RSS

Ketika Kejujuran Hanya Menjadi Hiasan Lisan

16 Apr

Dalam agama Islam, jujur merupakan perilaku yang terpuji dan akhlak yang mulia. Kejujuran juga merupakan pedang Alloh SWT., di muka bumi yang akan menebas segala kedustaan, serta membedakan antara orang – orang munafik dengan orang – orang beriman. Seorang muslim tidak hanya melihat, bahwa perilaku jujur merupakan akhlak yang terpuji semata. Akan tetapi, wajib bagi setiap muslim untuk berakhlak dengannya, karena perilaku jujur merupakan penyempurna Islam dan Imannya. Namun, di akhir zaman ini sangat sulit untuk menemukan orang yang berhias dengan perilaku jujur ini. Hampir – hampir hilang tenggelam dalam lautan dusta.

Pengertian Jujur

Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata, “Jujur adalah kesesuaian antara lahir dan batin, perkataan dengan perbuatan, berita dengan kenyataan.” [Bahjatun Nadhirin (1/106)]

Perintah Berlaku Jujur dan Menjaga Amanah

Alloh Ta’ala memerintahkan kepada para hambanya yang beriman untuk berlaku jujur dan senantiasa berhias dengan sifat jujur, sebagaimana firman-NYA:

يَــٰٓــــأَ يُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُواْ اتَّقُواْ اللهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّـٰدِ قِينَ (١١٩)

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Alloh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.(Q.S. At – Taubah (9): 119)

Alloh Ta’ala juga berfirman:

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّواْ الْأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا…(٥٨)

Sesungguhnya Alloh menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…” (Q.S. An – Nisaa’ (4): 58)

Rosululloh SAW., juga mewanti – wanti kaum muslimin agar menjauhi sifat dusta, karena kedustaan hanyalah sifat yang dimiliki oleh orang – orang munafik. Sebagaimana sabda Rosululloh SAW:

“Tanda orang munafik ada 3 (yaitu), bila berkata dusta, bila berjanji mengingkari, dan bila diberi amanat berkhianat.” (HR. Bukhori)

Buah dari Kejujuran

Sesungguhnya seorang yang mau membiasakan dirinya untuk berlaku jujur dan menjauhi dusta akan mendapat faedah yang banyak, di antaranya:

A. Mendapat Petunjuk Jalan Menuju Surga

Rosululloh SAW., bersabda:

“Dari Ibnu Mas’ud RA., dari Nabi SAW., bersabda: “Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan mengantarkan kepada Surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur, maka dia akan dicatat di sisi Alloh sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan mengantarkan kepada Neraka. Jika seseorang senantiasa berdusta, maka akan dicatat di sisi Alloh sebagai pendusta. (Muttafaqun ‘Alaihi)

Maka, kita dapat mengambil pelajaran dari hadits di atas, bahwa seorang muslim dianjurkan untuk berlaku jujur, karena akan menghantarkan pelakunya menuju Surga. Dalam hadits tersebut juga terdapat peringatan bagi kaum muslimin untuk menjauhi sifat dusta.

B. Ketenangan Hati

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Tholib berkata:

“Aku menghafal dari Rosululloh SAW., ‘Tinggalkanlah apa – apa yang membuatmu ragu kepada kepada yang tidak meragukanmu, sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, sedangkan kedustaan adalah keragu – raguan’…” [HR. At – Tirmidzi (2518), An – Nasaa-i (8/327-328), Ahmad (1/200)]

C. Diangkat Derajatnya

Rosululloh SAW., bersabda:

“Barangsiapa minta kepada Alloh dengan dengan jujur agar mati syahid, maka Alloh Ta’ala menyampaikannya ke derajat orang – orang yang mati syahid, meskipun dia mati di atas ranjangnya.” [HR. Muslim(1909)]

D. Mendapat Barokah dalam Usahanya

Rosululloh SAW., bersabda:

“Dua orang yang berjual beli memiliki khiyar (hak pilih) sebelum keduanya berpisah. Jika mereka berdua jujur dan menjelaskan (adanya aib/ cacat barang), maka jual beli keduanya diberkahi. Namun, jika keduanya menyembunyikan cacat serta berdusta, maka dihapus keberkahan jual beli mereka.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Berbeda dengan orang – orang yang suka berdusta, bisa jadi ia akan untung besar dan menjadi orang yang sukses. Namun, perlu diingat, bahwa kedustaan tidak mendatangkan keberkahan sedikit pun, bahkan akan membinasakan pelakunya.

