RSS

Wahai Jiwa Yang Tenang…

03 Aug

[Sudah berapa langkahkah kaki dan hati kita dekatkan pada-NYA hingga detik ini? atau masihkah hati ini selalu dicondongkan kepada keinginan nafsu belaka? Na’udzubillaahi min Dzalik.]


Semua ini adalah kenyataan hidup saat ini, ketika yang namanya nafsu untuk memenuhi kebutuhan hidup malah menjadi hijab yang nyata dan tanpa sadar kita buat sendiri berdasarkan keinginan nafsu hewani belaka. Rosululloh SAW., bersabda: “Musuhmu yang paling berbahaya adalah nafsumu”. Syari’at memutlakkan kata nafsu bahkan menegaskannya, Rosululloh SAW., bersabda: “Nafsumu adalah apa yang ada pada dirimu.”

Kata nafsu sendiri menunjukkan pada kekuatan emosi dan syahwat. Keduanya muncul dari qolbu yang menetap dalam diri. Dari kedua hadits diatas menunjukkan bahwa perilaku yang kita tunjukkan dalam sikap hidup kita adalah pencerminan akan jenis nafsu yang ada dan kita pelihara selama ini.

Seharusnya, segala prosesi ibadah dalam segala aspek hidup ini berada dalam keridhoan atas kebijaksanaan-NYA, jadikan ibadah senantiasa berada dalam upaya memenuhi syare’at-NYA. Banyak, banyak sekali di dalam Al-Qur’anul Karim, firman Alloh Al – Haqq ‘Azza wa Jalla menyebutkan untuk mematuhi firman Alloh SWT., dan sunnah Rosul-NYA.

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّو نَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِى (٣١)

Katakanlah: “Jika kalian (benar – benar) mencintai Alloh, ikutilah aku.” (Q.S. Ali Imron (3): 31).

مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ (٨٠)

“Barangsiapa yang menaati Rosul, sesungguhnya dia telah menaati Alloh.” (Q.S. An – Nisaa’ (4): 80).

Ikhwanul Akhwat, apakah antum sekalian sangka mudah masuk Jannah-NYA? Apa yang tidak Ar – Rohim beri? Tidaklah yang ada pada diri ini adalah bukti nyata akan keberadaan-NYA yang Haqq? Ketika (mungkin) kita sedang berpikir menjadi manusia yang paling sial sedunia, mengapa darah ini masih mengalir dalam nadi dari otot tidak sadar yang dimiliki jantung?mengapa napas ini masih juga mengalir bahkan dalam keadaan mati kita saat tidur?mengapa bumi ini masih juga berputar pada porosnya? Tidak dapat dibayangkan bahwa Alloh bertindak dzalim, yang terjadi adalah Alloh SWT., melakukan apa saja yang DIA kehendaki dalam kerajaan-NYA dan DIA adalah Maha Adil.

لَا يُسْئَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْئَلُونَ (٢٣)

“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-NYA, dan merekalah yang akan ditanyai.”

(Q.S. Al – Anbiyaa’ (21): 23)

Tidakkah kita merasa malu? ketika semua kesulitan dan kehimpitan yang menyesakkan dada ini hilang, tidak juga kalimat dzikrulloh ini terucap membasahi bibir ini? Dalam sebuah hadits disebutkan, “Nafsumu yang berada pada dirimu adalah musuhmu yang paling besar yang mengajakmu pada kesusahan, membawamu pada kesesatan, menjatuhkanmu pada kehinaan, menaikkanmu pada kendaraan hawa nafsu, menggelincirkanmu, membuatmu bersifat rakus, membinasakanmu dan menguasaimu.”

Ketetapan-NYA yang telah ditulis sejak zaman azali tidak pernah berubah. Telah dicukupkan nikmat, disempurnakan dan telah diridhoi-NYA Dienul Islam sebagai Dien yang Haqq bagi kita yang Insya Alloh termasuk pada ummat Rosululloh Muhammad SAW. Apakah masih ada keraguan yang disebabkan hawa nafsu ini untuk tunduk patuh pada syare’at-NYA dan yang telah dicontohkan lewat Uswah Hasanah? Dimanakah penghambaan dan pengikraran syahadat yang selalu kita ucapkan dalam sholat?

