RSS

Bila Nanti Dirimu Membaca Ini…

08 Oct

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Ucapkanlah Alhamdulillah, artinya ruh dan jasadmu masih bersatu di dunia fana ini

Detik demi detik taqdir umurmu dari-Nya, terus berkurang sampai malaikat maut datang

Maka pahamilah bahwa sesungguhnya ‘amal sholih yang diridhoi-Nya-lah yang seharusnya kita lakukan

Karena penentu ada di akhir hidup, dan akhir itu hanya DIA-lah yang Maha Mengetahuinya.

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Ucapkanlah alhamdulillah, dengan atau tanpa kaca matamu berarti nikmat melihat masih diberi-Nya

Dengan kenikmatan lainnya yang ada di tubuh kita, tentunya ada batasan-Nya untuk memakai dan menjaganya

Dengan nikmat melihat ini, sudah berapa banyak ayat larangan-Nya yang anti hindari? sudah berapa banyak sunnah Rosululloh yang anti jalankan?

Atau sudah berapa kali ayat larangan-Nya disampaikan-Nya kepada anti tetapi masih berani melanggarnya? padahal anti mengaku mencintai Alloh Ar – Rohman Ar – Rohim

Alloh Ta’ala bisa mengambilnya kapan saja semua nikmat, sebaik maupun seburuk apapun kita di hadap-Nya

Setidaknya kita dalam kondisi tidak sedang ber-maksiat melanggar ketentuan-Nya ketika DIA mengambilnya kembali.

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Hentikan membaca apabila anti belum mememenuhi kewajibanmu sebagai seorang hamba, seorang istri, maupun seorang anak

Karena setiap kewajiban yang diamanahkan kepadamu, akan ditagih-Nya kelak sesuai porsi dan peruntukkannya

Kewajiban kita adalah melaksanakan, dan menjadi kewajiban-Nya untuk memenuhi janji-Nya kepadamu

DIA tidak akan ditanya apa yang diperbuat dan disyari’atkan kepadamu

Hak – hak kita adalah mentauhidkan-Nya dalam segala ‘amaliah hidup ini.

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Semoga anti sedang berada di dalam rumahmu, di dalam istanamu, di dalam Jannah-mu di dunia ini

Karena hukum awal untuk setiap muslimah adalah berdiam diri di dalam rumahnya

Jangan jadikan alasan harta, dunia, kesenangan, kebosanan dan kesendirian, menjadi alasanmu untuk berada di luar

Karena fitnah akhir zaman semakin menggila di luar sana, yang bisa membuat kita menangis memohon perlindungan dan ampunan pada-Nya di 1/3 malam terakhir, tetapi bisa membuat kita kufur dan bermaksiat di pagi harinya.

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Alhamdulillah, anti sedang menggunakan gadget-mu untuk cara yang diridhoi-Nya

Bukan untuk bermaksiat dan membuka celah maksiat lainnya dan bagi orang lain

Apakah gadget-mu hanya dipakai sebagai akses akun sosmed untuk menunjukkan dosa dan kemaksiatanmu pada-Nya?

Karena istighfar dan taubatan nasuha-mu akan sia – sia dan tidak akan tercapai apabila anti tidak menghapus jejak dosa dan maksiat dari akun sosmedmu atau milik temanmu

Contoh yang buruk akan selalu gampang melekat dalam ingatan, terlebih apabila anti sudah dianggap yang lebih paham soal agama dan telah dihormati

Tambahan dosa akan dicatat malaikat-Nya, tanpa mengurangi dosa mereka yang mencontoh dosa dan maksiat antunna lakukan di dunia nyata dan maya.

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Alhamdulillah, taqdir Alloh ‘Azza wa Jalla yang mengantarmu untuk membacanya

Mungkin inilah salah satu bentuk pengabulan do’a dari-Nya, dari kalimat “Ihdinash Shirothol Mustaqim” yang anti baca setiap sholat

Karena hidayah dan tawfiq berasal dari-Nya, tidak semua hamba yang meminta kedua hal ini akan diberi-Nya

Biarpun kita meminta-Nya untuk keluarga maupun yang kita cintai, karena Alloh Al – Hadi selalu Maha Tahu siapa yang mau menerima hidayah dan tawfiq-Nya

Juga terkadang anti selalu menampik dan melemparkan hidayah yang diberi-Nya, apabila akan terasa berat, tidak masuk akal dan merugikanmu

Akhirnya hijrah-mu hanya berhenti sampai pada menunaikan rukun Islam dan ber-hijab syar’i saja, sehingga anti masih berani bekerja di tempat riba, ber-ikhtilat dan kholwat, ber-safar tanpa mahrom, berkendara dengan non mahrom, dan menebar keindahan dan fitnah di dunia nyata dan dunia maya.

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Yang menulisnya adalah saudara se-aqidah dan seimanmu, bukan kaum Al – Maghdub yang dimurkai-Nya dan bukan kaum Adh – Dhollun yang tersesat

Bagaimana bisa orang yang mengaku mencintai dan beriman kepada Alloh Ta’ala, Rosul-Nya dan Hari Akhir mengambil pemimpin dan teman akrab dari golongan di luar Dienul Islam ini?

