RSS

Ghurur Yang Membinasakan

10 Dec

Assalāmu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Segala puja dan puji hanyalah milik-NYA, Alloh SWT., Robbul ‘Alamin, Maha Pengatur alam semesta dan segala isinya. Alloh Al Malik, Raja segala makhluk yang ada di alam semesta ini. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan alam, Rosululloh Muhammad SAW., yang telah mengajarkan dan mencontohkan syari’at Islam yang hanif ini, dari kejahiliyahan menuju cahaya Islam yang terang benderang.

Ayyuhal Ikhwah, Kaifa halukum? Kaifa wa imanukum? Pertanyaan terakhir tentunya adalah pertanyaan retoris yang hanya Alloh SWT-lah yang tahu kadar keimanan kita saat ini, yang akan membuat kita selalu tertunduk malu apabila mendapat pertanyaan macam ini.

Apa yang terlintas dalam benak pikiran kita perihal “Ghurur”? sebelum menjawab dan sama – sama mengkajinya, mari kita berkaca pada kaca yang buram sekalipun bagaimana kita bertingkah laku tiap detik menuju detik berikutnya. Bagaimanakah cara kita berpikir? Bagaimana cara kita berpakaian? Bagaimana cara kita beribadah? Bagaimana cara kita beramar ma’ruf nahi mungkar? Apakah selalu mengedepankan nurani dan cara pikir sederhana dengan kalimat pamungkas: ”sudah benar, rasanya…” ataupun: “inilah yang terbaik untuk saya…”, juga: “saya tidak merugikan orang lain.”

Bagaimana pula dengan kesombongan? Masihkah memang selalu dihinggapi pikiran semacam itu? Rosul SAW., bersabda:

“Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)

Penyakit hati, umumnya sangatlah dekat. Hasad, iri, dengki, takabbur, riya’, ghurur, adalah hasil jerih payah keturunan makhluk yang dikutuk-NYA sampai hari akhir kelak pada qolbu kita semua. Iblis dan keturunannya, tidak akan senang sebelum mengumpulkan sebanyak – banyaknya teman di Neraka kelak, maka jadikanlah mereka itu musuh yang nyata bagi kita!

Kembali ke “Ghurur.” Ghurur didefinisikan sebagai sikap pikiran yang menganggap amal perbuatan dalam segala aspek kehidupan sebagai kebenaran, tanpa melihat aturan syari’at karena mengedepankan paham pikiran dan nurani sebagai sumber ketetapan hukum. Allohu A’lam. Ayyuhal Ikhwah, sifat ini adalah sifat yang sangat membinasakan seorang muslim sedikit demi sedikit. Betapa tidak? Karena semua hal dihukum berdasarkan akal pikiran dan nurani makhluk-NYA. Terkadang kita lupa, bahkan Alloh SWT., selalu membolak – balikkan hati kita ini, layaknya kadar keimanan kita bagaikan roda yang berputar terkadang di atas terkadang di bawah.

اعْلَمُوٓاْ أَنَّمَا الْحَيَوٰةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْأَمْوَٰ لِ وَالْأَوْلَـٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْـجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ، ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَ ىٰهُ مُصْفَرًّاثُمَّ يَكُونُ حُطَـٰمًا ۖ وَفِى الْأَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللهِ وَرِضْوَٰنَ ۚ وَمَا الْحَيَوٰةُ الدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ الْغُرُورِ (٢٠)

“Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegahmegahantara kamu serta berbanggabanggatentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanamtanamannyamengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur, dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Alloh serta keridhoan-Nya,dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Q.S. Al – Hadid (57): 20)

Sekali lagi, lihatlah diri kita ini, berkacalah pada kaca yang buram sekalipun. Sungguh, amaliah seorang muslim hendaklah didasarkan atas syari’at dari Qur’an dan sunnah Rosul SAW. Mulailah berkaca dari cara kita berpakaian, lihatlah batasan aurot kita dan siapa sajakah yang termasuk mahrom itu? Apakah karena sesama muslim atau karena sesama pria lantas kita boleh menunjukkan batasan aurot kita? Apakah karena sesama muslimah atau karena sesama wanita lantas kita boleh melepas khimar dan jilbab kita? Atau lucunya karena hendak berolahraga maka seenaknya kita memakai pakaian yang menunjukkan aurot kita? Na’udzubillahi min dzaalik.

