RSS

Saudariku, Aku Menggugah Rasa Malumu!

25 Oct

Judul Asli: “I Appeal to Your Sense of Shame My Muslim Sister. Will You not Respond?”

Penulis: Nawal Binti Abdullah

Judul Terjemahan: “Saudariku, Aku Menggugah Rasa Malumu; Tidak Inginkah Kau Menjawabnya?”

Diambil dari Website: http://www.raudhatulmuhibbin.org

Pengertian Hayaa

Hayaa’ (kesopanan dan rasa malu) adalah karakteristik dasar dari seseorang yang mulia dan tanda dari keimanan yang tinggi. Diantara hal-hal terbaik yang telah dikatakan adalah bahwa; “Ia adalah merupakan kepekaan yang baik dan kelembutan perasaan yang tampak di mata dan yang mempengaruhi penampilan. Barangsiapa yang hilang darinya maka dia telah kehilangan segala kebaikan, dan barangsiapa yang dimahkotai dengannya maka dia telah mendapatkan kehormatan dan kemuliaan dan dianugerahi dengan kebaikan yang sempurna.” (Mawarid Ath-Thaman Li Durus Az-Zaman – Abud Aziz As-Salaman, vol. 3 hal. 367). Bagaimana bisa selainnya ketika mahluk Alloh terbaik, Rosululloh SAW bersabda:

“Malu itu baik keseluruhannya.” (HR Muslim).

Al-Haya kini semakin lemah dan ditinggalkan. Lebih dari itu, konsep-konsep dan bentuk-bentuk yang merusak ditujukan kepada kita dari musuh-musuh Alloh dan musuh-musuh wanita Muslimah, mengambil dari setiap tubuhnya sampai ia menjadi buruk dan lemah hingga pada tingkat dimana para penyeru terhadap rasa malu (al-hayaa) hanya memberikan pengaruh yang kecil kepada banyak wanita Muslimah, ketika mereka diseru kepadanya. Jika kita melihat ke dalam perkara terbesar dimana wanita Muslim hidup dan penyimpangannya mengikuti tren Barat dan terus-menerus meniru mereka sampai jika mereka masuk ke lubang biawak dia akan ikut masuk bersama mereka, kita menyaksikan dengan sebenar-benarnya akan kelemahan agama dan rasa malu pada diri seorang wanita Muslimah yang demikian. Itulah sebabnya mengapa saya bekerja keras, memohon pertolongan dan keikhlasan dari Dia Yang Maha Tinggi dan Sebaik-baik Pelindung, untuk menulis beberapa kata tertuju kepada saudari-saudariku Muslimah yang saya harapkan dapat berpengaruh dan bergema dalam jiwa mereka.

Mengapa Aku Menulis

Saudariku tercinta, kata-kata yang kutulis berasal dari hati yang dipenuhi kesedihan dan rasa sakit atas kondisi menyedihkan terhadap banyak wanita Muslimah sekarang ini. Kita melihat wanita Muslimah yang berpakaian tetapi telanjang, keluar memamerkan kecantikannya dan menggoda hamba-hamba Alloh dengan senjata yang sangat kotor – senjata bujukan dan rayuan yang dia pelajari sebagai cara dan alat untuk menggoda. Engkau menemukan godaan ini di rumah dan di jalan dan dalam perkataan dan dalam gerakan. Godaan dalam pakaian dan mempercantik (diri), dalam berjalan dan duduk dan pada lirikan mata. Ini benar-benar perkara yang serius yang memalukan dan merobek-robek hati dengan kesedihan manakala kita hidup dalam kenyataan dimana begitu banyak wanita Muslimah terlepas dari rasa malu. Agama ini dan Al-Qur’an terlupakan, perbuatan dan akhlak diingkari… dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Alloh!

Saudariku, kata-kata ini dari pelaku yang hina dan lemah ditandai oleh jiwa yang terluka dan tidaklah ini melainkan sebuah jeritan dari sebuah peringatan dan perhatian bagimu saudariku. Ini adalah kata-kata yang saya harapkan dapat terdengar oleh telingamu yang melaluinya dapat mencapai pintu hatimu dan menemukan tempat disana, masuk, diterima dan dilaksanakan.

