RSS

Warisan Sifat Fir’aun

20 Mar

Assalāmu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

إِنَّ ﭐلْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاﭐللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ ﭐللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا ﭐللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Ayyuhal Ikhwah, sudah kenalkah dengan Fir’aun yang banyak difirmankan-NYA dalam Qur’an? Kenalkah dengan sifat – sifatnya? Karakternya? Sejatinya Fir’aun adalah gelar bagi Raja Mesir yang berkuasa pada saat itu, dunia barat mengenalnya dengan julukan Pharaoh. Tentunya, Fir’aun yang banyak difirmankan Alloh SWT., dalam Qur’an merupakan sekian dari kisah hamba – hamba-NYA yang berani menentang-NYA.

Kita sedikit banyak telah mengenal karakter Fir’aun dan pembantu utamanya yaitu Qorun dan Haman, yang menjadi musuh utama penghalang dakwah Nabi Musa dan Harun AS., yang ditenggelamkan-NYA ketika Nabi Musa dan Harun AS., menyeberangi laut merah bersama bani Israil. Namun, hanya raga dan ruh Fir’aun yang telah mati, tetapi sifat – sifat Fir’aun sejatinya masih bersemayam menjadi bibit penyakit di masa ummat Islam saat ini. Berikut adalah beberapa sifat – sifat Fir’aun yang diabadikan-NYA dalam Qur’an, yang bersemayam di antara kita:

1.    Membunuh para pria dan membiarkan para wanita

Saat itu Fir’aun ditakutkan dengan takwil mimpinya dari para penyihirnya bahwa kekuasaannya akan ditumbangkan oleh anak laki – laki, maka dengan mantap Fir’aun memerintahkan untuk membunuh semua anak laki – laki yang lahir saat itu.

وَإِذْنَجَّيْنَٰكُمْ مِّنْءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓ ءَالْعَذَابِ يُذَبِّحُوْنَ أَبْنَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُمْ بَلآَ ءٌمِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir’aun dan) pengikut-pengikut Fir’aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Robb-mu.” (Q.S. Al – Baqoroh (2): 49)

Juga dalam ayat-NYA yang lain:

وَقَالَ اْلَمَلاُمِن قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُمُوْسَىٰ وَقَوْمَهُ،لِيُفْسِدُواْفِى الْأَ رْضِ وَيَذَرَكَ وَءَالِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَآءَهُمْ وَنَسْتَحْىِ نِسَآءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَٰهِرُونَ

“Dan para pemuka dari kaum Fir’aun berkata, “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?” (Fir’aun) menjawab, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.” (Q.S. Al – A’rof (7): 127)

Lihatlah para kaum pria saat ini, semakin sulit untuk mendapatkan hak – haknya dalam pendidikan, pekerjaan, juga kesempatan yang lain, padahal mereka adalah pemimpin, pembimbing, pengasuh dan pencari nafkah bagi keluarganya. Tengoklah bagaimana para kaum wanita dibiarkan hidup menjadi warga negara “kelas dua”, dibiarkan bebas seolah – olah tiada hukum syari’at yang mengaturnya, hanya menjadi objek untuk mendapatkan keuntungan dalam setiap iklan. Tidak aneh, karena jauhnya dan dibiarkannya kaum wanita dari tuntunan syari’at dan ilmu agama, malah terjerumus dalam perspektif barat yang mengagung – agungkan, kecantikan, uang dan popularitas semu. Ingatlah firman Alloh SWT., dalam Qur’an:

يَآءَيُّهَاالَّذِ يْنَءَامَنُواْقُوٓ اْ أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang – orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka”

(Q.S. At – Tahrim (66): 6)

Peringatan Alloh SWT., sangat tegas, para kaum wanita dalam keluarga kita pun akan dimintai pertanggung jawaban di hadap-NYA kelak.

2.    Mempercayai dan mendukung praktek kesyirikan

وَجَآءَﭐلسَّحَرَةُفِرْعَوْنَ قَالُواْإِنَّ لَنَالَأَجْرًا إِن كُنَّانَحنُ الْغَٰلِبِينَ (١١٣) قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

Dan para pesihir datang kepada Fir’aun. Mereka berkata, “(Apakah) kami akan mendapat imbalan, jika kami menang?”  Dia (Fir’aun) menjawab, “Ya, bahkan kamu pasti termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku).” (Q.S Al – A’rof (7): 113 – 114)

Tidak jauh praktek – praktek kesyirikan dari zaman Fir’aun pun masih berlangsung sampai sekarang. Bahkan banyak sekali orang – orang yang bernafsu menjadi caleg (calon legislatif) sampai mendatangi dukun untuk dukungan, ataupun melakukan ritual – ritual kesyirikan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu dengan ritual sesat agar produk tertentu masuk quality control dan layak dijual. Na’udzubillah.

