RSS

Ujian Menjaga Muslimah

25 Apr

Bismillahi Ar – Rohmani Ar – Rohimi.

Assalāmu’alaikum Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (٤٩) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (٥٠)

“Kepunyaan Alloh-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha Kuasa” (Q.S. Asy-Syuuroo (42): 49-50)

Sekira pulang Isya’ dari Masjid, di tengah perjalanan kami bertemu dengan seorang pelajar muslimah masih lengkap dengan seragam SMA-nya berjalan pulang ke rumahnya. Di belakangnya, seorang pria setengah baya yang merupakan salah satu warga lingkungan ini berjalan mengikuti dengan menatap tajam sambil sesekali menggeleng – gelengkan kepalanya pertanda menahan marah dan kecewa melihat muslimah pelajar tersebut yang merupakan anak gadisnya. Kami mengurungkan menyampaikan salam kepada Bapak tersebut setelah mencukupkan diri hanya untuk memberi shodaqoh senyum, mungkin saat dan suasana tidak tepat untuk melanjutkannya.

Kami hanya ber-husnudzon saja mungkin pelajar muslimah tadi baru pulang sekolah sore atau ekskul ataupun belajar kelompok, tetapi dilihat dari seragam dan badge sekolah pelajar tersebut tampaknya merupakan siswi dari sekolah yang masih masuk dalam lingkungan kami. Tetapi dalam jam selepas Isya’? tentu saja ini bukan jam untuk pelajar terutama pelajar muslimah masih berada di luar rumahnya. Bapak tadi tentunya menjemput anak wanitanya entah dari tempat turun transportasi umum, ataupun dari tempat anak wanitanya beraktifitas, karena gerbang sekolahnya sudah tutup dari pukul 4 sore tadi.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(Q.S. At – Tahrim (66): 6)

Pikiran kami mundur sejenak ke beberapa jam yang lalu di berita salah satu media TV nasional, dengan headline yang sangat mengerikan yaitu “Bikini Party” untuk merayakan kelulusan sekolah. Na’udzubillahi min dzalika!, tampaknya syaithon dari golongan jin telah sukses membuat syaithon dari golongan manusia untuk merencanakan penghancuran generasi muda secara massive dan terstruktur. Pihak KPAI meradang, ‘ulama mengecam, instansi Pendidikan mengutuk, pihak EO dan pemilik tempat maksiat mengaku tidak tahu menahu dan melemparkan ke pihak lainnya. Bagaimanakah dan dimanakah kiranya pihak Liberal, Komnas HAM, perlindungan wanita? Hasil karya dan buah pemikiran siapakah kiranya?

Buang waktu untuk saling menuduh dan mencari sumber penyebab atau kambing hitam. Jika semua pihak ditanya bagaimana kiranya cara untuk mengatasi acara dan atau hal serupa di masa mendatang, jawabnya adalah kembalikan ke Syari’at Agama!

Namun, berapa jam-kah pendidikan Agama di tiap minggunya di sekolah – sekolah atau perkuliahan umum? Jika syari’at Agama terbatas hanya berdasarkan hapalan dan ujian di institusi pendidikan saja, maka kita akan menyaksikan pelajar muslimah kita berhijab ketika berada di bangku pendidikan saja, dan akan melihat mereka tanpa hijabnya di waktu luar bangku pendidikan. Ikhwah, bukalah mata lebar – lebar akan kenyataan ini! betapa banyaknya muslimah saat ini hanya menjadi “akhwat” ketika dulu masih bersekolah/ berkuliah saja, tetapi ketika masuk ke dunia kerja maka rok panjang akan berubah menjadi celana penjang sapu jalan tanpa kaos kaki, khimar-kerudung lebar akan berubah menjadi kerudung cekik atau kain pashmina asal lilit kepala saja, pakaian atasan atau gamis longgar akan berubah menjadi blazer kantor yang sempit, sepatu slipper mereka akan berubah menjadi sepatu hak tinggi yang akan semakin menonjolkan bagian belakang tubuh mereka, lipstick-eye shadow-bedak tebal-parfum menyengat menjadi aksesoris wajib dalam tas untuk tabarruj. Allohul Musta’an, bahkan menundukkan pandangan akan berubah menjadi suara dan tawa manja juga mendongakkan kepala.