Kata-kata ini keluar dari hati yang berisi cinta, persahabatan dan nasihat yang tulus untukmu. Nasihat dari saudarimu yang begitu perduli terhadap saudarinya yang dilihatnya bergerak menuju jalan kesesatan dimana dia pasti akan terhanyutkan. Dia telah menyimpang dan jatuh ke dalam jebakan dan perangkap yang telah disiapkan baginya oleh Zionist dan dia lalai dan tidak mengetahuinya. Bagaimana mungkin aku tidak memegang tangannya dan menasihatinya, mengarahkannya atau mencoba membuka matanya terhadap rencana dan Persekongkolan disekitarnya?

Saudariku, kata-kataku bukanlah sesuatu yang baru, namun merupakan pengingat bagimu sehingga mungkin Alloh akan menjadikannya penyebab bagimu untuk mendapatkan manfaat dengannya dan membuatnya mengalir didalam hatimu dengan kesejukan dan kedamaian. Semoga dengannya akan memberikan pengaruh yang besar terhadapmu, insya Alloh. Saya mengunggahmu saudariku tercinta, terhadap rasa keberagamaanmu, kepada fitrah yang Alloh menciptakanmu dengannya, dan rasa malumu, dan rasa takut kepada Alloh Yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa. Tidakkah engkau mendengar panggilan saudarimu yang tulus yang sangat perduli kepadamu?

Ketahuilah saudariku, bahwa engkau dan aku dan setiap wanita Muslimah, berdiri pada sebuah pelabuhan, diantara pelabuhan-pelabuhan Islam. Yakni, keluarga Muslim dan pendidikan anak-anak dengan cara yang dicintai dan diridhai Alloh. Pilar dan landasannya adalah ketaatan kepada Alloh dan mengikuti Rosul-Nya dan mencari apa yang diridhai oleh Alloh untuk mendapatkan sesuatu yang tidak ternilai yang kita semua menginginkannya – Surga.

Untuk itulah, saudariku Muslimah, ketika musuh-musuh Islam melihat kedudukan wanita Muslimah dan kekuatan pengaruhnya yang dimiliki diantara mereka dimana dia tinggal sebagai guru dan pembangun generasi berikutnya dan karena dialah asuhannya dapat menjadi kuat atau rusak, mereka mengarahkan perhatian mereka kepada kita. Mereka berfokus pada kita – wanita Muslimah – untuk menghancurkan akhlak kita dan mengambil agama dan rasa malu kita ke arah yang secara alami kita tempatkan dan kita diperintahkan

untuk berpegang teguh kepadanya, sampai akhlak anak-anak kita, laki-laki generasi mendatang, pilar-pilar ummat, menjadi rusak. Mereka akan merusak akhlak ini yang mendukung ummat dalam pertumbuhan dan pemahaman dan atas mereka (laki-laki) yang di atas mereka-lah terletak kehormatan setelah (bergantung) kepada Alloh. Jika pilar ini dibuat menjadi cacat atau dihancurkan dan kekuatan alami ummat ini menjadi lemah, maka akan menjadi apa masa depannya? Sungguh persis seperti inilah yang dikehendaki musuh – musuh Alloh.

Tidakkah Engkau Pahami?

Tidakkah engkau tahu bagaimana mereka (musuh-musuh Islam) dapat menyusup dan mempengaruhi kita melalui media-media yang membujuk dan dari luar tampak tidak berdosa namun di dalamnya kotor? Ini dengan cara memberikan racun yang dibungkus madu yang ditampilkan melalui cara-cara iklan, gemerlap dan memikat. Hal ini dilakukan melalui majalah-majalah yang rendah, fashion yang menggiurkan, dan kisah – kisah indah. Ini dilakukan melalui serial televisi, film, nyanyian, dan cara-cara lainnya. Apakah engkau melihat Alloh? Tidakkah engkau hendak kembali kepada Rabb-mu dan membuarg rencana-rencana musuhmu kembali pada mereka dan menolak konsep-konsep dan gelar-gelar yang menipu? Maukah engkau mengatakan dengan kekuatan dan kehormatan sebagai seorang Muslimah ‘Saya tidak menerima selain dari perintah Alloh dan perintah Nabi-Nya!’?

