RSS

Islam Mengikuti Zaman?

09 Feb

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيَوٰةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (١٠٤)

“Yaitu orang – orang yang telah sia – sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik – baiknya.” (Q.S. Al – Kahfi (18): 104)

Assalāmu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Ikhwanul Akhwat Fillaah. Senang atau tidak senang, tahu ataupun tidak tahu, percaya atau tidak percaya, semua hamba-NYA sedang menuju hari – hari setelah kehidupan ini. Betapa fenomena mati suri sampai diteliti oleh peneliti barat, seolah – olah ingin sebuah pembenaran ataupun ingin mengetahui bagaimana kehidupan setelah mati ini. Fenomena “lorong kehidupan” yang digambarkan dalam tayangan Discovery Channel dari beberapa saksi hidup setelah mati suri, menunjukkan lorong yang terang yang berada di ujung sana dan entah mengapa para saksi hidup itu seolah – olah ingin melangkahkan kaki ke arah cahaya tersebut, ingin mengetahui apa gerangan di ujung sana?

Hanya ada Surga-kah yang ada di ujung sana? Hanya Neraka-kah yang ada di ujung sana?

Atau……….. Hanya ada kehampaan di ujung sana?


Biidznillaah, mereka dikembalikan lagi ke dunia ini lagi – lagi merupakan bukti nyata kekuasaan-NYA dan ujian apakah mereka banyak – banyak bersyukur dan mau menerima, mengimani dan mengamalkan risalah-NYA yang Haqq. Kemanakah janji  Alloh SWT., yang Haqq tentang kampung akhirat?

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللهِ وَكُنتُمْ أَمْوَٰتًا فَأَحْيَـٰكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (٢٨)

“Mengapa kalian kafir kepada Alloh, padahal kamu tadinya mati, lalu Alloh menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-NYA kembali, kemudian kepada-NYA-lah kamu dikembalikan?” (Q.S. Al Baqoroh (2): 28)

Tidak ada yang namanya keabadian di dunia ini. Tubuh yang tegap seperti huruf Alif, ternyata akan menjadi bungkuk seperti huruf Dal. Kekuatan yang dimiliki ketika masa muda, mulai berangsur – angsur ketika memasuki umur 40, padahal ada semboyan yang sangat atraktif “My life begin at 40.” Pandangan yang awas menjadi buram seiring bertambahnya umur, tidak ada yang namanya “Forever Young.” Semua hamba-NYA pasti mengalami saat – saat itu, bahkan para Nabi dan bahkan Rosululloh SAW pun mengalaminya.

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانِ (٢٦) وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُوالْجَلَـٰلِ وَالْإِكْرَامِ (٢٧)

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Robb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (Q.S. Ar – Rohman (55): 26 – 27)

Ikhwanul Akhwat Fillaah. Dari sedikit bukti keberadaan-NYA yang kita lihat dan rasakan oleh panca indera kita sampai saat ini, tidakkah semua itu telah mampu untuk membuat hati ini tunduk secara paripurna untuk mengimani Rohmat yang Alloh Ar – Rohman berikan? Sadarilah, seringkali kita langsung berpikir untung rugi dengan matematika otak kita yang tidak pernah sebanding dengan matematika Alloh SWT, apabila ayat – ayat-NYA yang melarang kebebasan dan kesenangan kita sampai ke kita. Tidakkah pernah terjadi pergulatan batin biarpun hanya berupa impuls – impuls yang membuat hangat hati ketika kita ingin melawan dan menafikan keberadaan ayat-ayat-NYA? Benar adanya peribahasa “Nasi telah menjadi bubur”, ataupun “Penyesalan selalu datang belakangan.”

Tetapi, ketika “bubur penyesalan” itu telah kita terima, siapakah Nama yang kita panggil dalam do’a – do’a panjang agar dijauhkan dari kesedihan dan azab-NYA?

Hanya satu Nama, ucapkanlah Saudaraku…!!!

Alloh SWT.

