RSS

Ketika Facebook Menunjukkan Dosa Kita

05 Jun

Assalamu’alaikum Warohmatullohi, Wabarokatuh.

Segala puja dan puji hanyalah milik-NYA dan bagi-NYA, Alloh ‘Azza wa Jalla, Robbul ‘Alamin, yang masih juga memberikan nikmat Iman, Islam dan kesehatan. Sholawat serta salam semoga juga selalu kita tujukan kepada junjungan alam, Rosululloh Muhammad SAW., yang telah diutus-NYA sebagai Uswah Hasanah, yang telah menuntunkan Islam sebagai Rohmatan lil ‘Alamin.

Siapa yang tidak kenal Facebook atau yang sering disingkat dengan FB? Situs pertemanan ini memang sedang digandrungi, tidak hanya pria – wanita, tua – muda, yang berlebih maupun yang sedang ataupun kekurangan harta. Begitu pesatnya perkembangan FB di tanah air ini, sampai – sampai di sebuah survey disebutkan Indonesia adalah pengakses FB terbesar ketiga di dunia. Apakah lantas dengan hasil survey ini Indonesia khususnya para muslimin wal muslimat harus ikut berbangga diri? Atau setelah mengetahui hasil survey ini lantas berlomba – lomba terus mengakses agar mendapat peringkat nomor 1 di dunia?

Orang yang gaptek pun lantas tidak mau terus dibilang gaptek karena tidak mempunyai FB, langsung belajar instan ataupun minta dibuatkan alamat email dan akun FB ke orang lain. Di lain cara, ada yang langsung membeli hape dan nomor hape terbaru yang  mendukung akses FB ini dengan pulsa dan paket murah. Namun, alangkah lucunya apabila lantas ketika kita berkenalan dengan seseorang yang lantas ditanya adalah alamat FB yang bersangkutan, tidak bertanya atau mencoba mengetahui apakah yang bersangkutan berkalimatkan Tauhid yang sama atau tidak.

Telah terjadi pergeseran pola pikir dan gaya hidup akhir – akhir ini. Bagaimana seharusnya seorang muslim berperilaku dalam kesehariannya baik di dunia nyata maupun dunia maya. Tetapi, mungkin diantara kita telah melupakan tuntunan Islam bagaimana hal ihwal ketika kita akan melakukan sesuatu. Alloh SWT., telah berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Q.S. Al – Isro’ (17): 36)

Ayat tersebut di atas telah menjelaskan pada semua hamba-NYA, keharusan mengetahui sesuatu sebelum melakukan adalah kewajiban, dalam arti sederhananya: “Ilmu dulu baru amal.” Jika lantas ada yang langsung berhujjah bukankah semua aktifitas manusia di luar ibadah hukum awalnya adalah mubah? Alhamdulillah jika antum telah mengetahui hukum tersebut. Namun, benarkah apa yang telah dilakukan hamba – hamba-NYA saat ini di akun FB mereka? Berikut adalah beberapa perilaku menyimpang yang bisa kita lihat sendiri di akun FB kita maupun FB friendlist kita:

1. Menunjukkan jati diri dan kepribadian

Siapa yang ingin menunjukkan jati diri dan kepribadian yang jelek di FBnya? Jelas tidak ada ya? Semua berusaha menunjukkan segala informasi yang baik maupun terpuji di halaman info. Beberapa kata – kata mutiara dituliskan, seolah ingin memperkuat karakter kita. Mulai dari menuliskan muslim/ muslimah yang biasa – biasa saja sampai yang luar biasa, tempat kerja, sampai menuliskan tujuan hidup bahkan deretan susunan anggota keluarga selengkap – lengkapnya.

Apakah kita lupa, bahwa ada hal yang disebut ujub dan sum’ah? Lupa, saudaraku?

2. Ikhtilat terselubung

Tidak bisa dipungkiri manusia adalah makhluk sosial, tidak bisa hidup sendiri, kesendirian dan kesepian adalah hal yang paling menyebalkan. Fasilitas chat yang ada memudahkan pembicaraan yang lebih banyak dan cepat dari sms dan email. Mulai dari bertanya kabar yang sederhana sampai “bertanya kabar” yang lebih. Alloh SWT., telah berfirman:

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Alloh mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui segala sesuatu (Q.S. Al -Mujaadilah (58 ): 7).

Naudzubillahi min dzaaliik. Seorang muslim/ muslimah yang begitu ketatnya menjaga diri dan omongan di dunia nyata seolah – olah sirna ketika berbicara di chat. Apakah karena beralasan tidak bertemu muka langsung?

3. Menciptakan Permusuhan

Berawal dari “status biasa” maupun yang jelas ofensif, biarpun kita tidak menuliskan tujuan person dari status yang kita pasang, tidakkah kita tahu persepsi tiap orang berbeda? Sudah banyak sekali berita hanya karena status FB ini perceraian terjadi? Pernahkah antum melihat di depan mata sendiri sebuah pertengkaran suami istri dari selepas Isya’ sampai lewat tengah malam hanya karena status yang dipajang? Yes, i had one.