Macam – macam Kejujuran

A. Jujur dalam Ucapan

Seorang muslim tidaklah berkata, melainkan dengan benar dan jujur. Kejujuran dalam berkata merupakan salah satu macam kejujuran yang paling nampak dan terlihat, jika dibandingkan dengan yang lainnya, karena dengan ucapanlah seseorang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

B. Jujur dalam Bermuamalah

Apabila seorang muslim bermuamalah dengan orang lain, hendaknya dia berlaku jujur, tidak menipu, tidak curang, serta tidak memalsukan sesuatu apapun. Suatu ketika Rosululloh SAW., melewati tumpukan makanan (yang dijual), lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya dan beliau mendapati tangannya basah. Maka beliau mengatakan:

“Apa – apaan ini wahai pemilik makanan? Terkena hujan, ya Rosululloh,” jawabnya. Beliau mengatakan, “Tidakkah engkau meletakkannya di bagian atas makanan itu supaya orang melihatnya? Siapa yang menipu bukan dari golongan kami.” [Shahih, HR. Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ath Thabrani]

Rosululloh SAW., bersabda:

“Barangsiapa yang berbuat curang kepada kami, maka dia bukan dari golongan kami dan makar, serta penipuan itu (tempatnya) di Neraka.” [Hasan Shahih, HR. Ath Thabrani dalam Kitab Mu’jam Al Kabir dan Ash Shagir dengan sanad yang bagus dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya. Lihat, Shahih At Targhib (2/159 no. 1768)]

C. Jujur dalam Tekad

Apabila seorang muslim memiliki tekad, atau keinginan yang kuat untuk melakukan suatu pekerjaan, hendaklah dia melakukannya dengan tanpa keraguan dan tidak berpaling kepada yang lainnya, sampai ia benar – benar menyelesaikannya.

D. Jujur dalam Janji

Tak sepantasnya seorang muslim itu mengingkari janji. Apabila dia berjanji kepada seseorang hendaknya dia menepatinya. Alloh memuji orang – orang yang berlaku jujur, sebagaimana Alloh SAW., memuji Nabi Isma’il AS:

وَاذْكُرْ فِى الْكِتَـٰبِ إِسْمَعِيلَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا (٥٤)

“Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan Dia adalah seorang Rosul dan Nabi. (Q.S. Maryam (19): 54)

E. Jujur dalam Penampilan

Seorang muslim tidak menampakkan sesuatu yang dia tidak memilikinya, sehingga apa yang nampak selaras dengan yang tersembunyi. Karena, orang yang memberatkan diri menampakkan apa yang tidak nampak, karena orang yang melakukan seperti itu sama halnya dengan memakai pakaian kedustaan. Sebagaimana sabda Rosululloh SAW:

“Orang yang pura – pura kenyang terhadap apa yang tidak diberikan kepadanya, seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” (HR. Muslim (126, 137))

Hadits ini bermakna, bahwa orang – orang yang berhias, atau berdandan dengan apa yang dia tidak memilikinya dengan tujuan, agar seperti terlihat seperti orang kaya, maka dia seperti orang yang memakai pakaian usang supaya nampak kezuhudannya, padahal dia tidak zuhud dan tidak pula miskin. [Lihat, Minhajul Muslim (133,134)]

Teladan Kejujuran

Diriwayatkan dari Imam Al – Bukhori Rohimahulloh, bahwa suatu ketika beliau keluar untuk mencari hadits dari seseorang. Imam Al – Bukhori pun melihat orang tersebut sedang mengejar kudanya yang lepas. Dia merentangkan selendangnya seakan – akan di dalamnya terdapat makanan untuk kuda tersebut. Akhirnya, kuda tersebut mendekat dan dia berhasil menangkapnya kembali. Lalu, Imam Al – Bukhori mendekati orang tersebut dan bertanya, “Apakah engkau juga membawa makanan?” Laki – laki tersebut menjawab, “Tidak, aku hanya mengelabuinya.” Imam Al – Bukhori pun berkata kepada orang tersebut, “Aku tidak akan mengambil hadits dari orang yang berbohong terhadap binatang ternak.” [Lihat Minhajul Muslim (134)]

Dari kisah di atas dapat diambil pelajaran dan keteladanan dari sifat kejujuran tinggi yang dimiliki oleh Imam Al – Bukhori Rohimahulloh. Semoga, Alloh menjadikan kita termasuk orang – orang yang suka mendengarkan kebaikan dan mengikuti yang terbaik yang di antaranya.

Wallohu A’lam.

Oleh: Nur Kholis.

[Diambil dari Buletin Dakwah Al – Minhaj, dengan beberapa editan seperlunya]

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 16 April 2013 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s