Saudariku. Apa yang diinginkan musuhmu darimu sungguh sangat berharga dan mahal. Itu bukanlah hal yang sederhana bagimu. Mereka ingin menghancurkan agamamu, karakter akhlakmu, kebaikanmu, rasa malumu yang darinya engkau memperoleh harga diri dan kehormatan. Mereka menginginkanmu menjadi hina, tercela, dan diabaikan oleh masyarakat, sebagaimana kondisi kaum wanita mereka. Mereka mengajak untuk melepaskan hijab dan pada ketelanjangan dan menyingkapkan dirimu dan mereka berkata kepadamu:

Robek-robeklah hijabmu wahai puteri-puteri Islam. Robek dan bakarlah tanpa ragu. Karena sesungguhnya itu (hijab) adalah pelindung yang semu.

Mereka menjalin persekongkolan demi persekongkolan dan memikirkan rencana-rencana dan menempati posisi penyergepan di sekeliling kita. Mereka memulai perbuatan-perbuatan kotor dan beracun seperti yang disebut sebagai ‘gerakan pembebasan’, dan ‘kesetaraan’ dan pendorongnya adalah untuk kehancuran karakter akhlakmu juga diriku, sebagaimana juga akhlak seluruh wanita Muslimah. Ini semua cara-cara dan senjata yang dapat mereka gunakan untuk menghancurkan agama yang haq ini dan penjagaan Islam, akhlak dan rasa malu. Marilah menjadi tangan yang kuat memukul dengan kepalan, hijab, kesopanan, dan akhlak, (ke) wajah semua orang yang melanggar setiap bagiannya (yakni al-haya atau rasa malu-pent.) dan mencoba mendekati dan membahayakannya.

Engkau dan aku dan setiap wanita Muslimah harus mengatakan kepada musuh – musuh Alloh apa yang dikatakan Aisyah at-Taimuriyyah:

Dengan tangan kesopanan aku mempertahankan kehormatan hijab

Dan dengan rasa maluku aku telah mengangkat zamanku

Dan dengan anugerah pemikiran yang jernih dan watak yang kritis adabku disempurnakan

Tidak ada sesuatu yang membahayakanku dari budaya dan pelajaran yang baik

Kecuali akulah yang terbaik diantara yang bijak

Tidak ada yang menghalangi kita untuk bangkit

Kecuali menurunkan penutup kepala dan wajah

Saudariku tercinta, apa yang sungguh mengiris jiwaku dan membuatku tak dapat beristirahat adalah melihat wanita muda Muslimah yang meyakini Alloh adalah Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad SAW sebagai rasul dan nabinya, berkeliaran di jalan-jalan, tempat-tempat perbelanjaan, dan tempat – tempat umum lainnya dimana orang menemukan kebaikan dan keburukan, keluhuran dan kejahatan, orang-orang yang hatinya bersih dan orang-orang yang hatinya berpenyakit yang mengikuti kelemahan sexualnya mengejar wanita-wanita muda. Wanita-wanita muda ini keluar dengan mempercantik (diri) atau mengenakan hijab dari jenis yang hijab itu sendiri menyerupai perhiasan yang dengan penampilan dan gayanya meluncur laksana panah daya tarik ke dalam hati yang dipenuhi nafsu laki-laki yang demikian. Dia akan tergoda dan hatinya terperangkap oleh wanita itu. Akankah Alloh ridha, aku bertanya padamu demi Alloh, dengan perbuatan wanita muda ini manakala Dia-lah yang berkata kepadanya dan wanita-wanita yang sepertinya:

“…janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (Q.S. Al – Ahzab [33] : 33).

