RSS

Lentera Hari Ini

28 Mar

lentera

Hasan Basri ditanya apa rahasia zuhudnya di dunia ini?
1. Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu qolbuku selalu tenang.
2. Aku tahu ‘amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk ber’amal sholih.
3. Aku tahu Alloh Ta’ala selalu memperhatikanku, karena itulah aku malu jika Alloh melihatku sedang dalam maksiat.
4. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan Alloh……..

Ikhwah Fillah…

Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat mati tidak harus tua…
Jangan terpedaya dengan tubuh yang sehat, karena syarat mati tidak mesti sakit…
Jangan terperdaya dengan harta kekayaaan, sebab si Kaya pun belum tentu menyiapkan kain kafan buat dirinya meski cuma selembar….

Mari terus istiqomah berbuat baik, berniat untuk baik, berkata yang baik – baik atau diam, memberi nasihat yang baik, menjadi contoh yang baik…
Meskipun tidak banyak orang yang mengenalimu, atau hanya mengenalmu dari telinga dan mata mereka saja, tidak tahu bagaimana sebenarnya keseharian kita dari batasan jangkauan mata dan telinga mereka…

Meskipun mereka tidak suka dengan nasihatmu…Juga tidak suka apabila engkau memberi mereka nasihat, atau malah kabur dan atau pura – pura sibuk dengan gadget mereka, seakan – akan Alloh Ta’ala tidak pernah sekalipun memberi mereka hidayah-Nya dan jalan-Nya yang hanif dari surat Al-Fatihah yang selalu mereka baca dalam setiap sholat mereka…
Mereka malah asyik bercengkerama dengan orang – orang di luar aqidah kita…padahal yang bisa menarik dan menolong kita dari Neraka adalah saudara – saudari kita yang seaqidah…padahal kita ingin sekali menjaga mereka…tapi mereka kabur…

Terlebih…mereka meng-ghibah kita adalah si perfeksionis di belakang kita…padahal Alloh Ta’ala menyuruh kita Kaffah dalam ber-Islam…bukan Islam yang biasa – biasa saja dan bukan Islam yang apa adanya…karena kunci Jannah adalah Rohmat-Nya…dan pembuka Rohmat-Nya adalah dengan mena’ati semua perintah-Nya…

Termasuk ummat siapakah kita? Padahal 2 kalimat syahadat yang kita baca tiap duduk tasyahud adalah jelas ucapan lisan kita…
Kita selalu ingin mati dalam keadaan Islam seperti yang diperintah-Nya…
Namun, Islam kita hanya pada saat kelahiran, nikah dan prosesi kematian saja
Siapakah yang akan kita minta syafa’atnya kelak? Tetapi sunnah – sunnah beliau selalu kita tinggalkan…
Jenggot dan isbal kita lupakan, khimar panjang juga rok dan kaos kaki kita sepelekan…
Apakah berhak sebenarnya untuk diakui sebagai ummat Rosululloh SAW? padahal kita selalu membuat syari’at sendiri dalam ibadah, berpakaian dan bertingkah laku…

Cukuplah Alloh ‘Azza wa Jalla yang mengenalimu sebagai hamba-Nya lebih dari pada orang lain…
Jadilah bagai Qolbu yang tidak terlihat, tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita terus dapat hidup, berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai qolbu ini dihentikan berdenyut oleh-NYA…

Ikhwah Fillah…

“Waktu yang kusesali adalah jika pagi hingga matahari terbenam, ‘amalku tidak bertambah sedikit pun, padahal aku tahu saat ini umurku berkurang” (Ibnu Mas’ud RA.)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 28 March 2015 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s