RSS

Untukmu Yang Berjiwa Hanif Bag. 4 – 3 (Selesai)

16 Apr

Untukmu Yang Berjiwa Hanif Bag. 4 – 3 (Selesai)

Ustadz Armen Halim Naro

MENUJU MADZHAB SALAF

Asma-Hanif

4.3.1 Seimbang dan ideal

Pengajaran salaf adalah pengajaran yang ideal pada semua pembahasan dan permasalahannya, tidak ghuluw (ekstrim) dan tidak pula tafrith (melalaikan), tidak keras dan tidak lembek. Alloh berfirman:

وَكَذَ ٰ لِكَ جَعَلْنَـٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا…(١٤٣)

“Begitulah Kami jadikan kamu sebagai umat yang tengah…” [Q.S. Al-Baqoroh (2): 143]

Salaf menggabungkan antara ilmu dan amal, ia jadikan ilmu sebagai landasan amal. Hal ini tidak akan kita dapatkan dalam kelompok Islam manapun, kadang-kadang kita temukan satu kelompok yang rajin ibadah akan tetapi mereka tenggelam di lumpur bid’ah dan khurafat. Dan sebaliknya, kita dapatkan satu kelompok berilmu dan bertitel cendikiawan akan tetapi tidak kita temui ia melakukan sholat berjamaah, apalagi ibadah lainnya.

Salaf menggabungkan antara ibadah dan dakwah, sebagaimana ia belajar dan beribadah, ia tidak melupakan dakwah dengan menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar. Salaf adalah pertengahan dalam semua pembahasan ilmiah. Dalam fiqih ia tidak jumud dan fanatik, bersamaan dengan itu ia tidak melepaskan dirinya dari para ulama dan fuqaha’, ia mempelajari madzhab sebagai sarana bukan sebagai tujuan, yang akan menuntun mereka kepada sumber yang asli yaitu Al-Quran dan Sunnah. Dalam aqidah ia pertangahan dari semua kelompok yang menisbatkan diri kepada Islam, dalam shifat ia tengah antara Jahmiah1 dan Musyabbihah2. Dalam taqdir ia pertengahan antara Qadariah3 dan Jabariah4, dalam janji Alloh ia pertengahan antara Murji’ah dan Wa’idiyah, dalam penamaan iman salaf antara Haruriah5 dan Muktazilah6, dan dalam pandangan terhadap sahabat Rosululloh ia pertengahan antara Rafidhah7 dan Khawarij8.

 

4.3.2. Salaf adalah sebagi perekat perpecahan

Salaf satu-satunya kelompok yang dapat mempersatukan umat masa depan, sebagaimana ia satu-satunya kelompok yang telah berhasil menyatukan umat pada masa lalu. Jadi ia perekat persatuan pada masa dahulu, sekarang dan masa depan sampai hari kiamat. Dan kita telah menyaksikan bagaimana gagalnya kelompok-kelompok lain dalam mempersatukan umat, semakin mereka bekerja dan berbuat semakin panjang sobekan, semakin dalam jurang perpecahan dan semakin hebat cengkaraman pertikaian di kalangan kaum muslimin.

Oleh karena setiap kelompok mengajak kepada benderanya dan tuan gurunya, tidak mengajak kepada Al-Quran dan Hadits dan tidak mengajak kepada kehidupan para sahabat. Sudah kita upayakan persatuan dalam perbedaan kepentingan dan pemahaman, kita surukkan jauh-jauh aqidah kita masing-masing ke tempat yang sangat terpencil dalam lubuk yang sangat jauh. Mulailah duduk di sebelah kiri dan kanan kita orang shufi atau rafidhi, kita paksakan untuk tersenyum kepada saudara kita tersebut sambil menelan ludah kepedihan.

Tapi selama apapun kesabaran kita dan pura-pura mereka, ia hanya menunggu waktu!! Karena ketika mereka telah punya kesempatan, mereka menikam kita. Tidak ada lagi persaudaraan yang didakwakan, tidak ada lagi basa-basi yang dipaksa, semuanya terkuak, tutup muka telah dibuka. Kiranya kawan lama telah menjadi lawan, sahabat karib telah menjadi musuh. Itulah yang terjadi di Afghanistan, itu pula yang terjadi Mesir dan di seluruh negeri kaum muslimin.