4. Tabarruj dan Sufur

Tidak perlu panjang lebar, muslim dan khususnya muslimah. Muslimah, lihatlah Al – Ahzab 59 dan An – Nuur 31, baca hadits berpakaian tapi telanjang juga hadits batasan hijab dari Rosul SAW., kepada Asma binti Abu Bakar RA. Sudah berapakah foto dan folder foto antum memajang foto yang membuka aurat dan tidak sesuai syariat? Apakah sudah siap jika mendapati foto kita diedit dengan software pengolah gambar dan berada di situs porno? Mau menyalahkan siapa? Bagaimana kita mau menundukkan pandangan seperti yang diwajibkan-NYA? Atau memang sedang menunggu komen dan jempol penilaian? Tidak sedang menunggu komen dan jempol penilaian? Lalu mengapa foto – foto aksi heboh antum malah dijadikan profile pic? Atau malah telah menempelkan juga foto saudara dan keluarga kandung tanpa hijab? Naudzubillahin min dzaalik, belum sadarkah jika sudah ada yang menyebutkan antum berwajah cakep/ cantik juga awet muda? Sadarkah bahwa mereka sesungguhnya telah mengagumi ciptaan-NYA yang seharusnya dijaga hanya untuk mahrom kita? Lebih baik kita menyelamatkan dan membantu saudara kita untuk menundukkan pandangannya.

5. Tasyabuh

Mulai dari cara bicara, pola pikir, semua akan tergiring mengikuti kaum “walan tardho”. Naudzubillahi min dzaalik, apabila bahkan diantara kita ada yang sampai menyebutkan diri sebagai kaum begundal, juga bangga ada diantara mereka.

“Dan barangsiapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang – orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam. Dan Jahanam itu seburuk – buruk tempat kembali.” (Q.S. An – Nisaa’ (4): 115)

Dari Abdullah bin Umar RA., Rosul SAW bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari mereka” (HR. Ahmad & Abu Dawud)

6. Ghibah

Awalnya dari chatting biasa, berlanjut kepada obrolan serius, akhirnya terjerumus untuk menanyakan kabar orang lain dan membicarakan keburukan mereka. Mungkin kita lupa akan firman-NYA tentang “memakan daging saudaranya sendiri.” Bukankah Alloh SWT., adalah sebaik – baik penilai dan Maha Tahu?

7. Mubadzir

Jikalau point satu sampai 6 di atas telah tidak kita lakukan, lalu apa yang antum lakukan dengan FB? Seharusnya FB kita jadikan sarana – alat untuk ingat mengingatkan dalam hal kebaikan, sabar dan takwa. Tetapi, kebanyakan dari kita merasa minder dan takut dianggap “sok muna”, baru tahu sedikit tetapi telah mengingatkan orang lain. Akhirnya, FB dipakai untuk membunuh waktu dalam bentuk lain. Bentuk lain itu adalah bermain aplikasi game semacam cityville dan frontierville dan sebagainya, yang bisa membuka jalan kemubadziran itu. Belum lagi ketagihan akan game untuk membunuh waktu ini, jaringan internet yang ada dirasakan terlalu lama, akhirnya berlangganan paket yang lebih mahal.

Lupakah akan amaliah sedekah, infaq dan amal jariyah? Hak – hak saudara kita yang kekurangan ada di kita. Sudah berapa rupiahkah uang yang bisa membuka ridho di jalan-NYA kita habiskan untuk bermain game? Ingatkah? Lupakah? Sedekah adalah amaliah yang tidak mengenal batas waktu seperti halnya sholat, shaum dan tadarus.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (Q.S. At-Takaatsur (102): 1- 8)

8. Hilangnya Malu

Syubhat yang satu ini adalah syubhat yang paling susah disadarkan. Sebagai contoh; pernahkah antum ke konser musik bersama ajnabi dan orang di luar Islam? Berfoto ria, melupakan batas hijab fisik dan berikhtilat, mubadzir harta dan waktu. Sepulangnya dari sana, melupakan makan, mandi, sholat dan tadarus. Selanjutnya beraksi layaknya wartawan dari media massa tertentu, terhubung dengan FB, upload foto, menambah info foto, memberitakan dosa yang telah dilakukannya dan berjanji untuk mengulangi dosa tersebut di lain waktu. Again, Naudzubilaahi min dzaalik.

“Setiap ummatku berhak untuk dimaafkan, kecuali Mujahirin, yaitu orang – orang yang melakukan dosa secara terang – terangan. Termasuk dalam tindakan dosa terang – terangan adalah, seseorang yang berbuat (keburukan) di malam hari, kemudian pada harinya sedangkan Alloh telah menutup (memaafkan) kesalahannya itu, ia sendiri berkata. ‘Wahai fulan, tadi malam aku telah melakukan begini dan begitu.’ Ia menyingkap aib dirinya sendiri, padahal Robbnya telah menutup aib dirinya.” (HR. Bukhori)

Dari sekian syubhat yang membuka celah dosa dari FB di atas, manakah yang telah ataupun bahkan masih kita lakukan sampai sekarang? Jika antum termasuk yang tidak bisa menjauhi syubhat, lebih baik tinggalkan daripada berkata tidak punya niat tersebut ataupun tidak punya rasa lebih ketika bertemu dan melihat lawan jenis bukan mahrom di FB.

Dari Abu Abdullah An-Nu’man bin Basyir, Rosul SAW pernah berkata: “Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, maka barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya, dan barangsiapa terjerumus dalam wilayah samar-samar maka ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang maka hampir-hampir dia terjerumus kedalamnya. Ingatlah setiap raja memiliki larangan dan ingatlah bahwa larangan Alloh apa-apa yang diharamkan-Nya. Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal darah jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati (HR. Bukhori dan Muslim).

Semoga Alloh SWT., membukakan mata hati kita dan memaafkan kelalaian kita. Amien. Wallohu A’lam bish showab.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi, Wabarokatuh.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 5 June 2011 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s