RSS

Menjawab Pernyataan: Islam Mendholimi Wanita? Bag-1

15 Feb

Menjawab pernyataan nickname budi di yakoba3xxx@yahoo.com, dari artikel “Kedudukan dan Kesetaraan Wanita dalam Islam dan Al – Qur’an.”

yakoba1

Kedudukan Wanita di Mata Muhammad

Orang Muslim percaya bahwa Al-Quran, tanpa ada keraguan sedikitpun, mengajarkan kesetaraan antara pria dan wanita. Menurut mereka, tidak pernah ada pertikaian mengenai hal ini. Pria dan wanita adalah setara. Namun kenyataannya, sangat berbeda dengan yang disampaikan Al-Quran dan Hadits tentang wanita.

Wanita Kurang Akal dan Agamanya

Muhammad berkata kepada para wanita Muslim: ”Saya tidak melihat di antara orang-orang yang kurang akal dan agamanya….., selain daripada kamu sekalian” (Hadist Shahih Bukhari Volume 1, Buku 6 No. 301) Muhammad berkata demikian karena wanita yang sedang masa haid dilarang melakukan aktivitas keagamaanya. Seperti sholat, puasa maupun haji.

Jawab:

Ya, kami percaya bahwa Al – Qur’an tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya, karena Alloh ‘Azza wa Jalla yang menurunkan dan DIA-lah yang menjaganya. Tidak ada yang berubah sedikit pun dari sejak diturunkan-NYA kepada Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam, sampai saat ini. Tidak ada revisi tahunan seperti kitab kalian, yang namanya babi itu semua haram sampai hari kiamat, mau itu babi hutan, babi ternakan, babi hasil kloning bahkan babi jadi – jadian.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.(Q.S. Al – Hijr (15): 9)

Hadits yang anda datangkan, mengenai “kurangnya akal dan agamanya para wanita”, memang tercantum sebagai salah satu hadits shohih dari Imam Bukhori Rohimahullohu Ta’ala. Saya yakin, anda tidak punya kitab tersebut dan belum sama sekali membacanya, juga hanya hasil copy paste dari halaman web yang biasa debat kusir atas nama agama. Anda langsung jadikan hadits hasil copy paste itu sebagai justifikasi. Kenapa? Karena anda memotong hadits tersebut, yang apabila tidak dipotong maka ada jawaban akan pernyataan kurangnya akal dan agamanya para wanita.

Jalur hadits yang anda sampaikan di atas dari jalan Abu Sa’id Al – Khudri RA., tetapi anda tidak tahu kan tentang sanad hadits?

Aku tidak pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya paling bisa mengalahkan akal lelaki yang kokoh daripada salah seorang kalian (kaum wanita).” Maka ada yang bertanya, “Wahai Rosululloh, apa maksudnya kurang akalnya wanita?” Beliau menjawab, “Bukankah persaksian dua orang wanita sama dengan persaksian seorang lelaki?” Ditanyakan lagi, “Ya Rosululloh, apa maksudnya wanita kurang agamanya?” “Bukankah bila si wanita haid ia tidak sholat dan tidak pula puasa?”, jawab beliau. (HR. Bukhori no. 1462 dan Muslim no. 79)

Ayat tentang saksi tentang suatu kejadian:

وَاسْتَشْهِدُواْ شَهِدَيْنِ مِنْ رِّجَالِكُمْ ۖ فَإِن لَّمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّن تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَآ ءِ أَن تَضِلَّ إِحْدَ ىٰـهُمَا فَتُذَ كِّرَ إِحْدَ ىٰـهُمَا الْأُخْرَ ىٰ (٢٨٢)

Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang orang lelaki diantaramu. Jika tidak ada dua orang lelaki, maka boleh seorang lelaki dan dua orang wanita dari saksi saksi yang kamu ridhoi, supaya jika seorang lupa, maka seorang lagi mengingatkannya.” (Q.S. Al Baqoroh (2): 282)

Mengenai darah haid, hal ini merupakan bukti kasih sayang, rahmat dan kekuasaan Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang sangat besar bagi kaum wanita. Haid merupakan keringanan yang Alloh berikan kepada kaum wanita untuk tidak melakukan sholat dan puasa (untuk puasa Romadhon wajib tetap harus mengganti sebanyak hari – hari yang ditinggalkan, namun untuk beban syari’at dan ibadah lain masih bisa dilakukan. Wanita tetap wajib berhijab, menjaga kehormatan diri, keluarga, juga ibadah lain seperti tadabbur Qur’an dan ‘ilmu Islam, shodaqoh seperti infaq dan dzikir masih boleh dilakukan.

