RSS

17 Tahun Tinggal Dalam Kuburan

13 Nov

[Dikisahkan oleh seorang Ustadz]

Bismillahi Ar-Rohmani Ar-Rohimi.

Kisah ini mungkin… bagi sebagian orang dianggap cerita nonsense yang tidak masuk logika manusia normal. Tapi Allohu A’lamu, mungkin memang terjadi juga untuk kita saat ini.

Ikhwah fillah, apa yang terbersit di dalam benak kita apabila ditanya perihal kuburan? Mungkin ada sebagian kita yang menjawab, angker, menakutkan, rumah “masa depan”, atau no comment dan menjawab Laa Adrii – tidak tahu. Ya, sejatinya kuburan bukanlah yang sering disebutkan sebagian banyak orang sebagai “tempat peristirahatan terakhir”, tetapi justru sebagai seorang Muslim kita harus meyakini bahwa kuburan adalah tempat persinggahan sementara seperti halnya kehidupan dunia, untuk menuju tujuan akhir yaitu akhirat yang kekal.

Seorang pemuda, selama 17 tahun hidup di dalam kuburan. Ada sebagian orang yang mungkin lantas berpikir kalau pemuda ini hidup di areal pekuburan, atau dekat pekuburan. Tidak, pemuda ini memang benar – benar tinggal di dalam kuburan. Kuburan yang gelap, pengap, sunyi…

Apakah kedua orang tua dari pemuda ini memang tidak mampu dalam hal ekonomi? Atau malu mempunyai anak seperti pemuda ini karena ada cacat bawaan sehingga dia dikubur hidup – hidup? Atau malu karena anak yang dilahirkan dari hubungan harom? Tidak! Justru orang tua dari pemuda ini adalah hartawan, terpandang di masyarakat, berperawakan sehat.

Tetapi justru kedua orang tuanyalah yang memasukkan pemuda ini ke dalam kuburan.

Setiap harinya pemuda ini diberi makan minum terbaik, pakaian terbaik, pengobatan terbaik, mainan dan gadget terbaik, dan pendidikan dunia terbaik. Tetapi justru semua itu dilakukan dalam kuburan. Setiap harinya dengan seiring bertambahnya usia dan kematangan berpikir, pemuda ini selalu bertanya mengapa orang tuanya tega memasukkan dia ke dalam kuburan? Apa salah saya pikir si pemuda itu setiap harinya? Apa saya sedang diajarkan ilmu perdukunan?

Suatu waktu, kedua orang tuanya pernah berucap berjanji akan mengabulkan semua permintaannya ketika hari kelahirannya yang ke-17 kelak. Layaknya anak kecil yang dijanjikan diberi uang atau permen apabila melakukan sesuatu, maka si anak pun selalu mengingat akan janji kedua orang tuanya dan akan menagih janji keduanya kelak hari itu tiba.

Sampailah hari kelahiran yang ke-17 tiba, pemuda ini sambil tersenyum sudah tidak sabar ingin menagih janji kepada kedua orang tuanya ketika keduanya mendatanginya. Akhirnya ketiganya bertemu…

Pemuda          : “Mah, Pah, hari ini adalah hari kelahiranku yang ke-17 ya?”

Papah             : “Iya, nak. Ada apa kiranya?”

Mamah           : “Selamat ya ulang tahunmu yang ke-17.”

Pemuda         : “Mah, Pah…dulu Mamah dan Papa pernah berjanji akan mengabulkan permintaanku di hari ultahku yang ke-17. Mamah dan Papa masih ingat, kan?”

Mamah           : “Tentu saja, nak. Mama masih ingat ucapan kami berdua akan hal ini.”

Papah             : “Betul, nak. Papa sudah berjanji, laki – laki sejati itu harus bisa dipegang janjinya. Apa yang kamu minta? Mintalah! Papa dan Mama akan mengabulkannya.”

Pemuda          : (sambil tersenyum) “Mah, Pah…hanya satu permintaan saja. Saya ingin Mamah dan Papa mengeluarkan saya dari kuburan ini.”

Mamah           : “Apa maksudmu berbicara seperti itu? Jangan buat Mamah marah ya!”

Pemuda          : “Mah, bukankan Mamah dan Papa sudah berjanji?

Papa               : “Iya, nak. Mamah dan Papa sudah berjanji. Tapi Papa tidak paham akan maksud permintaanmu ini.”

Pemuda         : “Mah, Pah…kenapa memasukkan dan membesarkan saya di dalam kuburan selama 17 tahun ini? Ini sudah saatnya saya ingin keluar dari kuburan ini, saya sudah tidak tahan lagi.”

Mamah           : “Coba ulangi permintaanmu dengan pelan dan jelas, atau mau diganti juga tidak mengapa.”

Pemuda          : “Mah, saya hanya ingin Mamah dan Papa mengeluarkan saya dari kuburan ini.”

Papa               : “Papa tidak paham permintaanmu, nak.”

Pemuda          : “ Mah, Pah…selama 17 tahun ini saya dibesarkan dan dirawat di dalam kuburan ini.”

Mamah           : (sambil marah) “Kuburan apa yang kamu maksud?”

Pemuda  : “Mah, saya pernah mendengar sabda Rosululloh yang menyebutkan bahwa rumah yang tidak dibacakan di dalamnya ayat – ayat Qur’an adalah kuburan. Selama 17 tahun ini, tidak pernah saya sekalipun mendengar Mamah dan Papa membaca ayat – ayat Qur’an, bahkan saya pun tidak pernah kalian ajarkan bagaimana membaca Qur’an.

Mamah           : …

Papa              : …

Pemuda   : “Mah, Pah…setiap hari yang saya dengar dan saya lihat adalah tayangan sinetron, film, acara komedi dan lawakan, konser dan kontes music, kontes kecantikan dan ketampanan fisik, tayangan buka – bukaan aurot, dan lainnya. Kitab Al – Qur’an di rak buku sudah sangat berdebu, tidak pernah berpindah tempat, masih bagus sampul luarnya pertanda jarang bahkan tidak pernah dibaca.”

Qur'an Al - Furqon

Papa              : “Nak…”

Pemuda         : “Saya ingin sekali bisa baca Qur’an, saya ingin sekali diajari membaca Qur’an oleh kalian berdua. Tapi Papa selalu sibuk dan pulang malam, Mamah pun begitu yang ditanya selepas pulang kerja adalah sudah makan atau belum dan sudah mengerjakan pe-er atau belum.”

Mah                : “Nak…”

Pemuda          : “Hanya ini permintaan saya saat ini. Janji Mamah dan Papa saya tagih hari ini. Tolong…Mah, Pah…keluarkan saya segera dari dalam kuburan ini saat ini juga!”

Na’udzubillahi min dzalika!

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِيْ تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan, karena sesungguhnya syaithon akan lari dari rumah yang dibaca surat Al – Baqoroh di dalamnya.” (HR. Muslim dalam Shohiih-nya (no. 780), Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 2877).

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 13 November 2015 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s