RSS

Tantangan Iman di Era Globalisasi

18 Jul

Pengajian Umum

Tantangan Iman di Era Globalisasi

Oleh: DR. H. Adian Husaini (Ketua Dewan Da’wah Islam)

Majelis Al – Qur’an Al – Wa’yu Al – Islamy

Balai Pertemuan Islamic Village Karawaci – Tangerang

Sabtu, 17 Juli 2010

[Alhamdulillah wa Syukurillah, setelah sekian lama hanya mengetahui beliau hanya dari buku – buku dan blognya, kesempatan langsung bisa bertemu dan mendengarkan langsung kajian beliau merupakan sesuatu yang amat langka].

Zaman globalisasi adalah zaman yang diliputi oleh western civilization, budaya dan informasi yang sangat mengglobal dan tidak bisa ditahan di bagian belahan bumi yang satu. Tantangan dalam Iman dan Islam semakin kuat saat ini, yang bahkan sampai keturunan – keturunan kita saat ini tengah memakan mentah – mentah budaya tanpa saringan yang kuat.

Budaya dan informasi palsu ini tidak lain dibuat dan diskenario-kan oleh yahudi laknatulloh. Seperti halnya dalam surat Al – Fatihah, “Al – Maghdub” yang dimaksud adalah merujuk kepada bangsa yahudi; bangsa yang tahu akan kebenaran dari Al Haqq Azza wa Jalla, tetapi malah membunuh para Nabi – nabi Alloh, mempermainkan, merubah, mengacak – acak kebenaran tersebut. Tetapi, mengapa justru budaya yang salah itu kita ikuti?bahkan para orangtua mengajarkan sendi – sendi kesalahan budaya yang dibuat yahudi & nasrani. Rosululloh SAW bersabda:

“Kamu akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehinggakan mereka masuk ke dalam lubang biawak kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rosulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?” (HR. Bukhori dan Muslim).

Tidakkah hal ini sudah dibenarkan oleh Rosul SAW belasan abad yang lalu?lalu mengapa saat ini pun kiblat ini masih dicondongkan ke budaya barat? Ataukah saat ini ummat Islam terutama di Indonesia telah merasa cukup dan bangga dengan jumlah yang mayoritas? Mayoritas yang baik ataukah mayoritas yang jahil? Lalu, kenapa di tiap – tiap pemberitaan media massa justru yang ber-KTP Islam-lah yang justru membuat sensasi – sensasi berdasarkan hawa nafsu belaka? Sesungguhnya Alloh SWT telah bersabda dalam Qur’an:

وَيَقُولُونَ ءَامَنَّا بِااللهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّىٰ فَرِيقٌ مِّنهُمْ مِّنْ بَعْدِ ذَٰ لِكَ ۚ وَمَآ أُوْلَـــــٰٓىِٕكَ بِالْمُؤْمِنِينَ(٤٧) ٤٧

“Dan mereka berkata: ‘Kami telah beriman kepada Alloh dan Rosul, dan kami mentaati (keduanya).’ Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.” (Q.S. An – Nuur (24): 47)

Jika kita mau berkaca pada kisah kaum Salaf yang hidup pada zaman Rosululloh SAW. Ketika diperintahkan untuk hijrah ke Madinah, para wanita terutama yang telah bersuamikan pria – pria yang masih kafir, benar – benar diuji keimanannya oleh Alloh SWT., sehingga turunlah surat Al – Mumtahanah; wanita – wanita yang diuji. Akhirnya dijelaskanlah bahwa wanita yang telah beriman haram bagi suami mereka yang masih kafir dan begitu pula sebaliknya.

Tampaknya ummat Islam saat ini telah malu pada ke-Islamannya, tengoklah begitu dahsyatnya arus budaya global sedikit demi sedikit memang diikuti ummat. Budaya yang tidak bisa lepas saat ini adalah musik, pakaian dan alkohol. Seharusnya kita malu ketika melihat betapa bioskop, bar dan klub malam sampai antri berpanjang – panjang hanya untuk mabuk – mabukan, tidak seperti halnya pengajian (biarpun hanya diadakan bulanan) paling hanya diikuti para orangtua dan kaum lansia, kemanakah pemuda – pemudi Islam saat ini? Sayyidina Umar bih Khothob RA., berkata:

“Kehormatan Islam akan pudar sedikit demi sedikit jika dalam Islam melupakan zaman Jahiliyah.”

Ingatkah bahwa Islam masuk Spanyol pada 711 M, hancur pada 1496 M disebabkan pengkhianatan dari dalam sendiri, yang sebelumnya para kaum muda dihancurkan Izzah dan Iffah ke-Islamannya dengan alkohol dan musik. Entah kenapa saat ini musik begitu mudahnya masuk ke hati sanubari, mata ini gampangnya meneteskan air mata ketika musik maupun nasyid didengarkan, tetapi tidak sedikit pun trenyuh ketika mendengarkan tilawah ataupun ketika tadarus Al – Qur’an.