Atau akankah Alloh ridha dengan agama wanita ini, rasa malunya, kepribadiannya sebagaimana dia diajarkan dan dibesarkan dengannya? Saudariku, tidakkah engkau menyadari bahwa diantara tanda-tanda lemahnya keimanan dalam diri seorang wanita Muslimah dan awal mula dari kekalahannya dan kehilangan kehormatan dan keutamaannya adalah manakala dia mengabaikan dan meninggalkan agamanya dan akhlaknya? Rasa malu merupakan bagian dari kodratnya. Wanita Muslimah selalu menjadi perumpamaan malu, sebuah peribahasa mengatakan:

Malu yang tertinggi adalah perawan di dalam sangkarnya.

Hilangnya malu dalam diri seorang wanita adalah kelemahan imannya dan keluar dari kodratnya. Pernahkah engkau memikirkannya?

Demi Alloh, tidak ada kebaikan dalam kehidupan tidak juga di dunia, ketika malu telah menghilang.

Alangkah Bedanya

Saudariku, dimana wanita muda yang padanya engkau melihat malu tampak pada seluruh bagian-bagian yang dikatakan kepadamu karena penampilan luarnya, rasa malunya, dan menutupi secara menyeluruh dimana dia selalu waspada untuk tidak menampakkan meskipun hanya jari khawatir menyingkap bagian tubuhnya atau kulitnya atau bagian mana saja dari daya tarik fisiknya? Jika engkau melihatnya engkau akan menganggap ia seperti burung gagak hitam karena kesopanan dan keteguhannya mempertahankan hijab.

Gambaran seorang wanita yang memiliki malu sedemikian berbeda dan berkebalikan dengan wanita yang berhias dan meninggalkan rumah atau sekolah atau tempat kerja dengan dandanan yang terbaik dan puncak kecantikan. Dia mengenakan pakaian yang mengundang tanpa sesuatu diatasnya kecuali abaya pendek (pakaian luar yang ringan biasanya berwarna hitam biasa dikenakan wanita di negara-negara teluk) atau yang panjang. Namun demikian, dia tidak perduli jika pakaiannya tertiup angin atau dia dengan sengaja mengangkatnya. Dia juga mungkin keluar dengan kepala tertutup yang dia gunakan untuk menutup wajahnya namun kadangkala terlalu tipis atau sehingga rona wajahnya kelihatan atau terlalu ketat sehingga menampakkan bentuk hidung dan pipinya. Dia keluar dengan perhiasan emas dan menunjukkan lengan atau tangannya yang juga dihiasi inai atau dengan manicure yang ditunjukkannya dengan bangga kepada orang-orang disekitarnya, tanpa memikirkan bahwa Alloh menyaksikannya dari langit ke tujuh.

Alangkah besar perbedaan kedua wanita ini! Betapa berlawanannya mereka, yang satu berpegang teguh kepada syariat Tuhannya dan menjaga dirinya, hijabnya, dan rasa malunya, dan ia yang mengambaikan perkara agamanya dan mengikuti jalan-jalan para musuhnya! Betapa bedanya seseorang yang melihat hijab sebagai suatu bagian dari agama dan syariat dan (sebagai) alat untuk menjaga dirinya dari kemesuman, kehinaan dan kekacauan, dan dia yang menganggap hijab hanya sekedar kebiasaan kuno. Yang terakhir itu tidak lebih dari tanda keterbelakangan dan kemunduran. Dari belenggu dirinyalah ia mesti dilepaskan agar dia dapat bebas melangkah di atas jalannya kepada kehancuran, memalukan dan telanjang.

Saudariku, Engkau Berharga

Betapa muram raut wajah dan malu kaum mukminin ketika dia melihat para wanita kita hari ini – Ibu-ibu dari masa depan dan pengasuh genarasi yang akan datang – ketika mereka meletakkan perhatian terbesar mereka pada perkara-perkara remeh yang tidak memiliki nilai dan arti. Perkara-perkara sia-sia yang rendah padahal wajib bagi setiap Muslim untuk berada jauh di atas karena Islam adalah agama yang mulia, tinggi dan sempurna.

