RSS

Surat Yang Tidak Pernah Terkirim

21 Apr

Assalāmu’alaikum Wr., Wb.

Kaifa halukum? Wa kaifa imanukum Akhwat Fillah? Mungkin sampai nanti pun surat ini tidak akan sampai lewat pos surat, lewat email, lewat BBM, ataupun note akun pertemanan langsung pada antum. Surat ini, dibuat hanya dengan satu niat yaitu hanya ridho-NYA, Robb segala makhluk, Al – Malik segala makhluk, dan yang mempunyai salah satu Nama yang Agung yaitu Ash – Shomad. Teringat akan sabda Rosul SAW:

“Nasihatilah wanita dengan kebaikan.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Maka dengan teriring amanah dari Nabi yang akan kita harapkan syafa’atnya di Hari Akhir kelak, surat ini hanya tertuang dalam media ini.

Akhwat Fillah. Begitu mesranya Alloh ‘Azza wa Jalla dalam banyak firman-NYA telah memanggil kalian dengan indah, sesuai kadar keindahan yang diamanahkan-NYA kepada kalian. Kebaikan dan keindahan itu telah diamanahkan-NYA tanpa kecuali kepada kalian, tidakkah antum sadar akan kebaikan-NYA yang bukan hanya menjadi hak para Ar – Rijal semata?

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alloh, Alloh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. Al – Ahzab (33): 35)

Subhanalloh wa bihamdihi, ampunan dan pahala-NYA yang besar telah dijanjikan-NYA. Tidakkah antum lihat bahwa kalian setara dalam hak untuk mendapat ampunan dan pahala-NYA juga? namun antum harus sadar bahwa setiap Raja punya hak pula, sementara antum harus tahu apa hak – hak Alloh SWT., dari tiap hamba – hamba-NYA! yaitu mentauhidkan-NYA dan tidak menyekutukan-NYA dengan segala sesuatu yang tidak akan pernah bisa setara dengan-NYA. Inilah misi dakwah para Nabi dan Rosul-NYA.

Akhwat Fillah. Wahai para muslimah kebanggaan Islam yang menyimpan keimanan dalam setiap qolbunya, taukah bagaimana cara men-tauhidkan-NYA? ana yakin diantara kalian bahkan sudah bisa menjawab 3 cabang tauhid yaitu Rububiyah, Ubudiyah dan Asma wa Sifat. Namun sekali lagi, taukah bagaimana menerapkan ke-3 cabang ketauhidan ini?

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Alloh dan Rosul-NYA telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Alloh dan Rosul-NYA maka sungguhlah dia telah sesat, (dengan) sesat yang nyata.” (Q.S. Al Ahzab (33): 36)

Siapakah yang lebih mengetahui apa yang baik dan buruk bagi setiap hamba-NYA? yaitu jelas pencipta semua hamba tersebut, yaitu Alloh Al – Kholik. Maka dari itu, Alloh ‘Azza wa Jalla telah membuat batasan aturan yang jelas bagi kalian juga, untuk menjaga antum sekalian dari kerusakan, fitnah, dari titipan keindahan yang diamanahkan-NYA kepada kalian.

Akhwat Fillah, para muslimah perindu perjumpaan dengan Alloh SWT., di Hari Akhir yang kekal kelak. Sehatkah qolbumu? Atau sedang sakit? Atau na’udzubillah, sudah mati bahkan sebelum jasadmu dikuburkan? Sadarlah bahwa qolbumu adalah pemberi komando langkah hidup ini. Lihatkah? Sadarkah? Qolbu itu selalu berubah – ubah bahkan setiap detiknya, layaknya gelembung udara dari air yang dipanaskan, bergerak ke segala arah. Untuk itulah syari’at dan ketentuan-NYA diberikan lewat Al – Qur’an dan dicontohkan oleh Rosul SAW., agar qolbu itu selalu mengarah ke jalan Islam yang merupakan satu – satunya jalan yang diridhoi-NYA untuk semua hamba-NYA tanpa kecuali.

Akhwat Fillah. Islam mengajak kepada jalan yang selamat, bukan kepada jalan yang sesat dan celaka. Itulah ciri khas Islam yang tidak dimiliki Dien lainnya. Semua keindahan dan kecantikan, adalah sesuatu yang harus dijaga oleh kalian. Oleh karenanya Alloh SWT., telah memerintahkan kalian untuk berhijab, secara qolbu dan secara fisik. Ucapkanlah segala puja dan puji pada-NYA, karena hanya Islam-lah yang begitu memperhatikan dan menjaga kalian dengan perintah untuk berhijab, tidak ada agama lainnya yang begitu detail bagaimana kalian harus berhijab, juga menjawab mengapa kalian harus berhijab.

