RSS

Mutiara Para Salafush Sholih

31 Dec

اللَّهُمَّ أَحْيِنَا عَلَى الْإِيْمَانِ

‘Ali bin Abi Tholib Rodhiyallohu ‘anhu berkata:

“Janganlah kalian terburu – buru menyampaikan berita secara tergesa – gesa dalam menebarkan berbagai kekejian. Jangan pula menjadi orang yang tidak bisa menyimpan rahasia dan suka menyebarkannya. Karena sungguh! di belakang kalian menanti malapetaka yang teramat dahsyat, kesempitan hidup, kekejian, azab yang pedih, siksaan berat yang teramat melelahkan dan melemahkan, dimana manusia menjadi sangat ketakutan dan dibuat sengsara karenanya, yang diikuti fitnah yang besar, berat dan berkepanjangan. (Syarah Shohih Al – Adabul Mufrod, I/ 421 – 422, Rosyul Barad Syarh Al –  Adabul Mufrod hal. 172 – 173)

***

Imam Asy – Sya’bi Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Andaikata aku melakukan kebenaran sebanyak 99 kali dan melakukan kesalahan sekali saja, sungguh niscaya manusia akan menghitnung – hitung 1 kesalahan tersebut.” (Tahdzib Siyar A’lam An – Nubala, I/ 392)

***

Imam Sufyan Ats – Tsauri Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Ada tiga perkara yang merupakan bagian dari kesabaran; engkau tidak menceritakan musibah yang menimpamu (kepada orang lain), tidak pula sakit yang kamu derita, serta tidak merekomendasikan dirimu sendiri (ke orang lain).” (Mawa’izh Sufyan Ats – Tsauri hal. 81)

***

Imam Syafi’i Rohimahullohu Ta’ala berkata dalam sebuah syairnya:

“Barang siapa yang tidak pernah merasakan pahitnya belajar meskipun hanya sebentar, dia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hayatnya. Jati diri seorang pemuda itu, Demi Alloh! Adalah dengan ‘ilmu dan taqwa. Jika keduanya tidak ada, dia juga dianggap telah tiada (mati).” (Diwanuys Syafi’i hal. 29)

***

Imam Ibnu Qoyyim Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Menampakkan kelebihan diri kepada manusia bagi orang – orang yang jujur merupakan kedunguan dan kelemahan, dan itu merupakan keburukan jiwa dan syaithon. Orang – orang yang jujur dan memiliki tekad membaja, mereka lebih bersungguh – sungguh menyembunyikan kebaikan dibandingkan dengan usaha orang – orang yang memiliki harta untuk menyembunyikan harta mereka.” (Hayaatus Salaf, hal. 254)

***

Imam Muthorrif bin Abdillah Asy – Syakir Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Sungguh aku tidur sampai waktu Shubuh lalu aku merasa menyesal, lebih aku sukai daripada aku Sholat semalam suntuk, lalu aku merasa ujub pada diriku sendiri. (Mukhtashor Minhajul Qoshidin, hal. 274)

***

Imam An – Nawawi Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Para ‘ulama mengatakan bahwa malu pada hakikatnya adalah akhlak yang mengantar seseorang untuk meninggalkan keburukan dan menghalanginya dari mengurangi hak – hak orang lain.” (Nasehat Lin Nisa, hal. 196)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 31 December 2016 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s