Lihatlah di Sekelilingmu

Engkau, saudariku tercinta, dapat melihat saudar-saudarimu Muslimah ketika dia menyimpan majalah yang tidak senonoh, fashion yang buruk, serial tv yang amoral yang harus dihindari seorang Muslim, dengan para propagator rendahan semuanya menyeru kepada penghancuran agama dan moral. Engkau dapat melihat saudari-saudarimu perduli dengan warna-warni dan panggilan yang dibuat oleh para penyeru Syaithan. Namun manakala penyeru kebenaran ditampilkan di hadapannya, dia mencoba untuk menghentikannya. Engkau melihat wanita Muslimah sibuk menghafalkan puisi, roman dan kisah-kisah yang menggelikan yang ditulis tidak lain oleh orang – orang yang paling bodoh. Sebaliknya ketika hal itu mengenai Kitabullah, dia mungkin hanya mengingat sedikit ayat dan jika engkau bertanya kepadanya apa artinya atau mengenai sebuah hadits, dia tidak akan mampu menjawabmu.

Ini persis apa yang diinginkan musuh-musuh Islam. Mereka ingin menjauhkan generasi muda dari jalan Alloh dan menjauhkan mereka dari sumber cahaya, kehormatan dan kemuliaan. Musuh-musuh Islam menginginkan mereka menyibukkan diri mereka dengan hal-hal selain Kitabullah dan Sunnah Nabi SAW kita karena tanpa keduanya kita tidak berarti apa-apa. Mereka ingin menjadikan diantara kita yang dilindungi oleh agama ini, mengikuti mereka dan menjadi pengikut mereka padahal mereka lah yang dihinakan dan dilaknat Alloh.

Dengan sangat menyesal kita temukan bahwa sebagian besar kaum remaja kita tidak memiliki kesadaran dan ilmu agama yang tinggi. Alasan apa yang berada di baliknya? Ini tepatnya terjadi karena penggantian terhadap pelajaran mereka dengan pendidikan dan ide-ide yang datang kepada kita dari dunia Barat, dan hal tersebut sesuai dengan hawa nafsu mereka sehingga mereka tidak melihat ke arah lain.

Saudariku, invasi ide-ide ini tehadap pemikiran dan konsep-konsep kita memiliki pengaruh dan bermanifestasi kepada banyak wanita Muslimah dan telah merubah pemahaman mereka. Maka banyak wanita sekarang menganggap shalat sebagai beban yang berat sehingga ketika mereka diseru oleh dakwah kepada kebenaran untuk bersegera mengerjakan shalat, engkau melihat mereka berdiri seolah kaki sangat berat dan bergerak dengan malas sampai engkau mengira seolah berat gunung-gunung di dunia berada di atas kepalanya. Akan tetapi, jika ada perkawinan atau pesta atau perkumpulan minum teh, engkau akan mendapatinya bersegera kepadanya dan bersiap-siap dengan pakaian yang paling indah. Dia merindukan acara kumpul-kumpul yang boleh jadi dikelilingi oleh syaithan dan tersebarnya ghibah, namimah dan merusak kehormatan orang-orang.

Saudariku, engkau akan menemukan sebagian besar wanita muda Islam menyia – nyiakan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Engkau akan menemukan mereka menghabiskan berjam-jam di depan cermin mendandani dirinya tetapi jika engkau mengamati shalatnya, dia tergesa-gesa (dalam shalat) seperti patukan buruk gagak! Tidakkah dia mengetahui bahwa kecantikan, keindahan dan kebahagiaannya bukanlah pada kulit, penampilan atau gaya rambutnya? Demi Alloh, bahkan kesemuanya itu adalah pada ketaqwaannya, keshalihannya, keimanannya, dan penjagaannya akhlaknya, agama dan rasa malunya.

Janganlah Menjadi Daun yang Diterbangkan Angin

Saudariku tercinta, waspadalah terhadap karakter wanita yang mengikuti secara membabi buta setiap berita atau tren baru yang berasal dari Zionis. Engkau memiliki martabatmu sendiri dan kepribadian bebas yang membedakanmu dengan yang lainnya. Jika engkau ingin mengikuti sebuah contoh (keteladanan), temukanlah dalam biografi para sahabat wanita yang mulia dan suci. Engkau harus melihat kepada para Da’i yang shalih dan takut kepada Alloh karena merekalah yang lebih patut kita nantikan, berkumpul dan diikuti keteladannya. Mereka adalah penerang jalan kepada petunjuk dan dengan kebersamaan mereka adalah yang terbaik di kehdiupan sekarang dan akhirat kelak.

