RSS

Saudariku, Sampai Kapan Kau Terlena?

30 Mar

Segala puji bagi Alloh SWT., Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi termulia, pemuka para Rosul. Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Alloh SWT., dan aku bersaksi bahwa Muhammad SAW., adalah hamba dan utusan-NYA.

Saudariku muslimah …

Ketahuilah, kesulitan yang menimpa umat Islam saat ini merupakan adzab dari Alloh SWT. Adzab tersebut tidaklah turun kecuali disebabkan dosa-dosa para hamba, yang dengan itu diharapkan mereka mau bertaubat kepada Robb mereka dan mau kembali kepada-NYA. Dalam tulisan ringkas ini kami ingin menjelaskan sebagian sebab yang menyampaikan kita pada apa yang kita alami sekarang ini, agar kita mengoreksi diri dan memperbaiki kesalahan.

Pertama, dosa-dosa dan kemaksiatan tidak diragukan lagi bahwa dosa dan kemaksiatan termasuk sebab terbesar yang menyampaikan umat terdahulu pada kebinasaan. Ali RA., berkata: “Tidaklah turun bala (siksaan) kecuali karena dosa, dan bala tersebut tidak akan diangkat kecuali dengan taubat.”

Ketika bala menimpa suatu kaum, tak ada satupun usaha manusia yang mampu menahannya, meski ada orang-orang sholih ada diantara mereka, adzab tetap meliputi. Sebagaimana ucapan Zainab RA., kepada Nabi SAW: “Apakah kita akan dibinasakan sedangkan ada orang-orang sholih diantara kita?” Nabi bersabda: “Ya, apabila telah banyak kejelekan.” (HR. Bukhori no. 7059 dan Muslim no. 2880)

Pada umat ini pun ada orang-orang sholih, akan tetapi banyak pula tersebar kejelekan. Oleh karena itu hendaknya orang-orang yang memiliki akal menjauhi dosa-dosa dan kemaksiatan agar Alloh SWT., tidak memasukkan dirinya ke dalam adzab-NYA yang pedih dan tidak menghadapkan dirinya kepada kemurkaan Alloh SWT.

Berapa banyak penduduk negeri yang berada dalam keamanan dan ketenangan, mereka diberi nikmat dengan makmurnya kehidupan kemudian Alloh SWT., membinasakan dan mengubah keadaan mereka. Alloh SWT., ganti nikmat tersebut dengan kelaparan dan rasa aman dengan ketakutan disebabkan dosa dan kemaksiatan.

Alloh SWT., berfirman:

وَضَرَبَ ﭐللَّهُ مَثَلاً قَرْ يَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ﭐللَّهِ فَأَذَٰ قَهَا ﭐللَّهُ لِبَاسَ ﭐلْجُوعِ وَﭐلْخَوْ فِ بِمَا كَانُو يَصْنَعُونَ

“Dan Alloh telah membuat suatu perumpamaan dengan sebuah negeri yang dahulunya aman dan tenteram, rezeki datang kepada mereka melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Alloh, karena itu Alloh menimpakan kepada mereka kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat.” (Q.S. An – Nahl (16): 112)

Maka perhatikanlah kelembutan sifat Alloh Alloh SWT., dan perhatikan bagaimana Alloh SWT., mengubah keadaan mereka. Semua itu disebabkan dosa dan kemaksiatan hamba.

Kedua, lemahnya ketakwaan. Ketahuilah wahai Saudariku, semoga Alloh SWT., merohmatimu. Lemahnya takwa dalam hati juga merupakan sebab yang mengantarkan kepada kebinasaan dan hilangnya kenikmatan serta berubahnya keadaan yang paling baik menjadi yang paling buruk. Lemahnya takwa termasuk sebab datangnya murka Alloh SWT.

Dia yang Maha Suci berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ﭐلْقُرَ ىٰۤ ءَامَنُواْ وَﭐتَّقَوْاْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَـٰتٍ مِّنَ ﭐلسَّمَآءِ وَﭐ ْلأَرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَ خَذْ نَٰهُمْ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka barakah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat) Kami, maka Kami siksa mereka karena perbuatan mereka itu.” (Q.S. Al – A’rof (7): 96)

