RSS

So’al: Menghadiri Acara Keagamaan dan Syi’ar Agama Non Muslim

29 Oct

So’al: Hukum menghadiri acara dan syi’ar agama non muslim, seperti acara ritual hari besar keagamaan mereka dan acara sosial mereka seperti bakti sosial, bazar amal dan lainnya?

Dari Akhi P dan Akhi J.

Jawab:

Assalamu’alaikum wa Rohmatullohi wa Barokatuhu.

Alhamdulillah, Ash – Sholatu wa Sallamu ‘ala Rosulillahi. Amma Ba’du.

Langsung saja, ini adalah beberapa hal singkat yang bisa kami sampaikan untuk persoalan ini.

… وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا (٧٢)

Dan apabila mereka bertemu (orang orang kafir) yang sedang mengerjakan perbuatan –perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya”(Q.S. Al Furqon (25): 72).

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِااللَّهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِ يُوَ آدُّونَ مَنْ حَآدَّ اللَّهَ وَرَسُو لَهُ، وَلَوْ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٰ نَهُمْ أَوْ عَشِيْرَ تَهُمْ (٢٢)

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Alloh dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang orang yang menentang Alloh dan Rosul-Nya, Sekalipun orang orang itu bapak bapak, atau anak anak atau saudara saudara ataupun keluarga mereka...” (Q.S. Mujaadilah (58): 22)

Imam Ahmad bin Hanbal Rohimahullohu Ta’ala berkata:

“Kaum Muslim telah diharamkan untuk merayakan hari raya orang orang Yahudi dan Nasrani.“ (Ibnu Ta’imiyyah, Kitab Iqtidhâ’ Al Shirâth Al Mustaqîm, hal.201)

Imam Malik Rohimahullohu Ta’ala menyatakan:

Kaum Muslim telah dilarang untuk merayakan hari raya orang orang musyrik atau kafir, atau memberikan sesuatu (hadiah/ kado/ suvenir), atau menjual sesuatu kepada mereka, atau naik kendaraan yang digunakan mereka untuk merayakan hari rayanya. Sedangkan memakan makanan yang disajikan kepada kita hukumnya makruh, baik diantar atau mereka mengundang kita.” (Ibnu Ta’imiyyah, Kitab Iqtidhâ’ Al Shirâth Al Mustaqîm, hal.201)

Ibnul Qayyim Al – Jauziyyah Rohimahullohu Ta’ala mengatakan:

Sebagaimana mereka (kaum Musyrik) tidak diperbolehkan menampakkan syiar syiar agama mereka, maka tidak diperbolehkan pula bagi kaum Muslim menyetujui dan membantu mereka melakukan syiar itu serta hadir bersama mereka (di dalam acara dan lingkungan syi’ar tempat mereka). Demikian menurut kesepakatan ahli ilmu.” (Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, Kitab Ahkâm Ahl Al Dzimmah, juz 1. hal. 235)

***

Yang sangat menyedihkan saat ini, saudara – saudari se-aqidah kita malah bermulut pahit dan bersikap keras terhadap kita, namun malah lemah lembut dan bermulut manis kepada mereka. Langkah kaki mereka bukanlah kepada kita sebagai saudara/ saudari seaqidahnya, tapi malah kepada mereka dengan berlari dan bergegas, dengan janji dan penuh harap. Tidakkah hal ini aneh, menyedihkan dan menyesakkan qolbu dalam dada? Padahal nikmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang paling besar adalah nikmat Iman dan Islam bagi kita.

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَاتَعَاوَنُواْ عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَٰنِ ۚ وَاتَّقُواْاللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُالْعِقَابِ(٢)

“…Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Alloh, Sesungguhnya Alloh Amat berat siksa-Nya!” (Q.S. Al – Maidah (5): 2)

Silahkan saja mereka kalau ingin merayakan hari besar keagamaan mereka dan mengadakan acara – acara kemanusiaan, bukan tugas kita bagi orang awam untuk mengamankannya dan buat apa sampai meninggalkan untuk menunaikan kewajiban untuk Alloh Ta’ala, kedua orang tua, anggota keluarga kita untuk mendukung acara mereka.

