amma ba’du.

Bapak, Ayah, Bro, Akhi yang dirohmati Alloh Ta’ala. DIA yang bersemayam di atas ‘Arsy, yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, tampaknya memang sedang menguji antum dengan titipan istri dan anak wanita. Secara fitroh, memang sifat “bengkok” inilah yang diberikan Alloh kepada setiap wanita.

Dari Abu Hurairoh Rodhiyallahu anhu dari Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يُؤْذِيْ جَارَهُ، وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْئٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا.

“Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, janganlah ia menganggu tetangganya, dan berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya, maka engkau mematahkannya dan jika engkau biarkan, maka akan tetap bengkok. Oleh karena itu, berbuat baiklah kepada wanita.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Secara umum, para ‘ulama tafsir menjelaskan “bengkok”-nya perilaku para wanita, adalah karena perilaku mereka umumnya (biarpun tidak semuanya) lebih mengedepankan perasaan daripada akal, dalil qur’an, hadits, ajakan kebaikan, sindiran kebaikan dan lainnya. Tugas kitalah untuk “mengurut – ngurut kebengkokan” dari perilaku dan pikiran mereka.

Ketika ‘Ali bin Abi Tholib RA., sedang marah/ bertikai dengan Fathimah RA., beliau pergi dan tidur di masjid beralaskan tanah, sampai Rosululloh membangunkan “Abu Thurob”-kunyah yang lebih disukai ‘Ali daripada kunyah Abu Hasan.

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“…Dan bergaullah dengan mereka (istri) dengan cara yang ma’ruf…” (Q.S. An – Nisaa’ (4): 19)

Sabar dalam mengingatkan adalah yang utama, tidak boleh berhenti, karena timbangan kebaikan akan berbanding lurus dengan kadar cobaan. Antum menyebutkan, bahkan sampai berkelahi dan istri minta ajuan cerai kalau diingatkan sholat dan kebaikan lainnya? Bukankah benar sabda Rosululloh? Mungkin masih bisa dikatakan untung, apabila istri tidak sampai keluar rumah, kembali ke rumah orang tua. Sebagai bahan sharing, kamipun sering sekali mendapat perlakuan seperti itu dari para muslimah yang termasuk mahrom kami, maupun para muslimah yang menjadi target dakwah kami. Mulai dari langkah kaki kabur berbalik arah, cibiran dari mulut dan wajah mereka, blokir kontak dan lainnya. Namun anehnya, mereka lebih merasa enjoy apabila diajak bermaksiat, dan teman – teman mereka bermaksiat tidak mendapatkan perlakuan sama seperti kepada kita.

Pada akhirnya kami hanya bisa memilih untuk mendo’akan saja semoga hidayah diberikan kepada mereka, semoga bukan istidroj yang sedang diberikan pada mereka.

Siapapun kita di masa lalu, bukan berarti kita tidak bisa menjadi muslim/ muslimah yang baik. Lalu mengapa mereka tidak percaya kalau kita atau dia bisa berubah menjadi baik?

Islam dan takwa tidak diwariskan, melainkan dengan mengamalkannya. ‘Ilmu agama itu didatangi, bukan ditunggu atau mendatangi.

Read the rest of this entry »

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 30 July 2017 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Mutiara Para Salafush Sholih

Abu Darda’ Rodhiyallohu ‘anhu berkata:

“Engkau tidak akan menjadi seorang ‘alim sampai engkau menjadi orang yang belajar. Dan engkau tidak akan dianggap ‘alim tentang suatu ‘ilmu, sampai engkau meng’amalkannya.” (‘Awa’iq Tholab hal. 17)

Hasan al – Bashri Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Jika syaithon melihatmu kontinyu dalam melakukan ‘amalan keta’atan, dia pun akan menjauhimu. Namun jika syaithon melihatmu ber’amal kemudian engkau meninggalkannya setelah itu, malah melakukannya sesekali saja, maka syaithon pun akan semakin tamak untuk menggodamu.” (Tajridu Ittiba’ fi Bayaani Asbabi Tafadhulil A’mal hal. 86)

Hasan al – Bashri Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah dia dalam masalah akhirat.” (Lathoiful Ma’arif, lupa halamannya tidak tercatat)

