RSS

Kita Ingin (sekali) Menjaga Mereka

14 Mar

Bismillahi Ar-Rohmani Ar-Rohimi.

Ayyuhal Ikhwah. Di alam dunia ini, tujuan semua penciptaan makhluk-Nya adalah untuk beribadah – mengabdi pada-Nya, Robb semesta alam. Tidaklah semua manusia yang diciptakan-Nya dan telah melewati umur baligh yang terbebani hukum syari’at, akan melewatkan Mizan-timbangan ‘amal baik dan buruk di Yaumil Hisab kelak. Fulan/ fulanah bin/ binti Fulan, akan menghadap-Nya satu persatu melewati pertanyaan-Nya mengenai apapun yang telah dititipkan-Nya kepada kita semua ketika di alam dunia.

Semua manusia akan berharap – harap cemas dengan pertanyaan auditor yang Maha Tunggal, Maha Tahu, Maha Melihat, Maha Menyaksikan, Maha Mengawasi kelak di Yaumil Hisab. Pertanyaan yang pernah kita ucapkan seperti Kapan? Kenapa? Bagaimana? Mengapa? Buat apa? Buat siapa? Ke mana? Dengan apa? Dengan siapa? Kenapa bisa? dan yang lainnya…akan diberikan kepada kita kelak. Mulut akan terkunci dari kebohongan, semua anggota badan akan ikut menjawab dan juga akan mengadu pada-Nya akan ‘amal buruk yang telah dikomandoi dan dipikirkan oleh qolbu dan otak kita dulu.

Semua yang mengenal kita, baik itu yang dekat maupun yang jauh dari kita, yang menjadi kawan maupun musuh kita, yang menyenangi atau membenci kita, saudara mahrom maupun non mahrom kita, juga akan terkena imbas dari ‘amal yang telah kita lakukan dulu di alam dunia. Ada yang membantu dan membela kita, ada yang mendukung dan membantah kita, ada yang mengadukan kita, bahkan…ada yang akan berbantah – bantahan di antara kita di hadapan yang Maha Tahu, Maha Melihat, Maha Menyaksikan, Maha Mengawasi kelak. DIA akan menjadi Hakim Tunggal atas bantah – berbantahan kita kelak. Bahkan…Allohu Akbar…ada yang akan mengadukan kita pada-Nya tepat sebelum kita masuk Jannah, yang malah akan menyeret kita ke Neraka. Bahkan….ya Ikhwahsyafa’at Rosululloh pun tidak bisa membantu apabila Alloh Ta’ala tidak mengizinkannya.

Al-Qur’an dan sunnah Rosululloh SAW, adalah 2 hal yang akan menyelamatkan kita jika kita selalu berpegang teguh kepadanya. Namun, para pemegang sunnah Rosululloh adalah para penggenggam bara api, panas dan berat menurut akal dan hawa nafsu, malu dan konservatif menurut mereka sehingga ingin dilemparkan. Maka dari itu, “seleksi alam” berupa cobaan-Nya untuk selalu mengikuti tuntunan syari’at, hanya akan diikuti oleh mereka yang sadar darimana mereka berasal dan akan kemana mereka pergi nantinya. Barangsiapa yang dikehendaki diberi-Nya kebaikan, maka Alloh Ta’ala akan memahamkannya akan masalah agama, barangsiapa yang mau mengikuti hidayah-Nya dan muwafaq-sepakat akan tuntunan-Nya maka akan diberi-Nya kemudahan dalam istiqomah mengikuti syari’at-Nya. Dan…Alloh Ta’ala akan membiarkan siapapun mereka dalam kebodohan dan dosa, apabila mereka tidak mau mengikuti petunjuk-Nya. Terus bertumpuk – tumpuk, sampai akhirnya Alloh Ta’ala mengazab mereka dengan timpaan cobaan yang akan membuat mereka menangis pun tidak akan mampu.

