RSS

Dzikrulloh! Kapanpun! Dimanapun!

17 May

Assalāmu’alaikum Warohmatullohi Wabarokātuh.

Kaifa Haluka Ikhwan Fillah? Kaifa Haluki Akhwat Fillah? Semoga segala puji dan syukur selalu kita panjatkan pada-NYA, Alloh SWT., Robbul ‘Alamin, Malikin Naas. Janganlah pula melupakan sholawat serta salam kepada Uswatun Hasanah, Rosululloh Muhammad SAW., yang telah mewariskan kita risalah-NYA, membawa kita dari kegelapan menuju cahaya terang benderang.

Langkah perjalanan manusia sebagai kholifah fil ‘ardh tidaklah selamanya lurus dan rata, akan berhadapan dengan tikungan, tanjakan dan turunan, jalan berbatu dan berlubang, jalan berduri maupun jalan buntu, dan sebagainya. Ketika menghadapi segala rintangan dan setelah melalui semua rintangan tersebut, manusia pada umumnya akan terbagi kepada 4 golongan. Ada yang tetap istiqomah dengan mengambil jalan-NYA yang hanif, ada yang mengambil jalan pintas dengan “potong kompas”, ada yang lantas bersyukur dan ada juga yang menjadi kufur.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (٢) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعْلَمنَّ الْكَـٰذِبِينَ (٣)

“Apakah  manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedangkan mereka tidak diuji lagi. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang – orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang – orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang – orang yang berdusta.” (Q.S. Al – Ankabuut (29): 2 – 3)

Tidak ada seorang bani Adam manapun yang ingin tergelincir dalam menapaki kehidupan ini, untuk itu diperlukan satu sikap yang sepantasnya harus dilakukan ketika menghadapi berbagai permasalahan hidup; Dzikrulloh! Dzikir kepada Alloh SWT., sebanyak – banyaknya agar ketertautan hati kepada pemilik raga dan ruh ini selalu tetap terjaga. Apakah cukup dengan menyebut nama-NYA yang Agung sedangkan pada akhirnya mungkin kita mengambil jalan pintas yang dimurkai-NYA? Tidak!

يَــٰٓــأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُواْ اذْكُرُواْ اللهَ ذِكْرًاكَثِيرًا (٤١) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (٤٢)

“Hai orang – orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir sebanyak – banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-NYA di waktu pagi dan petang.” (Q.S. Al – Ahzab (33): 41 – 42)

Sekali lagi, tanpa memperdulikan bagaimana tingkat keImanan kita, Alloh SWT., telah memanggil dan menyuruh kita untuk selalu berdzikir dengan panggilan “Hai orang – orang yang beriman.” Dzikrulloh hendaklah dengan menghadirkan Alloh SWT., ke dalam hati kita, agar sifat waro’ dan perwujudan ihsan terbentuk yang membuat kita tidak berani mengambil jalan potong kompas tersebut.

Kegundahan hati akan selalu timbul pada manusia, tidak peduli apakah dia seorang muslim ktp, ustadz, muslim – muslimah, tua – muda. Kegundahan hati bisa berakibat pada perilaku dan pemikiran yang lebih negatif, karena memang baik dan buruknya perilaku seorang muslim berkaitan dengan kondisi hatinya. Rosul SAW., bersabda:

“Ingatlah, di dalam tubuh itu terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah anggota tubuhnya dan apabila ia buruk, buruk pulalah anggota tubuhnya. Ingatlah segumpal daging itu adalah qolbu-jantung.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Kegundahan dan kegelisahan hati ini sayangnya selalu kita perburuk dengan sesuatu yang bisa membuat lebih buruk lagi. Mendengarkan musik cinta picisan yang terkadang liriknya kita cerminkan dengan apa yang dirasakan seperti halnya membaca novel cinta; curhat di akun pertemanan yang akhirnya membuka celah ghibah, mubazir dan membuka aib; terjerumus pada minuman alkohol dan narkoba; mendatangi tempat hiburan dan sebagainya. Semua itu hanyalah BAD MEDICINE, saudaraku! Obat yang tepat adalah dzikrulloh, karena memang sejatinya Alloh SWT-lah yang dapat membuat hati kita menjadi tentram. Alloh SWT., berfirman:

الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِاللهِ ۗ أَلَابِذكْرِ اللهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوبُ (٢٨)

“(yaitu) orang – orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Alloh. Ingatlah dengan mengingat Alloh-lah hati mereka menjadi tentram.” (Q.S. Ar – Ro’du (13): 28)

Ikhwanul Akhwat Fillah. Kelalaian adalah sesuatu yang sulit dihindari, mau kita benar – benar menjaga diri ataupun telah merasa kita terhindar dari kelalaian, namun kelalaian bukanlah sesuatu yang harus dilestarikan ataupun bahkan, nauzdubillahi min dzaalik, kita sampai menyepelekan ataupun berusaha melupakannya karena akan membuat ingatan hari – hari yang kelam itu datang lagi. Sulitkah untuk melafalkan istighfar? Yang sekali – kali tidak akan mengurangi materi kita.