Berkacalah bagaimana kita bergaul. Apakah karena sesama muslim wal muslimah lantas kita boleh berikhtilat bebas di dunia nyata maupun dunia maya? Sungguh lebih mengenaskan apabila kita justru lebih merasa terpuaskan apabila berbicara dengan non mahrom terutama orang – orang kafir, yang memanggil kita dengan sebutan brother/ sister, padahal kaum “Walan Tardho” tidak akan senang kepada kita sampai kita mengikuti mereka dalam segala hal.

Berkacalah bagaimana kita mengisi aktifitas kita sehari – hari. Apakah musik, novel, komik, situs pertemanan, justru yang kita pilih untuk mengisinya? Seorang ikhwan berkata, ketika libur dia lebih banyak mengisi harinya dengan mendengarkan “nasyid islami”, karena lebih syahdu, lebih menyentuh hati, dan…Naudzubillahi min dzaalik, telah hapal lirik dari 1 album artis nasyid tertentu. Apakah kitab Al – Qur’anmu masih tampak rapi di rak buku yang antum tempatkan di sebelah “novel islami” itu, akhi?

Berkacalah dan lihatlah bagaimana uang hasil aktifitas kerja kita. Dalam 1 minggu dari jum’at menuju jum’at berikutnya, berapa banyakkah dan berapa seringkah antum belanjakan di jalan-NYA? atau lebih banyak dihabiskan porsinya untuk fasilitas BB? Atau lebih banyak untuk duduk di kafe mahal? atau lebih banyak dihabiskan untuk pakaian yang menabrak syari’at karena mengikuti trend fashion kafir yang dipaksa untuk di-islamisasikan? Atau lebih banyak untuk disimpan untuk keperluan yang antum sering terdiam untuk menjawab ketika ditanya apakah ingin? ataukah perlu? atau harus? Ayyuhal muslimah, ingatlah Nabi SAW., memerintahkan kalian untuk banyak bershodaqoh! Lupakah ketika saat “tamu bulanan” datang, shodaqoh adalah amaliah yang masih bisa antum lakukan.

Berkacalah dan lihatlah situs pertemanan kalian. Sudah berapa banyakkah folder dan foto album yang membuat saudara kita yang lain akhirnya terlena untuk tidak menundukkan pandangan, padahal itu WAJIB hukumnya. Apa hukumnya jika hal yang WAJIB dilanggar? Hal itu adalah HARAM hukumnya dan DOSA sebagai hitungannya! Lihatlah betapa kalian mengadukan dan berkeluh kesah akan cobaan hidup yang dapat dibaca semua orang, seakan – akan kita lupa bahwa cobaan itu adalah dari-NYA, kita telah mengadukan Alloh Azza wa Jalla yang telah memberikan cobaan bagi kita kepada sesama makhluk-NYA. Antum LUPA? Bahwa semua cobaan ini telah ditulis-NYA di Lauhul Mahfudh-NYA 50 ribu tahun sebelum alam semesta ini diciptakan-NYA!

وَالَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَعْمَـٰلُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْئَانُ مَآءً حَتَّىٰٓ إِذَاجَآءَهُ،لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَاللهَ عِندَهُ، فَوَفَّـىٰهُ حِسَابَهُ ۗ وَاللهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ(٣٩)

“Dan orang – orang yang kafir amal – amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang – orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Alloh di sisinya, lalu Alloh memberikan kepadanya perhitungan amal – amal dengan cukup dan Alloh adalah sangat cepat perhitungan-NYA.” (Q.S. An – Nuur (24): 39)

Ayyuhal Ikhwah. Sifat memandang suatu hal sebagai hal yang benar menurut akal pikiran dan nafsu memanglah sifat yang membinasakan. Lihatlah bagaimana orang – orang kafir semacam Sigmun Freud bahkan diikuti cara pola pikirnya oleh kita. Lihatlah bagaimana majalah “Fun – Fearless Female” menjadi kitab berpakaian dan hidup para muslimah. Lihatlah bagaimana situs pertemanan menjadi majelis ikhtilat dan tabarruj dan mengadukan kesusahan cobaan hidup. Na’udzubillahi min dzaalik.

