RSS

Tercantik di Hatiku

18 Sep

[Barokallohu laka, wa Baroka ‘alaika, wa Jama’a Bainakuma fi Khoyrin, Akhi! Ana ambilkan dari Kado Pernikahan.]

***

Kecantikan wajah terletak di nomor kesekian.

Jauh lebih penting daripada kecantikan wajah adalah kesejukan wajah Anda ketika suami memandang.

***

Bros Bunga Khimar(Dari belajarcaramerajut.com)

Saya teringat kepada Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah. Dalam bukunya yang berjudul Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, Ibnu Qayyim berkata:

“Alloh menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Andaikan penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali.

Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui keelokan yang lain. Meski begitu tidak ada kendala apa-apa di dalam hatinya. Karena kecocokan akhlak merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segala galanya. Memang bisa saja cinta tumbuh karena sebab sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap dengan lenyapnya sebab.”

Perkatan Ibnu Qoyyim ini berarti, jika Anda menikah dengan seorang gadis disebabkan oleh tingkah lakunya yang menggemaskan, maka tiga bulan setelah menikah boleh jadi rumah tangga akan penuh dengan ketegangan psikis karena di saat ngidam ia tidak menggemaskan lagi. Pembawaannya kuyu dan lusuh, seperti kain sarung yang tertumpuk di kotak cucian. Apalagi kalau pembawaannya di masa ngidam itu menyebalkan sekaligus bikin risih.

Kasus pernikahan Christina Onassis adalah contoh yang tepat untuk memahami penjelasan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah ini. Konon, Christina adalah perempuan yang memiliki kecantikan luar biasa. Ia juga pandai membawakan diri di kalangan selebritis, sehingga tidak malu-maluin kalau diajak menghadiri berbagai pertemuan. Justru di kalangan selebritis, Christina adalah orang yang sangat dikenal. Sementara itu, untuk soal kekayaan, cukuplah saya kabarkan kepada Anda bahwa dari mendiang ayahnya saja ia sudah mewarisi kapal pesiar pribadi, pulau pribadi, danau, sejumlah bangunan, perusahaan real estate, pesawat terbang pribadi, deposito milyaran dolar, serta armada kapal (di luar kapal pesiar pribadi itu). Akan tetapi, pernikahan-pernikahannya selalu berakhir dengan kekecewaan dan kegetiran. Ia tak menemukan kebahagiaan dalam pernikahannya. Usahanya untuk menemukan kebahagiaan pernikahan ini akhirnya ia hentikan dengan bunuh diri di Argentina. Begitu menurut shohibul hikayat.

Apa artinya? Kecantikan dan kepandaian mempercantik diri tidak dapat menjamin utuhnya cinta dalam pernikahan. Kita merasa tenteram saat memandang, lalu perasaan sayang kita kepada istri semakin besar, bukan karena kecantikan dan kepandaian berhias.

Lalu, apa yang membuat suami merasa semakin dekat ketika memandangnya sedangkan ia telah bergaul lama? Wallohu A’lamu bish Showab.

Saya tidak tahu persis bagaimana menjelaskannya, di samping saya juga tidak tahu persis persoalan ini sampai ke akarnya yang terdalam. Hanya saja, secara kasar dapat kita pahami bahwa itu bukan terletak pada wajah. Bukan. Melainkan apa yang memancar dari wajah itu. Hati kita menjadi hidup jika wajah yang kita pandang memberikan keramahan, memancarkan kerinduan, dan menebar kehangatan. Hati kita semakin terpaut jika kehadiran kita diharap – harapkan dan ditunjukkan dengan pancaran wajah yang hidup dan tidak kaku beku.1 Boleh jadi Anda saat itu sakit, akan tetapi Anda bisa memancarkan pandangan mata yang menggambarkan bahwa cinta dan kerinduan Anda tidak sakit; Anda menampakkan melalui pandangan mata Anda bahwa kehadiran suami sangat berarti.

Dari Abu Hurairoh RA., Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Alloh adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang menikah demi menjaga kehormatan dirinya.” (HR. Thobroni).

Catatan Kaki:

  1. Silakan periksa “Bagaimana Membahagiakan Suami karya Muhammad Abdul Halim Hamid, Citra Islami Press, Solo, 1993, pada bab Sambutan yang Menyenangkan.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 18 September 2016 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s