RSS

Category Archives: Uncategorized

إِنَّكَ لَا تَهْدِى

إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَــٰــكِنَّ اللَّهَ يَحْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِاالْمُهْتَدِينَ (٥٦)

Sesungguhnya kamu (Wahai Muhammad) sekali – kali tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu cintai, tetapi Alloh-lah yang memberi hidayah kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh Maha Mengetahui orang-orang yang mau menerima hidayah.(Q.S. Al – Qoshosh (28): 56)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 2 August 2017 in Uncategorized

 

Harus Selalu Diingat

Lebih baik kita kehilangan sesuatu hal apapun itu, tetapi karena menjalankan perintah Alloh ‘Azza wa Jalla

Daripada kita kehilangan Alloh Subhanahu wa Ta’ala…karena sesuatu hal apapun itu…

 
Leave a comment

Posted by on 18 November 2016 in Uncategorized

 

Walla – Awliya

Pemimpin

Pelindung

Teman Akrab

Tempat Bersandar

***

Ada yang sudah pernah ada merasakan dampak negatifnya dari semua makna Awliya di atas?

Didzolimi akibat kepemimpinannya?

Ada yang pernah disakiti di bawah perlindungannya?

Diajak bermaksiat dan melanggar aturan-Nya bersama oleh teman akrab?

Atau malah diambil hak – haknya karena menyandarkan diri kepada mereka?

Maka sampai kapan mau bersama – sama dengan mereka? bukankah Robb-mu Maha Benar?

 
Leave a comment

Posted by on 25 October 2016 in Uncategorized

 

Bila Nanti Dirimu Membaca Ini…

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Ucapkanlah Alhamdulillah, artinya ruh dan jasadmu masih bersatu di dunia fana ini

Detik demi detik taqdir umurmu dari-Nya, terus berkurang sampai malaikat maut datang

Maka pahamilah bahwa sesungguhnya ‘amal sholih yang diridhoi-Nya-lah yang seharusnya kita lakukan

Karena penentu ada di akhir hidup, dan akhir itu hanya DIA-lah yang Maha Mengetahuinya.

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Ucapkanlah alhamdulillah, dengan atau tanpa kaca matamu berarti nikmat melihat masih diberi-Nya

Dengan kenikmatan lainnya yang ada di tubuh kita, tentunya ada batasan-Nya untuk memakai dan menjaganya

Dengan nikmat melihat ini, sudah berapa banyak ayat larangan-Nya yang anti hindari? sudah berapa banyak sunnah Rosululloh yang anti jalankan?

Atau sudah berapa kali ayat larangan-Nya disampaikan-Nya kepada anti tetapi masih berani melanggarnya? padahal anti mengaku mencintai Alloh Ar – Rohman Ar – Rohim

Alloh Ta’ala bisa mengambilnya kapan saja semua nikmat, sebaik maupun seburuk apapun kita di hadap-Nya

Setidaknya kita dalam kondisi tidak sedang ber-maksiat melanggar ketentuan-Nya ketika DIA mengambilnya kembali.

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Hentikan membaca apabila anti belum mememenuhi kewajibanmu sebagai seorang hamba, seorang istri, maupun seorang anak

Karena setiap kewajiban yang diamanahkan kepadamu, akan ditagih-Nya kelak sesuai porsi dan peruntukkannya

Kewajiban kita adalah melaksanakan, dan menjadi kewajiban-Nya untuk memenuhi janji-Nya kepadamu

DIA tidak akan ditanya apa yang diperbuat dan disyari’atkan kepadamu

Hak – hak kita adalah mentauhidkan-Nya dalam segala ‘amaliah hidup ini.