Saudariku Fillah, berbagai fitnah – cobaan bisa timbul dari kalian, sebagaimana sabda Rosul SAW:

“Tidaklah aku tinggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya atas laki-laki melebihi fitnahnya wanita.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah dan An-Nasa’i)

Pada hakikatnya tidak ada satupun hamba – hamba-NYA yang luput dari khilaf dan dosa, kecuali bagi hamba – hamba-NYA yang telah diberi rahmat-NYA. Ingatlah bagaimana Iblis telah bersumpah kepada-NYA untuk mengganggu dan menyesatkan semua keturunan Adam AS., untuk menjadi temannya di neraka kelak. Begitu gigihnya genderang perang Iblis dimulai pada Nabi Adam AS. saat itu, tetapi karena begitu patuhnya Adam AS., kepada aturan-NYA, maka Iblis mencari cara lain melalui istrinya Hawa AS. Ambillah kisah tersebut, cukupkanlah kisah tersebut sebagai ibroh bagi kalian, bahwa Iblis dan keturunannya benar – benar menggunakan kalian untuk menjerumuskan hamba – hamba-NYA ke liang kehinaan. Apakah antum sekalian mau menjadi alat dan sarana bagi Iblis dan keturunannya untuk menyesatkan manusia dari jalan-NYA?

Maka timbulkanlah kesadaran bahwa Alloh Maha Melihat dan Maha Mendengar. Sadarilah bahwa perintah-NYA untuk menghijabi diri akan menjadi penyelamat dan pelindung. Berhijablah secara fisik, sesuai perintah-NYA pada surat An – Nuur:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. An – Nuur (24): 31).

dan di surat Al – Ahzab:

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al – Ahzab (33): 59).

Setelah (mungkin bosan) mendapati kedua ayat-NYA di atas, maukah antum mulai berhijab fisik dan atau membenarkan hijab fisik kalian yang masih terasa nyaman menurut akal dan nafsu saja? Ingatlah bahwa kaum pria pun mempunyai hak dari kalian, yaitu tidak melihat aurot kalian dalam balutan hijab kalian yang asal – asalan.

Mari saudariku, hijabkanlah sifat dan sikap kalian, sebagaimana firman-NYA di ayat yang lain:

 “Wahai istri-istri Nabi, kalian tidak sama dengan wanita-wanita yang lain, jika kalian bertakwa maka janganlah kalian melembutkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Q.S. Al Ahzab (33): 32)

“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Alloh, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Alloh untuk mereka. Sesungguhnya Alloh maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al – Mumtahanah (60): 12).

Sekali lagi akhwat fillah, adakah kitab atau agama lain yang begitu detail menjelaskan hijab fisik dan hijab sifat dan sikap?  Sungguh, Alloh ‘Azza wa Jalla begitu memperhatikan dan menjaga titipan amanah-NYA kepada kalian!

Beberapa wanita dari Bani Tamim masuk menemui ‘Aisyah RA., dengan mengenakan pakaian tipis. Maka ‘Aisyah RA., berkata: “Kalau kalian ini wanita yang beriman, maka yang seperti ini bukanlah pakaian wanita beriman. Tapi kalau kalian bukan wanita beriman, maka nikmatilah pakaian seperti ini.”

Amat disayangkan saudariku fillah, justru batasan hijab yang justru akan menyelamatkan dan menjaga kalian, malah diselewengkan dengan mencari celah menurut akal dan nafsu belaka. Begitu banyak diantara kalian saudariku fillah, begitu rapinya menjaga diri kalian di kehidupan nyata, tapi akun pertemanan kalian malah menceritakan bagaimana kalian tidak mau berhijab dengan alasan tidak kontak langsung. Apa celah yang telah kalian lakukan? Justru kalian telah mengiyakan dan membenarkan wahyu dari golongan syetan, dengan meniadakan hijab fisik dan sifat juga sikap kalian di akun pertemanan kalian.

Begitu banyak bicara kalian di akun pertemanan kalian, begitu senangnya kalian akan sapaan, akan penilaian, akan kelakuan menyimpang kalian. Na’udzubillah, bahkan atas nama dakwah antum berikhtilat dengan ajnabi, seolah – olah tiada ikhwan lain yang bisa.

Rosul SAW., telah bersabda:

“Kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengarkan, lidah zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, dan kaki zinanya adalah melangkah, sampai kemaluan yang membenarkan atau mendustakan.” (Muttafaq ‘alaih)

(Gambar dari gadisberjilbab.tumblr.com)

Jika antum berpikir, semua itu dipulangkan kepada khalayak bagaimana memandang kalian, lalu….niat apa dan buat apa sebenarnya foto – foto kalian dipajang? Na’udzbillah, bahkan kalian yang aktif mengikuti tarbiyah dalam halaqoh pun tidak menyadari celah syetan yang satu ini.