4.3.3. Metode Ishlah menurut Salaf

Dakwah salaf adalah dakwah pembaharuan, memperbaharui kembali ajaran yang telah dikotori oleh pengajaran syirik, bid’ah dan khurafat. Kata pepatah Minang, “membangkit batang terendam”, batang yang selama ini telah tumbang dimakan oleh kumbang zaman dan telah lapuk ditelan usia, sekarang diangkat kembali, diperbagus kembali.

Bukan yang dimaksud dengan pembaharuan seperti orang yang memakai pakaian, ketika telah terasa sempit pakian tersebut, ia buang lalu ia ganti dengan pakaian lain. Tidak begitu, kalau ada pakaian yang tidak pernah usang dimakan zaman dan sesuai dengan semua orang maka ia adalah pakaian Islam. Dia hanya membutuhkan orang-orang yang membersihkan dan mencucinya dari kotoran dan daki yang melekat.

Bagaimana salaf memulai ishlahnya? Dengan apa mereka mempersenjatakan diri? Sarana apa yang mereka pergunakan? Dalam menjawab pertanyaan tersebut, salaf mempunyai 2 metode, yakni metode yang telah dipraktekkan oleh pendahulu mereka dan telah dilalui oleh semua para nabi dan rosul, yaitu:

Metode At Tashfiah

At Tashfiah dari kata `shaffa’ secara bahasa bermakna menyaring dan memurnikan, seperti orang yang hendak menyaring minyak dari sisa ampasnya. Dan secara istilah yaitu menyaring kembali Islam dari berbagai pemikiran dan ajaran, dan yang bukan berasal darinya. Jarak masa antara zaman kita dengan zaman kenabian lebih 14 abad dan jarak antara negeri kita dengan negeri kenabian sangat jauh dipisahkan oleh samudera dan ribuan mil perjalanan.

Dapat kita bayangkan bahwa keadaan masyarakat sudah begitu jahiliah padahal hanya dipisahkan dengan 7 abad dari pengajaran Isa, sedangkan antara negerinya dengan negeri Arab masih berdekatan. Berarti penyelewengan pada masa sekarang ini sungguh dahsyat, wajah kebenaran sulit dikenali dengan banyaknya wajah-wajah kebatilan, sehingga keindahannya tertutupi oleh rupa-rupa buruk kebatilan.

Diantara aspek-aspek pemurnian yang dilakukan oleh salaf adalah:

1. Aqidah Islam, yaitu dengan membersihkan aqidah Islam dan pemahaman dan pemikiran dari kelompok yang sesat, seperti kelopok Mu’tazilah, Khawarij, Jahmiah dan yang lainnya. Memurnikan Islam dari pengajaran yang datang dari luar Islam, seperti filsafat, adat dan kebudayaan umat lain. Seperti pernyataan Alloh ada dimana-mana dalam permasalahan shifat, atau mengkafirkan pelaku dosa besar dan sebagainya.

2. As-Sunnah, yaitu membersihkan hadits Rosululloh dari hadits-hadits palsu, dha’if dan munkar. Seperti perkataan, “Tuntutlah ilmu itu sampai ke negeri Cina” atau “Perbedaan pendapat itu rahmat” dan yang lainnya.

3. Tafsir, yaitu membersihkan semua penafsiran terhadap Al-Quran yang tidak berdasarkan tafsir yang benar atau takwil yang salah dan juga membersihkan tafsir dad riwayat yang tidak shahih. Seperti kisah Tsa`labah bin Hatib radhialIahu’anhu yang kufur nikmat, atau cerita khurafat tentang jenis kayu tongkat Musa ‘alaihissalam atau warna anjing Ashabul Kahfi dan sebagainya.

4. Fiqih, yaitu membersihkan semua pelajaran fiqih dari pengambilan dalil yang tidak shahih atau kekeliruan dalam berijtihad dan menjauhkan umat dari fanatik mazhab.

5. Bahasa Arab, yaitu membersihkan berbagai istilah yang tidak ada asalnya dalam bahasa Arab yang telah disisipkan oleh pelaku kesesatan.

6. Sirah Nabawiah dan sejarah Islam, yaitu membersihkan keindahan sejarah Islam dan tangan-tangan kebencian dan kedengkian. Seperti pertikaian para sahabat pada perang Jamal dan Shiffin.