Ketiga, merajalelanya kerusakan. Merajalelanya bermacam-macam perbuatan dosa, seperti wanita menampakkan perhiasan (aurot)nya di depan laki-laki yang bukan mahrom, bercampur baurnya laki-laki dan wanita yang buka mahram tanpa hijab yang syar’i, banyaknya perzinahan, ditinggalkannya sholat dan zakat, banyaknya riba, homo seks, dan sebagainya termasuk sebab turunnya bala pada umat ini. Ketika perbuatan tersebut dilakukan terang-terangan dalam suatu kaum dan disiarkan sampai merata di kalangan mereka, maka dipastikan akan turun adzab. Alloh SWT., berfirman dalam surat Ar – Ruum ayat 41:

ظَهَرَ ﭐلْفَسَادُ فِى ﭐلْبَرِّ وَﭐلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ﭐلنَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ ﭐلَّذِى عَمِلُواْ لَعَلَّهُمْ يَرْ جِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, agar Alloh menimpakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka mau kembali.”

(Na’udzubillaahi min Dzalik)

Bila Alloh ingin membinasakan suatu kaum, Alloh jadikan orang-orang yang paling jahat diantara mereka bertambah kefasikan dan kerusakkannya kemudian mereka menyebarkan kerusakkan itu dan menyeru manusia untuk melakukannya. Saat itulah turun adzab, sebagaimana firman Alloh SWT:

وَإِذَآ أَرَدْ نَآ أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَ فِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا ﭐلْقَوْلُ فَدَمَّرْ نَٰهَا تَدْمِيرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu supaya mentaati Alloh, tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku perkataan (ketentuan) Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (Q.S. Al –  Israa’  (17): 16)

Keempat, merasa aman dari makar Alloh SWT. Orang-orang yang sholih selalu tunduk dalam ketaatan, bertaubat, dan khusyu. Hati mereka bergetar karena takut kepada Alloh SWT., dan khawatir terhadap adzab-NYA yang pedih. Namun sungguh mengherankan, ada orang yang menampakkan kemaksiatan di hadapan Alloh SWT., secara terang-terangan. Sungguh mengherankan, ia terus-menerus melakukan dosa besar dan kemaksiatan. Tidaklah ia meninggalkan satu dosa kecuali telah melakukan dosa yang lain.

Sungguh mengherankan, wanita yang keluar dalam keadaan tidak berpakaian kecuali hanya sekedar menutup separuh badannya, kemudian ia pergi ke pasar dan menimbulkan fitnah di hati hamba-hamba Alloh SWT. Betapa mengherankan orang yang lalai padahal ia berada dalam pengawasan Alloh SWT. Sungguh sangat mengherankan, bagaimana mereka semua merasa aman dari makar Alloh SWT!!

Apakah mereka belum pernah mendengar firman Alloh SWT:

أَفَأَ مِنَ أَهْلُ ﭐلْقُرَ ىٰۤ أَن يَأْ تِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَٰـتًا وَهُمْ نَآ ئِمُونَ (٩٧) أَوَأَمِنَ أَهْلُ ﭐلْقُرَ ىٰۤ أَن يَأْ تِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (٩٨) أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ ﭐللَّهِ ۚ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ ﭐللَّهِ إِلاَّ ﭐلْقَوْمُ ﭐلْخَٰسِرُونَ

“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami pada mereka di malam hari saat mereka tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami di waktu dhuha ketika mereka sedang bermain? Apakah mereka merasa aman dari adzab Alloh (yang tidak terduga-duga)?. Tidaklah merasa aman dari adzab Alloh kecuali orang-orang yang merugi.” (Q.S. Al – A’rof (7): 97 – 99)

Orang-orang yang merasa aman dari makar Alloh SWT., adalah orang-orang yang merugi, karena mereka lengah dari adzab Alloh SWT., hingga adzab itu sampai kepada mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari. Yang demikian itu disebabkan mereka merasa aman dari makar Alloh SWT. Mereka terus-menerus dalam kemaksiatan, tidak menyadari kemurkaan Alloh SWT., hingga terjadilah apa yang terjadi.

Wahai Saudariku muslimah… sepantasnya bagi seorang muslim yang hakiki mengetahui beberapa perkara penting berikut ini:

Pertama, hendaknya kita berserah diri dan meyakini bahwa Alloh SWT., tidak akan mendzalimi siapapun sebagaimana firman-NYA:

وَمَارَبُّكَ بِظَلَّـٰمٍ لِّلْعَبِيدِ

“Dan sekali-kali Alloh tidak mendzalimi hamba-hamba-NYA.” (Q.S. Al – Fushshilat (41): 46)

Sebab turunnya adzab kepada manusia adalah akibat ulah mereka sendiri, sebagai buah dari amalan mereka. Alloh SWT., berfirman:

وَمَآ أَصَٰـبَكُمْ مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُواْ عَن كَثِيرٍ

“Dan musibah apapun yang menimpa kalian adalah disebabkan perbuatan kalian sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan itu).” (Q.S. Asy – Syuuro (42): 30)

وَمَا ظَلَمَهُمُ ﭐللَّهُ وَلَـٰكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَضْلِمُونَ

“Dan Alloh tidaklah mendzalimi mereka, akan tetapi diri-diri mereka sendirilah yang dzalim.” (Q.S. Ali Imron (3): 117)

Kedua, wajib atas setiap muslim mengetahui bahwa ujian itu datangnya dari Alloh SWT. Firman Alloh SWT:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَﭐلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَاتُرْجَعُونَ

“Dan Kami akan memberi kalian cobaan dengan kejelekan dan kebaikan sebagai ujian dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.” (Q.S. Al – Anbiyaa’ (21): 35)

Hendaknya pula ia mengerti bahwa Alloh SWT., menguji hamba-hamba-NYA agar dapat dibedakan siapa yang betul-betul beriman kepada Alloh SWT., dan siapa orang-orang munafik, siapa yang jujur dan siapa yang dusta. Hal ini adalah sunatulloh yang berlaku pada umat-umat terdahulu. Alloh SWT., berfirman:

وَلِيُمَحِّصَ ﭐللَّهُ ﭐلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَيَمْحَقَ ﭐلْكَـٰفِرِينَ (١٤١) أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ ﭐلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ ﭐللَّهُ ﭐلَّذِينَ جَٰهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ ﭐلصَّـٰبِرِينَ

“Dan agar Alloh membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Alloh orang-orang yang berjihad diantara kalian dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (Q.S. Ali Imron (3): 141- 142)

Ketiga, wajib bagi kita untuk bersabar, mengharap pahala, dan memuji Alloh SWT., atas segala yang ditakdirkan-NYA. Hendaknya kita tidak mengeluh atas takdir buruk yang menimpa kita. Kesabaran adalah jalan yang paling selamat dan paling mudah untuk mendapatkan kelapangan dari Alloh SWT. DIA berfirman:

وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْفَإِنَّ ذَٰ لِكَ مِن عَزْمِ ﭐلأُمُورِ

“Jika kalian bersabar dan bertakwa maka yang demikian itu sungguh merupakan hal yang patut diutamakan.” (Q.S. Ali Imron (3): 186)

Keempat, marilah kita bertaubat kepada Alloh SWT., dan memohon ampunan-NYA atas apa yang telah kita lakukan baik itu perbuatan maksiat dan dosa-dosa ataupun kelemahan dalam menjalankan kewajiban Kita sadari bahwa taubat adalah satu-satunya cara mencapai jalan keselamatan. Akankah kita sambut seruan Alloh SWT., tatkala berfirman:

وَتُوبُوۤ اْ إِلَى ﭐللَّهُ جَمِيعًا أَيُّهَ ﭐلْمُؤْ مِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu sekalian wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung.” (Q.S. An – Nuur (24): 31)

Ataukah kita akan terus berada dalam kemaksiatan dan dosa dengan meninggalkan shalat, memakan riba, dan lainnya? Akankah para wanita tetap ber-tabarruj (bersolek dan dipertontonkan di depan laki-laki bukan mahrom) dan safar (bepergian) tanpa mahrom? Apakah kita ingin menunda taubat dan melupakan firman Alloh SWT:

وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْ لَـٰۤئِكَ هُمُ ﭐلظَّـٰلِمُونَ

“Dan barangsiapa yang tidak bertaubat maka merekalah orang-orang yang merugi.” (Q.S. Al – Hujurot (49): 11)

Wahai Saudariku muslimah… marilah kita bertaubat kepada Alloh SWT., dengan taubatan nashuha (yang tulus):

رَّ بَّنَا ﭐكْشِفْ عَنَّا ﭐلْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ

“Wahai Robb kami, hilangkanlah adzab dari kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang beriman kepada-Mu.” (Q.S. Ad – Dukhan (44): 12)

Mari kita kembali kepada Alloh SWT. Semoga Alloh SWT., meringankan bencana atas kita dan menahan siksa-NYA. Sholawat dan salam atas Nabi kita Muhammad SAW.

(Diterjemahkan dari kitab Ilaa Mataa Al Ghaflah karya Abu Umar Salim al Ajmi’ oleh Nafisah bintu Abi Salim) Sumber:http://www.asysyariah.com/ print.php?id_online=32

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 30 March 2011 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s