RSS

Catatan (Akidah) di Proyek Konstruksi

17 Mar

[Sebaik – baik perkataan adalah Kitabulloh, sebaik – baik petunjuk adalah petunjuk yang dicontohkan dari Muhammad SAW.]

Assalāmu’alaikum Warohmatullohi Wabarokātuh.

Ayyuhal Ikhwah, 1001 cara bani Adam untuk menyambung hidup, 1001 jalan pula yang bisa ditempuh sebagai pengisi hari – hari menuju ketetapan umur sesuai yang ditulis-NYA. Tidak ada yang lebih disukai Alloh SWT., melainkan kerja keras setiap hamba-NYA menuju ridho-NYA, ikhtiar, istiqomah dan tawakkal adalah kunci semua itu. Semua Nabi dan Rosul yang diutus-NYA pun makan – minum dari hasil jerih payahnya sendiri, tidak terkecuali Nabi Daud AS., yang diberi-NYA posisi sebagai raja pada saat hidupnya, yang membuat baju besi dan menjualnya untuk kebutuhan hidupnya.

Satu hal yang perlu diingat bahwa para Nabi dan Rosul yang diutus-NYA telah memberi contoh bagi tiap – tiap ummatnya, bagaimana tata cara mengisi hidup maupun ibadah. Tidak bisa dan tidak berhak kita mengambil rambu – rambu sendiri, yang mana sudah jelas bahwa haram adalah tidak boleh dilakukan, halal boleh dilakukan, syubhat yang penuh keraguan lebih baik ditinggalkan.

*
*
*

[memori beberapa bulan yang telah lewat]

Saat itu bukanlah waktu sholat dhuha lagi, melainkan sudah masuk waktu dzuhur. Para pekerja konstruksi ada yang langsung kembali ke pos masing – masing untuk mengambil jatah makan, ada yang masuk ke kantor ber-AC untuk menghilangkan keringat dan peluh di badan, ada pula yang langsung masuk ke “musholla darurat” yang ada.

Ya, kondisi nyaman apa yang mau diharapkan dari kondisi lingkungan proyek konstruksi? Debu dimana – mana, matahari panas membakar, wc portable tanpa pintu penutup dan wc umum yang selalu menebarkan bau kencing, jalan becek karena saluran air yang belum selesai dikerjakan, ataupun musholla yang selalu bau oleh keringat dan peluh pekerja yang terkadang sering dipakai untuk tidur bukan untuk sholat. Kondisi yang biadab menurut perkataan kawan penulis, mungkin akan menyebabkan para pekerja sering cepat stress maupun emosional.

Mencoba menghilangkan penat dan peluh selepas makan dan fardhu dzuhur sambil briefing kilat pekerjaan sore, dari kejauhan pandangan ini dilayangkan pada bangunan pabrik yang sedang dikerjakan oleh sekitar 300-an pekerja. Bangunan pabrik yang akan terlihat besar dari luar, dengan equipment canggih yang terpasang, akan memberikan senyum bangga dan cerita sukses bagi setiap pekerja yang sekalipun hanya memasang bata demi bata tembok bangunan sebagai saksi bisu. Sampai akhirnya pandangan tertuju pada satu pekerja konstruksi yang masih menjadi bahan pembicaraan antar kami jika mengingat proyek tersebut.

Seorang muslimah, seorang Ibu, diperkirakan mendekati usia paruh baya, dengan kerudung ketat, safety helm, safety google, full body harness, blue jeans dan safety boots. Kedua mata ini ingin mengingkari apa yang dilihat saat itu, sampai akhirnya kawan menunjukkan kepada Ibu tersebut. Dari gear lengkap yang dipakai Ibu tersebut, sudah bisa ditebak beliau juga seorang pekerja kasar diantara sekian pekerja kasar konstruksi yang ada pada shift itu. Sampai akhirnya Ibu tersebut terlihat membawa toolbox dan civil drawing dan menjauh dari pandangan.

Visualisasi Ibu tersebut belum juga hilang dari pikiran sampai jam pergantian shift akan berakhir. Bagi kami para sub-kontraktor, sudah merupakan prosedur standard untuk melaporkan progress harian dan safety report. Kami pikir hari akan kami akhiri seperti biasa. Tetapi, ternyata tidak. Para petugas keamanan yang ada, mengajak bicara panjang lebar tentang pekerjaan dan lama pekerjaan, sampai alat – alat yang kami tinggalkan disana. Gelagat tidak beres, dengan tanpa malu – malu akhirnya topik pembicaraan menjurus mengenai “uang rokok”, dalam arti kata halusnya “uang jaga alat”, atau kata kasarnya “jatah preman” yang diminta untuk tiap harinya.