Metode Tarbiah (Pembinaan)

Setelah Islam itu sendiri telah jelas bagi kita, telah nampak yang haq dan yang batil, maka kita mulailah melakukan pembinaan di atas Islam yang telah bersih tadi. Seperti orang hendak mendirikan bangunan, setelah tampak baginya tempat tegaknya, telah nyata keras tanahnya, maka di atas itulah dibangun pondasi, sehingga ia kokoh tidak goyah, ia kuat tidak mudah runtuh.

Secara bahasa tarbiah diambil dari kata Rabba bermakna membentuk sesuatu secara bertahap sampai pada tingkat kesempurnaan. Dan secara istilah adalah upaya yang dilakukan dengan berbagai cara dan metode yang tidak bertentangan dengan syariat dan membentuk manusia serta memeliharanya, sehingga ia menjadi tuan di permukaan bumi ini sebagai tuan yang terikat dengan penghambaan diri yang sempurna kepada Alloh.

Syaikh Ali Hasan berkata: “Ini semua nyata bagi kita akan hakikat tarbiah dan pengaruhnya, dan ia berpijak kepada 3 landasan”, yaitu :

  1. Pembinaan harus difokuskan dalam membangkitkan aqidah tauhid dan membersihkan kehidupan umat dari bidah dan penyelewengan sebagai mukaddimah untuk mempersiapkan dalam mengemban Islam untuk kedua kalinya.
  2. Standard pembinaan yang benar adalah berdirinya tarbiah berdasarkan Kitab dan Sunnah dengan menyelaraskan penerapan salaf, dan mengembalikan penyampaian ilmu Al-Quran dan Sunnah secara langsung, dengan mengacu kepada pemahaman salafus shalih dengan bantuan para ulama rabbani yang telah kenyang dengan Al-Quran dan Sunnah.
  3. Pembinaan tidak akan mungkin dipisahkan dengan masyarakat, ia mempunyai kaitan erat dengan kehidupan keseharian dan ia dapat beradaptasi dari pengalih pemahaman, akhlaq, adat, kebudayaan, sosial dan politik.

Siapa yang mengerti tentang landasan ini, berarti ia telah mengerti dengan sebenarnya tentang hakikat tarbiah, dan ia yakin bahwa yang dimaksud tarbiyah adalah pembinaan generasi muda diatas Islam yang telah dibersihkan dari semua yang telah kita sebutkan, dengan pembinaan yang benar semenjak ia kecil tanpa dipengaruhi oleh pendidikan Barat yang rusak.”9

 

4.3.4 Perkataan Para Ulama tentang Mazhab Salaf

Ubay bin Ka’ab berkata: “Hendaklah kamu berpegang dengan jalan (yang lurus) dan Sunnah, dan mencukupkan diri di atas jalan dan Sunnah lebih baik dari ijtihad yang menyelisihi jalan dan Sunnah”.

Abul ‘Aliah berkata: “Hendaklah engkau berpegang teguh dengan agama yang pertama (yaitu salaf) sebelum manusia berpecah”.

Dari Ayyub As-Sukhtiani; Aku dikabarkan dengan meninggalnya seorang Ahlussunah, seakan-akan copot salah satu anggota tubuhku, Dan beliau berkata, “Suatu kebahagiaan bagi anak muda dan orang ajam ketika ia diberi taufiq oleh Alloh mendapatkan seorang alim dari Ahlussunnah”.9

Ibnu Syauzab berkata: “Diantara nikmat Alloh atas seorang pemuda jika ia telah taat lalu bertemu dengan pengikut Sunnah yang membawanya kepada Sunnah”.

Sufyan Ats Tsauri berkata: “Aku wasiatkan agar berbuat baik kepada Ahlussunnah, sesungguhnya mereka dalam keadaan asing”.

Abu Bakar bin ‘Ayyash berkata: “Sunnah dalam Islam lebih baik dari Islam dalam seluruh agama”.

Imam Syafi’i berkata: “Ketika aku bertemu dengan seorang ahli hadits (yaitu Ahlussunnah), seakan-akan aku melihat salah seorang sahabat Rosululloh. “

Junaid berkata: “Semua jalan tertutup kecuali bagi orang-orang yang mengikuti jejak Rosululloh.”10

Al-Imam al-Auza’i berkata: “Teguhlah diatas Sunnah! Berhentilah di tempat mereka berhenti! Ucapkanlah seperti apa yang telah mereka ucapkan! Tinggalkanlah apa yang mereka tinggalkan dan tempuhlah jalan salaf shalih-mu! Sesungguhnya sudah cukup untukmu apa yang telah cukup bagi mereka. “11

Ya Alloh, Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati kami di atas agama-Mu. Wahai Zat yang memalingkan hati, palingkan hati kami dalam ketaatan-Mu.