Ikhwanul Akhwat Fillaah. Sungguh, Alloh Al – Affuuw sangat menyenangi melihat hamba-NYA yang bertobat, bahkan sampai diibaratkan dalam suatu hadits bahwa kegembiraan Alloh SWT melebihi musafir yang menemukan kembali ontanya yang hilang di padang pasir gersang. Satu frase yang perlu diingat, yaitu pengalaman adalah guru yang paling berharga. Afwan saudaraku, bahkan hewan pun yang hanya diberi-NYA insting bila bahaya mendekat, hewan pun akan segan untuk mendekati sumber bahaya yang pernah mereka dekati. Sebagai Bani Adam yang diberi kelengkapan akal dan hati, pernahkah kita memakai kedua pemberian Alloh SWT., ini secara bersamaan untuk menundukkan nafsu yang terkadang bahkan sering menjadi komandan dalam langkah hidup ini?

Zaman ini, dimana Khoiru Ummat menjadi buih di lautan yang diperebutkan musuh-musuh-NYA, begitu banyak memang pertentangan batin dan hati yang terusik antara kebenaran dan kebathilan. Dosa dan kebathilan hanya berganti baju, hanya berganti kemasan, hanya berganti metoda, dengan unsur dosa dan kebathilan yang sama.

Apa jawaban kita untuk satu pertanyaan klasik ini? Apakah zaman yang mengikuti Islam? Ataukah Islam yang mengikuti zaman? Bahkan kita sering bersenda gurau dengan menyebutkan beberapa dosa dengan ungkapan, “Sudah ada dari zaman Fir’aun.” Betul, lihatlah kebathilan masa kini dengan masa lalu, hanya berganti nama, metoda dan kemasan. Bukankah khamr sudah ada sejak zaman dulu? Bukankah perjudian dan mengundi nasib sudah ada dari zaman dulu? Bukankah pelacuran sudah ada dari zaman dulu? Bukankah praktek aborsi, perdukunan, pembunuhan dan lain sebagainya sudah ada bahkan dari “zaman Fir’aun?”

Mengapa sudah ada dari “zaman Fir’aun” dan masih terjadi sampai saat ini pun? Karena manusia selalu mencari celah dari-NYA untuk “mengijinkan diri” melakukan dosa dan kebathilan. Semua dosa dan kebathilan itu selalu kita ataupun musuh – musuh Islam bungkus dengan kemasan semenarik rupa agar memberi pencitraan boleh dilakukan.

Mari kita telaah sebagai contoh kecil bagaimana kemasan itu dibuat semenarik mungkin. Ketika “zaman friendster” dimulai, beberapa dari kita bahkan para muslimah kebanggaan Islam menerjunkan diri berlomba – lomba me-maya-kan diri mereka bahkan sampai menempelkan foto – foto tanpa hijab. Kini, ketika “zaman facebook” dimulai, dengan tampilan yang lebih menarik dari friendster, beberapa dari kita bahkan para muslimah kebanggaan Islam juga ikut menerjunkan diri berlomba – lomba me-maya-kan diri mereka bahkan sampai menempelkan foto – foto tanpa hijab. Naudzubillahi min dzaalik. Begitu rapinya mereka berhijab di dunia nyata, begitu arifnya mereka menjaga pergaulan di dunia nyata, seolah – olah sirna ketika mendatangi akun FB mereka.

Naudzubillaahi min dzaalik. Muslimah yang seharusnya menjadi kebanggan Islam ini memajang foto – foto tanpa hijab rapi mereka di dunia nyata. Bahkan, begitu berterima kasihnya mereka karena mendapat jempol penilaian atas foto tanpa hijab mereka. Seolah – olah mereka mendapatkan ijin dan penilaian positif atas kelalaian mereka di dunia maya.

أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِ كَمَن زُيِّنَ لَهُ سُوٓءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوٓاْ أَهْوَآءَهُمْ (١٤)

Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Robbnya sama dengan orang yang (syaithan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?(Q.S. Muhammad (47): 14)

أَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَـٰهَهُ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ اللهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَـٰوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (٢٣)

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilah-nya dan Alloh membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Alloh telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberikannya petunjuk sesudah Alloh (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. (Q.S. AlJaatsiyah (45): 23)

Rujuklah kepada Qur’an, Sunnah Rosul SAW., Ijma dan Qiyas. Semua persoalan hidup masa ini sudah ada jawabnya.

Wallohu A’lam bish Showab.

Wassalāmu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

[Sudahkah mendapat jawaban? Apakah zaman yang mengikuti Islam? Ataukah Islam yang mengikuti zaman? Billaahit Taufiq]

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 9 February 2011 in Islam

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s