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Semoga anti sedang berada di dalam rumahmu, di dalam istanamu, di dalam Jannah-mu di dunia ini

Karena hukum awal untuk setiap muslimah adalah berdiam diri di dalam rumahnya

Jangan jadikan alasan harta, dunia, kesenangan, kebosanan dan kesendirian, menjadi alasanmu untuk berada di luar

Karena fitnah akhir zaman semakin menggila di luar sana, yang bisa membuat kita menangis memohon perlindungan dan ampunan pada-Nya di 1/3 malam terakhir, tetapi bisa membuat kita kufur dan bermaksiat di pagi harinya.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 8 October 2016 in Uncategorized

 

Hanya Sampai Asimptot

2 orang sedang berjalan saat cuaca terik di jalan berdebu. Lama berjalan, hanya dengan 1 keyakinan ada tujuan di depan sana yang diyakini, dengan tujuan akhirnya ada 2 yaitu kecapekan juga kepayahan luar biasa dan taman yang indah.

Ada 1 penjual es kelapa muda di tepi jalan. Dengan bekal yang ada, orang kedua berkata; “Mari kita istirahat sejenak melepas dahaga, biar saya yang bayar, perjalanan kita masih jauh.” Orang pertama berkata; “Jangan disini jangan penjual yang ini, di depan sana pasti ada penjual es kelapa yang lebih segar, lebih banyak porsinya dan lebih enak tempatnya.” Namun setelah melewati penjual es kelapa yang ketiga sampai kelima orang pertama tidak kunjung mengajak berhenti. Sampai akhirnya kepalanya mulai pusing dan pandangan matanya mulai berkunang – kunang karena kekurangan cairan tubuh. Dari kejauhan ada penjual es kelapa muda di bawah pohon kelapa dan berada di tepian danau, namun jaraknya sangat jauh sekali dari posisi mereka berdua. Dengan menunjuk, dia berkata pada orang kedua; “Nanti kita istirahat di penjual es kelapa yang disana, tempat dan suasananya lebih enak, tidak usah banyak bicara dan tidak usah bertanya, saya yakin lebih enak disana.” Namun sejauh mata memandang, orang kedua hanya melihat pedagang es kelapa yang sama saja dengan penjual sebelumnya yang telah mereka lewati.

Sesampainya mereka, orang pertama segera memesan 2 gelas es kelapa muda. Dengan lahapnya mereka menghabiskan segelas porsi es kelapa muda. Ketika orang pertama akhirnya tersadar, ternyata tidak ada danau yang dilihatnya dari kejauhan. Fatamorgana pikirnya yang telah membuat dirinya melamun saat itu. Rasa manis dan segar dari es kelapa, membuat orang pertama memesan porsi gelas kedua dan ketiga tanpa menawarkan orang kedua untuk menambah. Orang kedua berkata; “Hei ingatlah sakit diabetesmu bisa kambuh, matamu yang mulai rabun bisa buta kalau sakit diabetesmu bertambah parah. Kita bungkus saja buat bekal.” Orang pertama menjawab; “Tenang saja, perjalanan kita masih jauh kita harus punya banyak bekal energi dari gula yang ada di es kelapa muda ini. Tenang saja, tubuh muda kita masih kuat. Kita pesan dibungkus juga tidak masalah.” Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan dengan bekal es kelapa muda.

Setelah berjalan cukup lama tampaknya kehausan mulai mendera keduanya kembali. Orang pertama langsung menghabiskan bekal es kelapa muda yang dibawanya, sedangkan orang yang kedua tidak demikian. Orang pertama berkata; “Kalau seperti ini bakal jadinya, kenapa kita tidak menghentikan saja perjalanan kita di tempat penjual es kelapa tadi.” Orang kedua berkata; “Ya kalau mau kembali mari kita kembali dan berhenti saja dari perjalanan ini. Soalnya tujuan kita belum jelas arahnya, orang – orang bilang tempatnya ada tapi kita hanya modal nekad dan sok tahu. Sebelum pergi para tetua kita berpesan untuk memperbanyak bekal tapi kita hanya bawa secukupnya saja.” Orang pertama berkata; “Baiklah, saya putuskan kita kembali ke penjual es kelapa tadi karena saya pemimpin perjalanan ini.”

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 19 September 2016 in Uncategorized

 

Anjangsana dari Maghribi

Bismillahi Ar-Rohmani Ar-Rohimi.

