RSS

Fa-aina Tadzhabuun?

22 Dec

Bismillahirrohmanirrohim.

A : “Pak, punya cita – cita mau ke luar negeri, mau kemana pergi ke negara apa?”

F : “Kalau dulu….waktu masih semangatnya menuntut ‘ilmu dunia dan didukung ‘darah muda’, jawabannya adalah New Zealand. Mau meneruskan master degree di sana, kebetulan ada paman dari orang tua yang merupakan staff pengajar juga di sana. Tinggal bawa badan dan pakaian, soal biaya kuliah akan ditanggung orang tua bersama paman dan living cost bisa dipenuhi sambil kerja part time.”

A : “Wah, lalu kenapa tidak kesampaian, Pak?”

F : “Yah, pilihannya berat saat itu. Sudah ada perusahaan yang mau menerima saya yang masih fresh graduate nihil pengalaman, dan terpikir adek saya yang masih kelas 2 SMA saat itu, ga tega untuk mengejar ‘ilmu dunia sedangkan jalan adek saya yang masih panjang menuju lulus kuliah. Saya hanya berpikir berapa biaya kuliah yang akan dihabiskan adek saya beberapa tahun ke depan, pasti jauh lebih tinggi dibandingkan saya waktu itu.”

A : “Iya betul juga, biaya kuliah dan living cost saat ini jauh berbeda pastinya seperti dulu waktu Bapak kuliah.”

F : “Lalu…adek sendiri ini cita – citanya pergi ke luar negeri mau ke mana? USA, kah?”

A : “Kalau saya sendiri, mau ke negara Jepang, pak.”

F : “Jepang? Apa menariknya? Mau cari apa disana?”

A : “Saya mau mendalami ‘ilmu kuliah saya, Pak. Saya kan lulusan desain komunikasi visual. Jepang sangat maju untuk sisi seni, terutama manga dan film anime. Saya ingin memperdalam ‘ilmu tersebut, ingin belajar banyak di sana. Selain itu, culture mereka mau saya jadikan brainstorming terutama untuk setiap karya desain saya.”

F : “Hmm…manga dan anime, ya? Bukankah ada hadits shohih yang matan-nya menjelaskan akan haramnya menggambar makhluk hidup yang bernyawa? Dan siksanya di akhirat kelak sangat berat, juga akan diminta-NYA untuk menghidupkan memberi nyawa ke gambar makhluk bernyawa tersebut. Berhati – hatilah kalian para designer visual untuk hal ini.”

A : “Oh begitu ya, pak? Baru tahu saya sekarang.”

F : “Ya, syari’at Islam mengharamkan kita untuk demikian. Tinggalkanlah selagi bisa.”

A : “Ya, berat juga, Pak. Apalagi kami ini terkadang tuntutan pekerjaan memintanya.”

A : “Dulu kan cita – cita Bapak mau ke New Zealand untuk melanjutkan master degree.”

F : “Iya dulu, kenapa?”

A : “Kalau sekarang, kemana?”

F : “Hmmm…panjang jawabnya.”

A : “I’m listening.”

F : “Insya Alloh, saya ingin pergi berangkat haji atau umroh ke Tanah Suci. Tapi setelah menimbang – nimbang, masih ada yang lebih ‘wajib’ bagi saya saat ini.”

A : “Iya itu juga cita – cita saya, tapi hukumnya kan baru jadi wajib bagi yang mampu.”

F : “Akhi…dengarkanlah. Inilah alasan panjang saya kenapa saya ingin sekali berangkat haji atau umroh ke tanah suci jika dapat pertanyaan dari siapapun akan hal ini.”

A : “Kenapa, pak?”

F : “Saya ingin sekali mengajak seluruh ikhwan dan akhwat yang saya kenal saat ini, untuk sama – sama ke sana. Sholat sunnah di masjid Nabawi yang dibangun Rosululloh SAW, terutama di Roudhoh, lalu ziarah ke kuburan Nabi kita yang mulia, bersholawat kepada beliau dan memberikan salam kepada Abu Bakar dan Umar bin Khoththob Rodhiyallohu ‘anhuma, yang dikubur di sebelah kiri dari makam Rosululloh SAW.

A : “Lalu?”

F : “Setelah itu saya ingin membuat majlis ‘ilmu buat kita semua yang datang ke sana, lalu menyampaikan:”

Ikhwan dan akhwat fillah, kita sudah berziarah ke kuburan Nabi dan Rosul kita yang mulia. Tidakkah kalian sadar bahwa Alloh Tabaroka wa Ta’ala pernah mengutus beliau kepada kita semua? Sadarkah kita bahwa dengan adanya kuburan beliau menunjukkan keberadaan beliau yang telah diutus-NYA kepada kita semua untuk menyampaikan risalah Dienul Islam yang Haqq ini?

Ayyuhal ikhwah. Tidakkah kalian sadar mengapa Alloh Ta’ala mengutus beliau seseorang yang buta baca tulis, melainkan untuk menunjukkan bahwa isi Al – Qur’an adalah murni wahyu dari-NYA dengan perantara Jibril ‘alaihis salam, bukan semata – mata puisi atau karangan dari manusia? Lalu mengapa kita mendustakan isi kitab Qur’an yang mulia?

