RSS

M035leem – M035li3m4H 4L@y

07 Jun

[Dibaca: Muslim – Muslimah Alay]

Assalaamu’alaikum Wr., Wb.

Alay, entah ada yang beranggapan dari kepanjangan anak layangan, atau anak lebay, agak lebay, agak jablay, selalu cenderung mengarah ke konotasi negatif dan bahkan destruktif. Di satu sisi ada yang beranggapan bahwa kita mau sadar ataupun tidak telah mencerminkan kepribadian ini, mulai dari cara bicara, menulis, berpakaian, perilaku, potongan rambut dan sebagainya.

Alay, beberapa tahun belakangan ini semakin ramai menjadi suatu “lifestyle” baru tidak hanya pria – wanita, tidak hanya tua – muda. Fenomena ini pun tidak hanya di dunia nyata, tetapi pula telah merambah ke dunia maya. Disadari atau tidak, disukai atau dibenci, sifat – sifat Alay memanglah telah kita lakoni pula dalam keseharian. Alasan apa mengikutinya? Apakah untuk menambah level “eksis meter” seseorang di hadapan yang lainnya? Atau karena agar diterima dalam komunitas tertentu sehingga “menerjunkan diri” dalam perilaku Alay ini?

Beberapa diantara kita ada yang menertawakannya perilakunya, ataupun sengaja membiarkannya agar mendapat bahan hiburan (baca: bahan tertawaan). Di satu sisi ada yang membuat komunitas Anti Alay, tetapi di sisi lain ada yang membuat komunitas Alay. Lihatlah di media massa, baik cetak maupun elektronik, ke-Alay-an juga telah memenuhi kedua bentuk media tersebut. Apakah hal – hal mudhorot yang disebabkan perilaku Alay ini? berikut adalah diantaranya:

1. Melupakan tuntunan Syar’i dan Sunnah

Assalaamu’alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh. Tentunya kita tidak melupakan tuntunan sunnah ini, sungguh sangatlah mulia tuntunan mendo’akan saudara sesama Muslim ini. Bagaimana bila kita dibatasi oleh jumlah karakter dalam sms ataupun dibatasi jumlah bytes dalam email? (Mungkin) masih bisa dimaklumi dan dipahami jika kita menuliskan Assalaamu’alaikum Wr., Wb. Tetapi bagaimana jika mendapati tuntunan menyebarkan do’a keselamatan dari sesama Muslim ini, “disingkat” menjadi  ‘Askum’, ‘Mikum’, ataupun ‘Coom Salm’?

Satu contoh di atas adalah salah satu dari sekian contoh yang awalnya (mungkin) akan membuat kita tersenyum mendapati bahwa saudara kita tersebut bersemayam perilaku Alay. Tetapi, bagaimana jika telah menuliskan 4Woh atau 4JJoH untuk Alloh? Na’udzubillah, terlebih – lebih apabila bacaan teks do’a diganti pula dengan karakter tulisan Alay. Afwan, cenderung akan menyerupai kaum “Walan Tardho” yang sampai saat ini masih dipusingkan manakah yang lebih benar (menurut mereka) antara Yehuwa atau Yahweh.

“Alloh tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Alloh tanpa izin-Nya? Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Alloh meliputi langit dan bumi. Dan Alloh tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Alloh Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. Al – Baqoroh (2): 255)

2. Menghilangkan Etika

Pusingkah dengan membaca judul artikel ini? begitu pula pada umumnya orang lain membaca pesan Alay yang dikirimkan ke kita. Perilaku Alay adalah perilaku yang cenderung menghilangkan etika dalam segala sendi seperti dalam penulisan. Beberapa etika penulisan yang di-Alay-kan:

iya : ia, iaa, ay, dsb.

kamu : kamuh, kammo, kamoh, kamuwh, kamyu, qamu, qm, dsb.

aku : akyu, aq, akko, akkoh, aquwh, quh, dsb.