Jangan ikuti, saudariku, para Da’i yang buruk yang mengajak pada kerusakan yang membual dengan kejahatan… mereka yang merampas pakaian kemuliaan malu. Demi Alloh, apa yang membuat hati menangis dan mengiris jiwa dengan duka cita adalah melihat wanita Muslimah… jika dia melihat rekan buruknya mengenakan pakaian ketat, pendek dan transparan dia (pun) mengenakannya dan mengikuti mereka. Jika dia melihat mereka mengenakan celana ketat yang mengundang dan membuka pakaiannya terkadang bahkan memperlihatkan kemaluannya, paha dan pinggulnya, dia membeo kepada mereka! Dia tidak menegakkan hukum syariat dalam pakaiannya juga tidak perduli apa yang dipandang Alloh baik baginya. Sebaliknya dia mengikuti apa yang disebut ’kemajuan’ dan tidak memiliki keinginan untuk beralih dari prosesi peradaban dan pembangunan dan melihat setiap penyimpangan sebagai penindasan, kemunduran dan keterbelakangan meskipun sumber dari kemunduran, keterbelakangan, kekalahan dan kepolosan sebenarnya berada dalam konsep, pembawaan dan perbuatannya.

Heran, Bingung, Terkejut, dan Takjub

Saudariku Mu’minah, saya semakin heran dan takjub oleh saudari Muslimah yang berpakaian ketat dan transparan dan tampil di hadapan para laki-laki asing manakala dia mengetahui ancaman Nabi SAW:

Ada dua jenis manusia diantara penghuni neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. (Yang pertama adalah) wanita yang berpakaian tetapi telanjang, condong (pada ketidaktaatan) dan mencondongkan orang lain, di kepalanya terdapat seperti punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak juga mencium bau surga meskipun wangi surga dapat tercium dari jarak sekian sekian.” (HR Ahmad [2/356] dan Muslim [2128] dari Abu Hurairah RA).

Demikian juga, saya bertanya-tanya kepada mereka yang mengangkat pakaiannya hingga betisnya terlihat ketika sang kekasih Muhammad SAW memerintahkannya untuk menurunkan pakainnya hingga (lebih) sejengkal ketika beliau ditanya oleh salah seorang sahabiyah beliau berkata:

”Turunkanlah sejengkal’ Maka dia (wanita itu) berkata ‘Kalau begitu, betis mereka akan tersingkap!’ Beliau bersabda, ‘Turun-kan lagi sehasta, jangan sampai melebihi itu.‘” (HR Tirmidzi dan lainnya).

Saya takjub kepada seseorang yang mengetahui bahwa suara wanita adalah aurat kecuali apabila ada keperluan namun demikian ia meninggikan suaranya tanpa malu dan (tidak memperdulikan aturan) agama. Dia berbicara dengan teman-teman wanitanya atau siapaun yang bersama dengan dirinya seperti mereka berada di dalam rumahnya tanpa perduli atau mempertimbakan kehadiran laki-laki asing disekitarnya padahal Alloh SWT berfirman:

”Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya” (Q.S. Al – Ahzab [33] : 32)

Saya juga heran dengan seseorang yang mengetahui hukum mengenai menggunakan parfum diluar rumah atau di sekolah, khususnya ketika dia mengenakannya dan melewati laki-laki asing dan mereka mencium wanginya melalui udara, semoga Alloh menyelamatkan kita darinya! Namun demikian dia akan memakai parfum yang baunya tercium yang pasti akan menjadi fitnah bagi yang menciumnya, dan dia keluar diantara laki-laki asing entah itu di pasar, mall atau selainnya dan menjadikannya sasaran. Sabda Al-Mustafa RA:

”Perempuan yang memakai wewangian, lalu dia lewat di hadapan laki-laki agar mereka mencium baunya, maka dia adalah pezina.” (Dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Shahih al-Jami no. 2701). Namun dia tidak perduli.