Dari Ibnu ‘Umar RA., Rosululloh SAW bersabda:

“Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (raja/ penguasa) adalah pemimpin, seorang suami pun pemimpin bagi keluarganya, dan istri juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak – anaknya. Setiap dari kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhori no.893, 5188, 5200; Muslim no. 1829, Ahmad (II/5, 54-55, 111)

Fenomena “Bikini Party”, adalah hanya puncak gunung es yang terlihat di atas permukaan air saja, sedangkan bagian bawah air terdapat bongkahan es yang jauh lebih besar yang bahkan kapal laut paling berteknologi canggih sekalipun menjauhinya, agar tidak bocor dan karam di tengah perjalanan. Fenomena ini, adalah sebagian kecil saja dari fenomena penghancuran generasi muda dari muslimah kita, yang sebenarnya banyak sekali fenomena yang sering kita biarkan terjadi pada hari ini.

Jika kita melihat kepada syari’at fiqh, maka beberapa illat yang menyebabkan dosa dalam acara tersebut adalah membuka aurot, muslimah keluar rumah tanpa mahrom yang tidak diperbolehkan batasan syari’at, ikhtilat, tabarruj, belum lagi jika ada sponsorship minuman keras atau band musik. Na’udzubillahi min dzalika! Apakah hanya berhenti sampai acara tersebut berakhir saja? Tidak ternyata…setelah acara maksiat tersebut berakhir, akun media sosial mereka akan penuh dengan simpanan foto dan video dosa – dosa yang telah dilakukan, menceritakan dosa yang telah dilakukan dalam akun media sosial seperti FB, twitter dan youtube adalah dosa juga. Rosululloh SAW bersabda:

“Setiap ummatku akan dimaafkan, kecuali Al – Mujaahiruun (orang – orang yang terang – terangan berbuat dosa). Termasuk sikap menampakkan dosa/ maksiat adalah ketika Alloh menutupi dosa/ maksiat hamba-Nya (pada malam hari), kemudian pada pagi harinya dia memaparkan dan berkata: ‘Wahai Fulan,pada hari ini dan itu aku telah melakukan (dosa) begini dan begitu.’ Ia membongkar kejelekan dirinya sendiri, padahal pada malam hari Robb-nya telah menutupinya.” (HR. Bukhori no. 5721 dan Muslim no. 2990)

Tengoklah muslimah kita, baik itu istri kita, Ibu kita, anak perempuan kita, maupun saudari se-mahrom kita. Ikhwan fillah, apakah kita telah melaksanakan kewajiban dari-Nya untuk menjaga dan mentarbiyah mereka? Mengherankan, apabila kita malah senang melihat muslimah kita bersafar atau keluar rumah di malam minggu atau hari libur dengan tujuan “having fun” (tanda tidak kuper-kurang pergaulan), ketika ada yang mengantar jemput muslimah kita dengan kendaraan, atau mungkin tiba – tiba menjadi artis dan aktris di akun media sosial mereka.