Imam Adz – Dzahabi Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Menuntut ‘ilmu merupakan perkara wajib dan sunnah yang sangat ditekankan. Namun terkadang bisa menjadi sesuatu yang tercela pada sebagian orang. Seperti halnya seseorang yang menimba ‘ilmu agar dapat berjalan bersama (disetarakan) para ‘ulama, atau agar dapat mendebat kusir para orang – orang jahil/ bodoh, atau untuk memalingkan mata manusia ke arahnya (pamer), atau supaya diagungkan dan diutamakan, atau dalam rangka untuk meraih dunia, harta, kedudukan dan jabatan. Ini semua adalah salah satu dari tiga golongan manusia, yang api neraka mula – mula dinyalakan bagi mereka. (An – Nubadz fii Adabi Tholabil ‘Ilmu, hal. 10 – 11)

Imam Syafi’i Rohimahullohu Ta’ala berkata kepada Yunus bin Abdil A’la Rohimahullohu Ta’ala:

“Ridho manusia itu adalah puncak yang tak akan bisa digapai, dan tiada jalan untuk selamat dari mereka. Maka engkau harus memegang apa – apa yang bermanfa’at bagimu, lalu tekunilah hal itu.” (Siyar A’lam Nurbala 10/ hal. 89)

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 9 April 2017 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Renungan Bagi Selfie & Wefie-isme

(Shollallohu ‘alaihi wa Sallam)

Dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu anhu; sesungguhnya Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam pergi menuju kuburan lalu (ketika tiba di kuburan) mengucapkan:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ ، وَدِدْتُ أَنِّي قَدْ رَأَيْتُ إِخْوَانَنَا . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ! أَلَسْنَا إِخْوَانَكَ ؟ قَالَ : بَلْ أَنْتُمْ أَصْحَابِي ، وَإِخْوَانِي الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ! كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ يَأْتِي بَعْدَكَ مِنْ أُمَّتِكَ ؟ قَالَ : أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ لِرَجُلٍ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ فِي خَيْلٍ بُهْمٍ دُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ ؟ قَالُوا : بَلَى . قَالَ : فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ

“Salam atas kalian wahai penghuni (kuburan) tempat orang-orang beriman. Aku Insya Alloh akan menyusul kalian. Aku ingin sekali berjumpa saudara-saudaraku.’ Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rosululloh, bukankah kami saudaramu?’ Beliau bersabda: ‘Kalau kalian adalah para sahabatku. Saudara-saudaraku adalah mereka (orang-orang beriman) yang belum ada sekarang ini dan aku akan mendahului mereka di telaga.’ Mereka berkata, ‘Wahai Rosululloh, bagaimana engkau mengenali orang-orang (beriman) yang datang setelah engkau dari kalangan umatmu?’ Beliau bersabda: ‘Bukankah jika seseorang punya kuda yang sebagian kecil bulunya putih akan mengenali kudanya di tengah kuda-kuda yang hitam legam?’ Mereka menjawab, ‘Ya’ Beliau berkata: ‘Sesungguhnya mereka akan datang pada hari kiamat dengan cahaya putih karena wudhu. Dan aku akan menunggu mereka di telaga (Al – Haudh).” (HR. Muslim, no. 249, Nasai, no. 150. Silsilah Ash-Shohihah, no. 2888)

 
Leave a comment

Posted by on 8 April 2017 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Referensi Buku: Kado Pernikahan Terindah

[Barokallohu lakuma, wa Baroka ‘alaikuma, wa Jama’a bainakuma fii Khoirin.]

 

Bismillahirrohmanirrohim,

Assalāmu’alaikum wa Rohmatullohi wa Barokatuhu.

Ayyuhal Ikhwah, kali ini kami berikan kembali referensi sebuah buku yang bagus sekali untuk dijadikan sumber bacaan. Sebenarnya buku ini khusus untuk para pasangan suami istri yang baru saja menikah, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dijadikan sumber rujukan untuk pasangan suami istri yang telah lama menjalani kehidupan rumah tangga, bahkan untuk antum yang telah berencana untuk berumah tangga dalam waktu dekat.

Kado Pernikahan Terindah

Banyak dari calon pasutri, ataupun pasutri muda dan yang telah menikah dalam waktu lama melupakan esensi – esensi penting dalam pernikahan. Pernikahan bukanlah hanya dilandasi atas perasaan suka, kagum dan cinta saja, karena semua hal tersebut bisa dibolak – balik oleh-Nya kapan saja, bisa diambil dan dicabut-Nya kapan saja. Pernikahan adalah sarana dan jalan yang di-Ridhoi-Nya untuk menggapai cinta yang hakiki untuk semua hamba-Nya, yaitu cinta karena-Nya dan cinta dalam jalan yang di-Ridhoi-Nya.