Mereka tidak akan mengingatkanmu akan dosa dan maksiat, terlebih apabila kalian sedang berkumpul dan bermaksiat bersama mereka

Bukankah sudah sangat jelas akhirnya Alloh telah menunjukkan bagaimana mereka menghina ayat – ayat-Nya yang mulia?

Lalu bagaimana mungkin di antara kita masih ada yang duduk dan tertawa bermaksiat bersama, bahkan mendatangi acara “Tebar Kasih Untuk Sesama” yang dilakukan oleh tempat ibadah mereka?

Lihatlah mungkin mereka sangat berterima kasih dalam akun sosmed mereka, atas kehadiran dan dukunganmu dalam acara keagamaan dan acara amal terselubung mereka yang sukses

Tholabul ‘Ilmu malah anti lupakan demi hadir mendukung mereka, majlis ‘ilmu agama yang dipenuhi para malaikat yang akan merendahkan sayap – sayapnya untuk kalian jika hadir malah kalian jauhi, tetapi majlis kumpulan syaithon dari golongan jin dan manusia kalian datangi

“Kalian akan dikumpulkan bersama (di akhirat) dengan yang kalian cintai dulu (di dunia)” adalah ucapan Nabi-mu yang akan anti mintakan syafa’at-nya kelak, juga saudara se-aqidah dan seimanmulah yang dapat memberikan syafa’at juga kelak

Tetapi cinta kasih, perasaan dan qolbu kalian lebih tertaut pada mereka dan mengikuti kebiasaan dosa mereka.

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Tidak usah anti perdulikan siapa yang menulis dan menyampaikan, tetapi lihatlah apa yang kami sampaikan

Karena kami juga bukanlah orang yang maksum dan bersih dari dosa, tetapi kita mempunyai Robb yang Maha Pengampun, Maha Pemaaf, dan Maha Penerima Taubat

Kalau semua dari kita harus menunggu menjadi seorang maksum untuk mengingatkan antunna, maka niscaya tidak ada yang berani untuk mengingatkan dan tolong menolong dalam hal kebaikan dan takwa selain Rosululloh ‘Alaihi Sholatu wa Sallam

Terkadang mungkin akhirnya kami memilih diam dan mendo’akan saja ketika melihat anti tetap bermaksiat dan bergelimang dosa setelah kami sampaikan ayat-Nya, ataupun memilih meminta bantuan  pihak lain untuk menyadarkanmu

Karena kalian tercipta dari tulung rusuk yang bengkok, dan layaknya kaca – kaca yang mudah retak apabila kami mengingatkanmu secara langsung

Ketika tulang rusuk itu patah dan ketika kaca itu pecah, kalian pergi menjauh bahkan keluar dari galaksi ini

Kami sudah terbiasa menerima cibiran, kata – kata hardikan secara langsung maupun tidak langsung, cap kelompok tertentu, juga langkah kaki berbalik arah jika bertemu

Silahkan keluarkan semuanya, silahkan jika mau membenci mendendam dan marah kepada kami sampai kapanpun, tetapi jangan kepada aturan-Nya, jangan kepada-Nya yang telah mempertemukan

Karena amanah ini harus dijalankan kami takut jika menyembunyikan dan berkhianat pada-Nya, bahkan gunung yang kokoh sekalipun menolak untuk menerima amanah ini dari-Nya.

***

Dan akhirnya…

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Dan Alloh Al – Hadi memberikan hidayah dan tawfiq-Nya karena akhirnya qolbu anti mau sepakat, menerima dan menjalankan syari’at-Nya

Karena Ruh setiap hamba selalu ingin mengabdi pada-Nya, dan sebenarnya di dalam dada setiap hamba-Nya terdapat qolbu yang bersih di antara bintik – bintik noda dosa

Sadarilah bahwa DIA ingin sekali menjagamu, melindungimu, mendidikmu, membimbing dan men-tarbiyah-mu, memberi Rohman dan Rohim-Nya kepadamu

Puaskanlah dan senangilah qolbu-mu akan batasan – batasan-Nya yang akhirnya anti sadari akan hakikat sebenarnya

Tidak ada alasan bagi-Nya untuk tidak memberikan semua janji-Nya akan hari akhir yang baik dan abadi kelak.

Bila nanti dirimu membaca ini, Ukhtana

Ana hanya ingin menyampaikan ayat-Nya, yang selalu berhasil dan sukses membuat ana untuk kembali pada-Nya

Dari surat yang memiliki alur flash back kemudian selalu maju, dari contoh – contoh kemaksiatan ummat terdahulu yang akan selalu diulangi ummat selanjutnya, masa kegelapan menuju masa terang benderang penuh cahaya-Nya yang hangat dan terang, dan keadaan seluruh manusia di hari akhir kelak…

Surat yang selalu ana takuti untuk membacanya dalam sholat, karena terkadang membuat para makmum ikut menangis terisak – isak…

يَـــٰٓــــأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُ

ارْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

فَادْخُلِى فِى عِبَٰدِى

وَادْخُلِى جَنَّتِى

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 8 October 2016 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s