RSS

Dosa Kecil Menjadi Besar

17 Dec

Dosa, perihal dosa terkadang membuat kita terdiam bahkan sampai menangis, ataupun ada yang eneg untuk mengingatnya. Ayyuhal Ikhwah, dosa itu bertingkat – tingkat seperti halnya neraka itu pun bertingkat – tingkat pula. Kita tidak boleh memandang remeh terhadap dosa – dosa kecil yang kita lakukan karena dosa dapat juga berkembang dan berubah menjadi dosa besar dengan adanya berbagai sebab. Berikut kami sebutkan beberapa diantaranya,  yaitu:

Moslem in Du'a

1. Karena dosa kecil itu dikerjakan terus – menerus atau dikerjakan terus tanpa berhenti.

Seperti halnya tetesan air yang berulang kali jatuh di atas batu, lama kelamaan tentulah berbekas pula. Tetapi tidak akan berbekas jika batu itu dituangi air berapa pun banyaknya dengan sekali tuang! Dalam soal amal baik, Rosululloh S.A.W pernah bersabda yang bermaksud: “Sebaik-baik amal ituadalah yang terkenal atau yang paling rutin mengerjakannya, sekalipun hanya sedikit. (HR. Bukhori dan Muslim)

2. Karena adanya anggapan kecil pada dosa yang dilakukannya.

Jika seseorang menganggap dosa yang dilakukannya besar, maka disisi Alloh dianggap kecil, dan jika seseorang itu menganggap dosa yang dilakukannya kecil, maka disisi Alloh dipandang besar. Sebabnya adalah karena anggapan besar itu timbul dari qolbu yang sebenarnya tidak suka melakukannya atau ingin menjauhinya. Kalau akhirnya dosa itu dikerjakan juga, hal ini berlaku sebab hebatnya godaan dan lain sebagainya. Ketidaksukaan melakukan inilah yang menyebabkan dosa yang dikerjakan sangat sedikit meninggalkan bekas dalam hatinya. Sebaliknya jika dosa itu dianggap kecil oleh yang melakukannya, tidak lain sebabnya adalah karena hatinya amat condong melakukannya. Kecondongan inilah yang menyebabkan dosa yang dikerjakanya sangat berbekas dalam hatinya. Selain itu, sikap memandang kecil akan dosa mempunyai kesan negatif. Orang menjadi tidak takut lagi untuk berbuat dosa dan kurang peduli terhadap dosa.

3. Karena dosa kecil itu dilakukan dengan senang hati dan terasa nikmat.

Sebabnya adalah karena dosa dikerjakan dengan senang dan nikmat, ia akan terpatri di dalam batin, bahkan juga akan menimbulkan noda kehitaman yang amat sangat dalam qolbu. Tidak ada rasa penyesalan dan selalu ingin mengulanginya kembali. Perasaan berbahagia bahkan bangga dalam dosa satu hal yang sangat buruk.

4. Karena dosa kecil itu dilakukan dengan perasaan aman/ bebas dari balasan Alloh.

Sebetulnya perbuatan apa pun terlepas besar atau kecil tidak mungkin terlepas dari pengawasan Alloh Al – Bashir. Alloh teramat teliti mengawasi segala sesuatu. Hanya orang yang bodoh/ tersesat saja yang merasa dirinya aman/ bebas dari pengawasan Alloh Al – Bashir. Walaupun (nampaknya) aman dari balasan Alloh, karena Alloh memang menangguhkan balasan itu sebagai kemurkaan-Nya yaitu perkara Istidroj, agar dengan demikian makin banyak lagi dosa yang dikerjakannya dan akan dibalas di akhirat kelak. Perasaan aman dari pengawasan/ balasan Alloh, meyebabkan seseorang itu terus berkecimpung dalam dosa dan noda dan bahkan semakin berani melakukanya.

5. Karena dosa kecil itu diberitahukan atau diperlihatkan kepada orang lain.

Adakalanya dosa itu dilakukan dengan tidak diketahui orang lain, tetapi kemudian diberitahukan kepada orang lain. Dan ada kalanya pula waktu melakukannya memang di hadapan orang lain. Orang yang demikian telah melakukan dua macam pelanggaran. Dosanya karena melakukan kesalahan dan dosa memperlihatkan kesalahan kepada orang. Sebenarnya dosa yang dikerjakan menjadi rahasia dirinya sendiri sebab hanya dia sendiri dan Alloh yang mengetahui. Begitu juga dosa yang sebenarnya dapat dilakukan dengan diam-diam dengan tidak diketahui orang lain, mengapa dilakukan di muka orang lain? Jadi dosa yang pertama, karena ia melakukan kemaksiatan itu dan dosa yang kedua karena cara ia melakukan dosanya itu dapat menggerakkan keinginan buruk orang lain untuk menirunya. Dengan begitu, satu perbuatan kemaksiatan menyebabkan dua bentuk dosa. Itulah sebabnya dosa kecil berubah menjadi dosa yang besar.

6. Karena dosa kecil itu dilakukan oleh panutan yang mempunyai banyak pengikut.

Orang yang menjadi panutan mempunyai pengaruh besar kepada para pengikutnya. Karena itu dosa yang dikerjakannya kemungkinan besar akan diikuti pula oleh para pengikutnya. Inilah yang menyebabkan dosa kecil tadi berubah menjadi dosa besar. Dalam sebuah hadits disebutkan: “Barangsiapa yang men-sunnahkan (mencontohkan) kebiasaan yang buruk, lalu diamalkan (oleh orang yang mencontoh), maka dia akan menanggung dosanya & dosa (orang) yang mengerjakan setelahnya, tanpa mengurangi dari dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim & Ibnu Majah)

Tetapi sebagaimana halnya berlipat gandanya dosa yang dilakukan oleh para panutan itu, maka berlipat ganda pulalah kebaikan yang dibuat olehnya, apabila banyak orang yang mengikut dan melanjutkan amal baiknya itu.

Na’udzubillahi min dzalik.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 17 December 2012 in Hadits, Islam

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s