RSS

Tipe Qolbu Manusia

22 Jun

Assalāmu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Segala puji dan syukur hanyalah bagi-NYA, Alloh Azza wa Jalla, karena atas dasar cinta dan rahmat yang selalui mendahului murka-NYA, kita masih diberi-NYA kesempatan mengisi hidup ini dalam naungan cahaya-NYA. Sholawat dan salam semoga juga selalu tercurah pada Rosul utusan-NYA, Muhammad SAW., penutup ke-Nabi-an dan ke-Rosul-an, yang telah ada darinya Uswah yang Hasan bagi setiap muslim wal muslimah dalam mengarungi jatah hidupnya.

Ikhwanul Akhwat Fillah. Apa kabar qolbu kita? Apakah masih tetap berdenyut hangat ketika hidayah dan cahaya-NYA dari setiap ayat-NYA yang bertebaran di muka bumi ini? juga masih berdebar – debar kencang setelah melakukan dosa dan jika teringat akan dosa yang lalu? Alhamdulillahi Robbil ‘Aalamin, jika memang demikian adanya, qolbu kita masih bisa dikategorikan sehat, Insya Alloh.

“…Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal darah jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah Qolbu (Jantung) (HR. Bukhori dan Muslim).

Ya, apa kabar qolbu – jantung kita? Organ vital yang mengalirkan segala kebutuhan yang dikonsumsi tubuh ke semua organ – organ bahkan yang terjauh darinya sekalipun. Qolbu mentransfer darah sebagai media, bekerja dengan otot tidak sadar, hanyalah ketetapan-NYA yang membuatnya masih tetap berdenyut. Saat ini, dimanakah posisi qolbu kita? Ketika semua problematika hidup harus kita hadapi sendiri maupun dengan keluarga kita, dimanakah kiranya posisi qolbu kita?

Ibnul Qoyyim menjelaskan, kategori qolbu itu ada 3:

1. Qolbu yang Sehat

Qolbu bisa dikatakan dalam posisi sehat, apabila kita masih menerapkan cinta, benci, harap dan takut hanya karena Alloh SWT. Alloh SWT., telah berfirman:

“Katakanlah (Muhammad): ‘Jika kamu benar – benar mencintai Alloh maka ikutilah aku, niscaya Alloh akan mencintaimu dan mengampuni dosa – dosamu’. Alloh Maha Pengampung lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Ali Imron (3): 31)

Manakah lingkungan dan keadaan yang lebih baik ketika kita ada di lingkungan dan syariat Islam? Ketika nafas Islam dalam Qur’an dan Sunnah berada di lingkungan kita, sungguh perkara ingat mengingatkan dalam hal takwa, kebaikan dan kesabaran adalah hal yang juga diwajibkan-NYA.

Dari Anas bin Malik RA., Rosul SAW., bersabda: “Ada 3 perkara yang barangsiapa ketiganya terdapat dalam dirinya niscaya dia akan merasakan Halawatul Iman (Manisnya Iman):

  • Alloh dan Rosul-NYA lebih dicintainya daripada segala sesuatu selain keduanya
  • Tidaklah dia mencintai seseorang kecuali karena Alloh
  • Dia benci kembali kepada kekafiran setelah Alloh selamatkan dirinya sebagaimana orang yang tidak suka dilemparkan ke dalam kobaran api neraka. (HR. Bukhori dan Muslim)

Hanyalah dengan mengikuti Qur’an dan Sunnah, qolbu kita akan selalu berada dalam kondisi prima, yaitu berada dalam lingkungan rahmat-NYA.

“Sungguh telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.” (Q.S. Al – Ahzab (33): 21)

Selain itu, diantara tanda – tanda sehatnya qolbu, adalah kita senantiasa menjauhi syubhat – syubhat yang di akhir zaman ini semakin banyak dan timbul ke permukaan.

Dari Abu Abdullah An-Nu’man bin Basyir, Rosul SAW pernah berkata: “Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, maka barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya, dan barangsiapa terjerumus dalam wilayah samar-samar maka ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang maka hampir-hampir dia terjerumus kedalamnya. Ingatlah setiap Raja memiliki larangan dan ingatlah bahwa larangan Alloh apa-apa yang diharamkan-NYA. Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal darah jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah qolbu-jantung (HR. Bukhori dan Muslim).

