RSS

Dari A-D’W A-DW’

01 Jun

Memikirkan aib dan kerusakan diri sendiri, sekaligus aib – aib yang terdapat dalam amal perbuatan. Manfaat hal ini (muhasabah – instrospeksi diri) sangatlah besar, sekaligus merupakan pintu setiap kebaikan. Dampaknya adalah menhancurkan jiwa yang mengajak kepada keburukan. Jika jiwa tersebut hancur, hiduplah an – nafs – al – muthmainnah (jiwa yang tenang/ tentram) dan kekuasaan pun akan menjadi miliknya.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala menciptakan dua jenis jiwa dalam diri seorang manusia: jiwa yang selalu mengajak kepada keburukan dan jiwa yang tenang. Jika ringan atas salah satunya, maka berat atas yang lain. Jika salah satunya merasakan kelezatan, maka yang lain merasakan kepedihan. Tidak ada yang lebih berat bagi jiwa yang selalu mengajak kepada keburukan selain beramal kepada Alloh, serta mendahulukan ridho-Nya di atas hawa nafsu. Padahal tidak ada yang lebih bermanfaat untuk pelakunya dibandingkan hal ini. Sebaliknya, tidak ada yang lebih berat bagi jiwa yang tenang selain beramal untuk selain Alloh dan mengikuti ajakan hawa nafsu. Padahal, tidak ada yang lebih membahayakan pelakunya daripada hal ini.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

Wahai Jiwa Yang Tenang…

ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

Kembalilah Kepada Robb-mu dengan hati yang puas lagi di-Ridhoi-Nya!

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

Masuklah ke dalam golongan hamba – hamba – Ku!

وَادْخُلِي جَنَّتِي

Masuklah ke dalam Jannah-Ku!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 1 June 2015 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s