Tahukah anda siapa penghulu wanita di Surga kelak? Adalah Fathimah Rodhiyallohu ‘Anha. Tidak usah kaget, karena wanita pun bisa masuk Surga biarpun mereka haid.

yakoba2

Wanita Setengah dari Pria

Hadits mencatat bahwa: ”Kesaksian wanita hanya seperdua kesaksian kaum laki-laki” (Hadits Shahih Bukhari Volume 3 Buku 4 No 826). Dengan mengikuti aturan ini, wanita akan menjadi korban kejahatan pria. Dalam pengadilan agama Islam, seorang wanita harus dihukum mati bila kedapatan berzinah. Wanita tidak dapat membela dirinya, karena tidak ada saksi wanita lain. Tidak mungkin pula ada saksi pria yang melihat tindakan demikian.

Jawab:

Haditsnya masih dari konteks penjelasan hadits sebelumnya. Anda menyebutkan: “wanita akan menjadi korban kejahatan pria. Dalam pengadilan agama Islam, seorang wanita harus dihukum mati bila kedapatan berzinah. Wanita tidak dapat membela dirinya, karena tidak ada saksi wanita lain.  Tidak mungkin pula ada saksi pria yang melihat tindakan demikian.

Dalam hukum syari’at Islam, baik pria dan wanita yang telah menikah, kemudian mereka berzina – yang disebut muhshon dan muhshonat, maka baik si pria dan wanita akan sama – sama dihukum rajam sampai mati, setelah dibuktikan dengan saksi – saksi yang di persidangan akan perbuatan dosa mereka. Kalau tidak ada saksi – saksi yang dapat membuktikan wanita dan pria yang sama – sama telah menikah itu berzina, maka mereka akan lepas dari tuntutan. Anda mengerti hukum tidak? Vonis hukuman itu akan diterapkan kalau bukti – bukti dan saksi – saksi telah valid.

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُواْ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَ آءَ فَاجْلِدُو هُمْ ثَمَـٰنِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوْاْ لَهُمْ شَهَـٰدَةً أَبَدًا ۚ وَأُوْ لَىٰٓىِٕكَ هُمُ الْفَـٰسِقُونَ (٤)

“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, Maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya, dan mereka itulah orang-orang yang fasik.(Q.S. An – Nuur (24): 4)

Ini buktinya bahwa pria yang telah menikah, kemudian dia berzina – muhshon, dia juga akan dihukum rajam sampai mati.

Dari Jabir bin Abdulloh Al – Anshori RA, bahwa ada seorang pria dari Aslam datang kepada Nabi SAW, lalu mengutarakan kepada Beliau bahwa dirinya benar – benar telah berzina, lantas ia mempersaksikan atas dirinya (dengan mengucapkan) 4 kali sumpah. Maka kemudian Rosululloh SAW, menyuruh (para sahabat agar mempersiapkannya untuk dirajam), lalu setelah siap, dirajam. Dan dia adalah pria yang sudah menikah. (Shohih Abu Daud no: 3725, Tirmidzi II: 441 no. 1454, dan ‘Aunul Ma’bud XII: 112 no: 4407)

Kami yakin, jika syari’at Islam diterapkan di negara – negara barat yang merupakan kiblat kalian, maka jumlah populasi negara – negara tersebut tidak akan sebanyak sekarang karena alangkah banyaknya muhshon dan muhshonat yang dihukum rajam.

yakoba3

Wanita Pembawa Derita Bagi Pria

Muhammad juga berkata kepada kaum wanita: ”Tidak ada penderitaan yang lebih berbahaya bagi pria daripada wanita”(Hadits Shahih Bukhari volume 7, buku 62, no 33). Ironis sekali wanita dianggap sebagai pembawa derita bagi pria.  Wanita digambarkan sebagai sumber kejahatan dan nafsu yang akan menjerumuskan pria

Jawab:

Hadits yang anda sebutkan itu lengkapnya seperti ini:

Dari Usaman bin Zaid RA, Rosululloh SAW telah bersabda: “Tidaklah kutinggalkan suatu fitnah setelahku yang lebih dahsyat bagi kaum pria melebihi fitnahnya kaum wanita (Shohih Bukhori: 4706)