2. Qolbu yang Sakit

Sungguh perkara kondisi qolbu yang sakit, tentunya sering dialami oleh muslimin wal muslimah saat ini. Sadarilah, lebih gampang untuk menaikkan dan juga sebaliknya menurunkan prestasi, tetapi mudahkah untuk menjaga untuk tetap (minimal) konsisten dalam jalan Islam yang hanif? Tentunya, pastilah pernah ada saat – saat apabila Dosa besar dianggap sebesar lalat, karena kondisi emosi sedang labil, tetapi berbeda ketika qolbu yang sehat yang akan menganggap dosa kecil bagaikan gunung berapi yang masih aktif.

Ujub? Riya’? Sum’ah? Hasad?

Salah satu contoh adalah apa yang disebut dalam hadits Rosul SAW., sebagai penyakit Al – Wahn, yaitu cinta dunia dan takut mati. Amatlah lalai apabila kita memang telah menjadikan dunia menjadi tujuan, padahal semua itu belum tentu kita dapatkan, karena pada hakekatnya Kiamatlah yang mendekati kita dalam bentuk sughro dan qubro.

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan  kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat,kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan siasialah apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Huud (11): 15 – 16)

Satu lagi contoh, apabila di otak dan qolbu kita sudah mulai tertanam paham “Laa Ikroha fid Diin – tidak ada paksaan dalam agama”, maka qolbu kita pun berada dalam kondisi sakit. Tengoklah para aktivis JIL, pikiran mereka sedang sakit dan anehnya mereka selalu menjaga qolbu mereka dalam kondisi sakit pula. Pikirkanlah oleh kita, bagaimanakah kiranya kewajiban hijab fisik bagi para muslimah? Apakah merupakan bentuk “paksaan dalam agama?” Ikhwanul Akhwat Fillah, ketentuan Alloh SWT., adalah untuk melindungi pada hakikatnya, bukan untuk menakuti, melainkan peringatan bagi orang yang bertakwa. Allohu Aliimun, hanyalah Alloh SWT-lah yang lebih mengetahui apa – apa yang terbaik bagi hamba-NYA.

3. Qolbu yang Mati

Alloh SWT., telah berfirman:

“Maka sesungguhnya bukanlah mata mereka itu yang buta, akan tetapi yang buta itu ialah mata hati dari mereka yang ada di dalam dada.” (Q.S. Al – Hajj (22): 46)

Naudzubillaahi min dzaalik, semoga kondisi qolbu kita tidak seperti ini. Saat qolbu telah mati, Salman Al – Farisi RA., berkata: “qolbu melihat semuanya terbalik.” Maksud dari sahabat yang diangkat keluarga oleh Rosul SAW., ini adalah kondisi emosi terkadang membutakan dan menafikan bahkan sampai wilayah fiqih. Korupsi menjadi hal yang dikerjakan apabila demi menambah uang pemasukan, ikhtilat dengan beda mahrom dan ajnabi menjadi kebutuhan dan jalan keluar ketika kesendiran dan kebosanan menyapa. Pernahkah kita melihat cangkir yang terbalik? Gelap, tidak bisa diisi, melainkan cangkir itu harus dibalik dulu baru bisa diisi.

Apa saja yang dapat membuat qolbu menjadi mati?

Dari Abu Hurairoh RA. Rosul SAW., bersabda: “Sesungguhnya Alloh SWT., meridhoi kalian melakukan 3 hal, dan membenci kalian melakukan 3 hal. Alloh meridhoi kalian menyembah-NYA tanpa mempersekutukan-NYA dengan suatu apapun, meridhoi kalian selalu berpegang teguh pada tali (agama) Alloh, dan meridhoi kalian tidak bercerai berai. Sementara Alloh membenci bila kalian banyak bicara, banyak bertanya, dan menghambur – hamburkan harta.” (HR. Muslim)

Syirik kecil dimulai dari aktivitas Riya’ menurut Rosul SAW., banyak bertanya mengapa Alloh membuat aturan yang Naudzubillaahi min dzaalik bahkan disebut melawan emansipasi, menghambur – hamburkan harta karena berpikir kekayaan adalah hasil jerih payah mereka.

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilah-nya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?(Q.S. AlFurqon(25): 43)

Ikhwanul Akhwat Fillah, semoga kajian kali ini akan membuka mata qolbu kita akan kondisi qolbu saat ini. Bukalah “receiver keimanan” itu saudaraku! Ikutilah Millah Islam yang Hanif yang dituntunkan oleh Rosululloh Muhammad SAW.

Wallohu A’lam bish Showab. Billahit Taufiq wal Hidayah.

Wassalāmu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alloh, Alloh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q.S. Al – Ahzab (33): 35)

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 22 June 2011 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s