Maghrib baru lewat dan hari menyapa 11 Dzulhijjah 1437 H. Sepulang dari masjid, kami dikagetkan dengan seseorang di ruang tamu dengan senyum lebarnya. Jenggotnya jauh semakin lebih tebal seolah hendak menutupi deretan putih giginya. Ternyata ikhwan kita sedang datang bertamu setelah bertahun lamanya, ditemani dengan istrinya yang merupakan teman masa kecil ketika di madrosah dulu, juga lengkap dengan kedua anaknya yang sehat. Pantas saja ada mobil jeep tipe lama parkir di depan rumah.

Anjangsana dan besuk Mamah jawabnya, mumpung selagi ada di Indonesia dan sedang cuti setiap 6 bulanan. Kami perhatikan ikhwan kita tersebut, sambil menggendong anak tertuanya yang sangat manja dengan Papanya, seakan tidak mau lepas karena tinggal seminggu lagi di tanah air sini, sedangkan istrinya di ruangan lain berbicara dengan Mamah sambil menjaga anak bungsunya. Sudah 3 tahun jawabnya bekerja mencari nafkah di negara daerah “Maghribi”, LDM (long distance marriage) sudah dijalani pasutri muda ini selama 3 tahun.

Pertanyaan pertama yang kami sampaikan adalah bagaimana kehidupan beragama para WNI dan kaum muslimin di sana pada umumnya? Dengan sedikit bercanda ikhwan tersebut menjelaskan dia banyak dipengaruhi mazhab Malikiyyah seperti umumnya mazhab yang umum berkembang di daerah “Maghribi” sana. ‘Tapi jangan anggap saya kelompok sesat kalau kadang melihat saya sholat tidak sedekap kedua tangan saya, yah!’ Suasana penuh tawa mendengar jawabnya.

Sudah sekitar 1000-an WNI bekerja di sana menurut penjelasannya, hanya cuti 6 bulanan yang merupakan fasilitas yang diberikan perusahaan untuk kembali ke tanah air untuk berkumpul dengan keluarganya. Suka duka dijelaskannya dengan detil, tetapi kalimat Tahmid Alhamdulillah tidak pernah berhenti keluar dari lisannya.

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (١١)

“Dan terhadap apa saja nikmat dari Robb-mu, maka hendaklah kamu (banyak – banyak) menyebutkannya!” (Q.S. Adh – Dhuhaa (93): 11)

Pertanyaan kedua yang kami sampaikan mengapa tidak membawa si Eneng – istrinya dan kedua anaknya kesana saja? Jawabnya diawali dengan senyuman.

“Sudah menjadi komitmen kami untuk menerapkan syari’at agama kita dalam berumah tangga, kewajiban mencari nafkah berupa harta adalah diwajibkan-Nya untuk para Qowwam dalam keluarga – suami, tugas dan kewajiban istri adalah menjaga dan mengatur nafkah yang diberikan suami, merawat dan mengasuh anak, dan mendo’akan suami dari awal berangkat dari rumah sampai pulang kembali untuk mencari nafkah yang halal dan thoyyib.”

Subhanalloh wa bihamdihi, terucap dalam qolbu ini.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 14 September 2016 in Uncategorized

 

Tags: , ,

So’al: Menikahi Orang yang Dicintai atau Sebaliknya?

[Pertanyaan 6 tahun lalu]

So’al:

Assalamu’alaikum,

Saya seorang akhwat 27 tahun, di-khitbah oleh seorang ikhwan teman semasa kecil saya, kami bertemu kembali setelah 20 tahun lebih. Beberapa hari setelah bertemu kembali, kemudian ikhwan tersebut datang bersama kedua orang tuanya dengan niatan untuk meng-khitbah saya. Saya diberi waktu untuk berpikir dan sholat istikhoroh selama 2 minggu oleh kedua orang tua kami. Selama berpisah kami memang tidak pernah bertemu dan saya tidak tahu sama sekali infonya.