maaf : mu’uph, muphs, maav, maaph, dsb.

sorry : cowyie,cory,sorz, dsb.

add : ett, etths, aad, edd, dsb.

for : vo, fur(zz), pols, dsb.

lagi : agi, agy, gy, dsb.

makan : mums, mu’umhs, dsb.

lucu : lutchuw, uchul, luthu, dsb.

siapa : cppa, cp, ciuppu, siappva, dsb.

apa : uppu, apva, aps, dsb.

narsis : narciezt, narciest, dsb.

anak mana? : naq mnah?, dsb.

gw : w, wee, wa, 9, 9w, dsb.

dong : dunkz, dungs, donkz, dsb.

terus : truz, tyus, dsb.

Pernahkah kita mendapat sms atau email yang sifatnya urgent, tetapi mendapatkan jawaban yang seperti di atas? Kira – kira berapa menitkah waktu untuk menerjemahkan kata – kata yang di-Alay-kan untuk 160 karakter sms?

3. Narsis atau Tabarruj – Sufur?

Narsisme, pahamkah kenapa kita malah tertawa? Pernahkah kita melihat foto orang yang mengaku bukan Alay tetapi mengikuti Alay? Alay tidak akan pernah melewatkan salah satu tempat ataupun momen tanpa satupun jepretan kamera, mulai dari lokasi jembatan antar provinsi sampai konser musik, atau bahkan sampai di jamban sekalipun? Tingkatan Alay – narsis terendah bisa didapat dari foto closeup. Foto Alay pria bisa dilihat dengan jari tangan yang membentuk tanda musik metal ataupun tanda peace biarpun dengan baju gamis dan peci sekalipun. Bagaimana dengan Alay wanita? Bisa dideteksi dengan melihat rombongan “cewek” (yang berhijab ngawur dan bahkan berhijab syar’i sekalipun) meniru bentuk telinga kelinci ataupun gaya hewan lainnya dengan tangannya ataupun menutup mulut sedikit manyun dan menempelkan jari telunjuknya ke bibir seolah berkata “diamlah.”

Apa efek yang bisa didapat? Pajanglah di akun ikhtilat kesayangan anda, tunggulah komen dan jempol penilaian yang bisa mengalahkan surat pembaca di surat kabar. Na’udzubillah, bagaimana dengan tuntunan kewajiban untuk menundukkan pandangan antara lawan jenis di Q.S. An – Nuur 30 dan 31? Apakah karena sedang berada di area hotspot wifi gratis, sehingga punya akses gratis untuk memajang foto penuh tabarruj – sufur sebanyak memori card handphone?

4. Mendekatkan diri ke arah kebanci – bancian dan tomboy

Ya sangatlah jelas. Perilaku Alay lebih gampang dilihat dari para banci  dan tomboy yang melupakan fitrah dan titipan – pemberian-NYA. KPI pernah melarang akting banci – bancian untuk acara TV, tetapi rupanya “metoda sensor” KPI agak sedikit dilonggarkan lagi kali ini. Agaknya kita lupa memori yang didapat dari hasil visual itu lebih membekas lama di otak kita, sehingga anak – anak balita di masa golden age-nya lebih fasih untuk berbicara dan berakting macam Alay.

“Rosululloh SAW melaknati kaum lelaki yang berpenampilan seperti wanita dan melaknati kaum wanita yang berpenampilan seperti lelaki.” (HR. Bukhori)

Begitu pula dalam hadits yang lain:

“Rosululloh SAW melaknati seorang laki – laki yang memakai pakaian seperti seorang perempuan, dan mengutuk seorang perempuan yang memakai pakaian seperti orang laki – laki.” (HR. Abu Daud)

