RSS

Who’s Gonna Save Us?

09 Nov

[“Tidak akan berhenti ujian kesusahan & penderitaan terhadap orang – orang mukmin dan mukminah atas dirinya sendiri, anak – anaknya, hartanya, sehingga ia menemui Alloh atau lalu ia meninggal dunia hingga ia tidak membawa dosa satupun.” (H.R. Tirmidzi)]

Video dan Foto Gunung Merapi Meletus 26 Oktobe...

Image by infotaintment via Flickr

Belum lagi airmata ini kering ya , Saudaraku? Baru saja bagian Timur negeri ini tertimpa musibah banjir, dilanjutkan gempa & tsunami di bagian Barat, lalu yang terakhir dan masih terus membuat kita meneteskan airmata bahkan meneteskan darah…Merapi yang masih menguji kesabaran dan keimanan sebagai Abdillah.

ظَهَرَالْفَسَادُفِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَاكَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِى عَمِلُواْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (٤١)

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Q.S. Ar – Ruum (30): 41)

Saudaraku, jika musibah ini hanya merupakan “sebagian” maka terpikirkah oleh kita bagaimana jika Alloh menimpakan seluruh ujian-NYA untuk kita? Rasanya kita harus sadar diri bahwa memang yang namanya musibah itu tidak pandang bulu, tidak mengenal waktu, tidak mengenal tingkat keimanan, Alloh itu Maha Adil dan tidak pernah zalim pada hamba-hamba-NYA. Hanya Alloh sajalah yang Maha Pengatur, semua kiamat sugro ini tentu telah ditulis-NYA di Lauh Mahfuzh-NYA.

إِنَّ اللهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِوَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَاتَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (٣٤)

“Sesungguhnya Alloh, hanya pada sisi-NYA sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Luqman (31): 34)

Bersyukurlah dengan banyak-banyak menyebut nama-NYA yang Agung, saudaraku. Tiadalah seseorang Muslim ditimpa kesusahan, penyakit, kepayahan, sampai duri yang menusuk kakinya melainkan jika ridho maka Alloh akan menghapus dosa – dosa kita yang terdahulu. Semua ini memang terasa berat saudaraku, sangat berat biarpun saudaramu yang lain hanya merasakan kesedihan pasif, tidak aktif merasakannya langsung seperti kalian.

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya cobaan, dan sungguh Alloh apabila mencintai suatu kaum, pasti akan memberi mereka cobaan.” (H.R. Tirmidzi)

Tapi tunggu saudaraku, mengapa diantara kalian bahkan ada yang berharap pada “Juru Kunci” penunggu Gunung? Dia hanyalah makhluk-NYA jua, buat apa menggantungkan harap dan do’a pada sesama makhluk-NYA? Bukanlah Alloh adalah Ash Shomad? Bukankah sudah tercantum dalam surat pendek Al – Ikhlas? Lihatlah bagaimana Alloh merasa dicemburui dengan Kuasa-NYA yang Haqq. Hanya kepada-NYA lah seharusnya do’a dan pertolongan juga perlindungan kita panjatkan.

Naudzubillaahi Min Dzaalik. Bahkan ada yang menyangkut pautkan bencana ini dengan tokoh mistik pewayangan, apakah zaman ini kembali menjadi zaman Jahiliyah? Setelah Rosul SAW diutusnya dengan membawa risalah-NYA dari kegelapan menuju cahaya terang benderang? Bahkan sudah ada diantara kita yang sampai melakukan ruwatan pengorbanan hewan agar Merapi reda kembali. Bukankah itu SYIRIK, saudaraku?

اللهُ الَّذِى خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِن شُرَكَآ ىِٕكُمْ مَّن يَفْعَلُ مِن ذَٰلِكُمْ مِّن شَىْءٍ ۚ سُبْحَـٰنَهُ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُسْرِكُونَ (٤٠)

“Alloh-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Alloh yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah DIA dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (Q.S Ar – Ruum (30): 40)

Tengoklah ke dalam hati kita, sudah buramkah kaca hati ini? tidakkah diri ini sudah mulai menjadi sekuler? Ketika kita mulai sedikit demi sedikit meninggalkan ketentuan Alloh untuk kehidupan ini, lalu memanggil Alloh hanya untuk keperluan – keperluan mendesak saja? Sia – siakah Alloh mengutus kekasih-NYA?

.. فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَـٰرُوَلَـٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِى فِى الصُّدُورِ (٤٦)

“Maka sesungguhnya bukanlah mata mereka itu yang buta, tetapi yang buta itu ialah mata hati dari mereka yang ada di dalam dada.” (Q.S. Al – Hajj (22): 46)

Sekali lagi Naudzubillahi Min Dzaalik. Bahkan ada diantara kita yang sampai menyebutkan tidak perlu menyangkut pautkan antara bencana dengan azab Alloh. Negeri ini sudah terlalu mengesampingkan Alloh dan ketentuan-NYA saudaraku!!! Tidak akan ada asap tanpa ada api. Beranikah kita berhitung diri, sudah berapa banyakkah nikmat-NYA yang kita dustakan?

فَلَمَّا نَسُواْ مَاذُ كِّرُواْ بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُتُوٓاْ أَخَذْنَٰهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (٤٤)

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka telah bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong – konyong maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (Q.S. Al – An’am (6): 44)

…وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللهِ حَدِيثًا (٨٧)

“Dan siapakah yang lebih benar perkatannya daripada Alloh?” (Q.S. An – Nisaa’ (4): 87)

Saudaraku fillaah, marilah kita petik pelajaran dari peringatan-NYA ini:

1.        Kembalilah pada-NYA, taatilah ketentuan-NYA, gantungkanlah do’a dan harap hanya pada Ash – Shomad

2.        Segala musibah yang menimpa manusia, terjadi dengan Qodho’ dan Qodar Alloh SWT.

3.        Ridho dengan takdir Alloh dalam menghadapi musibah merupakan bagian dari nilai – nilai keimanan, sebab Alloh menanamkan sabar dengan iman

4.        Kesabaran membuahkan hidayah menuju kebaikan, iman dan keyakinan pada-NYA.

Semoga kita semua dapat mengambil Ibroh dari musibah ini. Sesungguhnya Alloh bersama orang – orang yang sabar. Amien, Allohumma Amien.

…وَمَا يَذَّكَّرُإِلَّآ أُوْلُواْ الْأَلْبَـٰبِ (٢٦٩)

“Hanya orang – orang yang mau berpikir yang dapat mengambil hikmah.” (Q.S. Al – Baqoroh (2): 269)

[Who’s Gonna Save Us? Alloh Will!!]

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 9 November 2010 in Hadits, Islam

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s