RSS

Eagle Award – HABIBIE Dari Selokan Mataram

20 Sep

[Sepenggal kisah bagaimana kehidupan Bani Adam, menerapkan bagaimana Jihad dalam kehidupannya].

Bapak itu bernama Muhammad Thoha. Perawakannya sedang, dengan rambut tipis, berkulit sawo matang, memiliki sorot mata pejuang hidup, bukanlah seorang lulusan sarjana teknik, juga hanya pekerja percetakan yang menekuni aero modelling….ketekunan dan semangat luar biasa. Sepintas tidak ada bedanya dengan cerita – cerita tokoh sukses terkenal lainnya, tapi entah kenapa saya sepakat dan berterima kasih dengan para sineas muda yang mengangkat topik kehidupan bapak muda ini dalam kompetisi Eagle Award 2010 yang diselenggarakan Metro TV.

Di rumah yang sederhananya di daerah Condong Catur Jokja, yang dipenuhi tumpukan buku – buku, seperangkat komputer, alat – alat rakit elektronik biasa, mesin jilid buku, dan menurut saya lebih pantas disebut workshop daripada disebut rumah, karena begitu penuhnya barang – barang tersebut di dalam sudut – sudut rumahnya. Tapi bapak ini, didaulat menjadi pembicara oleh seorang Profesor di depan mahasiswa UGM dengan topik roket air, aero modelling hanya dengan barang – barang yang bisa disebut seadanya, tetapi telah mengantarkan tim mahasiswa UGM menjadi juara II dalam salah satu kompetisi teknologi tepat guna kemahasiswaan. Subhanalloh.

Seorang tokoh anak negeri yang terkenal di manca negara, BJ. Habibie menjadi sorotan bagi bapak ini, setiap omongan dalam TV, radio, koran maupun media lainnya selalu diperhatikannya. Hal itu mencerminkan bagaimana rumahnya telah disulapnya menjadi workshop yang berbau aero modelling, sekali lagi hanya dengan barang – barang yang sangat sederhana. Subhanalloh.

Istrinya, Ibu Rini Wilujeng, dengan balutan hijab rapinya mengisahkan bagaimana perkenalannya dengan Bapak Thoha saat itu, ketika berprofesi sebagai Office Boy. Ibu Wilujeng mengatakan suaminya bukan hanya sekedar OB, bahkan di tiap pembicaraannya mencerminkan bahwa suaminya bukanlah pada taraf pemikiran seorang OB. Bagaimana pada tahun ’91 – ’94 suaminya tidak bersekolah, bekerja serabutan ataupun membantu pekerjaan temannya menjual koran. Tetapi jika dilihat dari “karyanya” maupun buku – buku yang ada di rumahnya, dipenuhi dengan elektronik, pesawat maupun aero modelling. Tampaknya yang namanya ilmu bukan terhambat dengan pendidikan formal sampai bangku kuliah IAIN untuk bapak ini. Subhanalloh.

Tidak ada yang spesial dalam kehidupan pasangan yang telah dikaruniai seorang putra oleh Ar – Rohman ini. Begitu bahu – membahu dalam mengisi dan menjadi partner bagi yang lainnya. Istrinya sesekali menggambar desain/ layout dengan Corel Draw di komputer sementara suaminya menemaninya di sampingnya sambil menina – bobokan putranya, pak Thoha sedang membersihkan papan sirkuit PCB untuk rangkaian elektronik salah satu karyanya dengan istri sedang mengasuh anaknya, ataupun ketika istrinya memandikan putranya sedangkan pak Thoha memasak. Bahkan di salah satu kesempatan rekaman diperlihatkan bagaimana pak Thoha memasak mie untuknya dan istrinya, untuk kemudian menyantapnya berdua dengan istrinya dengan lauk telor asin. Subhanalloh.

Sampai akhirnya salah satu karyanya yang menjadi andalannya, yaitu Tricopter (kalau tidak salah) ditunjukkannya mengudara. Trikopter, dari bahan gabus styrofoam, mirip batangan impeller gabus, dengan 1 baling – baling di ketiga ujung atas batangan gabus. Trikopter itu ternyata memang mengudara, dengan remote kontrol berantena di tangan pak Thoha. Satu hal yang membuat saya kembali tersenyum salut, istrinya dengan mengendong putranya setia mendampingi pak Thoha menerbangkan Tricopter buatannya. Subhanalloh.

Masih belum juga selesai kekaguman saya. Ternyata bukan hanya Tricopter yang merupakan karya pak Thoha. Satu pesawat aero modelling berbahan gabus, dengan remote kontrol berantena, dengan tambahan kamera di belakang baling – baling pesawatnya. Subhanalloh, pesawat gabus itu mengudara dan kamera itu benar – benar berfungsi memperlihatkan pemandangan dari atas sana. Subhanalloh.

