RSS

Mutiara Para Salafush Sholih

09 Apr

Abu Darda’ Rodhiyallohu ‘anhu berkata:

“Engkau tidak akan menjadi seorang ‘alim sampai engkau menjadi orang yang belajar. Dan engkau tidak akan dianggap ‘alim tentang suatu ‘ilmu, sampai engkau meng’amalkannya.” (‘Awa’iq Tholab hal. 17)

Hasan al – Bashri Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Jika syaithon melihatmu kontinyu dalam melakukan ‘amalan keta’atan, dia pun akan menjauhimu. Namun jika syaithon melihatmu ber’amal kemudian engkau meninggalkannya setelah itu, malah melakukannya sesekali saja, maka syaithon pun akan semakin tamak untuk menggodamu.” (Tajridu Ittiba’ fi Bayaani Asbabi Tafadhulil A’mal hal. 86)

Hasan al – Bashri Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah dia dalam masalah akhirat.” (Lathoiful Ma’arif, lupa halamannya tidak tercatat)

Imam Adz – Dzahabi Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Menuntut ‘ilmu merupakan perkara wajib dan sunnah yang sangat ditekankan. Namun terkadang bisa menjadi sesuatu yang tercela pada sebagian orang. Seperti halnya seseorang yang menimba ‘ilmu agar dapat berjalan bersama (disetarakan) para ‘ulama, atau agar dapat mendebat kusir para orang – orang jahil/ bodoh, atau untuk memalingkan mata manusia ke arahnya (pamer), atau supaya diagungkan dan diutamakan, atau dalam rangka untuk meraih dunia, harta, kedudukan dan jabatan. Ini semua adalah salah satu dari tiga golongan manusia, yang api neraka mula – mula dinyalakan bagi mereka. (An – Nubadz fii Adabi Tholabil ‘Ilmu, hal. 10 – 11)

Imam Syafi’i Rohimahullohu Ta’ala berkata kepada Yunus bin Abdil A’la Rohimahullohu Ta’ala:

“Ridho manusia itu adalah puncak yang tak akan bisa digapai, dan tiada jalan untuk selamat dari mereka. Maka engkau harus memegang apa – apa yang bermanfa’at bagimu, lalu tekunilah hal itu.” (Siyar A’lam Nurbala 10/ hal. 89)

Imam Syafi’i Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang merasa dirinya tidak memiliki kelebihan. Dan orang yang paling banyak keutamaannya adalah orang yang merasa tidak memiliki keutamaan apa – apa.” (Siyar A’lam Nurbala 10/ hal. 99)

Syaikhul Islam Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Barang siapa yang terbiasa membantah syari’at dengan pendapat akalnya, maka imannya akan guncang dan tidak kokoh dalam qolbunya.” (Dar’ut Ta’arudl 1/ 187)

Ibnu Rojab Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Tanda ‘ilmu yang bermanfa’at adalah (mampu) menunjukkan pemiliknya untuk lari dari dunia terutama kedudukan, ketenaran, dan pujian.” (Fadlu ‘Ilmis Salaf hal. 108)

Ibnu Qoyyim Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Kezaliman dan kejahilan yang paling berat adalah kamu menginginkan pengagungan dan penghormatan dari manusia, sementara qolbumu kosong daripada mengagungkan dan memuliakan Alloh.” (Al – Fawaid hal. 187)

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 9 April 2017 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s