RSS

Tag Archives: IPTEK

Gunung Berwarna Warni

Seperti halnya Surat Ar – Rohman: 19-20 yang menyebutkan fenomena alam berupa pertemuan dua lautan (fenomena 2 lautan yang bertemu di Selat Gibraltar) yang tidak bercampur, ternyata banyak fenomena alam lain yang terjadi juga di dunia ini. Salah satunya adalah fenomena gunung berwarna-warni yang difirmankan Alloh Ta’ala dalam Surat Al-Fathir (35): 27, pun benar adanya.

Meskipun demikian, mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui fenomena alam yang indah berupa gunung-gunung yang berwarna-warni di Zhangye Danxia, provinsi Gansu, China.

Rainbow mountain-1

Al – Qur’an telah menginformasikan fenomena alam tersebut 14 abad yang lalu. Apakah Nabi Muhammad SAW pernah ke Cina? Tidak pernah sama sekali. Tiada lain tiada bukan, informasi tersebut bersumber dari wahyu Alloh SWT semata:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ (٢٧)

“Tidakkah engkau melihat bahwa Alloh menurunkan air dari langit (hujan) lalu dengan air itu (hujan) Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis garis putih dan merah yang BERANEKA MACAM WARNANYA dan ada (pula) yang hitam pekat.” (Q.S. Fathir (35): 27)

Gunung yang terletak di China ini tampak seperti hamparan pelangi karena itu orang menyebutnya ‘rainbow mountain’. Gunung pelangi seluas 300 kilometer persegi ini merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological Park yang terletak di provinsi Gansu, China.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 10 April 2015 in IPTEK

 

Tags:

Penyembelihan Hewan Qurban Dari Sudut Pandang Medis (Kesmavet)

Assalāmu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Ayyuhal Ikhwah, tidak terasa kita akan menghadapi hari – hari Tasyrik yang di dalamnya disyari’atkan secara sunnah muakkad, untuk menyelenggarakan ibadah Qurban. Sudah banyak di antara kita telah mengetahui lebih dalam secara fiqh, mengenai tata cara penyembelihan hewan Qurban. Namun, bagaimanakah tata cara penyembelihan hewan Qurban jika dilihat dari sudut pandang Ilmu pangan dan Ilmu kesehatan medis? Di dalam Al – Qur’an telah difirmankan-NYA:

وَكُلُواْ مِمَّارَزَقَكُمُ ﭐللَّهُ حَلَـٰلاً طَيِّبًا ۚ وَﭐ تَّقُواْ ﭐللَّهَ ﭐلَّذِىۤ أَنتُمْ بِهِ مُئْومِنُونَ

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Alloh telah rizqikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Alloh yang kamu beriman kepada-Nya.(Q.S. Al – Maa’idah (5): 88)

Untuk memenuhi hal tersebut (makanan yang halal dan baik), serta keamanan produk pangan asal hewan (PPAH), maka dalam berkurban harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut (Sumber: Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2009).

A. Perlakuan Pada Hewan Sebelum Disembelih:

1. Pemeriksaan antemortem (pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih). Paling lama 24 jam sebelum penyembelihan dilaksanakan. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter hewan atau paramedis kesehatan hewan (di bawah pengawasan dokter hewan). Hanya hewan sehat yang boleh dipotong.

2. Hewan dilakukan secara baik dan wajar dengan memperhatikan azas kesejahteraan hewan.

3. Hewan diistirahatkan sekurang-kurangnya 12 jam sebelum disembelih untuk menghasilkan daging yang berkualitas.

4. Hewan sebelum disembelih dipuasakan selama kurang lebih 6 jam namun diberi minum yang cukup.

5. Saat penyembelihan, hewan direbahkan secara hati-hati, tidak dengan cara paksa dan kasar agar hewan tidak stress, takut, tersiksa dan tersakiti/ terluka agar setelah dilakukan pemotongan otot tidak tegang dan perubahan dari otot menjadi daging akan lebih sempurna serta tidak menimbulkan resiko bagi penyembelih.

B. Syarat Penyembelih:

1. Laki-laki muslim, dewasa (baligh). 1

2. Sehat jasmani dan rohani.

3. Memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis dalam penyembelihan halal yang baik dan benar.

C. Syarat Peralatan:

1. Pisau yang digunakan harus tajam, panjang, bersih dan tidak berkarat.2

2. Wadah, talenan, pisau dan seluruh peralatan yang kontak dengan daging dan jeroan terbuat dari bahan kedap air dan senantiasa dijaga kebersihannya.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 2 October 2012 in Hadits, IPTEK, Islam

 

Tags: , ,

Porsi Dunia – Akhirat

Assalāmu’alaikum wa Rohmatullohi wa Barokatuh.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ

[Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Alloh, kita memuji-NYA, memohon pertolongan dan memohon ampunan kepada-Nya, kita berlindung kepada Alloh, dari segala kejahatan diri dan kesalahan perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh, maka tiada sesuatupun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Alloh, maka tiada sesuatupun yang dapat memberinya petunjuk.]