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَـٰتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَـٰتِ وَالْقَـٰنِتِينَ وَالْقَـٰنِتَـٰتِ وَالصَّـٰدِقِينَ وَالصّدِقَـٰتِ وَالصَّـٰٓىِٕمِينَ وَالصَّـٰٓىِٕمَـٰتِ وَالْحَـٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَـٰفِظَـٰتِ وَالذَّ ٰ كِرِينَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّ ٰكِرَٰتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا (٣٥)

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alloh, Alloh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q.S. Al – Ahzab (33): 35)

Ikhwanul Akhwat Fillah. Pernahkah kita merasa begitu butuhnya kita kepada Alloh SWT? apakah kita telah berpikir cukup dengan menjalankan kewajiban syareat telah membukakan pintu ridho dan nikmat-NYA? Tidak, bahkan Jannah-NYA yang dijanjikan-NYA sejatinya karena kemurahan Alloh SWT. Lalu, bagaimanakah kita akan mendapatkan “perhatian” Alloh SWT., itu? Salah satu pintu pembukanya adalah dengan berdzikir, tidakkah kita berpikir bagaimana jika Alloh SWT dzalim kepada hamba-NYA yang selalu mengingat-NYA dalam keadaan berdiri, duduk ataupun berbaring?

فَاذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ (١٥٢)

“Karena itu berdzikirlah kamu kepada-KU niscaya Aku ingat (pula kepadamu), dan bersyukurlah kepada-KU, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)KU.” (Q.S. Al – Baqoroh (2): 152)

Ikhwanul Akhwat Fillah. Di masa seperti ini, di masa sulitnya berpegang teguh pada sunnah Rosul SAW., yang disebutkan dalam hadits seperti layaknya memegang bara api, panas dan ingin segera dienyahkan, malu karena selalu terpikir tidak relevan dengan masa ini, Dzikir juga bisa menjadi Furqon (pembeda) yang Haqq. Pernahkah satu waktu kita berada di pusat keramaian menyaksikan segala kemaksiatan, kelalaian, kebathilan dan kejahiliyahan di depan mata? apalagi jika makhluk yang dikutuk-NYA sampai hari akhir kelak selalu membutakan mata hati kita akan kebenaran semu berdasarkan hawa nafsu. Dzikir bisa menjadi tameng pelindung bahwa semua hal tersebut adalah salah. Tetapi harus diingat pula, janganlah sampai kita yang baru saja melakukan zina mata dan hati lantas mengucap kalimat takbir akan keindahan makhluk-NYA yang tidak halal bagi kita. Subhanalloh, bahkan dengan berdzikir segala hal salah yang kita anggap benar ataupun ragu akan kebenarannya, akan ditampakkan-NYA bahwa hal itu jelaslah haram.

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْاْ إِذَا مَسَّهُمْ طَــٰٓىِٕفٌ مِّنَ الشَّيْطَـٰنِ تَذَكَّرُواْفَإِذَاهُمْ مُّبْصِرُونَ (٢٠١)

“Sesungguhnya orang – orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was – was dari syaitan, mereka ingat kepada Alloh, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan – kesalahannya.” (Q.S. Al – A’rof (7): 201)

Ikhwanul Akhwat Fillah. Begitu pentingnya Dzikrulloh ini, maka kita sebagai muslim hendaknya mengamalkannya setiap saat, dari bangun tidur sampai sebelum tidur lagi, dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring. Janganlah kita sampai mengkufuri nikmat yang diberi-NYA, untuk dzikir lisan maupun hati, karena semua hal – hal yang terjadi dalam perjalanan hidup manusia terdapat tanda – tanda keberadaan, kebesaran dan kasih sayang-NYA dimanapun, tiadalah yang sia – sia dalam setiap penciptaannya.

وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَٰـوَٰتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ (١٨٩) إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمَٰوَٰ تِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَـٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَأَيَٰتٍ لِّأُوْلِى الْأَلْبَٰبِ (١٩٠) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ السَّمَٰوَٰتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (١٩١)

Kepunyaan Alloh-lah kerajaan langit dan bumi; dan Alloh Maha Perkasa atas segala sesuatu.Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tandatandabagi orang-orang yang berakal.(Yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S. Ali Imron (3): 189 – 191)

Akhirul kalam. Janganlah pernah berhenti berdzikir saudaraku. Tidak perduli kelalaian kita di masa lalu ataupun yang baru saja kita lakukan, Istigfarlah! dan selalu Dzikrulloh! Insya Alloh, dengan mengingat-NYA, hati kita akan menjadi tenang.

Wallohu A’lam. Billahit Taufiq wal Hidayah.

Wassalāmu’alaikum Warohmatullohi Wabarokātuh.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 17 May 2011 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s