Ayyuhal ikhwah. Tidakkah kita mau menjadikan dan mencukupkan beliau sebagai contoh dalam segala ‘amalan ibadah dan hidup kita? Karena beliau telah diutus-NYA sebagai rahmat bagi sekalian alam! Alangkah besarnya Rohmat-NYA diberikan bagi kita para pendosa, kita masih juga diberi-NYA Rohmat-NYA yang banyak padahal kita masih terus menerus melakukan dosa. Karena…”Sesungguhnya Rohmat-KU mendahului murka-KU!”

Ayyuhal Ikhwah. Bagaimana mungkin kita tidak mau menjadikan beliau sebagai suri teladan bagi hidup kita? Padahal seorang non muslim pun telah mengakui dan mendaulat beliau di posisi nomor satu dalam buku 100 tokoh paling berpengaruh dalam sejarah? Benarlah ayat-NYA yang menyebutkan bahwa Islam telah dimenangkan dari agama – agama lainnya!

Ayyuhal Ikhwah. Bagaimana mungkin kita tidak mau berhukum dengan syari’at-NYA yang diturunkan kepada beliau? padahal andaikata anaknya Fathimah Rodhiyallohu ‘anha mencuri niscaya akan dipotong juga tangannya. Lihatlah pula bagaimana anak perempuan beliau pun akhirnya menjanda karena tidak halal wanita muslimah menikah dengan pria non muslim! Rosululloh ‘alaihis sholatu wa sallam melakukannya demi kita semua.

Akhwati fillah. Apalagi alasan kalian tidak mau berhijab sesuai syari’at-NYA? apakah karena alasan belum siap, hijabkan hati, panas, ribet saja? Padahal Hijab syar’i adalah nikmat terbesar kepada kalian setelah nikmat Iman, Islam dan kesehatan! Apakah karena kalian pernah tersandung ketika memakai rok atau gamis panjang sehingga melepaskannya? Apakah karena kalian pernah sakit ketika shoum wajib lalu kalian meninggalkan shoum wajib selamanya? Ingatlah kalian wanita tomboy, bahwa Rosululloh melaknat wanita yang menyerupai pria dan pria yang menyerupai wanita! Bagaimanakah antunna bisa hidup dan tenang setiap harinya dengan laknat ini?

Ayyuhal ikhwah. Kita telah ziarah ke makam Nabi kita yang mulia, tahukah kalian bahwa semua jasad Nabi dan Rosul tidak akan hancur dimakan bumi? Hal ini juga untuk menunjukkan bahwa Muhammad Ibnu ‘Abdillah pernah diutus-NYA kepada kita!

Ayyuhal ikhwah. Bagaimana mungkin ada segolongan orang – orang sesat dan menyesatkan yang mengaku – ngaku mencintai ‘Ali bin Abi Tholib Rodhiyallohu ‘Anhu dan ahlul bait lainnya? Sedangkan mereka mengkafirkan 2 sahabat mulia beliau yang dikuburkan di sampingnya dan hal ini disaksikan oleh ‘Ali RA sendiri?

Ayyuhal Ikhwah. Bagaimana mungkin kita menghina saudara – saudari kita yang lain yang berusaha mengamalkan sunnah beliau sebagai Islam yang sesat? Apakah kita sesat karena mengamalkan sunnah – sunnah beliau? Apakah 10 sahabat beliau yang dijaminnya masuk surga adalah orang – orang sesat? Padahal Alloh Tabaroka wa Ta’ala telah memuji akhlak beliau dan ridho akan ajaran Islam, perilaku dan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada beliau!

Ayyuhal Ikhwah. Bagaimana mungkin kita dengan percaya diri yang sangat besar, merasa akan mendapat syafa’at beliau di Hari Akhir kelak? Padahal kita telah mencibir dan mendustakan ayat Qur’an yang telah diberikan kepada beliau dan sunnahnya, dengan meninggalkan semua itu dengan mengikuti pikiran dan akal kita yang menyimpang?

Ayyuhal Ikhwah. Pada saat sebelum beliau kembali ke Rohmatulloh, beliau menyebutkan ingin sekali bertemu dengan “Ikhwani – saudara – saudaraku! Padahal beliau memanggil para penolong dan pengikutnya saat itu dengan sebutan sahabat dan shohabiyyah saja!

Ayyuhal Ikhwah. Fa-aina Tadzhabuun?

Wallohu A’lam bish Showab.

فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ (٢٦)

“Maka kemanakah kamu akan pergi?” (Q.S. At – Takwiir (81): 26)

Jum’at pagi penuh barokah-NYA, di akhir bulan Dzulhijjah yang lalu.

[Janganlah anta menyembunyikan dan menahan tangismu, akhi! Karena mata yang menangis karena takut pada Alloh Ta’ala tidak akan tersentuh api neraka kelak.]

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 22 December 2014 in Islam, Muslimah, Uncategorized

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s