Buku ini memuat hal – hal yang Insya Alloh dapat memberikan jawaban maupun pencerahan bagaimana sebenarnya menjalani pernikahan dalam naungan syari’at-Nya. Banyak dari pasutri muda dan calon pasutri yang memiliki keinginan kuat dalam menikah, tetapi mereka tidak tahu dan bahkan salah mengambil bahan rujukan untuk menjalani dan mempersiapkan pernikahan. Mungkin buku ini tidak seperti halnya buku – buku/ novel pernikahan atau pra-pernikahan versi ABG yang banyak dibumbui lagu, sinetron, puisi yang melenceng dari syari’at-Nya, tetapi buku ini memberikan tuntunan dalam pernikahan menurut syari’at-Nya dan tuntunan Sunnah junjungan kita Rosululloh ‘Alaihi Sholatu wa Sallam.

Yang menarik dari buku ini adalah pembahasan dalam menyelami pola pikir dari masing – masing suami dan istri, keinginan yang dibutuhkan suami dan istri dalam pernikahan,  bagaimana jalan keluar dalam menghadapi konflik dan kejenuhan dalam pernikahan, seni dialogis antar pasutri, urusan ranjang, bagaimana memberikan hukuman yang pantas dan mendidik, sumber cacat dan masalah dalam pernikahan, sampai sumber keberkahan dan Rohmat-Nya dalam pernikahan.

Cinta saja tidak Cukup! Adalah satu sub-bab pendek yang bagus dalam buku ini. Karena alangkah banyaknya calon pasutri maupun pasutri merasa tertipu ketika telah syah menjadi pasangan syah sebagai suami istri, karena yang ditampilkan dan yang didapat ketika pengenalan calon adalah hal – hal yang baik saja, tetapi mereka tidak tahu bagaimana jalan keluar ketika mendapati kenyataan berbeda dari sebelumnya. Mari kita kembalikan ke Syari’at-Nya dan Sunnah Rosululloh ‘Alaihish Sholatu wa Sallam dalam menghadapi semua permasalahan pernikahan.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 29 January 2017 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Dusta Membutuhkan Dusta Berikutnya

Begitulah Ikhwah….

Satu kedustaan di awal, atau kedustaan sebelumnya…

Akan membutuhkan kedustaan selanjutnya dan selanjutnya, untuk menutupi kedustaan di awal sebelumnya…

1 dosa akhirnya berbuat dosa lain dan berikutnya untuk menutupi dosa di awal sebelumnya…

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا (٧٠)

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمً (٧١)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Alloh dan ucapkanlah perkataan yang benar! Niscaya Alloh memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Alloh dan Rosul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar!” (QS. Al Ahzab (33): 70-71)

 
Leave a comment

Posted by on 20 January 2017 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Mutiara Para Salafush Sholih

اللَّهُمَّ أَحْيِنَا عَلَى الْإِيْمَانِ

‘Ali bin Abi Tholib Rodhiyallohu ‘anhu berkata:

“Janganlah kalian terburu – buru menyampaikan berita secara tergesa – gesa dalam menebarkan berbagai kekejian. Jangan pula menjadi orang yang tidak bisa menyimpan rahasia dan suka menyebarkannya. Karena sungguh! di belakang kalian menanti malapetaka yang teramat dahsyat, kesempitan hidup, kekejian, azab yang pedih, siksaan berat yang teramat melelahkan dan melemahkan, dimana manusia menjadi sangat ketakutan dan dibuat sengsara karenanya, yang diikuti fitnah yang besar, berat dan berkepanjangan. (Syarah Shohih Al – Adabul Mufrod, I/ 421 – 422, Rosyul Barad Syarh Al –  Adabul Mufrod hal. 172 – 173)

***

Imam Asy – Sya’bi Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Andaikata aku melakukan kebenaran sebanyak 99 kali dan melakukan kesalahan sekali saja, sungguh niscaya manusia akan menghitnung – hitung 1 kesalahan tersebut.” (Tahdzib Siyar A’lam An – Nubala, I/ 392)

***

Imam Sufyan Ats – Tsauri Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Ada tiga perkara yang merupakan bagian dari kesabaran; engkau tidak menceritakan musibah yang menimpamu (kepada orang lain), tidak pula sakit yang kamu derita, serta tidak merekomendasikan dirimu sendiri (ke orang lain).” (Mawa’izh Sufyan Ats – Tsauri hal. 81)