Ayyuhal Ikhwah, apa yang terbersit di benak pikiran kita apabila ditanyakan perihal adil? Katakanlah kita mempunyai 2 orang anak, satu anak sedang duduk di bangku perkuliahan teknik kimia di pulau seberang, sedang satu anak sedang duduk di bangku SMU tinggal bersama antum. Bagaimana kita akan memberikan living cost dan education cost? Apakah kemudian mereka berdua diberikan porsi sama, katakanlah sebesar 1 juta rupiah? Apakah anak yang berada di pulau seberang diberikan motor sedang anak yang tinggal bersama kita hanya diberikan sepeda? Atau sama – sama diberikan motor saja atau sepeda saja?

Bagi antum yang mempunyai atau pernah mengalami kisah sama dengan pertanyaan di atas, kira – kira bagaimana antum akan bersikap dan mengambil pilihan? Sampai disini, jangan dulu melihat kemampuan ekonomi yang berlebih dari keluarga antum. Tentunya sebagai orangtua haruslah bersikap adil. Lihatlah bagaimana anak yang sedang mengambil kuliah di jurusan teknik kimia mempunyai kebutuhan hidup dan biaya kuliah yang lebih tinggi, dibandingkan adiknya yang masih duduk di bangku SMU. Kita bertemu dengan perihal adil dan seimbang. Apakah adil itu? Apakah fraksinya 50 – 50? Ataukah 60 – 40? Atau bahkan ditambahkan fraksi pembaginya dengan 2 orangtua sehingga lebih kecil? Pengertian adil sebenarnya adalah:

“Memberikan sesuatu sesuai porsi kepentingan bagian tersebut.”

Ya, kita akan bertemu dengan faktor pembagi yaitu “kepentingan.” Adapun mengenai kepentingan, kita tidak boleh melupakan target ataupun tujuan dari “kepentingan” tersebut, sehingga target atau tujuan itulah yang akan membuat “nilai kepentingan” tersebut bertambah atau berkurang. Inilah definisi adil yang “adil.”

Ayyuhal Ikhwah, sampai disini kita bertemu dengan target atau tujuan. Tujuan hidup yang hakiki bagi seorang Muslim yaitu untuk beribadah dan mencari ridho-NYA sebagai bekal hidup di akhirat kelak. Alloh SWT., telah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ لْإِ نْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ(٥٦)

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-KU.

(Q.S. Adz – Dzariyat (51): 56)

Ayat di atas sekaligus menjelaskan sisi Tauhid yaitu aspek Tauhid Uluhiyah/ ‘Ubudiyah, yaitu menghambakan diri dalam aspek peribadatan hanya kepada-NYA. Sekarang mari kita berpikir, dimanakah tempat kita untuk bercocok tanam amal dan ibadah? Yaitu ketika hidup di dunia, tempat cobaan dan ujian dari-NYA. Cobaan dan ujian yang menerpa, tentunya telah ditulis-NYA di Lauh Mahfuzh untuk setiap makhluk-NYA, sesuai kemampuan setiap makhluk-NYA menurut ‘llmu Alloh  sesuai firman-NYA:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًاإِلاَّ وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَ عَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ…(٢٨٦)

“Tidaklah Alloh membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…” (Q.S. Al – Baqoroh (2): 286)

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 17 September 2012 in Hadits, IPTEK, Islam, Muslimah

 

Tags: , , ,

Warisan Sifat Fir’aun

Assalāmu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

إِنَّ ﭐلْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاﭐللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ ﭐللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا ﭐللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Ayyuhal Ikhwah, sudah kenalkah dengan Fir’aun yang banyak difirmankan-NYA dalam Qur’an? Kenalkah dengan sifat – sifatnya? Karakternya? Sejatinya Fir’aun adalah gelar bagi Raja Mesir yang berkuasa pada saat itu, dunia barat mengenalnya dengan julukan Pharaoh. Tentunya, Fir’aun yang banyak difirmankan Alloh SWT., dalam Qur’an merupakan sekian dari kisah hamba – hamba-NYA yang berani menentang-NYA.

Kita sedikit banyak telah mengenal karakter Fir’aun dan pembantu utamanya yaitu Qorun dan Haman, yang menjadi musuh utama penghalang dakwah Nabi Musa dan Harun AS., yang ditenggelamkan-NYA ketika Nabi Musa dan Harun AS., menyeberangi laut merah bersama bani Israil. Namun, hanya raga dan ruh Fir’aun yang telah mati, tetapi sifat – sifat Fir’aun sejatinya masih bersemayam menjadi bibit penyakit di masa ummat Islam saat ini. Berikut adalah beberapa sifat – sifat Fir’aun yang diabadikan-NYA dalam Qur’an, yang bersemayam di antara kita:

1.    Membunuh para pria dan membiarkan para wanita

Saat itu Fir’aun ditakutkan dengan takwil mimpinya dari para penyihirnya bahwa kekuasaannya akan ditumbangkan oleh anak laki – laki, maka dengan mantap Fir’aun memerintahkan untuk membunuh semua anak laki – laki yang lahir saat itu.