Meremehkan Dosa

Was Salaamu ‘ala Manitaba’al Huda….(As-Salaamufid dunya wal akhirot)

Di alam dunia ini, tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri untuk mencukupi semua kebutuhan dan kekurangan yang ditulis-Nya. Kekurangan dan ketidaktahuan adalah sifat manusia yang telah diberi-Nya, untuk dilengkapi dan ditutup oleh keberadaan manusia lainnya dengan Rohmat dan Rizki yang akan diberi-Nya sesuai yang telah ditulis-Nya di Lauh Mahfuzh.

*****

Kita ingin sekali menjaga mereka. Ketika kesyirikan mereka lakukan sampai akhir hayat mereka, maka Neraka akan diharomkan-Nya bagi mereka. Ketika sebelum dilahirkan ke alam dunia, pertanyaan-Nya kepada kita telah difirmankan-Nya…”Bukankah AKU ini adalah Robb kalian?” kita semua menjawab IYA. Tetapi mereka tidak mau mentauhidkan-Nya, tidak mau menjadikan Alloh sebagai satu – satunya Sesembahan bagi mereka. Mereka balik mengancam kita, dengan kekuatan kesyirikan yang menjadi pembantu mereka.

Kita ingin sekali menjaga mereka. Ketika pekerjaan harom dan harta riba mereka nikmati, mereka malah menyebut – nyebut bangga akan pekerjaan mereka. Padahal…”Setiap daging yang tumbuh dari harta yang harom, maka neraka lebih pantas baginya.” Mereka menyuapi dan menafkahi keluarga mereka dari jalan dan harta yang harom, pada istri dan anak – anak mereka…padahal ikan yang hidup di air yang mengandung air raksa pun akan menyimpan raksa tersebut di tubuhnya. Mereka malah menawarkan pekerjaan mereka ke kita, dan malah menyarankan kita mengikuti jalan kerjanya.

Kita ingin sekali menjaga mereka. Ketika mereka meng-ghibah saudara/ saudarinya yang lain, mereka tidak sadar bahwa pahala ‘amal kebaikan mereka sedang berkurang. Padahal…ketika Rosululloh ditanya pendapatnya bagaimana jika ada seorang muslimah yang rajin sholat, rajin shodaqoh, rajin shoum sunnah dan ‘amaliah baik lainnya tetapi muslimah tersebut rajin juga ber-ghibah, beliau SAW menjawab tidak ada kebaikan bagi wanita tersebut…dan wanita tersabut adalah ahli neraka. Ketika kita mengingatkan mereka…mereka malah meng-ghibah kita di belakang kita dan mengolok – olok kita….”Si Perfeksionis”…dan mantapnya mereka berbicara…”Urus saja dirimu sendiri…”

Kalimat yang Dibenci Alloh SWT

Kita ingin sekali menjaga mereka. Ketika sholat wajib mereka tinggalkan demi mengejar dunia dan merasa tidak butuh sholat, mereka lupa meninggalkan sholat berarti meruntuhkan agama yang ada pada dirinya. Bahkan tingkatan dosa berzina pun masih di bawah tingkatan dosa meninggalkan sholat wajib 5 waktu yang disyari’atkan-Nya. Mereka lupa bahkan ibadah sholat telah diwajibkan-Nya pula pada ummat – ummat sebelumnya. Mereka bahkan mengulur – ngulur waktu sholat karena kesibukan dunia mereka, mereka menunda – nunda sholat demi berikhtilat dan berghibah dengan yang lain. Mereka malah berkata…silahkan duluan sholat…saya menyusul.

Man Robbuka?

Man Robbuka?

Kita ingin sekali menjaga mereka. Ketika musik dan lagu mereka perdengarkan dengan keras, mereka lupa atau tidak tahu kalau syair yang melalaikan dan musik yang diharomkan-Nya adalah bagian porsi dari-Nya sebagai senjata yang Iblis dan keturunannya pakai untuk menjauhkan kita dari dzikir dan tadarus Qur’an. Na’udzubillahi min dzalika, bahkan kumandang adzan sholat dan suara tadarus Qur’an tidak membuatnya mengecilkan volume musik. Ketika ditanya sudah sampai surat apa yang dibaca saat ini dari kitab Qur’an mereka…mereka hanya tersenyum menjawab sudah lama sekali tidak membacanya, padahal…dulu mereka menyebutkan kitab Qur’an dan seperangkat alat sholat sebagai mahar pernikahan atau seserahan mereka waktu itu.