“Dia (Alloh) mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan di dalam dada.” (Q.S. Al Ghoofir (40): 16)

Tidakkah kalian sedikit saja berpikir, apa yang akan anti lakukan jika semua teman – teman ataupun orang yang tidak anti kenal telah menjadi deretan teman di akun pertemanan kalian? Apa yang akan anti lakukan jika sudah tidak ada lagi orang yang bisa anti tunjukkan untuk “memperkenalkan” diri kalian yang sebenarnya menyimpang? Apa hanya akan update status kata – kata bijak dan kata – kata mutiara saja dari para motivator dan inspirator? Atau hanya akan menyampaikan risalah Islam berupa potongan ayat-NYA dan hadits Rosul SAW? padahal Alloh SWT., sangat membenci orang – orang yang berkata jalan kebaikan padahal mereka tidak melakukannya.

“Maka ketika mereka menyimpang, maka Alloh pun menyimpangkan hati mereka.” (Q.S. Ash Shaff (61): 5)

Itulah mengapa Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah menyebutkan salah satu tipikal qolbu sakit, qolbu yang sedang terlena dengan nafsu dan syahwat.

Akhwat Fillah. Tidakkah engkau mau meninggalkan semua celah yang menimbulkan gejolak syahwat, seperti ikhtilath (bercampur baur) dengan yang berlainan jenis di tempat – tempat umum, baik itu atas nama reuni terselubung, atau bahkan karaoke? atau ifthor shoum bersama yang sejak kapan ada ifthor shoum dilanjutkan di kafe – kafe atau tempat karaoke sampai larut malam? Sadarilah itulah celah yang dipakai pasukan syetan untuk menjerumuskan kita. Lalu setelah itu, tidakkah antum malu kalau foto kalian yang membuka hijab bahkan (na’udzubillah) dipajang di album reunian oleh teman priamu? Lihatlah kembali siapakah mahrom kalian yang diperbolehkan-NYA di surat An – Nuur: 31, teman wanita kalian dan teman – teman pria kalian sejak kecil atau ajnabi lain tidak termasuk di dalamnya, kan?

Saudariku fillah, berikanlah porsi perhatian kalian yang amat besar akan buruknya berikhtilat. Satu kisah bisa dijadikan ibroh dari Ummu Humaid istri Abu Humaid As-Sa’idi RA., mendatangi Nabi SAW., seraya berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka sholat bersamamu.” Beliau SAW., bersabda:

“Aku tahu bahwa engkau suka sholat bersamaku, tetapi sholatmu di dalam rumahmu (yang paling dalam) lebih baik daripada sholatmu di dalam kamarmu. Dan sholatmu di dalam kamarmu, lebih baik daripada sholatmu di dalam rumahmu (yang tengah), dan sholatmu di dalam rumahmu (yang tengah), lebih baik daripada sholatmu di masjid kaum-mu. Dan sholatmu di masjid kaum-mu, lebih baik daripada sholatmu di masjidku.” Perawi berkata: “Maka Ummu Humaid memerintahkan (membangun tempat sholat-pen), lalu dibangunlah masjid (yakni tempat untuk sholat) untuknya di ujung rumah di antara rumah-rumahnya, dan yang paling gelap, demi Alloh, dia biasa sholat di sana sampai meninggal.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Ahmad dan Ibnu Abdil Barr)

Dari Abu Hurairoh RA., ini, Rosululloh SAW., bersabda:

“Sebaik-baik shaf pria adalah shaf yang pertama dan sejelek-jelek shaf pria adalah yang paling akhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah yang paling akhir dan sejelek-jeleknya yang paling depan.” (HR. Muslim,An-Nasa’i, Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Akhwat Fillah. Surat ini ana cukupkan sampai disini dahulu. Mungkin diantara antum sekalian sudah bosan sekali mendapat dan membaca hal seperti ini. Yang ana bisa lakukan hanyalah sampai seperti ini, selanjutnya pilihan anti, ana serahkan ketetapan hidayah hanya pada Alloh SWT. Sungguh, DIA-lah sebaik – baik pemberi hidayah. Tidakkah anti senang apabila Alloh ‘Azza wa Jalla ridho kepadamu? Tiada yang lebih disukai Alloh SWT., melainkan mendapat hamba – hamba-NYA bertaubat kembali kepada-NYA, dibandingkan pengembara yang menemukan kembali hewan tunggangan dan perbekalannya yang hilang.

Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW., keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ikhlas demi mengharap ridho-NYA.

“Yaa Muqollibal Quluub, Tsabbit Qolbi ala Diinika”

Billahit Taufiq. Wallohu A’lam.

Wassalāmu’alaikum Wr., Wb.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 21 April 2012 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s