Seorang ikhwan kami pernah bercerita – dan semoga kita semua bisa mengikutinya. Suatu ketika beliau terlambat karena ada meeting mendadak untuk menjemput istrinya yang berprofesi sebagai guru SD. Istrinya menelponnya menanyakan apakah dia boleh nebeng kendaraan dengan teman kerja pria-sesama guru SD untuk pulang ke rumah, atau ikut pulang nebeng dengan guru wanita lainnya karena hari semakin gelap dan hujan. Ikhwan tersebut menjawab untuk tetap menunggunya, karena jam berapapun dia selesai meeting maka dia akan langsung menjemput istrinya tersebut. Subhanallohi wa Bihamdihi, semoga antum akan tetap bisa istiqomah dalam hal ini, Akhi! Adab dan akhlakmu untuk menjauhi perilaku para Dayyuts adalah malah terpuji bagi-Nya. Semoga keluargamu dengan rizki-Nya yang besar berupa keempat anakmu akan tetap dalam naungan ridho dan rohmat-Nya.

Ikhwani Fillah, pernahkan antum menengok ke kamar bidadari – bidadari kecilmu? Apakah mulai terpajang foto ataupun poster band musik atau film? Apakah kitab Qur’an mereka berdebu pertanda jarang atau tidak pernah dibaca? Apakah mulai ada buku bacaan atau novel – novel yang menjauhkan mereka dari Islam atau buku novel yang ditulis para pengarang muslimah yang sering bersafar tanpa mahrom? Sudah kenalkah antum dengan putri – putri kalian sendiri saat ini?

Ikhwan, tengoklah akun media sosial muslimah kita. Tengoklah setiap update status, album foto dan video mereka. Adakah perubahan dari waktu ke waktu ke arah yang buruk? Kalau antum sudah merasa mengenal dan menjaga mereka, lihatlah lagi baik – baik dengan menggunakan “kacamata syari’at”! Dengan siapakah mereka bersama ketika di luar jangkauan mata dan telinga kalian? Banyaknya foto dan video mereka bersama dengan non mahrom terlebih pria – pria kafir adalah dosa ikhtilat yang menyedihkan, seringnya mereka bersafar tanpa mahrom adalah kelalaian kita untuk mengizinkan mereka, seringnya mereka memakai pakaian tipis, memakai pakaian pria dan memakai pakaian yang mengundang syahwat adalah cela buat kita, seringnya mereka keluar rumah tanpa mahrom di waktu malam adalah ketidak pedulian kita dan rasa sayang kita yang salah, bahkan adanya foto dan video mereka membuka sebagian atau seluruh aurot mereka adalah kesalahan kita. Apakah kita masih mengijinkan mereka diantar jemput oleh ojek pria, pacar-pria ajnabi bahkan pria – pria kafir ke tempat aktifitas mereka? Perintahkanlah untuk menghapus rekaman jejak berupa video atau gambar aktifitas dosa mereka, dan perintahkanlah mereka juga untuk meminta friendlist mereka untuk menghapusnya juga! Atau bahkan….kita malah menganggap biasa – biasa saja dan membiarkan mereka tanpa memerintahkan mereka untuk menghapusnya? Maka bersiap – siaplah kita menghadapi teguran dan adzab-Nya yang pedih di dunia ini karena membiarkan wanita – wanita tanggungan kita bergelimang dosa yang kita dan mereka remehkan! Na’udzubillah… tidak usahlah mencari dan memikirkan akar penyebab kesusahan dan kesulitan hidup kita, karena semua itu terjadi di depan mata kita, terjadi dalam diri kita, terjadi di dalam rumah kita.

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan/ menimpakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(Q.S. Ar – Ruum (30): 41)

Dari Hudzaifah Al – Yamani RA.. Rosululloh SAW bersabda:

“Demi Robb yang diriku berada di tangan-Nya. Hendaklah kalian menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar atau (jika kalian tidak melakukannya) hampir saja Alloh menurunkan siksa dari-Nya kepada kalian, kemudian kalian berdo’a kepada-Nya, tetapi do’a kalian tidak dikabulkan. (Hadits Hasan. HR. Ahmad (V/388-389); Tirmidzi no. 2169)

Mungkin, di antara kita masih ada yang berpikir dan merasa tidak mau mengekang muslimah kita, ingin menjaga privacy mereka, ingin memberi mereka belajar bertanggung jawab. Kita katakan bahwa kita justru menjaga mereka dengan syari’at-Nya, kita menjaga privacy dengan batasan syar’i pula, kita mengajarkan mereka bertanggung jawab karena kita pun bertanggung jawab pada-Nya akan mereka.