3.    Mengangkat dirinya sebagai Tuhan

فَحَشَرَفَنَادَىٰ (٢٣) فَقَالَ أَنَاْرَبُّكُمُ الْأَعْلَٰ

Kemudian dia mengumpulkan (pembesar – pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya). (Seraya) berkata, “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.” (Q.S. An – Nazi’at (79): 23 – 24)

Lihatlah bagaimana Alloh SWT., telah mengabadikan Fir’aun sebagai Thogut saat itu. Bagaimana dengan saat ini? Selain itu, Alloh SWT., telah memberikan informasi dan memberi koreksi bagi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, bahwa keramik telah ada pada saat itu. Alloh SWT., telah memberikan gambaran kehidupan membuat tembikar dan batu bata dengan cara membakar tanah liat menjadi produk keramik dalam firman-NYA:

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَٰـأَيُّهَا ﭐلْمَلَأُ مَاعَلِمْتُ لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرِ ى فَأَوْقِدْلِى يَٰهَٰمَٰنُ عَلَى ﭐلطِّيْنِ فَاجْعَل لِّى صَرْحًالَّعَلِّىٓ أَطَّلِعُ إِلـَٰىٓ إِلَـٰهِ مُوْسَىٰ وَإِنِّى لَأَ ظُنُّهُ، مِنَ الْكَٰذِبِينَ

Dan Fir’aun berkata, “Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah tanah liat untukku wahai Haman (untuk membuat batu bata), kemudian buatkanlah bangunan yang tinggi untukku agar aku dapat naik melihat Tuhannya Musa, dan aku yakin bahwa dia termasuk pendusta.” (Q.S. Al – Qoshos (28): 38)

4.    Melupakan amanah dan nikmat pemberian Alloh SWT

وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِى قَوْمِهِ،قَالَ يَٰـقَوْمِ أَلَيْسَ لِى مُلْكُ مِصْرَ وَهَٰذِهِ ﭐلْأَ نْهَٰـرُتَجْرِى مِن تَحْتِىۤ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُوْنَ

Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, “Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat? (Q.S. Az – Zukhruf (43): 51)

Betapa Fir’aun telah meniadakan dan melupakan Tauhid Rububiyah dan Tauhid Asma wa Sifat.

5.    Mendustakan ayat – ayat-NYA dan peringatan yang disampaikan kepadanya

وَلَقَدْأَرْسَلْنَامُوْسَىٰٓ بِأَيَٰـتِنَاوَسُلْطَٰنٍ مُّبِينٍ (٢٣) إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَهَٰمَٰنَ وَقَٰرُونَ فَقَالُواْ سَٰحِرٌ كَذَّابٌ

Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata. Kepada Fir’aun, Haman dan Qorun; lalu mereka berkata, “(Musa) itu seorang pesihir dan pendusta.” (Q.S. Ghofir (40): 23 – 24)

Juga pada ayat-Nya yang lain:

وَفِى مُوسَٰىٓ إِذْأَرْسَلْنَٰهُ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ بِسُلْطَٰنٍ مُّبِينٍ (٣٨) فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِ،وَقَالَ سَٰحِرٌ أَوْمَجْنُونٌ

Dan pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Alloh) ketika Kami mengutusnya kepada Fir’aun dengan membawa mukjizat yang nyata. Tetapi dia (Fir’aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, “Dia adalah seorang pesihir atau orang gila.” (Q.S. Adz – Dzariyat (51): 38 – 39)

Apa sebutan yang lebih tepat bagi Fir’aun? Apakah Kafir, dholim atau fasiq?

6.    Menolak dan mengingkari bukti kekuasaan Alloh SWT.

Setelah Nabi Musa dan saudaranya Nabi Harun AS., mendapat perintah langsung dari Alloh untuk mendakwahi Fir’aun dengan cara yang lembut. Yang mengherankan, Fir’aun malah menantang Musa AS., untuk mengalahkan sihir para penyihir andalannya.

فَغُلِبُواْهُنَالِكَ وَانقَلَبُواْصَٰغِرِينَ

“Maka mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.”

وَأُلْقِىَ ﭐلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ

“Dan para pesihir itu serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud.”

قَالُوٓاْ ءَامَنَّابِرَبِّ ﭐلْعَٰلَمِينَ

“Mereka berkata, ‘Kami beriman kepada Robb seluruh alam’,

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ

(yaitu) “Robb-nya Musa dan Harun.”

(Q.S. Al – A’rof (7): 119  – 122)

Setelah ditunjukkan-NYA sedikit bukti tanda kekuasaan-NYA, Fir’aun malah marah, karena para penyihir andalannya malah beriman kepada Alloh Robbul ‘Alamin.