Dua pesan yang begitu mendalam diungkapkan masing – masing bapak – ibu ini. Pak Thoha mengungkapkan, bahwa “seorang yang pintar itu adalah orang yang bisa menyederhanakan masalah besar, juga masalah pendidikan itu tidak serta – merta hanya didapat di bangku sekolah formal.” Sang istri pun menyampaikan satu pesan yang luar biasa untuk para istri ataupun calon istri sholehah; “sebagai seorang istri saya ingin mengantarkan suami saya untuk mewujudkan cita – cita hidupnya.” Subhanalloh wa Bihamdihi.

Jika kita mau melihat para Nabi dan Rosul-NYA, semua Nabi dan Rosul makan – minum dari hasli keringatnya sendiri. Nabi Daud AS., sering berjalan – jalan dengan menyamar diri dan bertanya pada penduduknya mengenai perilakunya. Suatu saat Jibril muncul dalam wujud manusia dan ditanya oleh Nabi Daud.

“Wahai anak muda bagaimana pendapatmu tentang Daud?”

“Dia adalah hamba yang sangat baik, hanya ada satu sifat yang kurang baik.” Jawab Jibril.

“Apakah itu?” tanya Nabi Daud.

“Ia makan dari Baitul Mal, padahal hamba yang dicintai Alloh adalah yang makan – minum dari hasil jerih payahnya sendiri.”

Mendengar itu Nabi Daud kembali ke mihrabnya menangis dan berdo’a kepada Alloh SWT. “Ya Alloh, ajarilah saya suatu pekerjaan sehingga saya tidak mengambil lagi harta dari Baitul Mal.” Kemudian Alloh SWT mengajarinya melunakkan besi di tangannya dan membuat baju besi, untuk kemudian dijualnya sebagai biaya hidup.

“(Yaitu) buatlah baju besi yang besar – besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang soleh. Sesungguhnya, AKU melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Saba (34): 11)

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on 20 September 2010 in IPTEK, Islam

 

Tags: ,

4 responses to “Eagle Award – HABIBIE Dari Selokan Mataram

  1. oejang

    25 September 2010 at 9:04 PM

    Assalamualaikum
    terima kasih atas reviewnya… mudah2an filmnya bermanfaat dan menginspirasi.
    Sebenarnya saat wawancara banyak statemen dari mas thoha yang menginspirasi termasuk bagaimana dia menganggap semuanya sebagai berbagi ilmu, dan meyakini orang2 berilmu akan di tinggikan satu derajat.

    Beliau juga bercita cita suatu saat bisa mendirikan pesantren teknologi dimana orang2 datang dan belajar langsung pada beliau.

    Namun statment tersebut sengaja tidak kami tampilkan agar penonton dapat memaknai langsung dari visual yang ada tanpa harus memaksakan mas thoha tampil sebagai tokoh yang sholeh.

    terima kasih telah menonton film kami..

    Tim produksi HDSM

     
    • hanifroad

      25 September 2010 at 9:19 PM

      Wa’alaikumus salaam Wr., Wb.

      Syukron atas kunjungannya. Setelah review tentang Pak Thoha ini saya posting, luar biasa memang kunjungan rekan – rekan ke blog ini. Satu hal yang terlintas langsung di benak saya betapa saat ini ummat Islam pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya membutuhkan figur inspiratif di tengah keterpurukan moral dan ekonomi.

      Tidak masalah jika memang ada beberapa yang harus tim edit menurut saya (termasuk menunjukkan figur sholeh keluarga yang memang sudah tersirat jelas). Jika boleh saya ingin meminta alamat email Pak Thoha, karena pribadi saya pun tertarik dengan Trikopter buatannya, karena beberapa rekan saya pun menanyakan hal yang serupa (Japri saja).

      Akhirul kata, terima kasih buat Tim HDSM, tetaplah berkarya demi kemajuan Dien dan bangsa. Salam buat Pak Thoha dan semoga cita – citanya mendirikan pesantren dimudahkan Alloh SWT., Amien Allohumma Amien. Karena …”Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai kaum tersebut merubahnya sendiri.”

      “…niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al – Mujaadilah (58): 11)

      Wassalaamu’alaikum Wr., Wb.

       
      • oejang

        4 October 2010 at 1:17 AM

        Sepakat :)

        Untuk kontak mas thoha selengkapnya bisa di lihat di blog beliau. http://www.seribubintang.com

        Untuk konsultasi dan pertanyaan mengenai aero modeling setahu saya beliau mengkhususkan hari sabtu dan minggu untuk berbagi ilmu… jadi monggo di kontak langsung saja :)

        Salam Cerdas Indonesiaku

         
      • hanifroad

        4 October 2010 at 6:17 AM

        Hatur Nuhun, Syukron Katsir. Luar biasa sudah ada weblog beliau juga.

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s