Kita ingin sekali menjaga mereka. Ketika kita katakan sesungguhna Dien ini mudah, tetapi ada di antara kita yang melakukan kebid’ahan dan penyelisihan sunnah Rosul, yang memberatkan diri mereka dengan ‘amalan yang diyakini dapat memberikan fadhilah ‘amal. Setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan dapat menggiring kita ke Neraka…adalah ucapan Rosululloh SAW sendiri. Kullu bid’atin dholalah…diartikan setiap bid’ah yang tercela adalah sesat.

Kita ingin sekali menjaga mereka. Ketika kita mengajak mereka bersama – sama ke majlis ‘ilmu agama, untuk mendengarkan Kalamulloh dan Sunnah Rosul-Nya….untuk menghilangkan kedangkalan ‘ilmu agama kita…agar mengetahui batasan halal dan harom dari-Nya…tetapi mall, pusat rekreasi, bioskop, merupakan tujuan mereka sekeluarga.

Kita ingin sekali menjaga mereka. Ketika kita sampaikan untuk tidak mendekati musuh – mushu Islam, bahwa musuh – musuh Islam semakin kreatif dengan berbagai cara dalam menggiring kita dalam kesesatan dan jalan hidup mereka yang buruk…mereka malah asyik duduk bermajlis dengan mereka…berpegangan tangan dengan mereka…bernyayi – nyanyi bersama mereka…bercengkerama dengan mereka…makan – makan dengan mereka…buka – bukaan aurot dengan mereka…berfoto ria dengan mereka…menghadiri ulang tahun dan perayaan lainnya di agama mereka…bahkan membesuk mereka ketika sakit lalu meminta pada-Nya untuk mengampuni dosa mereka…bahkan Rosululloh pun dilarang-Nya untuk meminta pada-Nya agar diampuni dosa – dosa pamannya. Saudara/ saudari kita lupa…mereka tidak akan mengingatkan dan membetulkan kelakuan buruk kita…karena mereka tidak tahu agama kita.

Kita ingin sekali menjaga mereka (para muslimah). Ketika kita sampaikan kewajiban dan batasan berhijab fisik terutama bagi muslimah, mereka masih ada yang menjawab tidak betah, ribet, panas dan tidak punya. Hijab hanya diartikan sebagai khimar-kerudung penutup kepala saja. Ketika mereka berangkat umroh atau haji, mengapa mereka memakai rok dan kaos kaki juga memakai khimar lebar? Tetapi ketika kembali ke tanah air tergantikan oleh khimar asal lilit yang menampakkan bentuk kepala dan rambut mereka, celana panjang ketat sapu jalan tanpa kaos kaki. Kita telah ingatkan mereka berulang – ulang lewat lisan, tulisan dan gambar….tetapi mereka tetap berlalu lalang di atas bumi-Nya tanpa ingat bahwa Alloh Ta’ala melihat mereka, aurat kaki mereka terbuka dan terlihat jelas bahkan ketika sholat. Mereka bukan tidak sanggup membeli khimar lebar, gamis, rok dan kaos kaki…mereka hanya tidak mau memakainya karena tidak tahu justru Alloh Al-Hafizh menjaga mereka dengan syari’at hijab.

Aurot Tidak Akan Tertutup

Kita ingin sekali menjaga mereka (para muslimah). Ketika kita sampaikan ayat perintah-Nya untuk berdiam diri di rumah, tetapi…baru saja seminggu kita sampaikan langsung ditabrak dengan pergi ke konser musik, bersafar ke pantai menginap tanpa mahrom bahkan tidur bersama wanita – wanita kafir. Hilanglah semua hijab fisik mereka, berikhtilat bebas, dibukanya aurot mereka tanpa malu – malu dan baju yang menampakkan bentuk tubuh karena basah oleh air laut. Ketika kita ingin mengingatkan mereka, terlambat…foto dan video mereka sudah dapat diakses seluruh mata di dunia selama 24 jam non stop di akun social media dan youtube milik mereka atau teman – teman mereka. Bukan…bukan penilaian baik laksana “jempol like” di akun socmed mereka yang didapat dari-Nya, adalah istidroj-penguluran waktu diberi-Nya agar dosa mereka semakin bertumpuk – tumpuk dari setiap mata yang melihat foto dan video dosa mereka. Mereka muslimah kita malah malu, segan, tidak berani untuk meminta kepada mereka untuk menghapus foto dan video dosa yang telah mereka lakukan.

