RSS

Yaa Ulil Albab…

13 Jul

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Alhamdullillahirobbil ‘Aalamin, segala puja dan puji hanyalah bagi-Nya, hanyalah milik-NYA, Alloh SWT., Robb Semesta Alam beserta isinya, yang dengan kehendak-NYA-lah telah menyediakan semua yang ada di bumi ini bekal bagi para Muslimin wal Muslimat sebagai Kholifah. Sholawat serta salam juga selayaknya kita haturkan kepada Rosululloh Muhammad SAW., penutup semua ke-Nabi-an dan ke-Rosul-an, yang telah mewariskan Ilmu Dienulloh, Dienul Islam yang Haqq, yang membawa kita dari kegelapan hawa nafsu menuju cahaya-NYA yang terang benderang.

Ikhwanul Akhwat Fillah. Alloh SWT., telah berfirman dalam Kitabul Karim:

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَ ابًا شَدِيدً ا ۖ فَا تَّقُواْ اللَّهَ يَٰـۤأُوْلىِ الْأَ لْبَٰبِ الَّذِ ينَ ءَ ا مَنُواْ ۚ قَدْ أَنزَلَ اللَّهُ إِلَيكُمْ ذِكْرًا (١٠)١٠

“Alloh menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertaqwalah kepada Alloh hai orang – orang yang mempunyai akal (ulil albab), (yaitu) orang – orang yang beriman. Sesungguhnya Alloh telah menurunkan peringatan kepadamu.” (Q.S. At – Tholaq (65): 10)

Di dalam Qur’an, kata Ulil Albab banyak sekali disebutkan dalam ayat – ayat-NYA. Departemen Agama RI, menerjemahkan Ulil Albab ini sebagai orang – orang yang berakal, jika diartikan secara harfiyah berarti orang – orang yang mempunyai pemikiran. Tetapi, apakah semua manusia bisa disebut sebagai Ulil Albab? Tidak, keterbatasan penerjemahan bahasa yang membuat arti Ulil Albab sendiri menjadi bias, seperti halnya ilmu yang bias pada lingkup ilmu agama dan ilmu duniawi. Namun, Ulil Albab disini diartikan orang – orang yang mempunyai akal dalam memahami Diennya dengan keimanan dan ketakwaan. Wallohu A’lam.

Pertanyaan yang paling mendasar adalah mengapa di ayat yang disebutkan di atas, kata Ulil Albab disandingkan dengan iman dan taqwa. Jika kita mau sedikit berpikir dengan otak yang telah diberi-NYA ini, samakah cara pandang semua abdi-Nya akan sesuatu hal? Kita ambil contoh bagaimana seorang penjual nasi goreng keliling dengan gerobak dagangannya. Seorang sarjana teknik mungkin akan tertarik bagaimana mekanisme pembakaran kompor yang membuat api berwarna – warni, juga mekanisme pengaturan valve dan tekanan tangki bahan bakar yang bisa membuat fasa cair menjadi fasa uap. Seorang sarjana ekonomi mungkin akan tertarik berpikir bagaimana dagangan penjual nasi goreng akan menghasilkan pendapatan sebesar – besarnya tanpa menambah porsi dan bahan mentah. Seorang Ahli Gizi mungkin akan tertarik bagaimana kandungan kalori dan keseimbangan gizi pada sepiring nasi goreng, apakah tidak seimbang? Jika tidak seimbang bagaimana semestinya menu nasi goreng itu seharusnya disajikan dengan harga tertentu. Subhanalloh wa bihamdihi, semua itu benar – benar bervariasi tergantung bidang keilmuan dan kerja yang biasa kita jalani.

Lantas bagaimana jika dihadapkan kepada kita, bagaimanakah Ulil Albab dalam tolok ukurnya pada Al – Qur’an dan hadits Rosul SAW? akankah buah pikiran ini benar – benar dijadikan manifestasi keimanan dan ketakwaan akan tuntunan syariat-NYA? Karena nyatanya, banyak orang – orang yang berakal bahkan yang sampai bergelar S3 ataupun Profesor sekalipun, masih ada yang mengingkari dan mengkufuri tuntunan dan nikmat-NYA.