5. Menghilangkan Jati Diri Islam

Kembali lagi ke masalah ikut – ikutan. Alay tidak segan – segan menuliskan info terbaru dirinya, mulai dari mendaulat diri sebagai cowker – cewker (cowok – cewek keren), ataupun membuat 1 paragraf di profile akun ikhtilatnya dengan kata – kata “cowok – cewek yang biasa – biasa aja, sampai orang yang melihatnya akan berkata: ‘ya ampyuun…ni cowok – cewek biasa banget siih”. Tengoklah para pelaku Alay berpakaian dan bersolek. Para pria mengenakan pakaian serba hitam dengan tulisan atau lirik sampah, tidak lupa dengan poni layaknya artis band emo. Para wanita tidak mau kalah, mengikuti trend pakaian model tabrak sana sini seperti di Haramjuku (baca: Harajuku), biarpun sudah berkerudung, tetapi kerudung yang model “quick on – off”, celana jeans ketat, tidak lupa make up dan kaca kecil di tasnya yang juga terselip mukena sholatnya. Na’udzubillahi min dzaalik, mencoba mencari celah akan hukum-NYA.

“Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, ia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Begitu pula dalam hadits yang lain:

“Kamu akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehinggakan mereka masuk ke dalam lubang biawak kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rosululloh, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?” (HR. Bukhori dan Muslim).

6. Mubadzir

“Innal mubadziriina kaanuu ikhwaanas Syayaathiin.” (Q.S. Al – Isroo’ (17): 27)

Ya, Alay tidak akan melupakan untuk melakukan kemubadziran dalam bentuk apapun. Mulai dari membeli pakaian sampai handphone sekelas Blackberry ataupun iphone sekalipun agar tetap bisa “terhubung” dan “diterima” dalam komunitasnya.

Dari Abu Hurairoh RA. Rosul SAW., bersabda: “Sesungguhnya Alloh SWT., meridhoi kalian melakukan 3 hal, dan membenci kalian melakukan 3 hal. Alloh meridhoi kalian menyembah-NYA tanpa mempersekutukan-NYA dengan suatu apapun, meridhoi kalian selalu berpegang teguh pada tali (agama) Alloh, dan meridhoi kalian tidak bercerai berai. Sementara Alloh membenci bila kalian banyak bicara, banyak bertanya, dan menghambur – hamburkan harta.” (HR. Muslim)

Banyak – banyaklah infaq, shodaqoh dan amal jariyah. Hak – hak saudara kita yang kekurangan dititipi-NYA ke kita untuk disampaikan kepada mereka.

7. Eksis Tidak Sesuai Tempatnya

Asalkan mendapat tiket gratis dan mendapat fasilitas antar jemput gratis, Alay tidak akan pernah melewatkan ikhtilat terselubung dan kerumunan. Alay tidak akan segan – segan mengingatkan rekan – rekannya untuk mengajak pula dirinya, begitu pula tidak akan segan – segan mengingatkan rekan lainnya untuk mengikutinya, bahkan sampai membuat hitungan mundur untuk “acara penting” yang bahkan mewajibkan dirinya jika tidak akan merasa menyesal dan berdosa seumur hidupnya.

Tidaklah dilupakan di akun ikhtilat kesayangannya, bahkan sampai membuat akun kedua dan ketiga karena banyaknya follower ataupun friendlist. Pernahkah antum sekalian menghitung berapa persentase jumlah pria – wanita sebagai friend – follower? Lebih banyak non mahrom?lebih banyak non muslim?

Se-eksis apakah antum berada di barisan yang menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dan menyeru untuk beriman kepada Alloh SWT? Se-eksis apakah antum berada di masjid-NYA dalam rangka memakmurkan masjid? Se-eksis apakah antum berada di dalam pengajian Islam?

Semoga kita tersadarkan akan kelalaian ke-Alay-an kita. Karena titel “Khoiru Ummat” yang telah diberi-NYA, akan luntur dan bahkan hilang oleh kel-Alay-an kitasendiri. Wallohu A’lam bish showab. Billahit taufiq wal hidayah.

Wassalaamu’alaikum Wr., Wb.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 7 June 2011 in Hadits, Islam, Muslimah, Uncategorized

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s