Ikhtilat

Kita ingin sekali menjaga mereka (para muslimah). Ketika mereka dengan bebasnya tanpa malu berikhtilat dan berkholwat dengan pria – pria non mahrom terutama non muslim di luar rumah atau tempat beraktivitas kerja mereka, mereka sebenarnya sedang menghancurkan izzah dan iffah Islam yang ada di pundak mereka juga. Padahal Alloh Ta’ala telah berfirman tentang 2 wanita yang bekerja menggembalakan ternak dari daerah Madyan yang ditemui Nabi Musa AS, mereka tidak ikut berdesak – desakan dengan penggembala pria lainnya yang sedang memberi minum ternaknya. Lihatlah para muslimah kita khususnya keluarga kita, mengapa kita biarkan mereka untuk keluar rumah untuk berikhtilat? Cerita dari mulut, foto dan video mereka bahkan tampak bahagia sekali bisa berdesak – desakan diapit oleh kaum pria, bersalaman tangan dengan non mahrom, rasa risih mereka hilang karena kesenangan membutakan mata mereka bisa melupakan beban pikiran di hari itu. Na’uduzbillah min dzalika, mereka bahkan duluan meminta dan membuat janji untuk nebeng kendaraan dengan non mahrom, ojek merupakan solusi mereka karena terlambat masuk kantor. Apakah mereka lupa amanah pekerjaan dan waktu kerja adalah dari-Nya? Bahkan…shoum sunnah Senin – Kamis mereka tidak bisa menjaga mereka dari hal demikian.

Muslimah ngojek

Kita ingin sekali menjaga mereka (para muslimah). Ketika mereka sudah meremehkan dosa….ketika mereka anggap khimar lebar, rok dan kaki bukan merupakan aurot, mereka berani keluar rumah tanpa mahrom untuk pergi ke Cafe dan tempat hiburan lainnya, mereka marah kepada teman – teman mereka jika tidak diajak, mereka buat dan punya standard syari’at berhijab ganda tersendiri ketika having fun. Ingatlah ini akhwati fillah…!!! seorang muslimah tidak akan risih dan timbul rasa malunya jika berada di antara para wanita – wanita kafir, muslimah yang berhijab tidak sesuai syari’at, yang membuka aurotnya, juga yang sering meremehkan dosa juga, karena….. mereka pun akan malu dan segan untuk sama – sama mengingatkan batasan berhijab fisik sesuai syari’at pada dirimu. Lambat laun qolbu kalian akan mengeras dan tertutupi noda hitam dosa, mata kalian akan memakai “kaca mata kuda” dalam memandang dosa, hidayah akan dibantah oleh akal pikiran-qolbu-hawa nafsu kalian.

Renungan Selfie Muslimah

Para penyeru kebaikan dari saudara/ saudari se-akidah-mu….malah mereka cap “Si Perfeksionis”, sok ‘alim, pengganggu ketenangan pikiran, bahan ghibah, akan mereka pandang nyinyir dan berlari secepat mungkin dari mereka. Tapi…bisakah mereka lari dari malaikat maut dan Alloh Ta’ala yang akan bertanya padamu kelak?

Syari’at Robb manakah yang mereka pegang? Sunnah Nabi manakah yang mereka ikuti?

