RSS

Perjalanan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam dan 2 Malaikat

01 Sep

Dari Samuroh bin Jundub Rodhiyallohu ‘anhu, dia bercerita, Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bertanya kepada para sahabat; “Adakah salah seorang di antara kalian yang bermimpi?” Di antara mereka lalu menceritakan kepada beliau pengalaman mimpinya.

Muhammad SAW

Pada suatu pagi, beliau bercerita kepada kami bahwa semalam ada 2 orang datang kepadaku dan berkata, “Mari berangkat.” Aku pun berangkat bersama mereka. Dalam perjalanan kami mendapati seseorang sedang berbaring, dan seorang lagi sedang berdiri dengan memegang batu besar sambil memukul – mukulkan batu besar itu ke kepala orang yang berbaring sampai kepalanya remuk redam lalu batu itu menggelinding ke sana ke mari. Setelah kepalanya yang remuk itu pulih kembali, orang yang berdiri itu kemudian mengambil batu itu dan kembali mengulangi apa yang dilakukan sebelumnya.

Aku lalu bertanya kepada 2 orang yang bersamaku, “Maha Suci Alloh! Siapa mereka itu?” Tetapi mereka segera mengajakku pergi seraya berkata, “Mari kita pergi, mari kita pergi.”

Kami melanjutkan perjalanan. Lalu kami mendapati seseorang sedang terlentang, dan seorang lagi di dekatnya sedang berdiri sambil memegang semacam gergaji dari besi. Kemudian ia membelah sisi muka (orang yang terlentang) mulai dari mulut sampai tengkuknya, mulai dari hidung sampai tengkuknya, dan mulai dari mata sampai tengkuknya. Lalu pada sisi muka yang lain dengan sama. Setiap kali selesai dibelah, muka orang itu kembali utuh, lalu dibelah lagi lalu kembali utuh lagi.

Aku lalu bertanya, “Maha Suci Alloh! Siapa orang – orang itu?” Tetapi kedua orang yang bersamaku itu segera berkata, “Mari kita pergi, mari kita pergi.”

Kami kembali melanjutkan perjalanan. Lalu kami mendapati benda sejenis tungku berukuran sangat besar, dan aku mendengar di dalamnya ada kegaduhan dan suara – suara yang mengerikan. Setelah aku lihat, ternyata da beberapa laki – laki dan perempuan telanjang yang sedang dibakar di atas api. Setiap kali api didekatkan kepada mereka, mereka menjerit – jerit.

Aku lalu bertanya, “Siapa mereka itu?” Kedua orang yang bersamaku segera berkata, “Mari kita pergi, mari kita pergi.”

Kami pun melanjutkan perjalanan. Selanjutnya kami mendapati sebuah sungai yang airnya berwarna merah darah. Di sungai itu ada seseorang yang sedang berenang, sementara di tepinya ada orang yang sedang mengumpulkan batu cukup banyak. Ketika orang yang berenang itu sudah sampai di tepian sungai, orang yang mengumpulkan batu itu menghampirinya dan menyuruhnya membuka mulut untuk dimasuki batu. Setelah ia berenang lagi ia pun kembali lagi ke tepi sungai, dan kejadian itu terulang lagi.

Aku bertanya kepada 2 orang itu, “Siapa kedua orang itu?” Kedua orang yang bersamaku itu segera berkata, “Mari kita pergi, mari kita pergi.”

Maka kami pun melanjutkan perjalanan. Lalu kami mendapati seseorang yang sangat kejam yang sedang dikelilingi oleh api yang menjilat – jilat.

Aku bertanya kepada 2 orang itu, “Siapa orang itu?” Tetapi kedua orang itu berkata kepadaku, “Mari kita pergi, mari kita pergi.”

Kami pun melanjutkan perjalanan. Selanjutnya kami mendapati sebuah taman yang luas yang penuh dengan aneka ragam bunga. Di sana ada orang yang berpostur tubuh sangat tinggi sehingga aku hampir tidak bisa melihat kepalanya. Dia sedang dikelilingi oleh beberapa anak yang belum pernah aku lihat sebelumnya.

Aku bertanya kepada 2 orang itu, “Siapa dia? Dan siapa anak – anak itu?” Kedua orang itu segera berkata kepadaku, “Mari kita pergi, mari kita pergi.”

Kembali kami melanjutkan perjalanan. Kemudian kami mendapati sebuah tangga sangat besar dan sangat elok yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Tiba – tiba kedua orang itu berkata kepadaku, “Mari kita naik.” Kami pun menaikinya. Lalu kami mendapati sebuah istana yang terbuat dari batu emas dan permata. Kami mendekat dan mengetuk pintu gerbangnya. Setelah pintu terbuka, kami pun masuk ke dalam. Di situ kami disambut oleh orang – orang yang separuh sangat tampan dan separuh lagi sangat jelek. Kedua orang itu berkata kepada mereka, “Pergi dan mandilah di sungai itu.”

Di situ memang ada sebuah sungai yang melintang dengan air yang sangat jernih. Selesai mandi, mereka menemui kami dengan wajah yang berubah; sangat tampan sepenuhnya. Kedua orang yang membawaku itu berkata, “Ini adalah surga Adn, dan inilah tempat tinggalmu nanti.”

Ketika menatap ke atas aku melihat sebuah bangunan sangat putih laksana awan putih. Kedua orang itu berkata kepadaku, “Itulah tempat tinggalmu.” Aku berkata kepada mereka, “Semoga Alloh selalu memberkahi kalian. Biarkan aku memasuki bangunan itu.” Tetapi mereka melarangku seraya berkata, “Sekarang belum waktunya.”

Aku berkata kepada mereka, “Sejak tadi malam aku melihat beberapa keajaiban. Apa arti keajaiban yang aku lihat itu.”

Mereka menjawab, “Sekarang kami akan menjelaskannya kepadamu.”

“Orang pertama yang kepalanya dipukul dengan batu, adalah seseorang yang mempelajari Al – Qur’an lalu ia meninggalkannya. Dia lebih suka tidur daripada melakukan sholat fardhu.”

“Orang yang tubuhnya dibelah dari mulut sampai tengkuknya, dia adalah orang yang suka membuat berita bohong sehingga tersiar kemana – mana.”

“Laki – laki dan perempuan telanjang yang berada di atas sejenis tungku besar, mereka adalah orang – orang yang berzina.”

“Orang yang berenang di sungai lalu mulutnya dimasuki batu, dia adalah orang yang suka makan harta riba.”

“Orang yang bertubuh sangat tinggi yang berada di taman, dia adalah Nabi Ibrohim ‘alahis Salam, sedangkan anak – anak yang mengelilinginya, mereka adalah anak – anak yang mati dalam keadaan bersih” – Dalam riwayat Ala Barqoni disebutkan – yaitu anak – anak yang dilahirkan dalam keadaan bersih.

Beberapa orang sahabat bertanya, ”Wahai Rosululloh, dan juga anak – anak kaum musyrikin?” Beliau bersabda, “Ya. Dan anak – anak kaum musyrikin.”

“Adapun orang – orang yang separuh sangat tampan dan separuh lagi sangat jelek, mereka adalah orang – orang yang mencampur adukkan antara ‘amal sholeh dan kejahatan lalu Alloh mengampuni dosa – dosa mereka.”

(HR. Bukhori, Kitab Jenazah – jenazah III/ 295, no. 1386)

Allohu A’lamu bish Showab.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 1 September 2016 in Hadits

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s