RSS

Menjawab Pertanyaan: Perlukah Menjadi Seorang “Ikhwan”/ “Akhwat?”

16 Mar

[Pengertian “Ikhwan & Akhwat” disini disempitkan untuk para muslimin wal muslimah yang bergerak lebih maju dalam ke-Islamannya]


Assalāmu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Masih teringat pertanyaan anta sewaktu mudzakarroh kita saat itu saudaraku, ketika antum telah memiliki kitab kumpulan hadits dari Imam Nawawi. Mungkin, di bab pertama kitab itu yang berjudul “Dasar – dasar Kebaikan” telah menimbulkan pertanyaan mengapa Ikhlas-lah yang menjadi awal kajiannya. Ya, ikhlas…yang bahkan Sayyid Quthb pun sependapat dengan pengertian Imam Nawawi akan makna keikhlasan yang difirmankan-NYA dalam Qur’an:

وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعْبُدُ اللهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُواْ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُواْ الزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ (٥)

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-NYA dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus.” (Q.S. Al – Bayyinah (98): 5)


“Dienul Qoyyimah” – Dien yang Lurus. Apakah memang menjadi pertanyaan lanjutan? Ketika Alloh SWT., menghendaki hanya kebaikan dunia wal akhirat-lah yang menjadi inti tujuan hidup ini bagi semua hamba – hamba-NYA, apakah bukan itu yang juga (seharusnya) kita inginkan? Kita semua harus sadar diri bahwa kita pernah bahkan sering terbersit keinginan untuk bertanya mengapa Alloh SWT., bertindak/ berkeinginan begini dan begitu, yang tidak sampai akal pemberian ini bisa mencernanya saat itu juga, bahkan mungkin sampai nanti umur kita dicukupkan sesuai yang ditulis-NYA. Dienul Qoyyimah, dengan jalan memurnikan ketaatan pada-NYA.

Sebenarnya ana ingin balik bertanya saat itu, saudaraku. Hanya satu pertanyaan, apakah anta masih butuh dengan Alloh Ar – Rohman? Pertanyaan retoris yang jelas jawabannya adalah iya dan akan selalu menjadi jawaban iya. Lalu, apakah sebanding dengan semua pemberian-NYA ini dengan apa yang telah kita lakukan? Padahal semua Bani Adam diberi amanah yang bahkan gunung – gunung yang terlihat kokoh pun menolaknya, yang bahkan para malaikat – malaikat-NYA pun menyangsikan Bani Adam. Amanah itu adalah menjadi wakil Alloh SWT., untuk menjadi “pemelihara” di muka bumi ini. Bekal berupa rezeki telah disebarkan-NYA di muka bumi ini, juga dilengkapi Al – Qur’an dan Sunnah Rosul SAW., sebagai pedoman yang kita tidak akan pernah tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya.

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّ بِّكَ فَيُؤْ مِنُواْ بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ اللهَ لَهَا دِ الَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ (٥٤)

“Dan orang – orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al – Qur’an itulah yang Haq dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepada-NYA.” (Q.S. Al – Hajj (22): 54)

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَـٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَـٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبَـٰتِ وَفَضَّلْنَـٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا (٧٠)

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak – anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik – baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Q.S. Al – Isro’ (17): 70)

Banyak – banyaklah memuji akan kemurahan dan kebesaran-NYA saudaraku, Irodah Alloh SWT., bahkan telah memilihkan yang terbaik bagi kita semua untuk hidup di zaman ini, di zaman yang telah didatangkan-NYA Al – Furqon dan Al – Huda yang juga bahkan telah difirmankan-NYA dalam Kitabul Karim kitalah sebaik – baik ummat, jika kita adalah orang – orang yang bertakwa dan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Tentunya kita juga pasti pernah berpikir bagaimana jika kita hidup di abad kegelapan Eropa, para wanita yang dibakar hidup – hidup karena dianggap sebagai penyihir, sedangkan para prianya yang tidak pernah jauh dari keributan dan alkohol. Khoiru Ummat, saudaraku.

Tidakkah kita pernah juga berpikir, kenapa ummat Islam sampai – sampai disebut-NYA sebagai khoiru ummat? Tidak ada Dien – dien lain saat ini yang sama dengan satu – satunya Dien yang diridhoi-NYA – Al Islam. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, tidak ada yang tidak pernah dituntun-NYA lewat Rosululloh SAW. Subhanalloh wa bihamdihi. Satu hal yang perlu diingat, tidak ada satupun aspek hidup kita yang diizinkan-NYA melainkan mengarah kepada-NYA demi mendapat ridho-NYA, seperti layaknya do’a Iftitah bahwa sholat kita, ibadah, hidup dan mati kita hanyalah untuk-NYA sesuai kehendak-NYA. Dzikrulloh, semua yang kita niatkan dan akan kita lakukan, semata – mata hanyalah untuk-NYA.

