RSS

Jemputlah Hidayah itu, Ukhti!

05 Dec

Assalamu’alaikum Wr., Wb.

Bolehkah ana bertanya padamu? Apakah anti termasuk orang – orang yang percaya akan keberadaan Alloh SWT., tapi enggan untuk melaksanakan yang diperintah dan menjauhi yang dilarang-NYA? Tapi atas dasar apa? Hati? Nafsu? Akal? Kebenaran? Siapakah yang perkataanya lebih benar daripada Alloh Al Haqq? Yang selalu lebih tahu mana yang benar daripada Alloh Al – Alim? Sia – siakah ayat-ayat-NYA yang telah sampai padamu?

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-NYA, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Q.S. Al – Qoshosh (28): 56)


Tidakkah anti tahu, bahwa Rosululloh SAW adalah sebaik – baik Uswah yang diutus-NYA untuk menyempurnakan akhlak? Apa yang anti tunggu saat ini? Hidayah dari mana? Dari Alloh, kah? Atau penyampai hidayah dari makhluk-NYA? Sadarkah bahwa keberadaan kita ini adalah bukti nyata akan keberadaan-NYA? Jemputlah hidayah-NYA itu! Jangan sampai pikiran jahiliyahmu mempengaruhi lagi. Untuk dirimu sendiri, bukan untuk orang lain.

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Alloh), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang Rosul. (Q.S. Al – Isroo’ (17): 15)

Setelah semua pertolongan-NYA itu datang, manakah wujud terima kasih anti pada-NYA? Hendaknya anti sadar, bahwa pertolongan dan nikmat-NYA itu juga adalah ujian, ujian bukan hanya berupa sakit, musibah ataupun yang dapat membuatmu meneteskan air mata dan rasa perih di hati. Jika saudaramu ini kembali menamparmu dengan menyampaikan ayat-Nya dan hadits Uswah Hasanah, semua itu untuk menyelamatkanmu dari pola pikirmu yang sangat dipengaruhi hati yang sering dikipas – kipasi makhluk-NYA yang dikutuk sampai akhir zaman.

Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Alloh). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud (Q.S. Al – Isroo’ (17): 107)

Wahai kaum yang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, pahamkah mengapa kalian diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok? Bukan dari tulang kaki ataupun dari tulang kepala? Tulang rusuk adalah tulang pelindung organ – organ penting dalam hidup, yaitu jantung dan hati yang sangat vital bagi manusia. Bukan dari tulang kaki, bukan untuk diinjak. Pun bukan dari tulang kepala, yang selalu mendongak ketika kesombongan manusia itu datang melihat yang lebih dianggap rendah dan dihinakan.

Ketika anti tengadahkan tangan dan menundukkan kepala berdo’a pada-NYA, siapakah yang anti mohonkan akan ridho-NYA? Alloh Ar – Rohim, kan? Tetapi mengapa, anti seolah – olah melupakan ayat-NYA yang melarang anti untuk Tabarruj, Ikhtilat, Tasyabuh bahkan Sufur? Naudzubillahi min Dzaalik. Pun demikian ketika do’a panjangmu untuk meminta dijauhkan dari kesedihan akan cobaan-NYA yang terasa berat, cukupkah sikap dan amalanmu untuk menerima nikmat-NYA?

“…demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Alloh niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)NYA. Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. At – Tholaaq (65): 2 – 3)

Ketika kesendirian dan kebosananmu menyapa, apakah yang anti lakukan untuk mengisinya? Mengapa bukan tadarrus Qur’an dan hadits, mengapa bukan kitab – kitab kaum Salaf, mengapa bukan kisah teladan Shohabiyyah? Tetapi malah musik dan lagu cinta picisan, novel cinta dan update status akun pertemanan yang malah anti pilih? Tidakkah anti sadar bahwa Alloh lebih dekat dari urat lehermu? Rokib – Atid ada di sampingmu?

Hitunglah detak jantungmu, tarikan napasmu, keseimbangan organ – organ tubuhmu yang tunduk pada ketetapan-NYA. Nikmat mana lagi yang mau anti dustakan? Yang bahkah ketika anti melakukan kembali dosa – dosa tersebut, Alloh masih juga bersabar memberikan ujian berupa nikmat Iman, Islam dan kesehatan. Ketahuilah Asmaul Husna ke-99, Ash – Shobur, Maha Penyabar.

Ukhti…Ukhti..Yaa Ukhti Fillaah, Kembalilah pada Robb-mu. Ikhlaskanlah bahwa semua itu adalah ketetapan-Nya dan perlindungan-NYA untukmu. Ingatlah bahwa tiada fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum Adam sepeninggal Rosul SAW., berasal dari kalian. Bukan, bukan aura positif yang kalian pancarkan ataupun inner beauty yang sedang kalian tunjukkan, tetapi pesona kecantikan membius yang mampu membuat perang dan permusuhan. Tidakkah anti sekalian tahu Aisyah RA., tidak senang apabila ajnabi melihatnya? Dan Ibunda Aisyah RA., pun tidak senang melihat ajnabi.

Muliakanlah dirimu! Percantiklah Akidah dan Ibadahmu! Tolonglah dirimu dan kedua orangtua juga saudara – saudaramu di Hari Penghisaban kelak. Bergabunglah dengan Muslimah Fillah, yang tunduk patuh sembari mengucap kalimah Tauhid dan Sami’na wa Atho’na. Alloh SWT-lah yang selama ini menyayangi kita, kan?

Ukhti…Ukhti..Yaa Ukhti Fillaah, jemputlah hidayah-NYA. Sebelum ketetapan-NYA datang untuk kita.

Wassalamu’alaikum Wr., Wb.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 5 December 2010 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s