RSS

Mensyukuri Anggota Tubuh

29 May

Suatu ketika Abu Hazim mendapatkan pertanyaan. “Yaa Aba Hazim, bagaimanakah cara kita mensyukuri nikmat atas karunia mata ini?”

Dijawab oleh Abu Hazim: “Jika kamu melihat sesuatu yang baik, maka ceritakanlah! dan jika kamu melihat sesuatu yang buruk, maka simpanlah untuk dirimu sendiri!”

“Bagaimanakah mensyukuri nikmat kedua telinga?”

Dijawab oleh Abu Hazim: “Bila mendengar perkataan yang baik, terimalah! dan bila mendengar perkataan yang buruk, tolaklah!”

“Bagaimanakah menyukuri nikmat kedua tangan?”

Dijawab oleh Abu Hazim: “Jangan mengambil sesuatu yang bukan milikmu sendiri!” dan jangan pula mengambil alih hak Alloh SWT., yang ada pada keduanya!”

“Bagaimanakah cara menyukuri nikmat perut?”

Dijawab oleh Abu Hazim: “Hendaklah mengisi bagian bawah dengan makanan! Dan bagian atas dengan ilmu pengetahuan!”

“Bagaimanakah mensyukuri nikmat alat kelamin?”

Dijawab oleh Abu Hazim: “Dan orang – orang beruntung adalah orang – orang yang menjaga kemaluannya, kecuali pada istri – istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang sebaliknya – zina, homoseksual, lesbi, dan yang lain – maka mereka itulah orang – orang yang melampaui batas.” (Q.S. Al – Mu’minuun (23): 5 – 7)

“Bagaimanakah mensyukuri nikmat kedua kaki?”

Dijawab oleh Abu Hazim: “Jika ada orang yang meninggal, yang perlu kau ingat adalah amal – amal kebaikannya. Karena itu, segeralah langkahkan kakimu untuk melakukan amal kebajikan sebagaimana perilaku baik yang telah dia lakukan. Sedang perbuatannya yang dia tinggalkan, janganlah engkau tiru!”

Selanjutnya Abu Hazim menegaskan, “Orang yang hanya bersyukur di bibir saja dan tidak ditunjukkan dengan perilaku keseharian, maka ia seperti orang yang mempunyai sehelai kain panjang, namun dia hanya memegangi ujungnya dan tidak mengenakannya. Karena itu, sia – sialah dia memiliki kain tersebut, sebab seluruh tubuhnya tidak terlindungi dari sengatan teriknya matahari, dinginnya malam, dan guyuran hujan.”

“Fabiayyia Laa-i Robbikumaa Tukadzibaan?”

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 29 May 2011 in Islam

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s