Namun info yang saya dapat dari kedua orang tua saya, agamanya memang terjaga karena ikhwan tersebut lulusan pesantren, biarpun memang kondisi ekonominya tidak seperti pekerja kantoran. Jujur, saya bingung, hati saya mencoba mencari – cari alasan untuk menerima ikhwan tersebut selain istiqomah-nya dalam hal agama, tapi perasaan khawatir itu malah datang, saya minder karena dia lulusan pesantren. Terus terang saya masih mau melanjutkan kuliah S1 dan masih ingin bekerja di PAUD dekat rumah.

Mana yang lebih baik bagi saya? Menikahi orang yang saya cintai atau mencintai orang yang saya nikahi?

Salam,

Ukhti Pur,

Jawab:

Bismillahi Ar-Rohmani Ar-Rohimi.

Wa’alaikumussalam wa Rohmatullohi wa Barokatuhu.

Ukhti P yang dirohmati Alloh Ta’ala. Maha Suci DIA yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, mempertemukan kembali antuma berdua setelah sekian puluh tahun, dan hal ini amatlah mudah bagi-Nya, dan semua telah tertulis di Lauhul Mahfuz. DIA bisa berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya, memisahkan, mempertemukan, mempersatukan dan memutuskan.

Dalam hal perasaan suka, kagum dan cinta – meminjam 3 kalimat yang pernah diucapkan seseorang adalah kondisi sangat ideal. Namun, apakah semua hamba-Nya akan melalui ini semua dalam jenjang sebelum pernikahan? Allohu A’lamu bish Showab, hanya DIA yang Maha Mengetahui dengan Benar. Kita bisa melihat di sekeliling kita, ataupun bahkan kedua orang tua kita yang lebih dahulu menikah, apakah mereka juga melalui 3 hal ini? belum tentu, kan?

Menikah adalah salah satu ibadah kepada-Nya, dan juga sebagai bentuk Ittiba’ (mengikuti) tuntunan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam. Disebutkan dalam Qur’an, pernikahan adalah perjanjian yang kuat – Mitsaqon Gholiza, sebagaimana firman-Nya:

…وَأَخَذْنَ مِنكُمْ مِّيثَــٰـقًا غَلِيظً (٢١)

“…Dan mereka (istri istrimu) telah mengambil dari kamu Perjanjian yang Kuat (ikatan pernikahan).(Q.S. An – Nisaa’ (4): 21)

Uniknya dan anehnya di masa ini, para pemuda – pemudi Islam sering menyalah artikan perasaan dan cinta, akibat apa yang telah didengar dan dibacanya dari lagu cinta yang di-haromkan-Nya, buku kaum feminis, novel berlabel “Islami”, drama dan sinetron cinta dari Jepang, Korea dan lainnya, maupun contoh menyimpang dari orang lain. Semua ini memang sangat menjual, dan pasti terjual kenapa? Karena fitrah manusia memang untuk ingin dicintai dan mencintai. Namun, media – media tersebut jauh sekali dari tuntunan Alloh Ta’ala dan Sunnah Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam.

Dari yang anti sampaikan, akuilah dan imanilah sebenarnya inilah salah satu bukti dari sekian tanda – tanda Kekuasaan-Nya! 20 tahun dipisahkan-Nya, lalu bertemu kembali dan ikhwan tersebut dengan kedua orang tuanya berani mendatangi anti dan keluarga untuk meng-khitbah dirimu. Saya tanya ke diri dan “perasaan wanita” yang anti miliki, sebenarnya adakah perasaan cinta yang dimilikinya? Hanya dari sekali bertemu kembali? Na’am, pasti ada oleh karena itu ikhwan tersebut berani maju meng-khitbah dirimu biarpun dengan kondisi ekonomi yang tidak seperti pegawai kantoran yang anti sebutkan. Pastilah ikhwan tersebut pun memilih anti sebagai pendamping hidupnya untuk bersama, karena dia pasti tahu tuntunan Rosululloh dalam memilih istri sebagai pendamping hidup, biarpun mungkin agama yang anti miliki saat ini tidak selevel dengannya. Bukankah ini cara dan kesempatan yang baik untuk menjadi baik bersama di hadapan Alloh Ta’ala dalam bentuk pernikahan?

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 7 August 2016 in Uncategorized

 

Tags: , ,