Papa melanggar ruang privacy-ku!

Papa ga percaya sama aku!

Papa, aku ini sudah dewasa bisa memilih yang baik dan buruk untuk aku!

Papa ga ngerti perasaanku!

Papa ga hidup di zamanku!

Papa ga tau gimana rasanya menjomblo!

Papa ga tau anak muda!

Papa, aku dibilang ninja sama teman – teman karena hijabku!

Papa bukan sipir penjara, dan aku bukan tahanan Papa!

Dan ungkapan perkatan lainnya yang bisa muncul dari mulut mereka… bidadari – bidadari kita.

Apakah jika ketika jagoan – jagoan kecil atau bidadari – bidadari kecil kita telah menikah lalu kita lepas tanggung jawab seluruhnya? Tidak, ingatlah Rosululloh SAW pun sesekali mengajari dan mengunjungi putrinya Fathimah RA yang telah menikah dengan ‘Ali bin Abi Tholib RA yang akhirnya beliau pernah mengajarkan anjuran bertasbih, bertahmid dan bertakbir masing – masing 33 kali sebelum tidur (Al – Jamius Shohih, HR. Bukhori Bab Jihad), atau ketika turunnya ayat akan haromnya muslimah menikah dengan pria kafir maka putri Rosululloh SAW yaitu Zainab RA., menjanda karena menikah dengan Abu al – ‘Ash RA., yang masih kafir (Q.S. Al – Mumtahanah (60): 10), atau sahabat Abu Bakar RA., yang memerintahkan Abdulloh RA.,-anaknya untuk menceraikan istrinya ‘Atikah binti Zaid yang membuatnya lalai sholat di Mesjid, atau bahkan Nabi Ibrohim AS., yang memberi perintah kiasan-menggatin palang pintu untuk anaknya Nabi Ismail AS., untuk menceraikan istrinya yang mengeluhkan keadaan hidup mereka (HR. Bukhori no. 3364 di Fathul Baari 6/396-398). Kewajiban kita untuk menjaga mereka adalah dari awal kehamilan mereka sampai kita atau mereka kembali terlebih dahulu ke Rohmatulloh.

Buang jauh – jauh pikiran akan HAM, privacy, segan, apabila kita bertemu dengan hukum syari’at, yakinlah bahwa ada maqoshid syari’ah yang mendatangkan maslahat dari-Nya. Kewajiban ber-‘amar ma’ruf nahi munkar ada pada kita, wajib menjalankannya sesuai kadar kemampuan kita dengan cara yang bijak.

Ikhwani Fillah, memang menjaga kaum wanita lebih berat dan susah untuk dilaksanakan. Kenapa? Karena aurot muslimah lebih banyak untuk dijaga, fitnah syahwat bahkan bisa muncul biarpun hanya melihat tangan mereka yang putih atau biarpun mereka telah berhijab syar’i sekalipun, muslimah harus didampingi mahromnya ketika hendak bersafar, muslimah harus mendapatkan izin suami atau orangtuanya ketika ingin keluar rumah sesuai kebutuhan syar’i, wanita ketika marah mereka akan memendamnya dan atau bahkan seperti pergi terbang jauh ke galaksi lain yang dalil – dalil Qur’an dan Sunnah pun tidak akan didengarnya ketika marah, bahkan akan bersembunyi, mengambil jalan lain atau berbalik arah ketika berpapasan dengan kita dengan perasaan jijik seperti melihat kotoran atau najis. Allohu Akbar, Alloh Al – Hadi.