Ingatkah saudaraku? Semua makhluk-NYA di alam semesta ini tunduk sesuai ketetapan-NYA, gravitasi selalu terjadi, benda akan selalu mengarah dari keadaan yang lebih tinggi ke keadaan yang rendah, dari konsentrasi tinggi ke rendah, dari temperatur tinggi ke rendah. Bagaimana jika semua planet berhenti berotasi? Tentunya kita ataupun saudara kita di belahan bumi lainnya hanya akan terus mendapatkan siang ataupun malam. Seharusnya tidak pernah terbayangkan apabila Alloh SWT., bertindak dzalim pada hamba-NYA, karena kita adalah bukti nyata akan kebesaran dan cinta-NYA, bukankah ampunan-NYA mendahului murka-NYA? Receiver keimanan itu, sudahkah diberi penguat untuk menerima gelombang ayat – ayat-NYA yang bertebaran di alam semesta ini?

Tetapi jangan lupa saudaraku, ada makhluk lain yang telah dikutuk-NYA sampai Hari Kiamat kelak yang akan membutakan bahkan membuat telinga kita ini tuli juga membuat leher ini keras untuk menoleh pada ketentuan dan kasih sayang-NYA. Tidak ada yang perlu ditakutkan dari makhluk-NYA yang satu ini, karena sesungguhnya mereka adalah parasit dan benalu yang lemah. Hanya satu Ibroh yang menarik dalam Qur’an ketika Iblis laknatulloh akan diusir-NYA setelah dikutuk-NYA, bahkan Iblis pun sangat yakin pada-NYA bahwa Alloh SWT akan mengabulkan permintaanya diberi tangguh untuk mengumpulkan sebanyak – banyak teman di Neraka Jahanam kelak. Ud’uni astajib lakum – berdo’alah kepada-KU niscaya akan KU-kabulkan. Namun afwan, hal ini tidak boleh dijadikan hujjah sebagaimana pendapat orang – orang JIL, bahwa tauhidnya Iblis sangat luar biasa kepada Alloh SWT.

Akhirnya inilah jawaban final yang akan ana berikan untuk pertanyaanmu saudaraku, dari satu pertanyaan yang sangat menganggu untuk dicari jawabnya untukmu.

Tidaklah seorang Ahli Ibadah disebut Ahli Ibadah apabila ia hanya mengerjakan Ibadah wajib saja. Tidaklah seorang Ahli Shoum disebut Ahli Shoum apabila ia hanya mengerjakan Shoum wajib saja. Tidaklah seorang Ahli Infaq/ Sedekah disebut Ahli Infaq/ Sedekah apabila ia hanya mengerjakan Infaq/ Sedekah/ Zakat yang wajib saja.

Sebagai tambahan jawaban di sebuah hadits diriwayatkan dari Abu Hurairoh RA., bertanya pada Rosul SAW. Seorang muslim akan memasuki pintu Jannah-NYA sesuai amaliah yang sering membuat Alloh SWT bukan hanya “melirik” padanya, tetapi bahkan sampai ridho padanya untuk masuk di pintu Jannah sesuai amaliahnya. Mungkinkah seorang muslim bisa masuk dari pintu Jannah-NYA yang mana saja tanya Abu Bakar RA.,? “Ada. Dan aku berharap semoga kamu termasuk di dalamnya.” jawab Rosul SAW. (HR. Bukhori & Muslim)

Hadapkanlah wajah dan hati kita ini secara kaffah pada aturan-NYA, Alloh SWT tidak menginginkan kesukaran pada hamba-NYA. Semua yang ada di langit dan bumi meminta dan memuji-NYA. Nikmat-NYA mana (lagi) yang akan kita dustakan?

Wallohu A’lam bish Showab. Billahit Taufiq.

Wassalāmu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَـٰتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَـٰتِ وَالْقَـٰنِتِينَ وَالْقَـٰنِتَـٰتِ وَالصَّـٰدِقِينَ وَالصّدِقَـٰتِ وَالصَّـٰٓىِٕمِينَ وَالصَّـٰٓىِٕمَـٰتِ وَالْحَـٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَـٰفِظَـٰتِ وَالذَّٰ كِرِينَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّٰ كِرَٰتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا (٣٥)

Sesungguhnya lakilaki dan perempuan yang muslim, lakilaki dan perempuan yang mu’min, lakilaki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, lakilakidan perempuan yang benar, lakilaki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, lakilaki dan perempuan yang bersedekah, lakilaki dan perempuan yang berpuasa, lakilaki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, lakilaki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alloh, Alloh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q.S. Al – Ahzab (33): 35)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 16 March 2011 in Islam

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s