RSS

Karena kita Khoiru Ummat…

23 Jan

“…Dia (Alloh) telah menamai kamu sekalian muslim (orang – orang yang berserah diri) dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al – Qur’an) ini, supaya Rosul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikan zakat, dan berpegang teguhlah kamu pada tali (agama) Alloh. Dia adalah pelindungmu, maka Dia-lah sebaik – baik pelindung, dan sebaik – baik penolong.” (Q.S. Al – Hajj (22): 78)

Sultan Al – Fatih membuka kota Konstatinopel sesuai Nubuwatan Nabi SAW yang didapat dari-NYA. Sultan Salahuddin membuka kota 3 agama langit Yerusalem. Thoriq bin Ziyad pembuka penaklukan daratan Eropa, sampai – sampai 2/3 bagian Eropa menjadi kekuasaan Kholifah. Ibnu Sina dikenal di Barat sebagai Avicenna yang penemuan ilmu kedokterannya dipakai sebagai rujukan medis modern, begitu pula ilmuwan Islam lainnya. Tapi…

Itu Hanyalah Cerita Kemarin, Saudaraku!!

Cerita di atas adalah kejayaan Islam sekitar 7 abad yang lalu, yang hanya tinggal warisan yang bisa dibaca dari buku sejarah peradaban islam dan dari kisah para ustadz dan ulama – ulama hari ini. 7 abad ini, Khoiru Ummat justru sedang terpuruk dengan penyakit Al – Wahn, malah tersesat jauh, layaknya seorang anak desa yang terjerumus gemerlapnya kehidupan kota metropolis. Khoiru Ummat saat ini diberi label tersendiri oleh dunia barat sebagai Ummat Teroris. Afghanistan, Irak, Iran, Palestina, Malaysia, Bosnia, benua Afrika, sampai – sampai negeri Indonesia ini menjadi ajang pembuktian agen – agen zionis barat untuk membongkar teroris.

Mungkin, saat ini Khoiru Ummat merasa “sudah menjadi” Islam yang sebenarnya, asal sudah menerapkan rukun Islam dan mengimani Rukun Iman. Ada satu kisah yang menarik yang didapat dari sahabat yang berguru di sebuah pondok pesantren daerah Jawa Barat, yang para santrinya ikut serta melawan penjajahan fisik saat itu. Saat itu menurut cerita Kyainya, para penjajah masih merasa tenang ketika para santri dan ummat Islam saat itu masih memperdebatkan masalah fikih, tetapi para penjajah mulai khawatir ketika para santri dan ummat Islam setempat saat itu mulai menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.

Cerita dari Ikhwan tersebut, benar – benar terjadi juga saat ini. Sangatlah gampang untuk mengacak – acak ukhuwah dan keimanan. Sodorkanlah pria – pria tampan dan gadis – gadis cantik, maka pernikahan antar agama yang akan terjadi. Tawarkanlah sejumlah Rupiah pada para orang yang sedang pailit, maka urusan korupsi dan kolusi sampai terjadi pada institusi pajak sekalipun. Berikanlah image kecantikan dan emansipasi pada para muslimah muda, maka mereka akan memahami bahwa kecantikan dan emansipasi adalah sesuatu yang harus benar – benar diperjuangkan bahkan kalau perlu sampai melepas hijab fisiknya sekalipun. Na’udzu billaahi min dzaalik. Terlalu banyak celah dan tipuan dunia yang saat ini justru sedang dinikmati oleh Khoiru Ummat.

Di setiap sholat, kita tidak pernah melewatkan untuk membaca Al – Fatihah dengan penekanan pada ayat “tunjukilah kami jalan yang lurus”. Jalan dan acuan yang lurus itu sudah diturunkan-NYA lewat Uswatun Hasanah – Rosul SAW, bahkan sesuai janji-NYA tidak ada pengurangan dan perubahan sampai kiamat kelak, bahkan acuan dan peringatan itu banyak dan sering sekali diulang – ulang, tetapi peringatan itu tidak lain untuk membuat Khoiru Ummat justru lari dari-NYA.

Dari cerita sejarah pembuka diatas, sudah bisa terlihat perbedaan yang jelas antara Khoiru Ummat saat itu dan Khoiru Ummat saat ini. Begitu patuhnya para Salaful – Khoiru Ummat dalam menerapkan segala perintah-NYA, begitu memurnikan ketakwaan Ibadah demi hanya mengharap Ridho-NYA. Mari kita tengok diri ini, Khoiru Ummat saat ini, justru sedang berbangga diri karena jumlah yang banyak bagai buih di lautan tetapi sangat mudah diombang – ambingkan oleh gelombang ombak kehidupan. Sadarkah? Khoiru Ummat saat ini justru menjadi mangsa empuk Knights of Templar yang memakai dasi, yang membawa gitar dan alat musik lainnya, yang berparas cantik dan tampan, yang menulis novel cinta, yang memberi kesempatan untuk berikhtilat secara gratis, dan lainnya.

Jika Khoiru Ummat saat ini sering berpikir Islam-kah yang mengikuti zaman? Ataukah zaman yang mengikuti Islam? Mari kita sedikit berpikir bagaimana sebenarnya hukum dan aturan-NYA diturunkan. Wahai Muslimah kebanggaan Islam, adakah surat Ar – Rijal di dalam Qur’an? Yang ada justru surat An – Nisaa’ dan Al – Mumtahanah yang diturunkan khusus untuk anti sekalian. Wahai para Muslim penjaga Iffah para Muslimah, tidakkah anta sekalian ingat bahwa istri, anak, harta dan jabatan bisa menjadi fitnah yang nyata? Tidak takutkah kita sekalian bahwa ada hari – hari yang abadi kelak? Sungguhlah lucu apabila kita berkata jika kita hidup dalam ketakutan akan hukum dan aturan-NYA yang terasa membatasi ruang gerak, kita akan hidup penuh penyesalan. Ataukah kita adalah orang – orang yang selalu egois dan naif bahwa dosa adalah urusan kita pribadi dengan Alloh SWT saja? Yang bahkan kita menolak hak kita untuk masuk jannah, malah memilih hak untuk masuk menjadi bahan bakar api neraka.

Kita ini adalah Khoiru Ummat, saudaraku!!! Justru kitalah yang menghancurkan titel yang diberikan Alloh SWT untuk menjadi Kholifah fi ‘Ardh, yang bahkan gunung yang terlihat tinggi dan kokoh pun menolak untuk menerima amanah ini. Amanah mulia warisan Junjungan Alam, Rosululloh Muhammad SAW untuk menjadi Rohmatan lil ‘Aalamin. Mau dilemparkan ke setumpuk kotoran pun, yang namanya Emas akan tetaplah menjadi Emas. Jika kita masih ingat cerita Nabi Yusuf AS., mengenai mimpi Raja bahwa akan terjadi tujuh periode sapi gemuk dan sapi kurus, mungkinkah setelah 7 abad lamanya Khoiru Ummat terpuruk kita akan mengembalikan periode keemasan Islam?

Kitalah Khoiru Ummat itu saudaraku!! Ingatlah Alloh SWT selalu bersama kita!!

“Dan terang benderanglah bumi dengan cahaya (kebenaran) Robb-nya, dan disediakanlah Al – Kitab (Al – Qur’an) serta didatangkanlah para Nabi dan saksi – saksi, lalu ditetapkan kebenaran di antara mereka, sehingga mereka tidak dizholimi (sedikit pun).” (Q.S. Az – Zumar (39): 69)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 23 January 2011 in Islam

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s