RSS

Pendeta Yahudi Bertanya

30 Apr

Saat itu Tsauban RA., berada bersama Nabi SAW., tiba-tiba datanglah seorang pendeta Yahudi.

la mengucapkan salam, “Assalamu’alaika Yaa Muhammad!”

Serentak Tsauban memukulnya. Hampir saja dia mati.

“Kenapa kamu memukul saya?” tanyanya.

Aku (Tsauban) menjawab, “Mengapa tidak kamu panggil beliau Yaa Rosululloh? Kami hanya mau memanggilnya dengan menyebut nama yang diberikan keluarganya,” jawabnya.

Mendengar ini, Rosululloh SAW., menyahut, “Namaku adalah Muhammad. Itulah nama yang diberikan keluargaku.”

“Aku datang untuk bertanya kepadamu,” katanya.

Beliau balik bertanya, “Apakah jawabanku berguna bagimu?”

Si Yahudi menjawab, “Akan aku dengar dengan telingaku.”

“Tanyalah!” kata Rosululloh sambil menggariskan sebatang kayu yang beliau pegang ke tanah.

“Di mana manusia pada hari kiamat?” tanyanya.

Beliau menjawab, “Mereka berada di dalam kegelapan sebelum jembatan.”

la bertanya lagi, “Lalu siapa yang paling dahulu lewat?”

Beliau menjawab, “Orang orang Muhajirin yang miskin.”

“Apa hadiah untuk mereka saat masuk surga?” tanyanya kemudian.

Beliau menjawab, “Hati ikan besar.” Dia bertanya lagi, “Lalu apa makanan mereka setelah itu?”

Beliau menjawab, “Untuk mereka disembelihkan sapi jantan surga yang makan dari tetumbuhan surga.”

“Apa minuman mereka?” tanyanya.

Jawab beliau, “Mata air yang disebut Salsabila.”

la berkata, “Engkau benar.” Kemudian lanjutnya, “Aku ke sini juga untuk menanyaimu tentang sesuatu yang hanya diketahui oleh Nabi atau satu orang atau dua orang saja.”

Beliau bertanya, “Akankah bermanfaat bagimu apabila aku jawab?”

“Aku akan dengar dengan telingaku,” katanya. “Aku datang untuk bertanya tentang anak.”

Beliau bersabda, “Sperma lelaki berwarna putih, sedang punya wanita berwarna kuning. Apabila keduanya berkumpul, lalu mani lelaki mengungguli mani perempuan, maka anak itu (akan lahir) lelaki dengan izin Alloh SWT. Dan, apabila mani wanita mengungguli mani lelaki, berarti anak itu (akan lahir) perempuan dengan izin Alloh SWT.”

Si Yahudi berkata, “Ucapanmu sungguh benar, dan engkau benar-benar seorang Nabi.”

Setelah dia pergi, Rosululloh bersabda, “Pertanyaan yang diajukannya tadi, tidak aku ketahui jawabannya kalau Alloh tidak memberitahuku.”

(HR. Muslim diriwayatkan dari Tsauban)

***Diambil dari Buku Miftāhu Dāris Si’ādah – Kunci kebahagiaan***

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 30 April 2012 in Hadits

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s