***

Imam Syafi’i Rohimahullohu Ta’ala berkata dalam sebuah syairnya:

“Barang siapa yang tidak pernah merasakan pahitnya belajar meskipun hanya sebentar, dia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hayatnya. Jati diri seorang pemuda itu, Demi Alloh! Adalah dengan ‘ilmu dan taqwa. Jika keduanya tidak ada, dia juga dianggap telah tiada (mati).” (Diwanuys Syafi’i hal. 29)

***

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 31 December 2016 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

So’al: Menghadiri Acara Keagamaan dan Syi’ar Agama Non Muslim

So’al: Hukum menghadiri acara dan syi’ar agama non muslim, seperti acara ritual hari besar keagamaan mereka dan acara sosial mereka seperti bakti sosial, bazar amal dan lainnya?

Dari Akhi P dan Akhi J.

Jawab:

Assalamu’alaikum wa Rohmatullohi wa Barokatuhu.

Alhamdulillah, Ash – Sholatu wa Sallamu ‘ala Rosulillahi. Amma Ba’du.

Langsung saja, ini adalah beberapa hal singkat yang bisa kami sampaikan untuk persoalan ini.

… وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا (٧٢)

Dan apabila mereka bertemu (orang orang kafir) yang sedang mengerjakan perbuatan –perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya”(Q.S. Al Furqon (25): 72).

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِااللَّهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِ يُوَ آدُّونَ مَنْ حَآدَّ اللَّهَ وَرَسُو لَهُ، وَلَوْ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٰ نَهُمْ أَوْ عَشِيْرَ تَهُمْ (٢٢)

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Alloh dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang orang yang menentang Alloh dan Rosul-Nya, Sekalipun orang orang itu bapak bapak, atau anak anak atau saudara saudara ataupun keluarga mereka...” (Q.S. Mujaadilah (58): 22)

Imam Ahmad bin Hanbal Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Kaum Muslim telah diharamkan untuk merayakan hari raya orang orang Yahudi dan Nasrani.“ (Ibnu Ta’imiyyah, Kitab Iqtidhâ’ Al Shirâth Al Mustaqîm, hal.201)

Imam Malik Rohimahullohu Ta’ala menyatakan:

Kaum Muslim telah dilarang untuk merayakan hari raya orang orang musyrik atau kafir, atau memberikan sesuatu (hadiah/ kado/ suvenir), atau menjual sesuatu kepada mereka, atau naik kendaraan yang digunakan mereka untuk merayakan hari rayanya. Sedangkan memakan makanan yang disajikan kepada kita hukumnya makruh, baik diantar atau mereka mengundang kita.” (Ibnu Ta’imiyyah, Kitab Iqtidhâ’ Al Shirâth Al Mustaqîm, hal.201)

Ibnul Qayyim Al – Jauziyyah Rohimahullohu Ta’ala mengatakan:

Sebagaimana mereka (kaum Musyrik) tidak diperbolehkan menampakkan syiar syiar agama mereka, maka tidak diperbolehkan pula bagi kaum Muslim menyetujui dan membantu mereka melakukan syiar itu serta hadir bersama mereka (di dalam acara dan lingkungan syi’ar tempat mereka). Demikian menurut kesepakatan ahli ilmu.” (Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, Kitab Ahkâm Ahl Al Dzimmah, juz 1. hal. 235)

***

Yang sangat menyedihkan saat ini, saudara – saudari se-aqidah kita malah bermulut pahit dan bersikap keras terhadap kita, namun malah lemah lembut dan bermulut manis kepada mereka. Langkah kaki mereka bukanlah kepada kita sebagai saudara/ saudari seaqidahnya, tapi malah kepada mereka dengan berlari dan bergegas, dengan janji dan penuh harap. Tidakkah hal ini aneh, menyedihkan dan menyesakkan qolbu dalam dada? Padahal nikmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang paling besar adalah nikmat Iman dan Islam bagi kita.

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَاتَعَاوَنُواْ عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَٰنِ ۚ وَاتَّقُواْاللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُالْعِقَابِ(٢)

“…Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Alloh, Sesungguhnya Alloh Amat berat siksa-Nya!” (Q.S. Al – Maidah (5): 2)

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 29 October 2016 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,