Saya sungguh bingung ketika melihat seorang wanita yang terikat perjanjian dengan Alloh, yang mengetahui hukum mengenakan hak (sepatu) tinggi1, dan mengenakannya sebagai bentuk tipu daya dan godaan bagi orang yang melihatnya dan mengira dirinya berbadan tinggi padahal kenyataannya tidak demikian. Dia juga mengetahui bahwa hal tersebut tidak sehat dan merusak secara sosial dan akhlak. Dia menutup telinganya kepada para penyeru kebenaran dan tetap mengenakan sepatu yang mengkilat dan menyolok mata yang pasti akan membuat orang berpaling ke arahnya dan membawa fitnah yang menjadikan perkara ini semakin buruk sebagaimana yang mereka katakan.

Saya heran dengan saudariku, mereka yang mendengar seruan kepada kebenaran namun menjauhkan diri mereka dari mengikutinya hanya karena mengejar keinginan hawa nafsunya. Bisakah engkau menjamin, saudariku tercinta, kehidupanmu bahkan sesaat apa yang akan terjadi jika Alloh tidak mengizinkanmu untuk hidup sehari lagi dan engkau berada di atas dosa – dosa yang engkau lakukan? Bisakah engkau bayangkan bagaiman engkau akan bertemu dengan Robbmu?!

Pikirkanlah itu, saudariku Muslimah, dan ketahuilah bahwa kesenangan dunia tidak lain adalah fana dan tidak seorang pun akan meninggalkan sesuatu kecuali amal-amalnya. Jika amal tersebut baik (shalih), maka hanya ada satu pahala terbaik… jika sebaliknya, maka celaka bagi mereka atas apa yang akan mereka temui.

Berbuatlah dan Lakukan yang Terbaik

Saudariku sayang, lindunglilah kesempurnaan hijab islammu dan buanglah hijab perhiasan keindahan dan lanjutkanlah ketaatan kepada Rabbmu. Enyahkanlah perkara yang sia-sia dan keburukan karena engkau lebih baik dari semua itu. Robeklah, tidak, (akan tetapi) bakarlah setiap lembar-lembar memalukan, novel atau kalimat-kalimat yang mengajak untuk melepaskan nilai-nilai, agama dan haya (rasa malu) kepada kebejatan, kerusakan, kehinaan dan skandal.

Tutuplah telingamu dari embikan (panggilan seperti suara kambing) dari Barat, riuh-rendah mereka dan teriakan-teriakan lainnya dan sebaliknya bukalah telinga dan hatimu pada seruan menuju kebaikan dan iman. Terimalah Kitabullah, sumber segala kebaikan bagimu di dunia ini dan di akhirat dan berpegangteguhlah kepada sunnah Nabimu SAW, teladan dan cahaya petunjuk bagi kehidupanmu. Lemparkanlah kembali rencana musuh-musuhmu ke leher mereka dan biarkanlah kegusaran dan kejengkelan mencekik mereka karena engkau telah mengecewakan mereka. Lakukanlah, saudariku tercinta, karena inilah tindakan seorang wanita Muslimah yang bangga terhadap agamanya.

1. Hukum mengenakan sepatu tidak disukai, sebagaimana jawaban Syaikh bin Baaz ketika ditanya sebagai berikut: ”Apakah hukumnya dalam Islam mengenai wanita yang mengenakan sepatu hak tinggi?. Maka dijawab: ”Yang dapat dikatakan bahwa hal ini (mengenakan sepatu hak tinggi –pent) tidak disukai. Pertama karena itu membuat wanita kelihatan lebih tinggi daripada keadaan yang sebenarnya; kedua: Berbahaya bagi para wanita karena dia mudah terjatuh karenanya; ketiga: adanya dampak buruk bagi kesehatan sebagaimana yang disimpulkan oleh para dokter. (Syaikh bin Baaz dalam Fatawa al-mar’ah, Februari 2001, http://www.fatwa-online.com). Selain itu oleh Syaikh Albani hal ini tidak diperbolehkan karena menyerupai wanita kafir.(dinukil secara ringkas dari http://www.troid.org kategori women – fataawee)

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 25 October 2011 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s