RSS

Perkataan Aneh Menjelang Ajal

28 Mar

Seperti yang telah dicontohkan Rosululloh SAW., ketika sahabatnya meninggal dunia, beliau mensholatkan jenazahnya, mengantar jenazah ke kuburnya dan mendo’akannya. Setelah itu beliau singgah ke rumah keluarga almarhum untuk menghibur agar tetap bersabar menerima cobaan-NYA ini.

Rosul SAW bertanya apakah ada wasiat almarhum yang diamanahkan kepada keluarga yang ditinggalkan? Sang istri menjawab ada beberapa perkataan almarhum diantara sisa napasnya yang tersengal – sengal. Kembali Rosul SAW., bertanya apakah gerangan yang diucapkan sahabat tersebut? Sang istri kembali menjawab bahwa diantara napas yang tersengal – sengal, almarhum mengucapkan 3 perkataan terputus – putus yang sangat membingungkan semua anggota keluarga yang ditinggalkan.

Istri almarhum tersebut berkata, “Suami saya mengatakan; ‘Andaikata lebih panjang lagi’, ‘Andaikata lebih baru’, ‘Andaikata semuanya…” Hanya 3 perkataan tersebut yang diucapkan sehingga membuat kami semua bingung.”

Rosululloh SAW., sambil tersenyum  lalu menjelaskan. “Sungguh, yang diucapkan almarhum suamimu itu tidak keliru.” Kisahnya pada suatu hari Jum’at, almarhum hendak ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at. Di tengah perjalanan, almarhum bertemu seorang buta yang sedang juga berangkat ke masjid, yang kelimpungan karena tidak ada yang menuntunnya. Maka almarhum kemudian menuntunnya untuk sama – sama berangkat menunaikan ibadah Jum’at di masjid. Ketika sakarotul maut, almarhum menyaksikan pahala amalnya tersebut, maka dari itu dia pun berkata; ‘Andaikata lebih panjang lagi’. Maksudnya apabila jalan menuju masjid itu lebih panjang, maka pahalanya pasti lebih besar.

“Lalu, ucapan lainnya Ya Rosululloh?”

Rosul SAW., menjawab. Pada hari berikutnya ketika ia hendak pergi ke masjid di pagi yang sangat dingin sekali, almarhum berjumpa dengan seorang lelaki tua duduk menggigil hampir mati kedinginan. Kebetulan almarhum memakai mantel yang masih baru, maka ia melepas mantel tersebut dan diberikannya kepada pria tua yang menggigil kedinginan tersebut. Itulah mengapa pada saat sakarotul maut, almarhum menyaksikan pahala kebaikannya dan menyesalinya seraya berkata, ‘Andaikata lebih baru’. Maksudnya pahala almarhum pasti lebih besar apabila memberi mantel yang lebih baru.

“Kemudian, apa maksud perkataannya yang ketiga wahai Rosululloh?” tanya istri semakin penasaran.

Dengan sabar Nabi SAW., menjelaskan. “Ingatkah ketika suamimu datang ke rumah dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Ketika itu pula ketika hendak menyuapkan makanan, seorang musafir datang mengetuk pintu dan meminta makanan. Saat itu pula almarhum memotong rotinya dan dibagikannya kepada musafir kelaparan tersebut untuk disantap bersama. Ketika sakarotul maut, almarhum menyaksikan pahala kebaikannya tersebut, dengan menyesal berkata andaikata semua roti tersebut diberikan semuanya kepada musafir itu.”

Alloh SWT., berfirman dalam Al – Qur’anul Karim:

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.(Q.S. Al – Israa’ (17): 7)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 28 March 2011 in Islam

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s