وَمَا كَانَ لِمُئْومِنٍ وَلَا مُئْومِنَةٍ إِذَا قَضَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ، أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمْ (٣٦)

“Tidaklah patut bagi laki – laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Alloh dan Rosul-NYA telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (Q.S. Al – Ahzab (33): 36)

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآ ءُ وَيَخْتَارُ  ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَ ةُ (٦٨)

“Robb kalian menciptakan apa yang DIA kehendaki dan memilihnya. Sekali – kali, tidak ada bagi mereka pilihan.” (Q.S. Al – Qoshos (28): 68)

Mengapa malah kita buat aturan – aturan baru menurut kata hati ini. Antum sekalian sangka gampang menjadi makhluk yang mendapat naungan dan syafa’at Rosul SAW di Hari Akhir kelak? Apalagi alasan yang kita tanamkan dalam hati ini? Yang penting niatkah? Padahal Alloh SWT., memerintahkan kita untuk bertakwa pada-NYA dengan sebenar – benar takwa, juga tidak mati dalam kedaan selain Islam. Saudaraku, bahkan dalam hadits yang diriwayatkan dalam kitab Risalah Al – Ghozali dituliskan bahwa para Rosul yang diberi-NYA kitab, akan ditanya apakah risalah-NYA telah disampaikan pada tiap umat – umatnya, yang lucunya tiap – tiap umatnya mengira mereka tidak pernah mendengarnya.

يَوْمَ تَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَآ أُجِبْتُمْ  ۖ قَالُواْلَا عِلْمَ لَنَآ  ۖ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّٰمُ الْغُيُوبِ (١٠٩)

(Ingatlah), hari ketika Alloh mengumpulkan para Rosul, lalu Alloh bertanya: “Apa jawaban kaum kalian terhadap seruan kalian?” Para Rosul menjawab, “Tidak ada pengetahuan kami tentang itu. Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Mengetahui perkara yang ghoib.” (Q.S. Al – Maa’idah (5): 109)

Na’udzubillaahi min Dzaalik, apabila kita masih juga berbohong sampai detik ini apalagi pada Hari Penghisaban kelak. Dimanakah Roqib dan Atid di sepanjang hidup ini? bahkan kitab amal perbuatan ini selalu ditulisnya. Tidaklah mungkin kita mengelak, membela diri dan menipu pada Hari Penghisaban itu, ataupun sampai mendustakan isi kitab yang ditulis kedua malaikat-NYA.

يَوْمَ تَأْتِى كُلُّ نَفْسٍ تُجَٰدِ لُ عَن نَّفْسِهَ (١١١)

“(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap – tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri.” (Q.S. An – Nahl (16): 111).

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىَٰ أَفوَٰ هِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِ يهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُو اْيَكْسِبُو نَ (٦٥)

“Pada hari ini ditutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (Q.S. Yaasin (36): 65)

Maka tertawalah makhluk yang dikutuk dan diberi-NYA tangguh sampai kiamat nanti, semakin banyak bani Adam yang akan menemaninya di Neraka kelak. Wahai jiwa yang tenang, ikhlaskanlah semuanya pada ketaatan dan ketentuan-NYA demi ridho-NYA. Sesungguhnya syaithon tidak akan bisa melawan jiwa yang selalu Ikhlas dalam segala aspek ibadahnya. Ingatlah, musuh terbesar diri ini adalah hawa nafsu kita sendiri.

يَـــٰٓـأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُ (٢٧) ارْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً (٢٨)

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Robb-mu dengan hati yang puas lagi diridhoi-NYA.” (Q.S. Al – Fajr (89): 27-28)

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 3 August 2010 in Islam, Muslimah

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s