Na’udzubillahi min dzaalik.

Ternyata di hari akhir closing project sesuai time table, para rekan – rekan akhirnya angkat bicara juga keluhan mengenai “jatah preman” yang harus dikeluarkan oleh mereka, belum lagi tiap kendaraan material yang keluar masuk  ada hitungannya pula. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya kehidupan proyek yang di anggapan mata orang awam adalah selalu “banjir” keuntungan, melainkan ladang hijau celah dosa bagi para pelaku ahli oportunis maksiat.

*
*
*

Ayyuhal Ikhwah. Khususon muslimah fillah. Alloh SWT., tidak melarang kita mencari nafkah, apalagi bagi para single parent dengan amanah anak yang masih perlu biaya untuk hidup dan sekolah.  Mungkin masih ada di hati, pandangan dan benak di antara kita, bahwa sepenggal kisah Ibu di atas adalah wanita berprestasi yang harus didukung bahkan diberi penghargaan, yang bahkan didukung dengan penggalangan dukungan di akun – akun pertemanan. Belum tentu baik di pandangan manusia adalah baik di hadapan Alloh Al – Haqq. Satu anggapan yang salah besar adanya yang mengatakan pria dan wanita sama dalam hal pekerjaan. Banyak adab  – adab dalam Islam yang akan dilanggar. Tetapi lihatlah dan berpikirlah semua itu menurut pandangan syari’at. Bukankah Ikhtilah yang akan terjadi? Bukankah tasyabuh yang akan terjadi? Bukankah umbar aurat yang akan terjadi? Bukankah fitnah dan ghibah yang akan terjadi? Atau na’udzubillah, bahkan pelecehan seksual secara halus bisa terjadi. Bisakah dan beranikah anti sekalian untuk mempertanggungjawabkannya di hari penghisaban kelak? Beranikah untuk menjawab karena ada “udzur” pada-NYA?

Muslimah Fillah. Tidakkah mencoba sektor pekerjaan lain yang lebih mulia dan lebih terjaga dari keharaman dan syubhat? Tengoklah sektor pendidikan yang bisa menjadi amalan ilmu yang tidak akan pernah terputus ketika kita meninggal kelak, bagaimana anti akan mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia jika sektor ini ditinggalkan? Tengoklah sektor kesehatan, tidakkah anti merasa risih apabila dokter pria yang mengecek kondisi badan ataupun ketika akan bersalin? Padahal hak muslimah ada di muslimah lainnya. Tengoklah sektor garmen, tidakkah anti heran melihat butik muslimah yang berani mencantumkan slogan “sesuai syari’ah” padahal busana yang dijual hanyalah pakaian yang tidak sesuai syari’at? Masih banyak sektor lainnya yang ada, tinggal kita pertimbangkan sesuai maslahat dan mudhorot seusai kaidah fiqih, inilah pertanyaan yang akan anti jawab pada-NYA kelak.

Ayyuhal Ikhwah. Khususon muslim fillah, lihatlah apa yang akan antum bawa ke rumah. Apakah istri dan anak – anak akan diberi makan dari jalan yang haram? Padahal Alloh SWT., telah berfirman:

يَــٰٓأَ يُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُواْقُوٓاْ أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا (٦)

“Wahai orang – orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka”
(Q.S. At – Tahrim (66): 6)

يَــٰٓأَ يُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُواْلَا تَأْكُلُوٓاْ أَمْوَٰ لَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَـٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓاْ أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (٢٩)

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Alloh Maha Penyayang kepadamu.” (Q.S. An – Nisaa’ (4): 29)

Semoga semua yang disyari’atkan-NYA, selalu menjadi rambu – rambu kita dalam bertindak. Tidak sekalipun Alloh SWT., berniat untuk menyusahkan hamba – hamba-NYA dengan diturunkan-NYA Qur’an dan diutusnya Rosululloh SAW.

فَأَ مَّا مَن طَغَىٰ (٣٧) وَءَ اثَرَ الْحَيَوٰ ةَ الدُّ نْيَا (٣٨) فَإِ نَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَ ىٰ (٣٩) وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَ نَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ (٤٠) فَإِ نَّ الْجَنَّةَ هِىَ الْمَأْوَىٰ (٤١)

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya (kelak). Dan adapun orang – orang yang takut kepada kebesaran Robb-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya (kelak).”

(Q.S. An – Naazi’at (79): 37 – 41)

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on 17 March 2012 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

One response to “Catatan (Akidah) di Proyek Konstruksi

  1. titianmc

    21 June 2012 at 10:59 AM

    Nice info nih, thank you..
    http://titianmc.co.id/

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s