Benarlah sabda Rosululloh SAW akan “tulang rusuk” yang bengkok, yang jika dipaksakan lurus akan patah, jika dibiarkan akan tetap bengkok, yang kita bisa lakukan hanyalah mengurut – ngurut “tulang rusuk” yang bengkok tersebut, karena di balik tulang rusuk tersebut sebenarnya terdapat Qolbu yang secara fitroh dilahirkan dalam keadaan Islam dan selalu ingin berbakti kepada-Nya. Semoga Alloh Ta’ala membukakan qolbu mereka dan memberi mereka hikmah-Nya, bahwa sebenarnya kita ingin sekali menjaga mereka, melindungi mereka, mendidik mereka, membimbing mereka, membina mereka, mentarbiyah mereka, dan menafkahi mereka lahir dan bathin. Yassirna Ya Alloh!

Ingatkanlah mereka wahai Papa, Ayah, Aa, Abang, Adek, Paman, Kakek….bahwa setiap mereka tengah terlena dan meremehkan dosa juga malas untuk belajar ‘ilmu syar’i, ingatkanlah bahwa kelak dari mereka lah keturunan – keturunan kalian akan lahir, dan tentunya mereka pasti selalu ingin menjadi contoh pertama yang terbaik untuk mereka sesuai batasan kemampuan mereka.

Ikhwani Fillah. Kembalikanlah semua itu kepada syari’at Islam yang syumul dan hanif! Ujian berupa kewajiban menjaga para kaum wanita dalam tanggungan kita di masa ini memanglah sangat berat, tetapi ingatlah firman-Nya:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ…

“Tidaklah sekali – kali Alloh Ta’ala membebani seseorang sesuai dengan kemampuannya, Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.(Q.S. Al – Baqoroh (2): 286)

Semua ujian ini tentunya akan berbuah manis dengan segala kesabaran kita, ikhwan. Jagalah semua muslimah yang menjadi tanggungan kita! Jagalah aurot mereka dengan membelikan atau mengarahkan mereka untuk berpakaian yang sesuai syari’at, didiklah dan bedakanlah mereka sesuai fitroh mereka sebagai wanita, nafkahilah mereka dari harta yang halal, ajaklah dan kenalkanlah mereka akan syari’at Islam dengan mengajak mereka ke dauroh kajian Islam ataupun membelikan mereka buku – buku Agama Islam, dampingilah dan atau laranglah mereka untuk keluar rumah tanpa alasan syar’i sendirian, janganlah mengizinkan mereka bersafar tanpa mahrom, sempatkanlah hari – harimu untuk mendengarkan mereka berkisah bagaimana aktifitas mereka hari ini, ajaklah keluarga kalian sholat berjama’ah di masjid, nikahkanlah mereka dengan pria sholeh biarpun banyak kekurangan duniawi, kunjungilah keluarga baru mereka setelah menikah, ajarilah mereka untuk bertanggung jawab kepada-Nya juga kelak untuk menghadapi Yaumil Hisab, dan contoh – contoh lainnya yang bisa menunjukkan bahwa sesungguhnya kita ingin mengajak berkumpul semua kembali di Jannah-Nya.

Dari ‘Aisyah RA, Rosululloh SAW telah bersabda:

“Barangsiapa yang diberi cobaan dengan anak perempuan kemudian ia berbuat baik pada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (HR. Bukhori no. 1418 dan Muslim no. 2629)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir RA, Rosululloh SAW telah bersabda:

“Barangsiapa yang memiliki tiga orang anak perempuan, lalu dia bersabar atas mereka, memberi mereka makan, minum, dan pakaian dari hartanya, maka mereka menjadi penghalang baginya dari api neraka kelak pada hari kiamat.” (Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 56: “Shohih”)

Semoga tulisan ini bisa memberikan kita jawaban untuk persoalan di masa kapan pun, yaitu mengembalikan semua hal hidup kita sesuai syari’at Islam

Allohu A’lamu bish Showab.

Wassalāmu’alaikum Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 25 April 2015 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s