وَلَن تَرْضَٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَـٰـرَىٰ حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ حُوَالْهُدَىٰ ۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَآ ءَهُمْ بَعْدَ الَّذِى جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَالَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ (١٢٠)

“Orang orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama – millah mereka. Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Alloh Itulah petunjuk (yang paling benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan (hidayah tentang halal dan harom) datang kepadamu, Maka Alloh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Q.S. Al – Baqoroh (2): 120)

Saat ini, Alloh Al – Hadi telah menunjukkan peringatan dan petunjuk-Nya untuk kaum muslim wal muslimah di negeri ini. Sekarang pilihan bersikap ada di tangan kita. Mau termasuk kelompok mereka dan tasyabbuh (meniru – niru) kelakuan mereka? atau dalam naungan Ridho Alloh Tabaroka wa Ta’ala?

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk mereka. (HR. Abu Dawud, no: 4031)

تَرَىٰ كَثِيرًامِّنهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُاْ ۚ لَبِىْٔسَ مَاقَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَن سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِى الْعَذَابِ هُمْ خَٰلِدُونَ (٨٠)

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong menolong dengan orang orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Alloh kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.”  (Q.S. Al – Maidah (5): 80)

وَلَوْكَانُواْ يُؤْمِنُونَ بِااللَّهِ وَالنَّبِىِّ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مَاتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَآءَوَلَـٰكِنَّ كَثِيرًامِنهُمْ فَـٰسِقُونَ (٨١)

Sekiranya mereka beriman kepada Alloh, kepada Nabi (Nabi Muhammad SAW) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi teman – teman setia/ akrab, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasiq. (Q.S. Al – Maidah (5): 81)

Orang fasiq: orang yang rusak agamanya karena terbiasa melakukan dosa dan pelanggaran syari’at, orang yang mulai keluar dari garis tuntunan Islam yang lurus. Fisq, kurma yang mulai keluar dari pelepahnya.

Kalau masih ada yang beralasan pertemanan, kongsi usaha/ dagang, tetangga. Maka lihatlah baik – baik dan jagalah batasan ber-mu’amalah dengan mereka, seusai tuntunan Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya Shollallohu ‘alaihi wa Sallam. Dari hal maslahat dan mudhorot, mana yang lebih banyak setelah antum lebih sering berkumpul bersama mereka? jikalau antum lebih sering mengikuti perilaku buruk mereka, maka benarlah sabda-Nya dalam ayat Al – Baqoroh ayat 120 di atas, dan ayat ini akan berlaku sampai kapanpun dan dimanapun.

Jikalau antum berani bertanya kepada mereka, cobalah tanyakan hal ini:

“Dari dalam lubuk hati anda (non muslim), anda lebih memilih mana? Apakah anda lebih ingin saya (muslim) untuk tetap memeluk Islam, atau murtad mengikuti anda (non muslim)?”

“Dari dalam lubuk hati anda (non muslim), anda lebih memilih mana? Apakah anda lebih ingin saya (muslim) untuk menghadiri majlis ‘ilmu pengajian agama, atau bersenang – senang dan tertawa – tawa mengikuti anda (non muslim)?”

“Dari dalam lubuk hati anda (non muslim), menurut anda yang akan masuk Surga itu ummat Islam atau ummat anda?”

Jika jawabannya tidak – yaitu mereka ingin kita tetap memilih Islam dan menghadiri majlis pengajian juga ummat Islam-lah yang akan masuk Surga sesuai keyakinan kita, maka jawaban tersebut hanyalah di lisan mereka saja. Only lip service.

Allohu A’lamu bish Showab.

Ihdinash Shirothol Mustaqim Yaa Hadi!

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 29 October 2016 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s