RSS

Lentera Hari Ini

14 Feb

lentera

Ikhwah,

Tidak ada yang lebih disukai Alloh Al – Ghofur, ketika tangis air mata penyesalan akan dosa – dosa kita tertumpah dari kedua mata kita

Qolbu yang terasa hangat berdetak, mata memerah dan basah, dan kedua tangan yang bergetar hebat ketika penyesalan, mohon maaf dan pertaubatan akhirnya keluar dari mulut kita

Bukankah kita pernah bahkan sering mengalaminya?

Namun, kita baru akan mengalaminya ketika akhirnya hawa nafsu, qolbu dan pikiran kita benar – benar mau menerima bahwa selama ini yang kita lakukan adalah dosa dan kemaksiatan…

Karena jika masih belum mau menerima hal tersebut adalah dosa… maka tangis penyesalan, permintaan maaf dan permohonan ampunan tidak akan pernah sampai pada-Nya.

Kita belajar mengetahui dosa dan batasan syari’at bukanlah untuk melakukannya

Seharusnya kita mengetahui batasan dosa dan syari’at adalah untuk menjauhinya…

Kita belajar bahwa racun adalah mematikan, bukanlah untuk menggunakannya bukan?

***

Ikhwah,

Hidayah dan Tawfiq hanyalah benar – benar dari-Nya!

Itulah mengapa tidak ada Sholat yang tidak dibacakan Al – Fatihah di dalamnya!

Karena pintu Alloh Al – Hadi kita ketuk ketika membaca “Ihdinash Shirothol Mustaqim”

Dan tidak semua yang membacanya akan diberi Hidayah dan Tawfiq-Nya

Karena Alloh ‘Alimun…Maha Tahu siapa hamba – hambanya yang mau menerima Hidayah

Dan Hidayah dari-Nya baru hanya membuat dari tidak tahu menjadi tahu saja…

Kita belum dapat Tawfiq-Nya kalau belum mau sepakat dengan petunjuk-Nya!

Kemudahan dari-Nya barulah didapat dari-Nya apabila kita mau sepakat dengan petunjuk-Nya!

Lihatlah rengekan anak kecil meminta uang kepada orang tuanya

Ketika uang diberikan malah lantas dibuang, lantas mengapa uang itu diminta sebelumnya?

Hidayah dan Tawfiq macam apa yang kita minta sebenarnya kalau malah dihempaskan?

***

Ikhwah,

Masa kecil dan masa muda hanya sekali dan tidak akan pernah terulang…

Hanya 1 tiket yang kita bawa dari rahim Ibunda kita, one way ticket tidak ada tiket kembali

Tujuannya hanyalah Surga atau Neraka-Nya!

Usia yang merupakan titipan dari-Nya, hanya DIA yang Maha Tahu kapan berakhirnya

Usia yang bukan termasuk usia remaja lagi, sudah berada di tengah posisi segitiga

Segitiga kehidupan yang mengerucut di puncak hanyalah kematian yang ada

Pilihan yang banyak di dasar segitiga kehidupan, semakin berkurang semakin ke atas

Menata hidup, merangkai masa depan, menghitung rencana, berhitung usia

Muhasabah-lah wahai jiwa! Guru terbaik adalah pengalaman kita sendiri

Hidup bukan hanya untuk dinikmati saja, karena ada masanya nikmat itu dicabut-Nya

***

Ikhwah,

Teman yang sholih atau sholihah, adalah merupakan nikmat juga dari-Nya

DIA akan mengirimkannya kepada kita, sesuai dengan langkah kita kepada-Nya

DIA mengirimkannya kepada kita sesuai yang kita butuhkan, biarpun kita tidak mau

Seseorang yang dikirimnya, akan menemani langkah pertaubatan dan hijrah kita pada-Nya

Namun mereka bukanlah ma’shum yang terjaga dari dosa dan khilaf juga

Mungkin cara mereka belum tentu bisa kita sadari bahwa mereka sedang membimbing kita

Mereka ingin bersama – sama berkumpul juga dengan kita di Jannah-Nya kelak!

Berjuanglah bersama, ikuti hidayah-Nya lewat jalan mereka!

Karena yang bisa menolong kita di Yaumil Akhir kelak adalah bantuan mereka juga!

Bukanlah orang – orang fasiq, kafir juga bukan orang – orang di luar Dien ini!

***

Ikhwah,

Pilihan kita hanyalah sederhana terhadap mereka…

Mengambil langkah bersamanya, atau kabur berpaling dari mereka

Tidak ada sahabat dan shohabiyah yang tidak menangis ketika Rosululloh kembali ke Rohmatulloh

Karena Rosululloh SAW bukan hanya teman, tetapi beliau-lah yang akan mengetuk pintu Jannah-Nya buat kita semua

Ketika kita akhirnya penuh tersadar bahwa mereka ingin menjaga kita, melindungi kita, mendidik kita, membimbing kita, membina dan mentarbiyah kita….

Bukankah semua itu sebenarnya yang kita inginkan? Untuk menjadi manusia yang lebih sholih atau sholihah bagi-Nya di sisa segitiga kehidupan ini?

Choice

Choice

Bersembunyi…mencari tahu diam – diam, ternyata Hidayah yang dulu pernah kita campakkan adalah kebenaran dari-Nya…namun tidak tahu mesti berbuat bagaimana?

Akankah pilihan mau kita ambil untuk berlari mengambil langkah di sisi mereka untuk menuju Jannah-Nya?

Atau lagi – lagi kabur berpaling dan pasrah kembali dalam kesendirian dengan bergelimang syubhat, syahwat, bid’ah dan maksiat pada-Nya? Karena bukan dia yang kita inginkan menurut hawa nafsu kita untuk menjadi pembimbing kita dari-Nya?

Lalu…Hidayah macam apa sebenarnya yang kita minta dari “Ihdinash Shirothol Mustaqim” yang kita baca dalam sholat, ayyuhal ikhwah?

Yaa Muqollibal Quluub…Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 14 February 2016 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s