Yaa Ulil Albab. Seorang Ulil Albab tidak akan pernah lupa untuk berdzikir dan berpikir akan Alloh SWT., dalam setiap hal yang dipandangnya dan dihadapinya, siapa yang lebih kuat akalnya daripada syahwatnya, dia akan menjadi orang yang bijak, sebaliknya akan menjadi pendek akal dan kerdil jiwanya. Apa yang dilihat dan dihadapinya akan membuatnya awas akan keberadaan Alloh Azza wa Jalla, akan membuatnya awas akan tipu daya makhluk yang dilaknat-NYA dari sejak zaman Nabi Adam AS. Alloh SWT., telah berfirman:

إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمَٰوَٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَأَيَٰتٍ لِّأُوْلِى الْأَلْبَٰبِ (١٩٠) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ السَّمَٰوَٰتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا كَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (١٩١)١٩١

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda – tanda bagi orang – orang yang berakal. (Yaitu) orang – orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya (berkata) Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia – sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api Neraka.” (Q.S. Ali Imron (3): 190 – 191)

Sampai sekarang, anehnya masih ada saja orang berakal yang atheis, seraya berpikir semua dunia dan isinya ini bahkan dirinya terjadi dengan sendirinya. Teori – teori abiogenesis, biarpun dengan ilmu pengetahuan modern pun telah dipatahkan, tetapi mengapa masih juga memakai akal pendek, sependek umurnya di alam dunia ini. Tidak mungkin ada asap tanpa ada api biarpun hanya berupa bara. Apa yang kira – kira ada di benak mereka? Yang jelas mereka tidak menerima bahwa di balik semua yang ada di dunia ini disediakan dari-NYA.

Alhamdulillah wa Syukurillah, jika kita termasuk orang – orang yang telah mengimani keberadaan Alloh Al Haqq Azza wa Jalla, sebagai pencipta alam semesta beserta isinya ini. Apakah cukup dengan mengatakan beriman dan mengimaninya dalam hati? Tidak, tengoklah disana – sini masih ada muslimin wal muslimah yang telah bergelar Profesor sekalipun bahkan menyebutkan menafsirkan Al – Qur’an dan Hadits Rosul SAW., harus sesuai dengan aturan yang dibuat oleh manusia. Lihatkah bagaimana seorang muslimah yang telah berhijab pun larut dalam pacaran, bahkan telah sampai padanya ayat-NYA yang menyuruhnya untuk menjauhi zina dan hal – hal yang menjadi pembuka zina dalam bentuk apapun? Lihatkah bagaimana para tokoh JIL dalam mencampur adukkan Dien ini? Naudzubillahi min dzalik.

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَ ابًا شَدِيدً ا ۖ فَا تَّقُواْ اللَّهَ يَٰـۤأُوْلىِ الْأَ لْبَٰبِ الَّذِ ينَ ءَ ا مَنُواْ ۚ قَدْ أَنزَلَ اللَّهُ إِلَيكُمْ ذِكْرًا (١٠)١٠

“Alloh menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertaqwalah kepada Alloh hai orang – orang yang berakal, (yaitu) orang – orang yang beriman. Sesungguhnya Alloh telah menurunkan peringatan kepadamu.” (Q.S. At – Tholaq (65): 10)

Yaa Ulil Albab. Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim. Apa yang seharusnya dilakukan Ulil Albab dalam menuntut ilmu dan ketika mendapatkan ilmu? Ingatlah bahwa semua ilmu itu datangnya dari Alloh Al Haqq, kesalahan itu adalah milik manusia. Setiap ilmu itu mengandung hikmah dari sisi Alloh SWT. Alloh SWT., telah berfirman:

يُؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَآءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَايَذَّكَّرُإِلَّآ أُوْلُواْ الْأَلْبَٰبِ (٢٦٩)٢٦٩

“Alloh menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang  Al – Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang DIA kehendaki. Dan barang siapa dianugerahi al hikmah itu, ia benar – benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang – orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.” (Q.S. Al – Baqoroh (2): 269)

ءَامَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِرَبِّنا ۗوَمَايَذَّ كَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ الْأَلْبَٰبِ (٧)٧