وَإِذْنَجَّيْنَٰكُمْ مِّنْءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓ ءَالْعَذَابِ يُذَبِّحُوْنَ أَبْنَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُمْ بَلآَ ءٌمِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir’aun dan) pengikut-pengikut Fir’aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Robb-mu.” (Q.S. Al – Baqoroh (2): 49)

Juga dalam ayat-NYA yang lain:

وَقَالَ اْلَمَلاُمِن قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُمُوْسَىٰ وَقَوْمَهُ،لِيُفْسِدُواْفِى الْأَ رْضِ وَيَذَرَكَ وَءَالِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَآءَهُمْ وَنَسْتَحْىِ نِسَآءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَٰهِرُونَ

“Dan para pemuka dari kaum Fir’aun berkata, “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?” (Fir’aun) menjawab, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.” (Q.S. Al – A’rof (7): 127)

Lihatlah para kaum pria saat ini, semakin sulit untuk mendapatkan hak – haknya dalam pendidikan, pekerjaan, juga kesempatan yang lain, padahal mereka adalah pemimpin, pembimbing, pengasuh dan pencari nafkah bagi keluarganya. Tengoklah bagaimana para kaum wanita dibiarkan hidup menjadi warga negara “kelas dua”, dibiarkan bebas seolah – olah tiada hukum syari’at yang mengaturnya, hanya menjadi objek untuk mendapatkan keuntungan dalam setiap iklan. Tidak aneh, karena jauhnya dan dibiarkannya kaum wanita dari tuntunan syari’at dan ilmu agama, malah terjerumus dalam perspektif barat yang mengagung – agungkan, kecantikan, uang dan popularitas semu. Ingatlah firman Alloh SWT., dalam Qur’an:

يَآءَيُّهَاالَّذِ يْنَءَامَنُواْقُوٓ اْ أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang – orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka”

(Q.S. At – Tahrim (66): 6)

Peringatan Alloh SWT., sangat tegas, para kaum wanita dalam keluarga kita pun akan dimintai pertanggung jawaban di hadap-NYA kelak.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 20 March 2012 in IPTEK, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Dimanakah Qona’ah?

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Segala puja dan puji hanyalah milik-NYA, Alloh SWT., Robbul ‘Alamin, yang sampai saat ini masih memberikan nikmat Iman, Islam dan kesehatan. Kepada-NYA-lah semua do’a dan harap seharusnya kita gantungkan, karena DIA-lah Ash – Shomad. Sholawat serta salam semoga juga selalu tercurah pada Rosululloh Muhammad SAW., yang telah menuntunkan risalah-NYA di jalan yang diridhoi-NYA, jalan yang hanif, jalan yang lurus, jalan Islam Rohmatan lil ‘Alamin.

Alloh SWT., telah berfirman dalam Kitabul Karim:

Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada tiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Robbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (Q.S. An – Naazi’aat (79): 34 – 41)

Ikhwanul Akhwat Fillah. Pernahkah merasa letih akan usaha dalam memenuhi kebutuhan hidup? Sejenak, pikirkanlah. Bagi antum yang telah terikat dalam kontrak hitam putih kerja, berapa jam dalam sehari dan dalam seminggu antum mencari gaji? Atau bahkan menambah hari libur untuk menambah penghasilan? Makan untuk hidup? atau hidup untuk makan? Atau bahkan sampai menyerempet daerah abu – abu untuk memperoleh penghasilan? 1001 alasan dan 1001 cara bani Adam dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tidak, Alloh SWT., tidak melarang kita untuk bekerja mencari penyambung kebutuhan hidup, karena di Q.S. Ar – Ro’du telah difirmankan-NYA bahwa Alloh SWT., tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang merubahnya. Namun, sejenak pikirkanlah. Semua itu ada konsekuensinya yang harus dibayar. Mulai dari efek sederhana yaitu kelelahan, sampai melepaskan ibadah sunnah bahkan Naudzubillahi min dzaalik sampai meninggalkan yang wajib, melupakan kewajiban tholabul ‘ilmi dan mendidik keluarga, melupakan sanak saudara yang lain dan hidup bertetangga, dan lain sebagainya.

Ikhwanul Akhwat Fillah. Barangkali kurangnya qona’ah? Atau terbiasa hidup mewah? Atau sedang membiasakan diri untuk hidup mewah? Atau karena tuntutan kelompok kita? Rosul SAW., telah bersabda:

“Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 6 July 2011 in Hadits, IPTEK, Islam, Muslimah

 

Tags: , , ,