Anda tahu arti fitnah dalam bahasa Arab? Bahasa Indonesia menyerap kata fitnah dari bahasa Arab, lalu dibuat pengertian yang aneh oleh bahasa Indonesia dalam artian “tuduhan dusta”. Dalam syari’at Islam, arti fitnah adalah segala hal yang dapat mendatangkan cobaan dan ujian. Inilah fitrah yang diberikan Alloh SWT, kepada para pria. Cinta dan rasa suka juga sayang yang sangat besar pada wanita, dapat membuat pria yang kokoh pendiriannya melakukan hal – hal yang mendekati kriminalitas. Lihat saja di negara ini, berapa banyak orang – orang yang korupsi lalu membagi – bagi hasil korupsinya kepada wanita – wanitanya, ataupun berbuat kegilaan lain untuk menunjukkan sayangnya kepada wanitanya. Anda tahu kisah Romeo dan Juliet? Anda tahu kenapa Ratu Prancis juga dihukum mati pada Revolusi Prancis? Atau sering baca kisah bunuh diri pria yang ditolak cintanya oleh seorang wanita? Harta, tahta, wanita. Mana yang lebih besar fitnahnya bagi anda? Berhubungan tidak hadits ini dengan hadits yang paling awal?

Bukankah kehidupan bebas ala Amerika, dengan kumpul kebo, pesta zina di diskotik, yang kalian coba bawa ke negeri ini? Amerika telah kalah dengan fitnah dari kaum wanita.

yakoba4

Wanita Dijadikan Seperti Tanah

Menurut Al-Quran ”Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki …” (Qs 2:223). Menurut ayat di atas, pria dapat berbuat semena-mena terhadap wanita dalam hal seksualitas.  Seksualitas pria diakui, diberlakukan dan ditegaskan oleh Al-Quran.  Kebutuhan wanita secara total diabaikan.

Jawab:

Wanita dijadikan seperti tanah. Bukankah memang manusia itu memang penciptaannya berasal dari tanah? Di agama kalian, dikenal istilah “From dust to dust.”

Ayat Al – Qur’an yang anda bawakan lengkapnya sebagai berikut:

نِسَآ ؤُكُمْ حَرْثُ لَّكُمْ فأْتُواْ حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُواْ اللهَ وَاعْلَمُوٓ اْ أَنَّكُم مُّلَـٰقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (٢٢٣)

 “Istri istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Alloh dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-NYA. Dan berilah kabar gembira orang orang yang beriman.(Q.S. Al – Baqoroh (2): 223)

Anda mengerti tentang majas dan perumpamaan tidak? Jika anda bilang memanggil “baby” atau “honey” kepada istri anda, apakah istri anda seorang bayi atau tidak ubahnya madu? Jika anda bilang pekerjaan anda adalah ladang anda, apakah itu berarti pekerjaan anda petani atau pekebun?

Para istri – istri bagi kami, adalah halal sesuai syari’at. Kami menikahi mereka dengan “Mitsaqon Golidza”-perjanjian yang agung di hadapan penduduk langit dan bumi. Hasrat biologis adalah fitrah manusia, dan harus disalurkan kepada pasangan yang halal, tidak seperti kehidupan kalian yang sangat Amerika sekali.

Anda menulis: “pria dapat berbuat semena-mena terhadap wanita dalam hal seksualitas.  Seksualitas pria diakui, diberlakukan dan ditegaskan oleh Al-Quran.  Kebutuhan wanita secara total diabaikan.

Kata siapa dapat semena – mena? Kami dilarang menyetubuhi istri – istri kami dari dubur dan ketika mereka sedang haid, juga dilarang ketika siang hari berpuasa, tidak seperti kalian tidak ada aturannya dalam Injil versi revisi, kan? Semena – mena yang mana?

Anda juga menulis, kebutuhan wanita secara total diabaikan? Kata siapa wanita tidak punya tempat menyalurkan hasrat biologis secara halal? Pernikahan adalah menghalalkan hubungan suami istri yang syah. Hak – hak suami dan hak – hak istri, adalah wajib bagi kami untuk ditunaikan:

“Ketahuilah sesungguhnya kalian mempunyai hak yang harus ditunaikan oleh istri kalian, dan istri kalian pun memiliki hak yang wajib kalian tunaikan.” (Hasan: Shohih Ibnu Majah no. 1501, Tirmidzi II: 315 no. 1173, Ibnu Majah I: 594 no. 1851)

Hadits di atas mewajibkan kami para suami untuk menunaikan hak para istri kami, termasuk di dalamnya hak mendapatkan kepuasan biologis.

Atau, mungkin maksud anda dari kebutuhan wanita secara total itu adalah poliandri? Atau memberikan kebebasan wanita untuk berhubungan badan dengan pria manapun? Apakah itu ada di agama kalian? Na’udzubillahi min dzalik.

Bersambung…Insya Alloh

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 15 February 2014 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s