RSS

Batik vs HIJAB

12 Nov

Alhamdulillah wa Syukurillah, kita masih dipertemukan-NYA dengan hari Jum’at ini. Setelah sehari sebelumnya, para malaikat-NYA naik ke langit menghadap Alloh Al – Malik untuk melaporkan amal perbuatan kita dari Kamis ke Kamis kemarin. Hari ini, hari pertama menuju Kamis berikutnya, seharusnyalah mulai kita isi dengan yang terbaik tidak seperti Kamis ke Kamis kemarin, agar kita tidak termasuk orang – orang yang merugi.

Tapi tahukah anti sekalian saudariku? Justru hari Jum’at inilah hari yang paling membuat diri ini, khususnya mata ini merasa tidak nyaman. Mengapa? Karena hari ini adalah hari yang “di-nasionalkan” untuk pemakaian batik nasional. Hari ini, hari dimana kalian saudariku…seolah – olah berlomba – lomba untuk ber – tabarruj dan tasyabuh.

Saudariku, larangan tabarruj (berhias kepada non-mahrom) dan tasyabuh (menyerupai ummat lain) adalah dilarang oleh-NYA.

“Dan barangsiapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang – orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam. Dan Jahanam itu seburuk – buruk tempat kembali.” (Q.S. An – Nisaa’ (4): 115)

Tasyabuh, dari kata tasyabbaha, yatasyabbahu yang artinya menyerupai orang lain dalam suatu perkara. Tahukah bahaya tasyabuh saudariku? Inilah beberapa diantaranya:

1.      Menyerupai dalam akhlak & perbuatan

2.      Tidak ada beda dzahir dengan ummat lain

3.      Hal mubah menjadi haram

4.      Menghilangkan keimanan, karena bisa dianggap wajar dan manusiawi.

Padahal kita adalah sebaik – baik ummat yang diciptakan untuk manusia disebutkan dalam Q.S. Ali Imron. Namun, ummat terbaik yang diciptakan untuk manusia malah bertingkah laku seperti ummat terburuk di luar Dien ini.

Lihatlah pula Q.S. Al – Ahzab 33 dan 59, yang mengatur larangan untuk tabarruj bagi kalian saudariku. Bukankah sudah jelas kasih sayang Alloh Ar – Rohman untuk kalian, salah satunya agar mudah dikenali dan tidak diganggu? Tapi tunggu, mengapa kalian “mengganggu” para Rijal dengan mode batik kalian?

Betul, tiada salahnya jika memakai pakaian bahan batik jika mengikuti syariah. Tetapi tunggu, mengapa malah menjadi ajang bermewah – mewah dan bermegah diri dengan yang ada biarpun itu sudah sesuai syar’i seperti yang anti sekalian ucapkan?

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (Q.S. At – Takaatsur (102): 1 – 8 )

Lalu, tidak cukup dengan “pakaian kebanggaan” hari ini. Sepertinya juga harus dilengkapi dengan wewangian yang bahkan dari jarak 5 meter pun sudah bisa dikenali wewangian siapa gerangan wanita yang memakainya. Anti sekalian tahukah? Ana takut sekali dianggap ekstrimis jika menyampaikan hadits ini kepada anti sekalian:

Dari Abu Musa Al – Asy’ari, Rosul SAW bersabda: “Siapapun wanita yang mengenakan wewangian, lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita penzina.” (HR. Abu Dawud, An – Nasa’i, Tirmidzi)

Naudzubillahi min Dzaalik.

Ya Ukhti, Ya Ummi… sampai kapankah kiranya anti sekalian sadar bahwa anti adalah muslimah? Keturunan – keturunan penerus kalimah Tauhid ini hadir dari kalian. Tidakkah anti sekalian malu jika kelak keturunan – keturunan kalian bertanya mengapa kalian seperti ini? Atau karena tuntutan karir yang melarang “Muslimah Ekstrimis” untuk mengikuti hijab sesuai syar’i?

Dari Ali bin Abi Tholib RA., Rosul SAW bersabda: “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam perkara yang merupakan kemaksiatan kepada Alloh.” (HR. Ahmad)

Semoga hari – hari berikutnya, yah…semoga…amalan dan ketaatan pada perintah Al – Malik yang selalu kita jalankan sampai Kamis berikutnya. Batik…yang syar’i. Amien, Allohumma Amien.

[Dari Abdullah bin Umar RA., Rosul SAW bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari mereka” (HR. Ahmad & Abu Dawud)]

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 12 November 2010 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s