“…. kami beriman kepada ayat – ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Robb kami. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang – orang yang berakal (Q.S. Ali Imron (3): 7)

Yaa Ulil Albab. Al – Qur’an dan Sunnah adalah pedoman dalam perjalanan langkah hidup ini. Baca dan kajilah di dalamnya, bagaimana kaum – kaum terdahulu dibinasakan oleh azab Alloh SWT. Ingatkah bagaimana Fir’aun yang ditampakkan oleh-NYA kekuasaan-NYA lewat tongkat Kalimulloh Nabi Musa AS? para penyihir kesayangan Fir’aun takluk dan akhirnya beriman kepada Robb yang disembah Musa AS., laut merah bisa terbelah di hadapan kedua matanya, tetapi otaknya tidak dipakainya untuk mengakui dan mengakui keberadaan Alloh SWT., sampai akhirnya dingin dan asinnya air laut merah menenggelamkannya dan mengawetkan jasadnya. Fir’aun, yang berucap ‘Ana Robbakumul A’la – Aku Tuhan kamu yang paling tinggi, melupakan satu hal penting, yaitu tiadalah yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak selain Alloh SWT. Ingatkah Kaum Sodom yang telah diutus-NYA Nabi Luth AS., kepada mereka? Mereka bukan hanya menabrak zina, tetapi bahkan melakukan penyimpangan seksual bahkan secara terang – terangan melakukan persengkongkolan untuk ber-liwath kepada malaikat yang bertamu kepada Nabi Luth AS. Naudzubillahi min dzalik.

لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ للّأُوْلِى الْأَلْبَٰبِ ۗمَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَـٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهحُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (١١١)١١١

“Sesungguhnya pada kisah – kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang – orang yang mempunyai akal. Al – Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat – buat, akan tetapi membenarkan (kitab – kitab) yang sebelumnya da menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk serta rahmat bagi kaum yang beriman.” (Q.S. Yusuf (12): 111)

Yaa Ulil Albab. Bedakah orang – orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui? Jelas beda! Tengoklah beda yang nyata bagi para muslimin wal muslimat yang sering mendatangi majlis – majlis ilmu Qur’an dengan yang tidak pernah sama sekali. Bahkan ikan di lautan pun mendo’akan, bahkan para malaikat pun merendahkan sayapnya bagi muslim yang sedang duduk menimba ilmu di majlis ilmu Qur’an. Tengoklah para muslimin wal muslimah yang telah mengikuti sunnah, fitnah berupa celaan dan godaan selalu diberikan kepada mereka, tuntunan Sunnah Rosul SAW., di masa ini laksana memegang bara api di masa ini, inginnya dibuang karena terasa panas dan berat.

قُلْ لَّا يَسْتَوِى الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ فَاتَّقُواْ اللَّهَ يَــٰٓــأُوْلِى الْأَلْبَٰبِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (١٠٠)١٠٠

“Katakanlah: tidak sama yang buruk dengan yang baik meskipun yang buruk menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Alloh hai orang – orang yang berakal agar kamu mendapatkan keberuntungan.” (Q.S. Al – Maa’idah (5): 100)

Yaa Ulil Albab. Sebagai penutup, apa yang datang dari Alloh SWT., adalah Haqq adanya. Ambillah semua yang baik dari-NYA, tolaklah yang buruk. Ketika telah sampai ayat – ayat-NYA kepada kita, peganglah dan kembalikanlah pikiran dan hati ini kepada Al – Qur’an dan Sunnah Rosul SAW. Jagalah agama Alloh SWT., maka Alloh akan menjaga kita.

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُوْلَـــــٰٓئِكَ الَّذِينَ هَدَٰ هُمُ اللَّهُ ۖ وَأُوْلَـــــٰٓئِكَ هُمْ أُوْلُواْ الْأَلْبَٰبِ (١٨)١٨

“Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya, mereka itulah orang – orang yang diberi Alloh petunjuk dan mereka itulah orang – orang yang berakal.” (Q.S. Az – Zumar (39): 18)

Wallohu A’lam bish Showab. Billahit Taufiq.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 13 July 2011 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s