RSS

Alloh SWT Telah Memilihmu Menjadi Muslimah

17 Mar

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Alhamdulillah wa Syukurillah, kita masih dipertemukan-NYA dengan hari Jum’at ini. Semoga Alloh SWT., menerima amal ibadah kita dan mengampuni segala dosa kekhilafan kita dari Jum’at ke Jum’at ini.

Kaifa Haluki Yaa Ayyuhal Muslimah? Sudah sampai manakah langkah anti sekalian menuju pada-NYA? Semoga hari – hari menuju Jum’at mendatang anti sekalian bisa tetap istiqomah dalam takwa, tiadalah sesuatu hal yang ada di dunia ini selain bermuara dan berakhir pada-NYA, Alloh – Robbul ‘Alamin.

Sungguh, betapa ana terkejut sebelum bisa memahami pemikiran salah satu web yang katanya mengatasnamakan dan menjunjung hak – hak wanita. Betapa yang namanya kesetaraan, emansipasi, feminisme, menikah, melahirkan, merupakan hak – hak asasi yang sering sekali diulas dalam banyak artikel web tersebut. Dalam web tersebut disebutkan, bahwa hak tersebut diatas adalah yang sering dipangkas dalam aturan Islam. Na’udzubillahi min dzaalik, bahkan beberapa muslimah menuliskan beberapa artikel yang menyebutkan betapa hijab fisik adalah hal yang masih samar dalam syariah, emansipasi adalah salah satu cara untuk menyambung hidup, keindahan buat apa ditutupi, menikah adalah kurungan juga hamil dan melahirkan adalah penderitaan.

Mencoba memahami kata demi kata beberapa artikel di web tersebut, hanya 2 kata yang terlintas di benak ini; liberal dan sekuler. Seakan tidak percaya mengapa artikel – artikel tersebut sampai mereka yang menuliskannya, sampai mereka menyampaikannya secara langsung kepada ana. Hidup di zaman apakah mereka saat ini? apakah memang Jahiliyah repeat itself? Ataukah mereka yang menghidupkan kembali zaman kegelapan itu setelah risalah-NYA disampaikan lewat Rosul SAW 14 abad yang lalu?

Wahai Muslimah kebanggaan Islam. Mari ana ceritakan bagaimana Robb-mu, Robb kita sekalian memilihmu menjadi wanita muslimah. Ketika Adam AS., diciptakan-NYA langsung dengan Tangan-NYA sendiri, Alloh – Malikin Naas langsung menempatkannya di Syurga dan mengajarinya berbagai macam pengetahuan yang tidak diberi-NYA kepada makhluk lainnya. Apa yang tidak ada di Syurga? Dalam berbagai ayat dalam Qur’an telah Alloh SWT., firmankan mengenai keindahan di dalamnya. Tetapi kesempurnaan hanyalah milik-NYA, agar semua makhluk-NYA tidak merasa berbangga diri di hadapan sesama makhluk-NYA. Dari semua keindahan yang diberi-NYA di Syurga, tetaplah Adam AS., merasa kesepian. Maka Alloh SWT menciptakan makhluk-NYA yang sama dari jenisnya untuk membuat tenang Adam AS., di dalamnya. Anti sekalian sudah tahu dari bagian tubuh mana dari Adam AS., yang diambil-NYA untuk menciptakan pendampingnya. Bukanlah dari tulang kepala yang selalu mendongak ketika kesombongan datang, bukanlah dari tulang kaki yang dipakai untuk menginjak, justru dari tulang terkeras yang melindungi organ vital kehidupan ini saudariku.

Tetapi Alloh SWT., yang Maha Berkehendak, dipilih-NYA tulang yang paling bengkok dari tulang pelindung ini, yang apabila dipaksakan untuk lurus maka tulang itu akan patah dan bila dibiarkan tulang itu akan tetap bengkok. Seketika Adam AS., melihat makhluk-NYA dari jenisnya tersebut, hilanglah semua keindahan yang diciptakan-NYA di matanya selain keindahan makhluk-NYA yang baru diciptakan-NYA, Ibunda para manusia, Siti Hawa AS.

