RSS

6 Tahun Sudah, Nanggroe

26 Dec

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Luqman (31): 34)


6 tahun sudah Ikhwanul Akhwat Fillaah. Negerimu, negeri kita, kembali diguncang gempa sebagai sedikit bukti dari Alloh SWT., akan keberadaan-NYA. Pagi itu, mungkin diantara kita sedang ada yang menyongsong hari libur itu, mencoba mengisi hari itu dengan aktivitas olahraga, liburan, ekonomi, dan lainnya. Semua rencana hari itu dalam rangka mengisi hari dengan aktivitas berlandaskan Ibadah, demi ampunan dan ridho-NYA.

Sekali lagi, semua rencana hanyalah rencana makhluk-NYA, yang belum tentu sama dengan apa yang telah ditulis-NYA di Lauh Mahfuzh bagi kita semua. Saat itu, saat yang paling tepat untuk mengambil air wudhu, untuk menunaikan ibadah sholat sunnah dhuha. Akan tetapi, telah ditulis-NYA, bahwa gempa 9.3 skala Richter menimpa negeri ini.

Belum lagi tangis, kalimat takbir dan istighfar kita ucapkan selama gempa menggoyang bumi pijakan ini selesai, kembali tsunami datang menyapu serambi Mekkah negeri ini.

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Alloh, Rosul-NYA dan orang – orang yang beriman, yang mendirikan sholat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada aturan Alloh).” (Q.S. Al – Ma’idah (5): 55)

Sadarkah siapa yang kita panggil namanya saat itu saudaraku? Robbul ‘Aalamiin, Robb pemilik alam semesta. Bahkan kiamat sugro yang menimpa saat itu, tidak henti – hentinya kita ucapkan kalimat takbir dan istighfar itu. Terbayangkah apabila memang kiamat kubro yang memang terjadi saat itu, saudaraku? Pria, wanita, tua, muda, besar, kecil, kaya, miskin, jika memang sudah waktu ketetapan-NYA datang, maut pun akan tetap menjemput kita biarpun kita berlindung di balik tembok benteng yang kokoh sekalipun. Orangtua terpisah dari anaknya, suami terpisah dari istrinya, kakak terpisah dari adiknya, Alloh SWT., menguji keimanan kita lewat cobaan-NYA, lewat makhluk-NYA yang mempunyai kekuatan terbesar di bumi ini, air, yang semestinya menjadi kawan kita ketika melawan api yang membakar.

Tangis dan raungan ratapan pun keluar dari diri ini, siapa yang bisa melawan kesedihan dan cobaan yang dirasa sangat besar saat itu? Tiada seorangpun yang bisa melawan ketetapan-NYA, begitu patuhnya malaikat maut menjemput jiwa saudara – saudara kita saat itu. Pemerintah pun menetapkan hari itu sebagai bencana nasional, dunia pun menangis, kemanusiaan pun dibuat terperanjat. Mengapa harus mereka? Mengapa harus negeri ini? mengapa harus hari itu?

Ikhwanul Akhwat Fillaah. Alloh SWT., memang selalu punya cara-NYA yang sangat rapi untuk menunjukkan cinta-NYA pada kita semua.

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya cobaan, dan sungguh Alloh apabila mencintai suatu kaum, pasti akan memberi mereka cobaan, siapa yang ridho terhadap cobaan itu, maka baginya keridhoan Alloh, akan tetapi siapa yang murka dengan cobaan itu, maka baginya kemurkaan-NYA.” (H.R. Tirmidzi)


Ya, Alloh Ar – Rohiim begitu mencintai negeri ini, begitu mencintai saudara kita. Alloh tidak mau kita semua terlena begitu saja dengan apa yang sudah kita dapatkan. Ingatkah bagaimana kisah Nabi Musa AS., yang begitu marah akan kelakuan Nabi Khidir AS.? Boleh jadi kita menyukai sesuatu padahal hal itu buruk untuk kita, begitulah yang disebutkan dalam Al – Baqoroh 216.

Tidak, tidak saudaraku. Bukan dalam artian kami sok paham ataupun sok mengerti dengan kesedihan kalian. Pahamilah bahwa Qodho dan Qodar adalah rukum dari keimanan, ingatlah akan hal ini dan benarkanlah, biarpun hari itu akan selalu muncul tiba – tiba dan membuat kita terjerembab dalam ruang yang bernama memori kesedihan. Sadarilah, renungkanlah, bahwa kita yang masih diberi-NYA kesempatan ini adalah yang terpilih untuk meneruskan amanah menjadi kholifah fil ‘ardh.

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang – orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang – orang yang beriman.” (Q.S. Ali Imron (3): 139)

Buat apa kita terus meratapi hari itu? Apakah raungan dan ratapan akan mengembalikan apa yang dimiliki-NYA? Apakah jiwa ini dapat digadai untuk mengembalikan mereka yang dikasihi? Semua ini sudah ketetapan-NYA, yang terbaik untuk kita menurut-NYA.

Dari Aisyah RA., Rosul SAW bersabda: “Yang paling dibenci oleh Alloh adalah seseorang yang suka menentang lagi suka membantah.” (Muttafaq ‘Alaih)

Ikhlaskanlah semua ini hanya pada-NYA, hari – hari yang ada bahkan diri ini pun adalah bukti eksistensi kasih sayang-NYA pada kita. Masih banyak yang bisa kita lakukan, mulailah dari diri sendiri. Hari – hari itu, cukupkan air mata hanya untuk hari – hari itu, cukupkan sebagai peringatan-NYA bagi kita semua yang menderita penyakit Wahn – Hubud Dunya wakarohiyatul Maut.

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.(Q.S. Al – An’am (6): 44)

6 tahun sudah, Nanggroe. Bencana Nasional atas kehendak-NYA telah kita lewati. Bersyukurlah dengan banyak – banyak menyebut nama-NYA yang Agung. Ingatlah satu hal, Alloh Ar – Rohiim selalu sayang kita. Amien.

“Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.”

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Alloh, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Innaalillaahi wa innaa ilaihi roojiuun’.

“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(Q.S. Al Baqoroh (2) : 153 – 157)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 26 December 2010 in Hadits, Islam

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s