Ya Alloh! lstiqamahkan diri kami dalam Sunnah nabi-Mu, dan wafatkan kami dalam Islam dan Iman.

Sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad-Shallallohu ‘alaihi wa sallam- keluarga beserta seluruh shahabatnya, Amin Yaa Rabbal ‘Alamin.

PENUTUP

Manusia diberikan hidup di dunia ini untuk berbahagia, Alloh masukkan Adam ke surga untuk merasakannya sejenak, sebelum diturunkan beliau dan keturunannya untuk berjuang dibumi, bukan untuk pergi darinya (surga) selama-lamanya tetapi untuk selalu merindukannya, seperti rindunya burung untuk pulang ke sangkarnya.

Bahagia mendapatkan surga sebagai balasan di akhirat, sama dengan bahagia mendapatkan hidayah sebagai anugerah di dunia, ia sejalan sealur, tidak dapat dipisahkan. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:“Seseorang tidak akan masuk surga akhirat sebelum ia merasakan surga dunia”.

Setelah seseorang bahagia dengan hidayah, berarti ia telah berada di pintu Islam. Apa yang harus ia tunggu?! Masuklah ke dalamnya! Nikmati hidangan dan pelayanannya! Kalau begitu,hendaklah ia segera masuk bergabung dengan Nabi dan para sahabatnya, beragama dengan agama mereka, jauh dari fanatik golongan atau ta’asshub partai, lari dari virus bid’ah dan khurafat.

Jadikan terus motto dalam ibadah, “Apakah itu pernah dilakukan oleh Rosululloh atau para sahabatnya?” Jika pernah, maka lakukan! Jika tidak, maka tinggalkan!! Karena amal ibadah yang dijamin masuk surga adalah amal ibadah yang telah mereka lakukan, bukan amalan yang diada-adakan oleh orang-orang setelah mereka.

Jangan berputus asa, karena selambat apapun anda berjalan menuju surga – selagi di jalan mereka, maka suatu hari engkau akan sampai jua di surga. Dan jangan tergesa-gesa atau berjalan tanpa peta, karena secepat apapun engkau berjalan tetapi bukan pada jalan mereka, maka lambat laun akan bertemu jalan neraka. Karena jalan ke surga hanya satu, sisanya adalah jalan ke neraka!!

Rosululloh suatu hari ditanya, “Seseorang mencintai suatu kaum, tapi tidak sanggup menyusul mereka?!” beliau menjawab, “Seseorang dikumpulkan dengan orang yang ia cintai”.

Semoga Alloh mengumpulkan kita bersama mereka dan mengistiqamahkan kita dalam Islamnya Rosululloh . Amin.

Foot note:

1 Nisbat kepada Jahm bin Shofwan yang mencopot semua sifat Alloh dari diri-Nya

2 Kelompok yang menyatakan bahwa sifat Alloh sama dengan sifat makhluk

3 Kelompok yang menyatakan bahwa manusia yang membuat takdirnya, bukan Alloh

4 Kelompok yang menyatakan bahwa manusia tidak berbuat apa-apa, semua baik dan buruk Dia yang berbuat tanpa ada hubungannya dengan perbuatan manusia. Manusia bagaikan daun yang ditiup angin atau seperti mayit dihadapan orang yang memandikannya

5 Pecahan dari khawarij yang menyatakan bahwa pelaku dosa besar di dunia kafir dan di akhirat masuk neraka kekal selamanya

6 Yang menyatakan bahwa pelaku dosa besar di dunia tidak kafir dan ber-iman dan di akhirat kafir, yang terkenal pemahaman mereka tersebut dengan istilah ‘manzilah bainal manzilatain’ (Satu tempat diantara dua tempat)

7 Yang menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Tuhan atau ma’shum

8 Yang mengkafirkan Ali bin Abi Thalib dan semua shahabat

9 At-Tashfiyah wat Tarbiyah Hal. 100-101

10 Al-Amru bil Ittiba’ wan Nahyu ‘anil Ibtida’, As Suyuthi

11 Dikeluarkan oleh Al-Ajurri dalam Asy-Syari’ah Hal. 58

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 16 April 2014 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s