قَالَءَامَنتُمْ لَهُ،قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ  ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ ﭐلَّذِى عَلَّمَكُمُ ﭐلسِّحْرَ ۖ فَلَأُ قَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَـٰفٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ فِى جُذُوعِ ﭐلنَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَآ أَشَدُّعَذَابً اوَأَبْقَىٰ

Dia (Fir’aun) berkata, “Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya.” (Q.S. Thoha (20): 71)

7.    Menganiaya Istri sendiri

Dalam beberapa riwayat, dikisahkan bahwa Istri Fir’aun bernama Asiyah. Seorang istri yang begitu tabah dan sabar mendapatkan suami seperti Fir’aun, tetapi tetap tidak ta’at kepada suaminya dalam hal kemaksiatan. Setelah mendapati istrinya tidak mendukung langkah kekafirannya, Asiyah akhirnya dikurung dan tidak diberi makan dan minum sedikitpun. Akhirnya Asiyah berdo’a pada Alloh SWT., menjelang akhir hidupnya:

وَضَرَبَ ﭐللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْقَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًافِى ﭐلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ،وَنَجِّنِى مِنَ ﭐلْقَوْمِ ﭐلظَّـٰلِمِينَ

Dan Alloh membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir’aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,” (Q.S. At – Tahrim (66): 11)

8.    Tetap bermaksiat meski ditegur-NYA dengan Azab dan cobaan

فَأَرْسَلْنَاعَلَيْحِمُ ﭐلطُّوفَانَ وَﭐلْجَرَادَوَﭐلْقُمَّلَ وَﭐلضَّفَادِعَ وَﭐلدَّمَءَايَٰتٍ مُّفَصَّلَـٰتٍ فَاسْتَكْبَرُواْوَكَانُواْقَوْمًامُجْرِمِينَ

“Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.”

وَلَمَّاوَقَعَ عَلَيْهِمُ ﭐلِرّجْزُقَالُواْيَٰمُو سَى ادْعُ لَنَارَبَّكَ بِمَاعَهِدَعِندَكَ ۖ لَإِ ن كَشَفْتَ عَنَّاﭐلرِّجْزَلَنُوءْمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِى إِسْرَٰ ءِيلَ

“Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, ‘Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.’

فَلَمَّاكَشَفْنَاعَنْهُمُ ﭐلرِّجْزَإِلَٰىٓ أَجَلٍ هُم بَٰلِغُوهُ إِذَاهُمْ يَنكُثُونَ

“Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji.” (Q.S. Al – A’rof (7): 133 – 135)

Sangat mirip sekali saat ini, diantara kita ada yang lantas getol beribadah dan berdo’a ketika ditimpa sakit, cobaan dan kesusahan, tetapi apabila semua itu diangkat oleh Alloh Azza wa Jalla, kembali pada kehidupan maksiat. Na’udzubillahi min dzaalik.

9.    Tobat penyesalan yang terlambat

Akhirnya Alloh SWT., memerintahkan Kalimulloh – Musa AS., untuk pergi dari Mesir beserta bani Israel. Sampai akhirnya di tepi ujung barat Laut Merah, mereka mendapati Fir’aun dan bala tentaranya mengejar mereka. Alloh SWT., memerintahkan Musa AS., untuk memukulkan tongkatnya, dan biidznillah Laut Merah terbelah memberi jalan bagi mereka untuk melintas.

فَأَوْحَيْنَاإِلَٰى مُوسَٰىٓ أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ ﭐلْبَحْرَۖ فَانفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِﭐلْعَظِيمِ

“Lalu Kami wahyukan kepada Musa, ‘Pukullah laut itu dengan tongkatmu.’ Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.” (Q.S. Ash – Shu`ara’ (26): 63)

(Gambar Ilustrasi Laut Merah Terbelah)

Tidak berhenti sampai disitu, Fir’aun dan tentaranya tetap mengejar dan akhirnya Alloh SWT., menutup kembali laut yang terbelah dan menenggelamkan mereka. Di akhir hayatnya, Fir’aun mengakui beriman dan menyesali akan keangkuhannya. Alloh SWT., telah berfirman:

وَجَٰوَزْنَابِبَبِىٓ إِسْرَٰٓ ءِيلَ ﭐلْبَحْرَفَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ،بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّٰىٓ إِذَاأَدْرَكَهُ ﭐلْغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُ،لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ﭐلَّذِىٓ ءَمَنَتْ بِهِ ، بَنُوٓاْ إِسْرَٰٓ ءِيلَ وَأَنَاْ مِنَ ﭐلْمُسْلِمِينَ

Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir’aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir’aun hampir tenggelam dia berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang Muslim (berserah diri).” (Q.S. Yunus (10): 90)

Penyesalan itu selalu datang terlambat ketika nyawa telah sampai tenggorokan, dengan pekatnya kadar garam Laut Merah, Alloh SWT., mengawetkan jasadnya untuk menjadi ibroh bagi kita saat ini:

فَا لْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَ نِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَﭐلنَّاسِ عَنْ ءَايَٰـتِنَا لَغَـٰفِلُونَ

“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.” (Q.S. Yunus (10): 92)

Na’udzubillahi min dzaalik!

Ayyuhal Ikhwah, dari sekian sifat – sifat Fir’aun yang diabadikan dalam Al – Qur’an, manakah diantara sifat – sifatnya diatas yang kita pelihara dan kita jalankan saat ini? sedangkan Alloh SWT., telah mengutus Rosululloh Muhammad SAW., sebagai “Rohmatan lil ‘Alamin” yang membawa manusia dari kegelapan dan kebathilan, menuju cahaya Islam yang diridhoi-NYA. Semoga kita terhindar dari hal – hal yang demikian, Amien.

Billahit taufiq. Wallohu A’lam.

Wassalāmu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 20 March 2012 in IPTEK, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s