RSS

Wajibnya Mencari Rezeki Harta Yang Halal

23 Apr

Bismillahi Ar – Rohmani Ar – Rohimi.

Assalāmu’alaikum Wa Rohmatullohi Wa Barokatuh.

Ikhwah Fillah, dalam mengisi kehidupan sebagai bekal dan sarana penunjang untuk berlomba – lomba dalam kebaikan dan takwa, Alloh Ta’ala telah mewajibkan kita semua untuk selalu mencari rezeki-Nya yang ditebarkan-Nya di muka bumi ini. Sampai detik ini, apakah kita sudah benar – benar menjaga batasan syari’at-Nya juga dalam perihal mencari rezeki berupa harta?

Ada slogan singkatan yang mungkin pernah kita sama – sama dengar, yang terkadang kita akan tersenyum dan bahkan sampai tertawa jika mendengarnya. P7: “Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas – pasan. Namun, layaknya kondisi proses dalam ilmu teknik kimia, Alloh Ta’ala tidak hanya melihat fungsi keadaan yaitu input dan output saja, tetapi Alloh ‘Azza wa Jalla pun melihat dan menilai fungsi keadaan, yaitu bagaimana proses dalam mengolah input menjadi output.

Dari Abu Hurairoh RA., Rosululloh SAW bersabda:

يَأْتِي عَلىَ النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak peduli apa yang dia ambil, apakah dari hasil yang halal atau yang haram.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan An-Nasa’i, Shahih At-Targhib no. 1722)

Ikhwah, kita semua harus sadar, setiap penentangan syari’at-Nya yang dilakukan saudara – saudari kita, justru benar – benar menambah keimanan kita semua bahwa apa – apa yang disabdakan Rosululloh SAW ber-abad – abad lalu benar – benar Nubuwah yang nyata dan terjadi saat ini.

Tengoklah di sana – sini akan kebenaran sabda Rosululloh SAW di atas, betapa banyak hamba – hamba-Nya saat ini sudah tidak memperhatikan lagi cara mencari rezeki harta. Alasan mereka yang terkadang membuat qolbu ini perih adalah ketika mendengar ucapan yang seperti ini:

“Zaman sekarang, mencari harta yang harom saja sudah susah apalagi mencari harta yang halal!”

Mungkin mereka yang pernah berkata seperti itu tengah lupa dan buntu pikirannya, bahwa semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini telah dituliskan-Nya akan rezeki mereka.

Aktivitas riba dan harta ghoror menjadi pembuat peluh bekerja, khomr yang mungkin tidak pernah mereka cicipi dan rasakan malah diproduksi dan meracuni negeri ini, tipu – menipu dan mark up timbangan dan tagihan menjadi prosedur operasi standard bekerja, aurot yang dibuka lebih banyak akan memberikan pendapatan yang lebih, menyenangi ikhtilat di tempat kerja karena percaya diri yang tinggi bisa menyaingi dan meruntuhkan ego kaum pria atas nama emansipasi dan kesetaraan gender, bahkan… Do’a malah diselewengkan menjadi “Dorongan Amplop” yang berisi uang sogokan. Dan kita malah menganggap gaji yang didapat dari aktivitas harom sebagai rohmat-Nya dan menganggap zakat harta dapat menyucikan harta seperti ini? Na’udzubillah….apakah keimanan dan ketakwaan disimpan di rumah mereka dan dikunci rapat – rapat ketika bekerja? Istidroj-lah (penguluran waktu dari-Nya agar dosa bertumpuk lebih banyak) yang sebenarnya diberikan-Nya pada kita akan hal – hal ini.

Suapan yang haram tak lain kecuali akan menyebabkan pemakannya terhalangi dari Jannah-Nya. Diriwayatkan dari Abu Bakr Ash-Shiddiq RA., Nabi SAW bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِحَرَامٍ

“Tidak akan masuk ke dalam surga sebuah jasad yang diberi makan dengan yang harom.” (Shahih Lighairihi, HR. Abu Ya’la, Al-Bazzar, Ath-Thabarani dalam kitab Al-Ausath dan Al-Baihaqi, dan sebagian sanadnya hasan. Shahih At-Targhib 2/150 no. 1730)

Ummahat, sebagai istri – istri sholehah, antunna memiliki kewajiban dari-Nya untuk selalu mengingatkan dan mendo’akan suami kalian untuk memperoleh reezeki harta yang halal. Sedikit yang halal adalah merupakan Barokah-Nya yang tidak ternilai daripada banyak tetapi dari unsur tipu – tipu, riba, mark up timbangan dan penagihan, mencuri, dan suap – menyuap. Oleh karenanya, istri para salafush sholeh bila suaminya keluar dari rumahnya, ia berpesan:

إِيَّاكَ وَكَسْبَ الْحَرَامِ، فَإِنَّا نَصْبِرُ عَلَى الْجُوْعِ وَلاَ نَصْبِرُ عَلىَ النَّارِ

“Jauhi olehmu penghasilan yang haram, karena kami mampu bersabar atas rasa lapar tapi kami tak mampu bersabar atas neraka.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin)

Sebagai istri dan muslimah sholehah, satu hal yang harus diingat di benak pikiran kita…rezeki yang baik dari-Nya, bukan hanya harta yang banyak atau sedikit…tetapi suami yang sholeh dan tetap istiqomah dalam mencari harta yang halal…adalah juga merupakan rezeki dari-Nya. Inilah salah satu adab dan akhlak mulia dari istri sholehah, yang menggantungkan semua harap dan pinta-Nya kepada Alloh Ta’ala, betapa tingginya keimanan dan ketauhidan istri – istri semacam ini, tidak seperti istri – istri durhaka yang selalu mengeluhkan akan pengeluaran bulanan kepada suami mereka yang akhirnya fitnah duniawi terhembuskan…malah menjerumuskan suami – suami mereka untuk tidak memperhatikan bagaimana cara mencari harta. Again…Na’udzubillahi min dzalika!

Semoga Alloh Al – Hadi memberikan hidayah dan taufiq-Nya akan kelalaian kita selama ini. Dan semoga kita mau meninggalkan ini semua untuk mendapat ganti yang lebih baik dari-Nya.

Wallohu A’lamu bish showab.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on 23 April 2015 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

One response to “Wajibnya Mencari Rezeki Harta Yang Halal

  1. qolbunhadi

    24 April 2015 at 2:41 PM

    Naudzubillah, jangan sampai kita mencari rezeki yang haram..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s