RSS

Ashabul Kahfi dari Kampung Zaitun

23 Oct

[Di kampung kami, ada beberapa generasi pemuda Islam yang sedang menuntut ‘Ilmu Dunia tanpa menomor duakan ‘Ilmu Agama bahkan sampai ke negeri seberang. Kami menyebutnya dengan “Ashabul Kahfi dari Kampung Zaitun”. Berikut sebuah kisah dari Ikhwan kita, akan salah satu dari mereka.]

By: Prayudhi Azwar, Perth – Australia.

Menyesal rasanya baru mendengar paparan renungan sebaik ini.

Ternyata teknik membaca Al – Qur’an (AQ)…. dengan kaidah tajwid (tata cara bacaan dan keluarnya suara) yang rumit itu memiliki efek anti pikun. Juga membantu fungsi nalar dan berpikir manusia. Fungsi yang dikenal pada otak kiri setiap manusia.

Adapun nada dan irama AQ yang dilafadzkan dengan rileks dan merdu, terutama saat diikuti niat menghafal ayat – ayat Al – Qur’an, tanpa disadari memperkuat fungsi otak kanan manusia. Bagian otak manusia yang menjadi tempat lahir ide – ide kreatif dan inovatif, serta memperkuat memori jangka panjang.

Minggu lalu saya beruntung makan malam bersama remaja 11 tahun dari Langford High School di Perth, Umar Faisal, putra teman saya mbak Vienna Alifa (dan Pak Anton-red). Remaja ini tidak hanya mampu hafiz 30 Juz Al – Qur’an, tapi nilainya semua A. Prestasi itu diperoleh tanpa kehilangan hobi main bulutangkis, olahraga jujitsu dan bahkan bekerja selama 8 jam di akhir pekan. Masya Alloh, Al – Qur’an tidak hanya membuat otaknya tumbuh optimal, tapi karakter kepribadiannya juga tangguh. Kombinasi sempurna yang dirindukan seluruh Ibu – Ibu di dunia terhadap anak – anaknya.

Sebelumnya, saya juga pernah menyaksikan MAN Insan Cendikia, yang murid-muridnya dekat dengan Al – Qur’an, menjadi juara satu lomba Olimpiade Indonesia Cerdas (OIC), mengalahkan seluruh SMU unggulan di Indonesia.

Kenyataan ini mengingatkan saya pada tausyiah seorang ustadz di bulan Ramadan lalu. Bahwa jangan pernah meremehkan kedahsyatan efek suara. Suara dengan vibrasi khusus, mampu membuat kulit kita merinding, hati bergetar, dan mata menangis. Juga mampu memecahkan kaca bangunan, apalagi sekedar merobek gendang telinga.

Bahkan dalam tausyiahnya itu, beliau menggingatkan, bahkan bumi dan segala isinya, diciptakan Alloh Ta’ala melalui suara (Kalam-red): “Kun! Fayakun! Hari kehancuran (kiamat) juga diawali dengan suara: terompet sangkakala.

Bagaimana kita bisa meremehkan efek dari suara. Karena itu, the sound of God (Kalamulloh) yang berwujud audio (suara), yang turun via malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW., hingga melewati ribuan tahuan (1400 tahun) tidak pernah mengalami perubahan dari lafadz dan naskah aslinya. Bahkan, dijamin oleh-Nya mudah dihafal manusia secara detil dan tartil.

Sebagai mukjizat, Al – Qur’an memiliki banyak fungsi dan manfaat. Diantaranya sebagai Rohmah, sebagai Al – Huda (petunjuk), sebagai Al – Furqon (pembeda haq dan bathil) dan sebagai Asy – Syifa (obat/ penawar, bagi penyakit qolbu dan tubuh manusia). Subhanalloh, Maha Suci Alloh SWT.

Lalu, sudahkah kita mengoptimalkan fungsi dan manfaat dari Al – Qur’an tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari?

Pada titik ini, aku hanyut dalam perenungan yang dalam.

Perth, 30 Agustus 2015

Ukta.

 

[“Syababul – Kahfi”, masih ingatkah pesan kami? Kelak apabila kalian telah “Ba’ah”, maka nikahilah wanita yang “buta”, “bisu”, “tuli”, dan “lumpuh!” seperti halnya Tsabit bin Ibrohim, Ayahanda dari Imam Abu Hanifah – Rohimahullohu Ta’ala. Furqon, Hanif, Rafa, Hamzah, dan lainnya…menyusul?]

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 23 October 2015 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s