يَــٰٓــــأَ يُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِى اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ،ٓ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَـٰفِرِينَ يُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ اللهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآ ىِٕمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَاللهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ(٥٤)٥٤

“Hai orang – orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka dan mereka pun mencintai-NYA, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras pada orang – orang kafir, yang berjihad di jalan Alloh, dan yang tidak takut pada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Alloh, diberikan-NYA kepada siapa yang dikehendaki-NYA, dan Alloh Maha Luas (pemberian-NYA) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al – Maa’idah (5): 54)

Tampaknya budaya buatan yahudi memang gampang sekali diterima daripada risalah-NYA dan sunnah Rosul SAW. Budaya yang mengagung – agungkan kebebasan, kekayaan, kepopuleran, keindahan dan kecantikan. Naudzubillahi min Dzaalik. Seorang yahudi yang hijrah ke dalam Islam; Muhammad Assad, mengungkapkan betapa Barat berhutang segalanya kepada Islam. Segala ilmu pengetahuan diperoleh dengan semboyan 3G (gold, gospel, glory), segala kitab – kitab berisi ilmu pengetahuan dari kejayaan Khalifah dan Dinasti Islam disebarluaskan dengan gratis hanya mengharap ridho-NYA, tidak seperti saat ini dengan ditandai oleh hak paten dan royalti dalam semua penemuan.

Memang saat ini budaya kebebasan yang didengungkan itu telah menjadi cara pandang saat ini. Kaum Muslimah saat ini pun begitu terlena dengan feminisme dan emansipasi semu. Wanita – wanita barat yang mengatasnamakan emansipasi dan feminisme semu itu tidak lain adalah menolak sikap Gereja terhadap mereka, banyaknya wanita yang dibunuh dan dibakar hidup – hidup karena dituduh sebagai penyihir yang meracuni dengan sebuah apel seperti halnya dalam dongeng putri salju. Pada saat kegelapan di Eropa, ada  sebuah paham yang begitu memojokkan para wanita karena ketakutan, penyiksaan dan penindasan dari Gereja, paham itu adalah Anti Clericalism (Anti Gereja/ Pendeta).

“Beware of a woman if you are in front of her, a mule if you are behind it, and a priest whether you are in front or behind.” [Anti Clericalism]

Kenapa kita harus bangga dengan Islam? Berikut adalah beberapa alasan – alasan yang memang harus diingat ketika kita mempertanyakan kenapa harus Islam:

1.     Agama Wahyu

Pemberian nama Islam adalah langsung dari Alloh SWT., tidak seperti Budha dari nama pertapa Sidharta Budha Gautama, Hindu dari lembah Hindustan, maupun Kristen yang merupakan sebutan bagi para simpatisan dan pengikut Nabi Isa AS, ataupun yahudi yang nyata – nyatanya merupakan nama bangsa yang dikutuk-NYA.

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللهِ الْإِ سْلَـٰمُ

“Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Alloh hanyalah agama Islam.” (Q.S. Ali Imron (3): 19).

“Barangsiapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya, dan di akhirat nanti dia pasti termasuk orang-orang yang merugi.” (Q.S. Ali Imron (3): 85).

2.     Agama yang tidak pernah bermasalah dengan nama Tuhannya

اللّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِى السَّمَٰوَٰ تِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِ ى يَشْفَعُ عِنْدَهُ،ٓ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَٰوَٰ تِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ(٢٥٥)٢٥٥

“Alloh tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Alloh tanpa izin-Nya? Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Alloh meliputi langit dan bumi. Dan Alloh tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Alloh Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Q.S.Al – Baqoroh (2): 255)

Yahudi bermasalah dengan nama Yehova, Yahweh. Kristen bermasalah dengan Yesus bahkan kristen Malaysia sampai menghadapi meja hijau karena memakai “Allah”. Hindu dan Budha bermasalah dengan banyaknya Dewa.

3.     Syariat Ibadahnya tetap tidak pernah berubah

Hindu di Malaysia tidak mengenal ritual Nyepi seperti hindu Indonesia. Protestan tidak mengenal penebusan dosa seperti dalam katolik. Kristen Armenia dan Phalangis (Kristen Arab) merayakan natal tanggal 6 Januari.

…اَ لْيَوْ مَ أَ كْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لَكُمُ ا لْإِ سْلَا مَ دِ يْناً…

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, telah Kucukupkan untukmu nikmat-Ku dan Ku-Ridhoi Islam menjadi agamamu.” (Q.S. Al – Maa’idah (5): 3)

Tidak ada syariat ibadah yang berubah semenjak wafatnya Rosul SAW.

4.     Agama yang diberi Uswah Hasanah

Hanya Islam-lah yang diberi Uswah Hasanah langsung dengan Rosul SAW. Sangat lucu apabila seseorang bertanya kepada Paus bagaimana membina keluarga bahagia, tetapi Paus tidak boleh beristri, begitu pula halnya ketika bertanya kepada para biksu yang telah meninggalkan keduniawian.

5.     Agama yang sesuai Fitrah Manusia

Segala sesuatu aspek kehidupan manusia benar – benar diatur dalam Islam. Ibadah, zakat, sholat, haji, shaum, perang, kerja, makan – minum, berbicara, berpakaian, kepemimpinan, bahkan hubungan suami – istri pun ada adab – adab yang mengatur.

Sudah selayaknya, kita sebagai manusia yang tidak pernah luput dari khilaf dan lupa, selalu mengembalikan semuanya pada Alloh SWT., dengan berpegang teguh kepada ke-Tauhidan dan risalah-NYA yang telah dicontohkan Rosululloh Muhammad SAW.

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (٢٦) وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَـٰلِ وَالْإِكْرَامِ (٢٧) فَبِأَ ىِّ ءَالَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٢٨) يَسْـَٔلُهُ مَنْ فِى السَّمَٰوَٰ تِ وَالْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍ (٢٩) فَبِأَ ىِّ ءَالَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ (٣٠)٣٠

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Zat Robbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Robb-mu yang manakah yang kamu dustakan? Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada‐Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka nikmat Robb-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar ‐ Rohman (55): 26 – 30).

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 18 July 2010 in Hadits, Islam, Muslimah

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s