RSS

Ketika Malaikat Maut hendak Menyapa

10 Nov

[“Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu.” (Q.S. Al – Jumu’ah (62): 8 )]


Diantara kita manusia, bahkan ada yang jarang mengingat mati. Jika mengingatnya, kita tidak menyukainya dan bahkan (mencoba) melupakannya, dengan hal – hal duniawi yang menyenangkan, akuilah. Diantara kita pun, ada yang menghadap Al – Kholik, bertobat dari perbuatan yang kurang ajar dan tidak pantas sebagai makhluk-NYA.

Rosul SAW bersabda: “Seringlah kamu mengingat pemutus kenikmatan (mati)”

Mengingat mati. Ya, manusia akan semakin takut dan seharusnya semakin memperbanyak bekal menuju keabadian di alam sana. Manusia semacam ini tidak membenci hal mati karena hanyut dalam keduniawian, bukan tidak suka kematian, bukan tidak suka karena akan kembali pada Robbnya. Seorang yang arif, selalu mengingat kematian, karena waktu itu ia akan berjumpa dengan kekasih yang seharusnya dicintainya, sedangkan pencinta tidak lupa sama sekali waktu pertemuan itu kembali kelak.

Rosul SAW bersabda: “Andaikata hewan – hewan mengetahui tentang kematian seperti yang kamu ketahui, niscaya kamu tidak akan memakan dagingnya.”

Sungguh, kematian adalah perkara hebat dan besar. Merenungkan kematian dapat menjauhkan seseorang dari kesenangan duniawi yang dapat melupakan-NYA, dapat memendekkan angan – angan, juga harapan – harapan semu. Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani berkata dalam kitab Futuhul Ghoib:

“Jikalau kita telah mengetahui siapa diri ini, darimana kita berasal, lalu akan kemana kita pergi, niscaya akan hilanglah semua hawa nafsu dalam diri ini.”

Maka bertanyalah pada hati kita ini sekarang. Ketika kita melihat diri ini dan saudara kita berbicara dan tertawa dengan keras, dimanakah Alloh kita letakkan saat itu? Rosul SAW bersabda:

“Ingatlah kematian. Demi Tuhan yang nyawaku berada di tangan-NYA, andaikata kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas RA., Rosululloh SAW bersabda: “Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika malaikat maut datang melihat wajah seseorang, didapati orang itu bergelaktawa. Maka berkata malaikat maut: “Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Alloh untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersenang – senang dan bergelak tawa.'”

Sakit dan kepedihan yang teramat sangat ketika sakaratul maut, tidak akan diketahui oleh siapapun kecuali yang sedang merasakannya. Mungkin hanya kiasan – kiasan kepedihan dan sakit yang pernah kita rasakan, yang nyatanya tidak akan pernah sebanding yang selalu kita bayangkan saat sakaratul maut.

Ketika malaikat maut menyapa. Siapkah kita? Diriwayatkan dari kesayangan Alloh Ar Rohim, Al – Kholil Ibrohim AS., beliau bertanya kepada malaikat maut untuk menunjukkan wujudnya ketika mencabut nyawa para durjana. Malaikat maut menjawab: “Engkau tidak akan tahan melihatnya. Berpalinglah dariku.” Maka Ibrohim AS., berpaling darinya. Ketika beliau menoleh, didapatinya seorang pria bertubuh hitam berambut tegak, berbau busuk, berbaju hitam, yang dari mulut dan kedua lubang hidungnya keluar api dan asap. Ibrohim AS., pun jatuh pingsan, ketika sadar malaikat maut telah kembali ke bentuk semula. Kemudian beliau berkata: ”Hai malaikat maut, andaikata menjelang kematiannya orang durjana hanya melihat bentuk wajahmu (saja), niscaya sudah cukup baginya.”

Ketika ruh mulai dicabut dari setiap urat saat waktu ketetapan-NYA, kemudian setiap anggota tubuh ini mulai mati berangsur – angsur. Kedua kaki menjadi dingin, naik ke kedua betis dan paha. Setiap anggota tubuh ini akan merasakan kesakitan dan penyesalan hingga sampai ke tenggorokan. Maka akan mengaduh dengan ributnya, menjerit dan meminta tolong. Ketika itu terputuslah pandangannya terhadap dunia, juga terputuslah pintu tobat itu dari-NYA.

Rosul SAW bersabda: “Tobat manusia diterima sebelum ia mendengkur (sakaratul maut).”

Ketika malaikat maut hendak menyapa, seharusnya tenang dan diam juga lisan ini berucap syahadat dan dianjurkan hatinya khusnudzon pada Alloh SWT sambil mengharap ampunan al Ghoffar.

Rosul SAW bersabda: “Perhatikan mayit dalam 3 perkara. Apabila dahinya berkeringat dan keluar air mata dari kedua matanya serta kering kedua bibirnya, maka ia termasuk rahmat Alloh Ta’ala yang telah turun kepadanya.”

Dari Abu Hurairoh RA., Rosul bersabda: “Malaikat maut mendatangi seseorang pria yang hampir mati, lalu memeriksa hatinya. Namun ia tidak menemukan apa – apa. Kemudian ia membuka mulutnya. Ternyata ia menemukan ujung lidahnya menempel pada langit – langit mengucapkan kalimat Laa ilaaha Ilallooh. Maka Alloh mengampuni dosanya dengan ikhlas.”

Saat itu tiba, bisakah kita dengan fasihnya mengucapkan kalimat Talqin seperti yang sudah dihapalkan selama hidup ini? tidak perlulah kita mengkhawatirkan tanda – tanda kematian yang pernah kau risaukan, persiapkanlah diri untuk saat itu. Karena….

Saudaraku, banyak orang (dan mungkin juga termasuk kita) mengkhawatirkan saat itu tiba, tetapi…orang – orang (dan mungkin juga termasuk kita) tersebut malah tidak mempersiapkan saat itu tiba.

Wallohu A’lam bish Showab.

[“Janganlah kamu mengira bahwa orang – orang yang gugur di jalan Alloh (itu) mati, bahkan mereka hidup di sisi Robbnya dengan mendapat rezeki.” (Q.S. Ali Imron (3): 169)]

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 10 November 2010 in Hadits, Islam

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s