Terkadang kita melupakan Qodo’ dan Qodar yang merupakan bagian dari Iman. Kita sering lupa bahwa cobaan itu dari Alloh SWT., dan tiada sesiapapun yang dapat mencabutnya juga selain Alloh SWT. Ingatlah Alloh SWT., telah berfirman:

فَأَمَّا الإِ نْسَـٰنُ إِذَامَا ابْتَلَـٰهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّىۤ أَكْرَمَنِ (١٥) وَأَمَّآ إِذَامَا ابْتَلَـٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّىۤ أَهَـٰنَنِ (١٦) كَلاَّ…

“Adapun manusia apabila Robbnya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Robbku telah memuliakanku”.Adapun bila Robbnya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Robbku menghinakanku.(Q.S. Al – Fajr (89): 15 – 16 )

Lihatlah ayat berikutnya di ayat ke – 17, dimulai dengan “Kalla!” yang berarti “sekali – kali tidak (demikian)!” kita lupa ketika kita diberi kenikmatan dan kesempitan, kedua hal itu adalah cobaan-NYA. Sekali lagi, Alloh SWT., telah mementalkan cara pikir kita yang selalu merasa benar.

Pernah suatu ketika seorang ikhwan berkisah, bagaimana dia mencoba mengingatkan seorang akhwat dengan mengirimkan “surat kaleng” lewat pesan FB, karena akhwat tersebut memajang foto dirinya tanpa kain hijabnya juga foto-fotonya sejelas – jelasnya. Sungguh di luar dugaan jawaban yang diterima dari akhwat tersebut, karena akhwat tersebut menjawab “urusan dosa adalah urusan saya dengan Alloh.” Sepintas, kita akan berpikiran dan membenarkan jawaban akhwat tersebut. Tetapi sadarlah dan ingatlah, sebagaimana ucapan Zainab RA., kepada Nabi SAW: “Apakah kita akan dibinasakan sedangkan ada orang-orang sholih diantara kita?” Nabi bersabda: “Ya, apabila telah banyak kejelekan.” (HR. Bukhori no. 7059 dan Muslim no. 2880)

Ayyuhal Ikhwah. Bala, bencana, fitnah, tidak hanya berlaku secara khusus untuk abdi-NYA yang sedang lalai saja, bukankah kelalaian juga apabila kita membiarkan saudara kita bergelimang dalam kedholiman? Rosul SAW., bersabda:

“Tolonglah saudaramu yang dholim dan yang didholimi. Para sahabat bertanya: ‘Wahai Rosululloh, kami paham bahwa yang didholimi harus ditolong, namun bagaimana menolong orang yang dholim?’ Rosul SAW., menjawab: ‘Tariklah tangannya.’ (dari berbuat kedholiman)” (HR. Muslim)

Ayyuhal Ikhwah. Kembalikanlah segala persoalan dan hukum kepada Al – Qur’an dan Sunnah Rosul SAW., terlebih apabila kita berselisih paham akan sesuatu hal. Siapakah yang berani berkata bahwa perbuatan dan segala aktifitas yang kita lakukan itu sudah benar jika hanya disandarkan pada akal dan nurani belaka? Hanya Alloh SWT., yang lebih tahu, lihatlah sunnah Rosul SAW., karena beliaulah yang diutus-NYA sebagai Uswah Hasanah. Sungguh, Ghurur telah membuat amaliah dan aktifitas kita sia – sia belaka.

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَـٰتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَـٰتِ وَالْقَـٰنِتِينَ وَالْقَـٰنِتَـٰتِ وَالصَّـٰدِقِينَ وَالصّدِقَـٰتِ وَالصَّـٰٓىِٕمِينَ وَالصَّـٰٓىِٕمَـٰتِ وَالْحَـٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَـٰفِظَـٰتِ وَالذَّٰ كِرِينَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّٰ كِرَٰتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا (٣٥)

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alloh, Alloh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q.S. Al – Ahzab (33): 35)

Billahit Taufiq. Wallohu A’lam.

Wassalāmu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 10 December 2011 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s