Padahal cara ber-Hijab mereka tidak sesuai dengan yang diminta-Nya…

Maka…sebenarnya mereka tidak mengikuti perintah-Nya…

Mereka mengikuti ketentuan syari’at pikiran dan nafsu mereka sendiri…

Maka…sia – sialah mereka berhijab, hanya mendapat panas, dosa, dan cemoohan dari penduduk Langit & Bumi…

Akhwati fillah…bolehkah ana bertanya pada antunna? Cintakah/ sayangkah kalian pada diri sendiri? Cintakah/ sayangkah kalian pada kedua orangtua kalian dan saudara/ saudari kandung kalian? Jika kalian menjawab iya…maka antunna telah mencintai dengan cara yang salah…karena mereka juga akan ditanya bahkan bisa terseret juga ke Neraka karena membiarkan dosa kalian tidak berhijab syar’i, karena membiarkan kalian berikhtilat dan berkholwat, karena mebiarkan kalian bersafar tanpa mahrom dan dosa lainnya….Jagalah mereka juga…keluargamu….yang tidak tahu…

Ayyuhal Ikhwah…sekali lagi kita yang mungkin disebut “Si Perfeksionis” oleh mereka…yang sebenarnya saudara/saudari se-akidah kita juga, bukanlah tanpa alasan. Kita “perfeksionis” karena benar – benar ingin menjaga batasan syari’at yang telah ditetapkan-Nya… Alloh Ta’ala telah memerintahkan kita semua menjadi muslim yang Kaffah, Syamil paripurna. Karena sesungguhnya sholat kita, hidup mati kita, ‘amaliah kita, makan minum kita, tidur kita dan lainnya adalah bernilai ibadah jika hanya dilakukan sesuai syari’at-Nya dan demi megharap Ridho-Nya.

Alloh Ta’ala mengharomkan segala jenis kesyirikan, maka jika tetap meyekutukan-Nya dengan yang lain, buat siapakah hidup kita? Sia – sialah seluruh hidup kita.

Alloh Ta’ala mengaharomkan segala bentuk modifikasi ibadah mahdhoh dan ghoiru mahdhoh, lalu syari’at Nabi siapa yang kita jadikan acuan? Ketika kita telah merasa maksimal dengan bid’ah…padahal nol besar dan membuat kita sesat dunia dan akhirat.

Alloh Ta’ala memerintahkan kita bekerja mencari rizqi-Nya yang halal, maka bukan pekerjaan harom dan riba yang diperintah-Nya. Jika kita menerjangnya, maka buat siapakah ibadah kita dalam hal bekerja? Sia – sialah segala harta yang telah kita cari, surplus nol besar di hadapnya.

Alloh Ta’ala memerintahkan muslimah untuk berhijab fisik sesuai aturan-Nya. Maka jika kita masih memakai kerudung pendek, masih memakai celana dan tanpa kaos kaki…maka syari’at siapa yang kita jalankan wahai muslimah fillah? Sia – sialah hijab yang sudah kita pakai selama ini, tidak salah hadits Rosululloh yang menyebutkan wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang…karena tidak sesuai syari’at.

Alloh Ta’ala memerintahkan rukun – rukun ibadah sholat kita, maka jagalah. Jika bahkan wudhu, gerakan sholat, bacaan sholat, batas aurot pakaian tidak kita jaga batasannya…maka sholat kita tidak dianggap-Nya.

Syari’at Robb manakah yang kita pegang? Sunnah Nabi manakah yang kita ikuti?

Dan…kita masih mengharapkan syafa’at Rosululloh?

Step-Steps of Life

Kita ingin sekali menjaga mereka (andaikan saja mereka tahu…). Mereka bilang semua butuh waktu dan butuh proses…maka tahukah mereka……………..batas sisa waktu hidup mereka di dunia ini? ? ?

*

*

*

*

*

Tetapi tahukah antum…Ikhwani wa akhwati fillah…bagaimanapun cap kalian kepada kami yang ingin sekali sebenarnya menjaga kalian…kami tetap menjaga kalian dalam do’a kami pada-Nya…agar kalian berdampingan dengan kami untuk sama – sama meniti Jannah-Nya di sisa umur hidup kita. Karena…kami pun akan ditanya-Nya…sudahkah kami menyampaikan syari’at-Nya kepada kalian? Dan….mengapa kami malah kabur dari kalian……

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 14 March 2015 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s