RSS

Menangislah!!

26 Jul

[Menangis, bukan dalam artian cengeng. Menangis, bukan karena menerima kekerasan fisik dan mental. Menangis, bukan karena ditinggalkan sesuatu yang sangat disayangi.]

Pernahkah kita menangis ketika merenungi ayat – ayatNYA ataupun hadits – hadits? Ataupun ketika sedang tadabbur alam dan memperhatikan semua tanda – tanda kebesaran Al – Kholik di sekeliling kita? Hanya diri kita saja yang tahu.

Mungkin, kita mudah sekali nangis disebabkan hal – hal yang disebutkan dalam pembukaan postingan kali ini, air mata  meleleh menetes, dada terasa sesak. Aneh, anehnya kita terkadang (mungkin) mati rasa ketika mendengarkan tilawah Qur’an ataupun ketika ketika tadarus Qur’an. Entah, mungkin itu juga disebabkan karena tidak mengerti apa yang sedang kita bacakan ayat – ayatNYA yang Agung, ataupun hanya karena tuntutan untuk sekedar membaca Qur’an.

Memang, sepertinya sudah sifat manusia yang keras, malu ataupun gengsi untuk menangis ketika mendengar firman Alloh Al Haqq ‘Azza wa Jalla. Ataupun mungkin, datangnya perasaan sombong karena merasa iman dan ibadah kita sudah sempurna dan tidak perlu menangis, ataupun sesuatu untuk ditangisi.

Raja Habsyah, ketika pertama kali mendengar ayat – ayat Qur’an yang Agung dibacakan oleh Ja’far, langsung seketika itu juga menangis karena menyadari ayat – ayat tersebut bukanlah buatan manusia yang bernama Muhammad SAW. Karenanya, setelah peristiwa tersebut, beliau langsung mengucapkan 2 kalimat Syahadat, hijrah dalam Islam. Subhanalloh.

Alloh SWT., berfirman:

وَإِذَا سَمِعُواْمَآأُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُواْمِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّافَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّـٰهِدِينَ (٨٣) وَمَالَنَالَانُؤْمِنُ بِااللهِ وَمَاجَآءَنَا مِنَ الْحَقِّ وَبَطْمَعُ أَن يُدْ خِلَنَا رَبُّنَامَعَ الْقَوْمِ الصَّـٰلِحِينَ (٨٤)

“Dan apabila mereka itu (golongan pendeta) mendengar apa – apa yang diturunkan kepada Rosul (Muhammad SAW), engkau akan melihat mereka mencucurkan air matanya lantaran mengetahui kebenaran (Al – Qur’an) yang mereka ketahui (dari kitab mereka sendiri) seraya berkata: ‘Ya Robb kami!’ Kami telah beriman. Oleh karena itu catatlah kami dalam golongan orang – orang yang menjadi saksi. Dan tidak patut kami tidak beriman kepada Alloh dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami ingin supaya Robb kami memasukkan kami bersama – sama kaum yang soleh.” (Q.S. Al – Maa’idah (5): 83 – 84)

Seringkali, tanpa kita sadari, tangis dan lelehan air mata ini adalah bukanlah karena hal – hal yang dapat mengingatkan kita kepada-NYA dan betapa besarnya karunia nikmat-NYA yang tidak akan pernah bisa kita hitung dengan jari – jari ini sampai habis semua jari – jari ini. Gampangnya menangis ketika melihat sinetron, mendengarkan lagu cinta yang anehnya sering “Match” ataupun disangkut – sangkutkan dengan suasana hati (Naudzubillaahi min Dzaalik), ataupun ketika mendengarkan nasyid Islam yang menghanyutkan kita akan firman-NYA yang Agung.

Ya, akan datang seperti dalam haditsnya mushaf – mushaf akan dibiarkan mengering ataupun akan tampak selalu baru karena hanya menjadi pajangan rumah menandakan ke-Islaman kita pada tamu, tanpa pernah sedikitpun dibaca dan direnungi dengan kacamata Ihsan dan Iman. Alangkah mahalnya saudaraku, tangis air mata keimanan itu, yang bahkan beberapa sahabat Nabi SAW sampai jatuh sakit bahkan meninggal setelah mendengarkan firman-Nya.

Alloh SWT., berfirman:

…إِذَاتُتْلَىٰ عَلَيْهِمْءَايَـٰتُ الرَّحْمَـٰنِ خَرُّواْ سُجَّدًاوَبُكِيًّا (٥٨)

“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat – ayat Tuhan yang pemurah, mereka tunduk bersujud dan menangis.” (Q.S. Maryam (19): 58)

وَيَحِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا (١٠٩)

“Dan mereka tundukkan muka – muka mereka sambil menangis dan bertambah khusyuk.” (Q.S. Al – Isro’ (17): 109)

Betapa istimewanya dapat meneteskan air mata keimanan itu memang, saudaraku! Insya Alloh, kita akan termasuk dalam 7 golongan yang diistimewakan dan mendapat naungan-NYA pada Hari Kiamat kelak:

“…Seorang yang berdzikir kepada Alloh SWT., di tempat yang sunyi sambil menangis.” (Muttafaq ‘Alaih)

Cobalah untuk menangis karena Alloh SWT, cobalah untuk menangis ketika Qiyamul Lail malam ini, saudaraku! Jikalau memang sangat berat untuk bisa berduaan dan bercinta dengan-NYA di birunya malam ini, cobalah baca Surat Ar – Rohman, Surat ke – 55 dalam Al – Qur’an. Lalu, baca dan kajilah artinya. Baca dan kaji lagi berulang – ulang, niscaya kita akan mendapatkan tetesan air mata itu. Betapa….semua yang ada sampai detik ini dan yang telah dijanjikan Ar – Rohman di kampung akherat kelak, semata – mata merupakan kasih sayang-NYA yang tiada akhir kepada kita yang sering mendustakan-NYA.

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَافَانٍ (٢٦) وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُوالْجَلَـٰلِ وَالْإِكْرَامِ (٢٧) فَبِأَىِّءَالَآءِرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ (٢٨) يَسْئَلُهُ مَن فِى السَّمَـٰوَٰتِ وَالْأَرضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَفِى شَأْنٍ (٢٩) فَبِأَىِّءَالَآءِرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ (٣٠)

[“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Robb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Robb-mu yang manakah yang kamu dustakan? Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada‐Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka nikmat Robb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar ‐ Rohman (55) : 26 – 30)]

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 26 July 2010 in Hadits, Islam

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s