Seketika itu pula, makhluk yang dikutuk-NYA sampai hari kiamat kelak merasa mendapat angin pembaharuan demi melancarkan aksi dan triknya yang lain untuk mengumpulkan sebanyak – banyaknya teman di Neraka kelak. Begitu dendam dan sombongnya Iblis kepada-NYA dan sesama makhluk-NYA, telah menetapkan motif dan target serangan kepada makhluk yang baru diciptakan-NYA, karena Hawa-lah yang dapat sejenak melupakan Adam AS., bahwa semua keindahan itu hanyalah milik-NYA. Berbekal “power of speak”, Iblis mulai mendekati Hawa untuk merayunya untuk mencicipi buah yang diharamkan-NYA bagi 2 insan tersebut. Rayuan Iblis diteruskan lewat rayuan juga kepada Adam AS., sehingga terjadilah pembangkangan yang kedua dari makhluk-NYA. Betapa semua yang dihalalkan-NYA apa yang ada di Surga, ternyata Adam dan Hawa mencoba untuk mengetahui bagaimana kemarahan-NYA. Alloh SWT-pun menelanjangi keduanya, betapa malunya mereka berdua padahal tidak ada manusia lain selain mereka berdua saat itu, malu karena mereka sadar Alloh SWT Maha Melihat. Pengusiran kali kedua-NYA bagi makhluk-NYA dari Surga. Bumi adalah tempat pengusiran yang dipilih Alloh SWT untuk kedua insan. Keduanya dipisahkan satu lainnya, yang kembali rasa sepi itu mendera. Begitu malu dan kecewanya Adam AS., kepada dirinya sendiri akan khilafnya. Tetapi tahukah saudariku? Justru Alloh-lah yang mengajarkan kepada Adam AS., bagaimana do’a untuk meminta maaf pada-NYA akan kedzaliman yang diperbuat hamba-NYA. Maaf dan ampunan Alloh selalu mendahului murka-NYA. Mulailah kehidupan mereka berdua menjalani hari – hari untuk memperberat amal timbangan kebaikan di Yaumul Hisab kelak.

Kisah diatas bisa anti sekalian kaji di Qur’an dan Hadits, Insya Alloh timbangan amaliah kita akan bertambah jika kita mengkaji dan menjalankan keduanya.

Dari sepenggal kisah Bapak dan Ibu para manusia diatas, bisakah anti sekalian mengambil hikmah dan Ibroh (pelajaran)? Pertama; kedudukan pria dan wanita yang beriman adalah sama di Surga kelak, lalu mengapa diantara kalian masih ada yang berteriak mengenai kesetaraan? Kedua; ketika mereka ditelanjangi sampai mereka mengambil daun – daun dari pepohonan yang ada di Surga untuk menutupi aurot mereka, padahal tidak ada manusia lain selain mereka. Keindahan ciptaan-NYA adalah sesuatu yang harus dijaga baik – baik, lalu mengapa diantara kalian masih saja ada yang pamer aurot atas nama feminisme? Ketiga; ketika Alloh SWT., menciptakan makhluk-NYA dari jenis kita sendiri untuk saling mengisi, menemani dan menenangkan qolbu, mengapa diantara kalian justru menyebutkan menikah adalah kurungan? Keempat; ketika Alloh SWT., memilih tulang dada yang paling bengkok sebagai pertanda perlindungan, mengapa diantara kalian masih ada yang memilih untuk emansipasi kebablasan?

Dan terakhir yang sengaja tidak ‘ana sebutkan dalam penggalan kisah diatas, ketika Alloh SWT., memilihmu untuk mempunyai rahim yang dari padanya akan lahir keturunan – keturunan yang akan meneruskan amanah-NYA di muka bumi ini, juga yang akan mendo’akan permohonan ampunan pada-NYA untuk kalian biarpun Alloh SWT., telah mencukupkan umur kalian, mengapa diantara kalian masih ada yang menyebut hamil dan melahirkan adalah penderitaan?

Yaa ayyuhal Muslimah kebanggaan Islam. Tiadalah yang sangat menggembirakan-NYA selain mendapati hamba-NYA kembali pada-NYA. Ingatlah bahwa qolbu kalian yang dilindungi tulang yang kuat itu ingin selalu tunduk berbakti pada-NYA, bukan justru untuk mencoba liberal dan sekuler yang hanya ber-Islam ketika pernikahan dan kematian. Billahit Taufiq. Wallohu A’lam.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 17 March 2011 in Muslimah

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s